Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PHOTON

BIOAKTIVITAS EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN LANGKA MERANTI LILIN Syahri, Jufrizal; Rullah, Kamal; Siregar, Sri Hilma
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.666 KB)

Abstract

Tumbuhan Shorea teysmaniana Dier adalah tumbuhan khas Provinsi Riau yang sudah langka dan dikenal dengan nama Meranti Lilin. Kulit batang tumbuhan ini diekstrak dengan metoda maserasi, sehingga didapatka ekstrak heksan 40,69 g, ekstrak etilasetat 133,22 g, dan ekstrak methanol 386,29 g. Masing-masing ekstrak dilakukan uji antibakteri dengan metoda difusi dan uji anti oksidan dengan metoda DPPH. Uji antibakteri dilakukan terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Sallmonella typhii, Bacillus subtilis dengan konsentrasi 1%. Ekstrak heksana tidak menunjukkan aktivitas, ekstrak etilasetat memberikan zona bening berturut-turut (mm) 13,2; 12,3; 9,6; 9;9. Ekstrak metanol menunjukkan aktifitas dg membentuk zona bening berturut-turut (mm) 10,6; 10,3; 8,1; 11,0. Berdasarkan aktivitas inilah proses isolasi dilanjutkan dengan menggunakan kromatografi vacum cair sehingga dihasilkan 12 fraksi untuk setiap ekstraknya. Ekstrak aktif dilanjutkan untuk diisolasi sampai senyawa murni, untuk ekstrak etil asetat menghasilkan 2 senyawa murni dengan kode HT1 dan HT2.
BIOAKTIVITAS EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN LANGKA MERANTI LILIN Jufrizal Syahri; Kamal Rullah; Sri Hilma Siregar
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.142

Abstract

Tumbuhan Shorea teysmaniana Dier adalah tumbuhan khas Provinsi Riau yang sudah langka dan dikenal dengan nama Meranti Lilin. Kulit batang tumbuhan ini diekstrak dengan metoda maserasi, sehingga didapatka ekstrak heksan 40,69 g, ekstrak etilasetat 133,22 g, dan ekstrak methanol 386,29 g. Masing-masing ekstrak dilakukan uji antibakteri dengan metoda difusi dan uji anti oksidan dengan metoda DPPH. Uji antibakteri dilakukan terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Sallmonella typhii, Bacillus subtilis dengan konsentrasi 1%. Ekstrak heksana tidak menunjukkan aktivitas, ekstrak etilasetat memberikan zona bening berturut-turut (mm) 13,2; 12,3; 9,6; 9;9. Ekstrak metanol menunjukkan aktifitas dg membentuk zona bening berturut-turut (mm) 10,6; 10,3; 8,1; 11,0. Berdasarkan aktivitas inilah proses isolasi dilanjutkan dengan menggunakan kromatografi vacum cair sehingga dihasilkan 12 fraksi untuk setiap ekstraknya. Ekstrak aktif dilanjutkan untuk diisolasi sampai senyawa murni, untuk ekstrak etil asetat menghasilkan 2 senyawa murni dengan kode HT1 dan HT2.
Ekstraksi, Fraksinasi, Dan Uji Antioksidan Daun Pakis Sawit (Davallia denticulata) Eti Norhaslinda; Jufrizal Syahri; Fitra Perdana
Sistem Informasi Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v13i2.4116

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan ekstraksi, fraksinasi, dan uji antioksidan daun pakis sawit (Davallia denticulata). Metode ekstraksi daun pakis sawit dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol dan fraksinasi dilakukan sebanyak tiga fraksi yaitu fraksi etanol, etil asetat dan n-heksan. Kemudian dilakukan uji fitokimia dari ekstrak dan fraksi daun pakis sawit yang didapat. Ekstrak etanol menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid, pada fraksi n-heksan menunjukkan adanya senyawa flavonoid dan fenolik, fraksi etil asetat menunjukkan adanya senyawa flavonoid, tanin dan fenolik, dan pada fraksi etanol menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol menunjukkan nilai IC50 1,406 μg/mL, fraksi n-heksan menunjukkan nilai IC50 2,91 μg/mL, fraksi etil asetat menunjukkan nilai IC50 103 μg/mL, fraksi etanol menunjukkan nilai IC50 18,99 μg/mL, dan vitamin C sebagai pembanding menunjukkan nilai IC50 2,22 μg/mL. Berdasarkan perbandingan dengan vitamin C dapat diketahui bahwa terdapat aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada ekstrak etanol dan aktivitas sedang pada fraksi etil asetat.
Synthesis of Chalcone Derivative Compounds from 4 Chloro Acetophenone and In Silico Activity Test as Candidate Antidiabetic Compounds nasution, Nurlaili; Jannah, Mifthahul; Syahri, Jufrizal
Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2024): Journal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v15i1.7829

Abstract

This study aims to synthesize chalcone derivative compounds (E)-1-(4-Chlorophenyl)-3-(3-Hydroxyphenyl)Prop-2-En-1-One (CX) in alkaline conditions through a stirring method using a magnetic stirrer. 4 chloro acetophenone was reacted with 3 hydroxy benzaldehyde using ethanol p.a as a solvent and 60% KOH as a base catalyst. Furthermore, purification was carried out by recrystallization using ethanol p.a solvent and a yield of 72.67% was obtained. The purity test of the compound was carried out using TLC and melting point tests. Furthermore, the reaction compound was tested for activity as an antidiabetic in silico. In silico studies were carried out to predict the interaction of compounds with proteins (1GFY.pdb). In silico studies show that the cDOCKER energy value obtained by the original COL ligand is higher than the CX compound obtained. The results of the COL ligand docking with the 1GFY protein have a cDOCKER energy value of -49.4051 kcal/mol and have four hydrogen bonds that bind to the important amino acid residues Gly220, Arg221, Ser216 and Asp181. While the docking of the synthetic compound ligand (CX) produces a cDOCKER energy value of -29.293 kcal/mol and shows 3 hydrogen bonds to the important amino acid residues Ser216, Asp181 and Lys120. Based on these results, it is known that the CX compound has the potential to be used as an antidiabetic candidate compound.