Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Needs Assessment about Adolescent Reproductive Health Education for Students Eko Winarti; Fauziah Laili; Teguh Pramono; Sondang Sidabuntar
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2021): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (MEI)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v13i1.3208

Abstract

Adolescent Reproductive Health (ARH) problems are currently increasingly concerning, this is due to the low knowledge of adolescents about ARH. Increasing knowledge of adolescents about ARH can be done through adolescent health education. Research objectives to see the needs of students about adolescent health education. Research design using cross-sectional. Consists of all students at the Kota Kediri. The sample of some students was 35 respondents using the cluster random sampling technique. Data were collected by questionnaires and interviews. Data analysis using the statistical test of rank spearman. The results showed that almost all respondents had low knowledge (85.7%), mostly good psychological conditions (71.4%), almost all of the level needs assessment of ARH education was high (82.9%). The ARH education method attracted the most questions and answers (88%). ARH media education is the most popular video (86%). The most popular ARH education material was how to care for organs (95%). Almost all of the presenters of ARH education chose health workers (92%). There is a significant relationship between knowledge and the need level of the ARH education assessment, but there is no relationship between psychological conditions and the assessment of the needs of the ARH education level at Kota Kediri in 2021. Based on this research it can be denied that ARH education is needed by students and in delivering the program. ARH education in higher education is adjusted based on student needs.
Pembuatan masker dan bilik disinfektan sebagai upaya membantu masyarakat terdampak covid-19 Imam Safi'i; Agata Iwan Candra; Silvi Rushanti Widodo; Ariadi Santoso; Budi Heryanto; Eko Winarti; Afif Nur Rahmadi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i1.7524

Abstract

The spread of Covid-19 in Indonesia has begun to increase from April 2020, this is because there are still many people who have not implemented the prevention of transmission such as one of them using masks. Observations made at crowded places such as traditional markets found that many people do not use masks due to the scarcity of masks in the market. The methods of making the masks and disinfectant booths aims to help the community, especially in the Kediri region which was affected by the spread of Covid-19. The masks and disinfectant booth products are carried out independently by the Kadiri University in collaboration with the students, lecturers, and alumni of Kadiri University, where the products will be submitted as a form of social service to people in need such as the traditional market in Grogol Village, Kediri Regency. In addition to distributing masks to the public, also given education through socialization the importance of doing a form of prevention of the spread of Covid-19 by always washing hands regularly, keep a distance, and always use a mask.
Pelatihan Penggunaan dan Mencuci Masker pada Masyarakat di Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun Eko Winarti; Susmiati Susmiati
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1397

Abstract

ABSTRAK. Virus Corona adalah bagian dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit pada hewan ataupun juga pada manusia. Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat. Di Indonesia, masih melawan virus corona hingga saat ini, begitupun juga di negara-negara lain. Jumlah kasus virus corona terus bertambah dan tidak sedikit yang meninggal. Usaha penanganan dan pencegahan terus dilakukan demi melawan COVID-19. Salah satu penanganan atau pencegahan penyebaran virus corona ini dengan menggunakan masker kain. Tetapi masih banyak dijumpai beberapa masyarakat yang belum menggunakan masker saat keluar rumah dan bepergian dan masyarakat kebanyakan masih belum paham bagaimana cara merawat masker dengan benar. PENGMAS ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan masker dan cara merawat masker serta pembagian masker gratis. Sehingga masyarakat tahu akan pentingnya pengunaan masker dan cara merawatnya. Metode penelitian ini menggunakan tiga tahap yaitu, observasi, melakukan penyuluhan dan pembagian masker gratis. Hasil dari survey PENGMAS ini adalah 80% warga sudah mulai menggunakan masker kain saat keluar rumah ataupun bepergian dan warga sudah tahu bagaimana cara merawat masker dengan baik dan benar.
PELATIHAN KETERAMPILAN SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA BUKUR TULUNGAGUNG TAHUN 2018 Eko Winarti; Yunnatul Munawaroh
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.370

Abstract

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan cara sederhana menemukan tumor payudara sedini mungkin (Widiastuti, 2009). Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Bukur pada bulan desember 2017 didapatkan sebagian besar WUS belum tahu tentang deteksi dini kanker payudara di Desa Bukur kota Tulungagung tahun 2017.Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa keterampilan SADARI sebelum diberikan pelatihan pada kelompok Intervensi dan kelompok Kontrol yaitu sebagian besar (69%) responden tidak terampil melakukan SADARI pada kelompok Intervensi, sebagian besar (56%) responden tidak terampil melakukan SADARI pada kelompok Kontrol sedangkan Keterampilan setelah diberikan pelatihan pada kelompok Intervensi dan Kontrol yaitu hampir seluruhnya (88%) responden terampil melakukan SADARI. Sebagai tenaga kesehatan upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan kemauan serta pemahaman sehingga WUS mampu melakukan dan memahami pentingnya melakukan SADARI dengan memberikan pelatihan
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP PELAKSANAAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS METODE IVA DI KOTA KEDIR eko winarti
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 2 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v2i2.12231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  self-efficacy terhadap  pelaksanaan deteksi dini kanker serviks metode IVA di Puskesmas Kota Kediri. Penelitian ini dilakukan pada Wanita yang sudah menikah dan tidak sedang hamil di Kota Kediri tahun 2016 yang memenuhi kriteria: 1) kelompok case yaitu sebagian wanita yang telah menikah, tidak sedang hamil dan telah melaksanakan deteksi dini kanker serviks metode IVA; 2) Kelompok kontrol yaitu sebagian wanita yang telah menikah, tidak sedang hamil tetapi belum melaksanakan deteksi dini kanker serviks metode IVA. Jumlah subyek penelitian sebanyak 400 responden yang terbagi menjadi kelompok case 200 responden dan kelompok kontrol 200 responden. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dengan menggunakan uji statistik regresi logistik diperoleh nilai OR: 3,3 (95% CI 2,1 – 5,2) dengan taraf signifikansi 0,001. Maka dapat disimpulkan bahwa wanita yang mempunyai perceived self efficacy sangat mampu mempunyai peluang 3,3 kali lebih besar untuk melakukan pemeriksaan IVA dibandingkan dengan wanita yang perceived self efficacy kurang mampu. Kata Kunci : Self efficacy, Deteksi dini kanker serviks, Pemeriksaan IVA
Pengaruh struktur keluarga dan kesehatan mental terhadap perilaku seksual pada remaja Eko Winarti; Anis Nikamtul; A’im Matun Nadhiroh; Firdausi Rahmadhani
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.949 KB) | DOI: 10.30644/rik.v10i1.529

Abstract

Latar Belakang : Problematik perilaku seksual pada remaja erat kaitannya dengan isu global yang sejalan adanya peningkatan jumlah kasus yang signifikan. Karakteristik perilaku seksual pada remaja dipengaruhi secara signifikan oleh struktur keluarga dan kesehatan mental. Namun, belum banyak penelitian di Indonesia yang mengeksplorasi pengaruh faktor tersebut terhadap perilaku seksual pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh struktur keluarga dan kesehatan mental terhadap perilaku seksual pada remaja. Metode : Penelitian cross-sectional dengan pendekatan convenience sampling sebanyak 108 remaja di kota Kediri, Jawa Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara online melalui google from pada media sosial. Data menggunakan uji Person korelasi, Independent t test dan linier regresi dengan Adjusted Coefficients b dan 95% Confidence Interval (CI). Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua yang utuh meningkatkan 1.61 kali perilaku seksual yang positif dibandingkan dengan orang tua tunggal. Kemudian, kesehatan mental memiliki pengaruh yang positif terhadap perilaku seksual (b = 0.77, 95% CI = [0.05, 0.09]) dengan faktor variabel pengganggu seperti jenis kelamin dan umur. Kesimpulan : Secara independen, struktur keluarga dan kesehatan mental merupakan faktor penting dalam mempengaruhi perilaku seksual. Hasil dari penelitian dapat menjadi faktor penting dalam memahami perilaku seksual di kalangan remaja.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting Pada Anak: Literature Review Yusti Anggi Umbu Pingge; Eko Winarti; Yudied Agung Mirasa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting yang di alami oleh balita dapat memberikan dampak yang kurang baik yaitu balita mengalami keterbatasan fisik dan kognitif secara permanenyang berlangsung seumur hidup dan bahkan bisa mempengaruhi generasi berikutnya. ASI eksklusif menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi stunting karena mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting berdasarkan literatur terkini. Literature review ini menggunakan database Google scholar dan EBSCO dengan kriteria inklusi penelitian case control retrospektif, subyek anak balita stunting, naskah full teks, terbit tahun 2016-2020. Didapatkan 10 (sepuluh) artikel yang memenuhi kriteria. Semua artikel melaporkan terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-6 bulan dengan kejadian stunting pada anak balita. Kejadian stunting pada anak balita cenderung memiliki riwayat ASI tidak eksklusif.
Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan IMS/HIV-AIDS melalui PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Anis Nikmatul Nikmah; dhita kris prasetyanti; Rahma Kusuma Dewi; eko winarti; mayasari putri ardela; alvika awwatiszahro; fauzia laili; zulfatus saadah; elis andaresta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9692

Abstract

ABSTRAK Remaja yang mengalami pubertas mempunyai dorongan atau keinginan yang kuat tentang perubahan yang akan terjadi pada tubuhnya yang mulai timbul ketertarikan dengan lawan jenis. Akibat remaja sering melakukan coba-coba dalam hal seksualitas. Kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular IMS adalah kelompok remaja sampai dewasa muda sekitar usia (15-24 tahun). Berbagai bentuk pendidikan kesehatan telah dilakukan selama ini banyak dilakukan melalui media elektronik maupun media cetak, juga dilakukan secara langsung baik melalui ceramah maupun metode diskusi. Salah satu program yang dilakukan adalah melalui PIK-KKR. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja dlam pencegahan IMS/HIV-AIDS melalui PIK-KKR (Pusat Informasi dan Konseling kesehatan Reproduksi Remaja) Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pemberdayaan organisasi PIK-KKR, pendampingan PIK-KKR dalam rangka penyebaran dan peningkatan pemahaman remaja tentang pencegahan IMS/HIV-AIDS. Kepengurusan PIK-KKR yang ada di SMA N 1 Kadat Kabupaten Kediri diikuti oleh siswa siswi kelas X dan XI sejumlah 10 anggota.pelaksanaan pendampingan peda kelompok PIK-KKR untuk meningkatkan informasi terkait kesehatan reproduksi khususnya pencegahan IMS-HIV-AIDS pada remaja. Terlaksana kegiatan penyebaran informasi tentang kesehatan reproduksi pada remaja  . Kegiatan positif pada remaja yang terintegrasi di tiap elemen masyarakat, melalui  pembentukan dan pengoptimalan  TIM PIK-KKR di setiap wilayah khususnya di sekolah sebagai salah satu bentuk peningkatan informasi kepada remaja. Kata Kunci: Remaja, PIK-KKR, Kesehatan Reproduksi, IMS, HIV-AIDS  ABSTRACT Adolescents who are experiencing puberty have a strong urge or desire about the changes that will occur in their bodies which begin to arouse interest in the opposite sex. As a result, teenagers often do trial and error in terms of sexuality. The age group that has the highest risk of contracting an STI is the adolescent to young adult age group (15-24 years). Various forms of health education have been carried out so far, mostly through electronic and print media, as well as directly through lectures and discussion methods. One of the programs implemented is through PIK-KKR. The goal in this community service is to increase youth knowledge in IMS/HIV-AIDS prevention through PIK-KKR (Information Center and Youth Reproductive Health Counseling). adolescent understanding of IMS/HIV-AIDS prevention. 10 members of the PIK-KKR management at SMA N 1 Kadat, Kediri Regency were attended by students from grades X and XI. Implementation of mentoring for the PIK-KKR group to increase information related to reproductive health, especially the prevention of STI-HIV-AIDS in adolescents. Implementation of information dissemination activities about reproductive health in adolescents. Positive activities for youth that are integrated in every element of society, through the formation and optimization of the PIK-KKR TEAM in each region, especially in schools as a form of increasing information to youth. Keywords: Adolescents, PIK-KKR, Reproductive Health, IMS, HIV-AIDS
PELATIHAN KETERAMPILAN SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA BUKUR TULUNGAGUNG TAHUN 2018 Eko Winarti; Yunnatul Munawaroh
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.370

Abstract

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan cara sederhana menemukan tumor payudara sedini mungkin (Widiastuti, 2009). Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Bukur pada bulan desember 2017 didapatkan sebagian besar WUS belum tahu tentang deteksi dini kanker payudara di Desa Bukur kota Tulungagung tahun 2017.Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa keterampilan SADARI sebelum diberikan pelatihan pada kelompok Intervensi dan kelompok Kontrol yaitu sebagian besar (69%) responden tidak terampil melakukan SADARI pada kelompok Intervensi, sebagian besar (56%) responden tidak terampil melakukan SADARI pada kelompok Kontrol sedangkan Keterampilan setelah diberikan pelatihan pada kelompok Intervensi dan Kontrol yaitu hampir seluruhnya (88%) responden terampil melakukan SADARI. Sebagai tenaga kesehatan upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan kemauan serta pemahaman sehingga WUS mampu melakukan dan memahami pentingnya melakukan SADARI dengan memberikan pelatihan
Pelatihan Penggunaan dan Mencuci Masker pada Masyarakat di Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun Eko Winarti; Susmiati Susmiati
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1397

Abstract

ABSTRAK. Virus Corona adalah bagian dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit pada hewan ataupun juga pada manusia. Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat. Di Indonesia, masih melawan virus corona hingga saat ini, begitupun juga di negara-negara lain. Jumlah kasus virus corona terus bertambah dan tidak sedikit yang meninggal. Usaha penanganan dan pencegahan terus dilakukan demi melawan COVID-19. Salah satu penanganan atau pencegahan penyebaran virus corona ini dengan menggunakan masker kain. Tetapi masih banyak dijumpai beberapa masyarakat yang belum menggunakan masker saat keluar rumah dan bepergian dan masyarakat kebanyakan masih belum paham bagaimana cara merawat masker dengan benar. PENGMAS ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan masker dan cara merawat masker serta pembagian masker gratis. Sehingga masyarakat tahu akan pentingnya pengunaan masker dan cara merawatnya. Metode penelitian ini menggunakan tiga tahap yaitu, observasi, melakukan penyuluhan dan pembagian masker gratis. Hasil dari survey PENGMAS ini adalah 80% warga sudah mulai menggunakan masker kain saat keluar rumah ataupun bepergian dan warga sudah tahu bagaimana cara merawat masker dengan baik dan benar.