Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perancangan Tata Letak Pabrik dengan Pendekatan Kuantitatif Menggunakan Metode Algoritma Craft: STUDI KASUS CV. X Ronanda Dias Alfaiz; A. Harits Nu'man; Iyan Bachtiar
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.7021

Abstract

Abstract. Facility layout is one the factors that plays an important role in improving the smoothness of production in a company. Basicly, companies are categorized as a good company is a company that is able to organize and able to manage all the supporting aspects in the company's success. One of company‟s efforts to become a good company is to do the good design and the good facilities layout. CV. X is a manufacture industry which operate in manufacture of pharmachies machinery. Layout condition in the company of the production process flow is still irregular between work areas. This also has implications for the company's inability to maximize the company's production profits. Therefore, the company seeks to increase production targets by evaluating the layout of the existing facilities. The purpose of this research is to obtain a layout of production facilities that have better material flow and minimum material transfer from production activities. The method used in this study is a quantitative method with the CRAFT (Computer Relative Allocation of Facilities Technique) algorithm and simulated using WinQSB 2.0 software. The results showed that this method can minimize the total OMH and material displacement distance. Where the displacement distance in the initial layout is 110.75 meters, while the displacement distance in the proposed layout is 78.75 meters with the total cost according to the proposal is Rp. 217,054.79. This shows that the proposed layout can reduce the distance of moving goods by 32 meters and produce a better flow pattern for the company. Keywords: Layout, Quantitative, CRAFT, Algorithm Abstrak. Masalah tata letak fasilitas merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan kelancaran produksi di suatu perusahaan. Perusahaan yang dikategorikan baik salah satu syaratnya yaitu mampu mengelola proses perancangan tata letak fasilitas yang baik. CV. X merupakan suatu industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan mesin untuk kebutuhan bidang farmasi. Kondisi yang terdapat pada perusahaan adalah tata letak aliran proses produksi yang masih tidak beraturan antar area kerja. Hal ini berimplikasi pada ketidakmampuan perusahaan dalam memaksimalkan keuntungan produksi perusahaan. Maka dari itu perusahaan berupaya meningkatkan target produksi hingga dengan mengevaluasi tata letak fasilitas yang ada saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan tata letak fasilitas produksi dengan aliran material yang lebih baik serta pemindahan material yang minimum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan algoritma CRAFT dan di simulasikan dengan menggunakan software WinQSB 2.0. Hasilnya, metode ini dapat mengurangi OMH total dan jarak perpindahan material. Dimana jarak perpindahan pada layout awal sebesar 110,75 meter, menjadi 78,75 meter pada layout usulan dengan total ongkos usulan adalah sebesar Rp217.054,79. Hal ini menunjukan bahwa layout usulan mengurangi jarak perpindahan sebesar 32 meter dan menghasilkan pola aliran yang lebih baik bagi perusahaan. Keywords: Layout, Kuantitatif, Algoritma CRAFT
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Kaos Sablon dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure And Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: UMKM Ngablue) Muhammad Iqbal Alamulhuda laina albatami; Iyan Bachtiar
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.5905

Abstract

Abstract. UMKM Ngablue is UMKM engaged in clothing convection including shirts, screen printing shirts, polo shirts, vests and jackets. complaints from customers in terms of product quality produced by UMKM will affect the level of customer confidence itself. Complaints obtained from customers include the results of cut materials that do not match the pattern, which is around 18.37%, screen printing images that do not match 24.06%, dirty shirts caused by screen printing ink 23.27%, dirty shirts caused by table glue 19.68% and untidy sewing results 21.10% . The total percentage of defects obtained is about 1.04% of the total produced 169,325 pcs. Therefore the Fault Tree Analysis (FTA) method is used as an effort to identify the causes of failure, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to determine priority repairs based on the RPN value. From the observations found. the causes of defects are caused by human factors, the tools used, and the material used and it is found that the type of defect that has the largest RPN value is in the potential failure mode of the screen printing image which is not suitable which is caused by stretchy calcyl paper getting an RPN value of 224, so the cause This potential should be prioritized. then the determination of the proposed improvement is carried out using 5W+1H. Proposed improvements to reduce defective products for screen printing t-shirts, namely companies must increase supervision for workers, provide sufficient rest time, conduct regular training, make displays at screen printing work stations, replace cutting machine blades and improve machine maintenance. Abstrak. UMKM Ngablue merupakan UMKM yang bergerak di bidang konveksi pakaian diantaranya seperti kemeja, kaos sablon, kaos polo, rompi dan jaket. komplain dari pelanggan dalam segi kualitas produk yang di hasilkan oleh UMKM akan mempengaruhi tingkat kepercayaan pelanggan itu sendiri. Komplain yang di peroleh dari pelanggan diantaranya yaitu hasil potongan bahan tidak sesuai pola yaitu sekitar 18.37% , gambar sablon tidak sesuai 24.06%, kaos kotor disesbabkan karena tinta sablon 23.27%, kaos kotor disesbabkan karena lem meja 19.68% dan hasil jahitan tidak rapih 21.10%. Hasil persentase total kecacatan yang diperoleh yaitu sekitas 1.04% dari total yang di produksi 169.325 pcs. Oleh karena itu metode Fault Tree Analysis (FTA) digunakan sebagai upaya untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kegagalan, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai RPN. Dari hasil pengamatan yang ditemukan. faktor penyebab terjadinya kecacatan disebabkan oleh faktor manusia, alat yang digunakan, dan bahan materila yang digunakan dan didapatkan jenis kecacatan yang memiliki nilai RPN terbesar yaitu pada mode kegagalan potensial gambar sablon tidak sesuai yang disesbabkan oleh kertas kalkil melar mendapatkan nilai RPN sebar 224, sehingga penyebab potensial ini yang harus di prioritaskan. selanjutnya penentuan usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan 5W+1H. Usulan perbaikan untuk mengurangi produk cacat kaos sablon yaitu perusahaan harus melakukan peningkatan pengawasan bagi para pekerja, pemberian waktu istirahat yang cukup, mengadakan pelatihan rutin, membuat display di stasiun kerja penyablonan, mengganti mata pisau mesin potong dan meningkatkan perawatan pada mesin.
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Servqual dan Model Importance Performance Analysis Angga Reza Nugraha; M.Dzikron; Iyan Bachtiar
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1830

Abstract

Abstract. Goods delivery services not only make it easier for the general public but also business people, especially online or e-commerce businesses. PT. Global Jet Express with the J&T Express brand is one of the companies engaged in freight forwarding services. The services provided are in the form of goods delivery services, both in the form of documents and packages for delivery to all corners of the city, institutions and internationally, including e-commerce businesses. At one of the branches of J&T Express, namely J&T Express Antapani Branch also often receives complaints from consumers. Complaints that occurred from 2018 to 2020 have increased in each category, and the category of complaints that has the most complaints is delivery delays. The impact felt by the company is the decrease in the number of deliveries after the number of complaints that enter the customer service department. In addition, the achievement of the number of shipping transactions has not met the expectations of the company's management who set a target of 250 shipments per day or 7500 shipments per month. This can affect the income of J&T Express Antapani Branch which can decrease and affect consumer confidence in the services provided. Therefore, it is necessary to design methods and analysis that can increase customer satisfaction with J&T Express Antapani Branch. To identify problems, ServQual (ServiceQuality) and IPA (Importance Performance Analysis) models are used. Based on the calculation results of ServQual and Model IPA, there are 9 main priorities for improvement proposals using a cause and effect diagram (Fishbone). Abstrak. Jasa pengiriman barang tidak hanya memudahkan masyarakat umum namun juga pelaku bisnis terutama pelaku bisnis online atau e-commerce. PT. Global Jet Express dengan merek J&T Express merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pelayanan jasa pengiriman barang. Pelayanan yang diberikan berupa layanan pengiriman barang, baik berupa dokumen maupun paket untuk pengiriman ke seluruh penjuru kota, lembaga dan internasional termasuk bisnis e-commerce. Pada salah satu cabang dari J&T Express yaitu J&T Express Cabang Antapani juga sering menerima keluhan dari konsumen. Keluhan yang terjadi pada tahun 2018 sampai tahun 2020 mengalami kenaikan pada setiap kategori nya, dan kategori keluhan yang paling banyak adalah keterlambatan. Dampak yang dirasakan oleh perusahaan yaitu menurunnya jumlah pengiriman setelah banyaknya komplain yang masuk ke bagian customer service. Selain itu pencapaian jumlah transaksi pengiriman tersebut belum memenuhi harapan dari manajemen perusahaan yang menetapkan target sebesar 250 pengiriman pada setiap hari nya atau 7500 pengiriman pada setiap bulan nya. Hal tersebut dapat berpengaruh kepada pendapatan J&T Express Cabang Antapani yang dapat mengalami penurunan dan mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap jasa pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu diperlukan metode dan analisis perancangan yang dapat meningkatkan kepuasan konsumen terhadap J&T Express Cabang Antapani. Untuk mengidentifikasi permasalahan digunakan metode ServQual (ServiceQuality) dan Model IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan hasil perhitungan ServQual dan Model IPA terdapat 9 prioritas utama untuk diberikan usulan perbaikan dengan menggunakan diagram sebab akibat (Fishbone).
Perancangan Sistem Manajemen Mutu (SMM) Berdasarkan International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015 dan Hasil Gap Analysis Insani Ikhtiar; Yan Orgianus; Iyan Bachtiar
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1943

Abstract

Abstract. The company's ability to deal with developments in the globalization era, needs to strive to continuously improve quality and competitiveness in meeting customer requirements. Quality is one of the keys to winning the competition, to be able to survive in business competition both in the national market and in the global market the company must be able to improve the quality of its products so as to achieve customer satisfaction. One way that companies can do is by implementing QMS. QMS is a series of interacting processes carried out by a company to achieve quality objectives. CV HER-5 Engineering Manufacturing is a company engaged in manufacturing, with the resulting product being a swing arm. Observations at the company found that the company had implemented QMS based on ISO 9001:2008, but not up to the certification stage. In addition, the company experienced problems in the form of product returns by consumers. This is because the resulting product does not comply with the approved requirements. This study aims to determine the current condition of the QMS CV HER-5 Engineering Manufacturing, and provide suggestions for the fulfillment and design of QMS documents in accordance with the requirements of ISO 9001:2015. This study used ISO 9001:2015 as the QMS standard and the gap analysis method was carried out by scoring clauses 4 to 10 of ISO 9001:2015. The percentage of implementation results obtained was 50,15%, and the proposed design of complete QMS documents based on ISO 9001:2015 includes quality guidelines, procedures and forms to fulfill clauses that have not been fulfilled. Abstrak. Kemampuan perusahaan dalam menghadapi perkembangan era globalisasi, perlu berupaya untuk terus-menerus meningkatkan mutu dan daya saing dalam memenuhi persyaratan pelanggan. Mutu merupakan salah satu kunci dalam memenangkan persaingan, untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis baik di pasar nasional maupun pasar global perusahaan harus mampu meningkatkan mutu produknya sehingga tercapai kepuasan pelanggan. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan yaitu dengan menerapkan SMM. SMM merupakan rangkaian proses yang saling berinteraksi dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai sasaran mutu. CV HER-5 Engineering Manufacturing merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, dengan produk yang dihasilkan yaitu lengan ayun (swing arm). Hasil pengamatan pada perusahaan diketahui bahwa perusahaan telah menerapkan SMM berdasarkan ISO 9001:2008, namun tidak sampai tahap sertifikasi. Selain itu, perusahaan mengalami masalah berupa adanya pengembalian produk oleh konsumen. Hal tersebut karena produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan persyaratan yang telah disetujui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini dari SMM CV HER-5 Engineering Manufacturing, dan memberikan usulan pemenuhan dan perancangan dokumen SMM sesuai dengan persyaratan pada ISO 9001:2015. Penelitian ini menggunakan ISO 9001:2015 sebagai standar SMM dan metode gap analysis yang dilakukan pemberian skor pada klausul 4 sampai dengan klausul 10 ISO 9001:2015. Hasil persentase penerapan yang diperoleh sebesar 50,15%, dan usulan perancangan kelengkapan dokumen SMM berdasarkan ISO 9001:2015 mencakup pedoman mutu, prosedur, dan formulir untuk memenuhi klausul yang belum terpenuhi.
Pengendalian Kualitas dengan Metode Taguchi pada Produk Cat Tembok di Pt XYZ Rizky Ferdiansyah; Iyan Bachtiar; Selamat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i2.2890

Abstract

Abstract. The background of this research is to determine the optimal composition through quality control by identifying how much influence the composition of raw materials includes calcium type raw materials, pigment dosage, natrosol, and water on the quality defects of Glossy Wall Paint at PT Nazar Aneka Warna. Defects in Glossy Wall Paint include defects in color quality, viscosity and hiding power. The quality standard for color quality is min. 1.25 de, viscosity min. 100 KU (Krebs Unit), and hiding power min. 8 m2/L. The research method used in this study was the Taguchi Method by conducting an experiment of making 5 Kg of Glossy Wall Paint in 18 trials with 2 repetitions. The results showed that the defects were caused by the quality of the calcium raw materials and the incorrect dosage of pigment, natrosol and water composition. The factor that most influenced the cause of the defect in Glossy color quality was pigment with a contribution of 61.66%, followed by water at 12.90%, calcium type at 8.88% and natrosol at 6.77%. Meanwhile, the quality of viscosity is the type of calcium with a percentage contribution of 16.65%, pigment of 77.36%, while natrosol and water do not significantly affect the quality with a contribution percentage of 0.28% and 2.90%. Furthermore, the factor that most influences the cause of the defects in the quality of hiding power is the type of calcium with a contribution percentage of 8.16% and pigment of 54.79%, while for natrosol and water it does not affect the quality significantly with a contribution percentage of 2.89% and 0.21%. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menentukan komposisi optimal melalui pengendalian kualitas dengan mengidentifikasi seberapa besar pengaruh komposisi bahan baku meliputi bahan baku jenis kalsium, takaran pigmen, natrosol, dan air terhadap kecacatan kualitas Cat Tembok Glossy di PT Nazar Aneka Warna. Kecacatan pada Cat Tembok Glossy meliputi kecacatan kualitas warna, kekentalan dan daya tutup. Standar mutu untuk kualitas warna sebesar min. 1,25 de, kekentalan (viskositas) min. 100 KU (Krebs Unit), dan daya tutup min. 8 m2/L. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Taguchi dengan melakukan percobaan pembuatan 5 Kg Cat Tembok Glossy sebanyak 18 percobaan dengan 2 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan diakibatkan oleh kualitas bahan baku jenis kalsium dan takaran komposisi bahan baku pigmen, natrosol, dan air yang tidak tepat. Faktor yang paling mempengaruhi penyebab kecacatan kualitas warna Glossy adalah pigmen dengan persen kontribusi sebesar 61,66 %, diikuti oleh air sebesar 12,90 %, jenis kalsium sebesar 8,88 % dan natrosol sebesar 6,77 %. Sedangkan kecacatan kualitas kekentalan (viskositas) adalah pada jenis kalsium dengan persen kontribusi sebesar 16,65 %, pigmen sebesar 77,36 %, sedangkan untuk natrosol dan Air tidak mempengaruhi kualitas secara signifikan dengan persen kontribusi sebesar 0,28 % dan 2,90 %. Selanjutnya faktor yang paling mempengaruhi penyebab kecacatan kualitas daya tutup adalah jenis kalsium dengan persen kontribusi sebesar 8,16 % dan pigmen sebesar 54,79 %, sedangkan untuk natrosol dan air tidak mempengaruhi kualitas secara signifikan dengan persen kontribusi sebesar 2,89 % dan 0,21 %. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Cat Tembok Glossy, Metode Taguchi.
Rancangan Perbaikan Kualitas Kemasan Produk Air Minum Mineral Hanaang dengan Metode New Seven Tools Aini, Salsabilla; Satori, Mohamad; Bachtiar, Iyan
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8821

Abstract

Abstract. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandung City is a company that produces mineral water with various brands of Hanaang, Pendopo, and Watermed with various sizes. The company identified a fairly crucial problem, namely related to product quality problems, especially the 600 ml Hanaang brand of bottled water. The company wants the defects in these products to be reduced. Quality improvement is carried out using the New Seven Tools method with the aim of improving quality and minimizing defects in 600 ml Hanaang brand bottled water products. There are several tools used, namely affinity diagram, interrelationship diagram, tree diagram, matrix diagram, matrix diagram analysis, and arrow diagram. The results of data processing can be seen that there are 3 factors, namely human factors, machine factors, and environmental factors. Human factors are caused by operators not understanding how to operate the machine and operators not working according to the Standard Operating Procedure (SOP). Machine factors are caused by poor engine performance and dirty engine filters. Environmental factors are caused by the way raw materials are stored (overlapping). Abstrak. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung merupakan perusahaan yang memproduksi air mineral dengan berbagai merek Hanaang, Pendopo, dan Watermed dengan berbagai ukuran. Perusahaan terindentifikasi ada permasalahan yang cukup krusial yaitu berkaitan dengan dengan masalah kualitas produk terutama merek air kemasan merek Hanaang ukuran 600 ml. Perusahaan menginginkan kecacatan pada produk tersebut dapat berkurang. Perbaikan kualiatas yang dilakukan menggunakan metode New Seven Tools dengan tujuan memperbaikan kualitas dan meninalisir kecacatan produk air kemasan merek Hanaang ukuran 600 ml. Terdapat beberapa tools yang digunakan yaitu affinity diagram, interrelationship diagram, tree diagram, matriks diagram, analisis diagram matriks, dan arrow diagram. Hasil pengolahan data yang dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat 3 faktor yaitu faktor manusia, faktor mesin, dan faktor lingkungan. Faktor manusia disebabkan oleh operator kurang paham dalam mengoperasian mesin dan operator tidak bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Faktor mesin disebabkan oleh performa mesin kurang baik dan filter mesin yang kotor. Faktor lingkungan disebabkan oleh cara penyimpnan bahan baku tida baik (bertumpukan).
Perbaikan Pengendalian Kualitas Menggunakan Alat Bantu Seven Quality Control Tools dan Metode 5W+1H Agustin, Desi Riri; Aviasti; Bachtiar, Iyan
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9156

Abstract

Abstract. CV. Wijaya Teknik is a company engaged in the field of plastic injection molding. Based on interview data, it was found that in the production process of pot cendo products, around 315,000 units produced product defects, which reached 2-5% each month. Product defects are caused by the number of defective products found and complaints from consumers to the company. To overcome quality problems regarding product defects that occur in the company, it is necessary to identify related problems that occur and the need for improvement proposals to reduce consumer returns. This study aims to identify and plan improvement proposals using the Seven Quality Control Tools and the 5W+1H method. The Seven Tools used consist of checksheets, stratification, histograms, pareto diagrams, and causal diagrams. The research data taken is the company's historical data for 2020–2022. The results showed that there were product defects caused by several factors, such as humans, machines, methods, materials, and the environment. Criteria for defects that often occur in companies are damaged products due to broken packaging, corrugated packaging, and cracked packaging. Judging from the criteria for these defects, the proposed improvements are in the form of improving the quality of the work of operators, providing training to operators, which is carried out alternately once a month, and carrying out scheduled periodic maintenance on the machine. Abstrak. CV. Wijaya Tehnik merupakan perusahan yang bergerak di bidang injeksi molding plastik. Berdasarkan data wawancara yang didapatkan bahwa pada proses produksi produk pot cendo sekitar 315.000 unit menghasilkan cacat produk yang mencapai 2-5% setiap bulannya. Kecacatan produk disebabkan karena banyaknya produk cacat yang ditemukan serta komplain dari konsumen kepada perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan kualitas mengenai cacat produk yang terjadi di perusahaan perlu dilakukannya identifikasi terkait dengan permasalahan yang terjadi dan perlu adanya usulan perbaikan untuk mengurangi return konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merencanakan usulan perbaikan menggunakan alat bantu Seven Quality Control Tools dan metode 5W+1H. Seven Tools yang digunakan terdiri dari checksheet, stratifikasi, histogram, diagram pareto dan diagram sebab akibat. Data penelitian yang diambil merupakan data historis perusahaan tahun 2020-2022. Hasil penelitian menunjukan adanya cacat produk yang disebabkan karena beberapa faktor seperti manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Kriteria cacat yang sering terjadi di perusahaan yaitu produk rusak karena kemasan yang pecah, kemasan bergelombang, dan kemasan retak. Dilihat dari kriteria cacat tersebut, perbaikan yang diusulkan yaitu berupa meningkatkan kualitas kerja operator, memberikan pelatihan terhadap operator yang dilaksanakan 1 kali dalam sebulan secara bergantian dan melakukan periodic maintenance (perawatan berkala) yang terjadwal dalam melakukan pembersihan mesin.
Peningkatan Kualitas untuk Mengurangi Kecacatan Kemasan Produk menggunakan Metode Six Sigma di PT. XY Melky Maynaky; Iyan Bachtiar
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10339

Abstract

Abstract. PT. XY is engaged in manufacturing the flexible packaging industry. Demand for packaging production has increased over time. This surge causes inappropriate/defective products to occur due to problems in the production process or errors made by machines and workers as well as an unsupportive environment. The aim is to find out, identify factors that cause defects in product packaging at PT. XY and provide improvements to factors causing defects in product packaging. The method used is Six Sigma with DMAIC stages which are integrated with several tools including the SIPOC diagram, CTQ Tree, Pareto diagram, DPMO, fishbone, FMEA, 5W+1H concept and Control Map. Based on the analysis of identifying problems that cause defects, there are several factors that cause Missprint defects, namely humans, machines, methods, materials and the environment. The control process efforts carried out by the company are in the form of a standardization process for the results of the improvements that have been proposed, so that the results of the improvements are always consistent so that they can achieve the 5.00-sigma target. resolve the problem of the type of Missprint defect first, if the type of Missprint defect has been repaired then the repair process continues to repair the next type of defect in accordance with the priorities that have been determined. Based on the results of the analysis that has been carried out, the objectives of this research can be achieved, including knowing the factors that cause defects and suggestions for improvements that the company can make. Abstrak. PT. XY bergerak pembuatan industri kemasan flexible packaging. Permintaan produksi kemasan melonjak naik seiring berjalannya waktu. Lonjakan ini menyebabkan produk yang kurang sesuai/cacat terjadi karena dalam proses produksi yang mengalami kendala atupun kesalahan yang dilakukan oleh mesin dan pekerja serta lingkungan yang kurang mendukung. Tujuannya mengetahui, mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kecacatan pada kemasan produk di PT. XY dan memberikan perbaikan terhadap faktor penyebab kecacatan pada kemasan produk. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan tahapan DMAIC yang diintegrasikan dengan beberapa alat diantaranya adalah diagram SIPOC, CTQ Tree, diagram pareto, DPMO, fishbone, FMEA, konsep 5W+1H dan Peta Kendali. Berdasarkan analisis identifikasi masalah penyebab cacat terdapat beberapa faktor yang menyebabkan jenis kecacatan Missprint yaitu manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Upaya proses control yang dilakukan perusahaan berupa proses standarisasi hasil perbaikan yang telah diusulkan, agar hasil perbaikan selalu berjalan konsisten sehingga dapat mencapai target 5,00-sigma. penyelesaikan masalah dari jenis kecacatan Missprint terlebih dahulu, apabila jenis kecacatan Missprint selesai diperbaiki maka proses perbaikan dilanjutkan ke perbaikan jenis cacat selanjutnya sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka tujuan dalam penelitian ini dapat dicapai diantaranya mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya cacat serta usulan perbaikan yang dapat perusahaan lakukan.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas di Departemen Produksi PT Thursina Mediana Utama Mella Nur Alifa; Nu'man, A. Harits; Bachtiar, Iyan
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10650

Abstract

Abstract. Production activites are intricately to facility layout design, and flow of materials in production process aims to achieve optimal results by saving material handling costs. A well-planned facility layout has benefits in optimizing operational workspace furthermore, efficient facility layout planning can minimize operational costs and enchance productivity. The company has problems to material transfer distances, backtracking and bypassing flows in production activities. Method using algorithm CRAFT with software winQSB 2.0. The proposed facility layout results are analyze by comparing with initial layout, considering material transfer distances and total handling costs. Material transfer distance in initial layout is 751 meters per day with a total costs Rp 581.257,375 per day or Rp 139.501.770 per year. The proposed facility layout minimizes material transfer distance to 742 meters per day with total material handling costs Rp 573.863,074 per day or Rp 137.726.897,79 per year. The proposed layout from algorithm CRAFT results, suggested transportation equipment reduces total cost Rp 554.436,695 per day or Rp 133.064.806,73 per year. The proposed layout improves efficiency of material transfer distance by 1,2% and minimize costs by 1,3%. The proposed layout with suggested transportation equipment by 3,4%, that reducing costs and being more cost-effective for the company. Abstrak. Aktivitas produksi sangat terkait dengan tata letak fasilitas, aliran bahan dalam proses produksi bertujuan mencapai hasil optimal dengan menghemat biaya penanganan material. Tata letak fasilitas yang baik direncanakan memiliki manfaat dalam mengoptimalkan ruang kerja operasional selain itu, perencanaan tata letak fasilitas yang efisien dapat meminimalkan biaya oprasional dan meningkatkan produktivitas. Perusahaan menghadapi masalah jarak pemindahan material, aliran backtracking dan bypassing pada kegiatan produksi. Metode yang digunakan yaitu, algoritma CRAFT dengan menggunakan perangkat lunak winQSB 2.0. Tata letak fasilitas yang diusulkan dianalisis dengan membandingkan tata letak kondisi saat ini, dengan mempertimbangkan jarak pemindahan material dan total OMH. Jarak pemindahan material sebesar 751 meter per hari, dan total OMH Rp 581.257,375 per hari atau Rp 139.501.770 per tahun sedangkan usulan tata letak fasilitas dari hasil algoritma CRAFT jarak pemindahan bahan sebesar 742 meter per hari, dan total OMH Rp 573.862,072 per hari atau Rp 137.726.897,79 per tahun, usulan alat angkut dari hasil algoritma CRAFT mendapatkan total OMH Rp 554.436,695 per hari atau Rp 133.064.806,73 per tahun. Layout usulan meningkatkan efesiensi jarak pemindahan bahan 1,2% dan meminimalkan total OMH 1,3%, layout usulan yang diusulkan alat angkutnya memiliki efesiensi OMH 3,4% sehingga menekan biaya menjadi lebih hemat untuk perusahaan.
Pengendalian Kualitas Produk Simon 2000 di PT. Hariff Daya Tunggal Engineering Mochamad Gevin Nandhika; Bachtiar, Iyan; Selamat
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10985

Abstract

Abstract. PT. Hariff Daya Tunggal Engineering is a company engaged in telecommunications infrastructure, system planning and work on several telecommunication projects, control systems and IT Based Systems. The market strategy applied by the company is Engineering To Order (ETO). Currently PT. Hariff Daya Tunggal Engineering was faced with the problem of defects in SIMON 2000 products that exceeded established policy standards. Therefore, the Statistical Quality Control (SQC) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods to assess defects that occur in the company.This study was conducted to minimize disability that occurs by applying the SQC and FMEA methods. The stages carried out in this study are using 7 SQC tools, then analyzed using FMEA and providing proposals using 5W + 1H based on the highest Risk Priorty Number (RPN) value. The results obtained using the SQC and FMEA methods have defects that must be prioritized, namely poor solder and badfit defects. Both disabilities have the highest RPN values compared to other disabilities. The handling that can be done by the company is to procure closed container racks, display visualization, and procurement of Quality Control divisions of each process, then make Operational Standards (SOPs) as a reference for operators when carrying out the process. Abstrak. PT. Hariff Daya Tunggal Engineering merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infrastuktur telekomunikasi, perencanaan system dan pengerjaan beberapa proyek telekomunikasi, control system dan IT Based System. Strategi pasar yang diterapkan oleh perusahaan yaitu Engineering To Order (ETO). Saat ini PT. Hariff Daya Tunggal Engineering dihadapkan dengan permasalahan yaitu terjadinya kecacatan pada produk SIMON 2000 yang melebihi standar kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analayisis (FMEA) untuk meminimalisir kecacatan yang terjadi di perusahaan.Penelitian ini dilakukan untuk menimalisir kecacatan yang terjadi dengan menerapkan metode SQC dan FMEA. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan 7 alat SQC, kemudian dianalisis dengan menggunakan FMEA serta memberikan usulan dengan menggunakan 5W+1H berdasarkan nilai Risk Priorty Number (RPN) tertinggi. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode SQC dan FMEA terdapat kecacatan yang harus diprioritaskan yaitu cacat poor solder dan badfit. Kedua kecacatan tersebut memiliki nilai RPN tertinggi dibanding kecacatan lainya.