Claim Missing Document
Check
Articles

Kritik Sosial Melalui Wacana Kritis pada Puisi Esai Mata Luka Sengkon Karta Andre Bastian; Mohamad Karmin Baruadi; Herman Didipu
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i1.1177

Abstract

Norman Faircloughs critical discourse analysis aims to reveal the message of social criticism in the essay poetry of Mata Luka Sengkon Karta by Peri Sandi Huizche through text structure, discourse practice, and sociocultural practice. The research method is descriptive qualitative. The results of the research and discussion illustrate that the message of criticism is through individual, group and group to group social interaction. Discourse practices in the form of murder and robbery. Situational socio-cultural practices which include motives, and institutional which include mass media organizations, and socio-cultural which include togetherness, nationalist, moral and religious values. The prominent social criticisms are poverty, crime, law enforcement, and discrimination.
STRUKTUR KOMIK BIOGRAFI HASAN AL-BANNA KARYA ABU FATHIYA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERAGAMAN SASTRA ANAK Ariati Suleman Matawu; Mohamad Karmin Baruadi; Zilfa Achmad Bagtayan
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 1 (2021): (Januari 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.601 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i1.9974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol ‘Mim’ dalam novel Khadijah karya Sibel Eraslan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Kutipan berbentuk leksia yang menggambarkan makna simbol ‘Mim’ adalah data penelitian ini. Sumber data diperoleh dari novel Khadijah karya Sibel Eraslan. Data diperoleh dari teknik pembacaan dan pencatatan. Data dianalisis dengan cara mengklasifikasi, menganalisis, mendeskripsi, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: (1) makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode hermeneutik menggambarkan kemuliaan Nabi Muhammad Saw., yang patut untuk dicintai; (2) makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode semik dan simbolik. Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode semik menggambarkan ungkapan kemuliaan sosok Nabi Muhammad Saw., yang patut untuk diteladani. Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode simbolik menggambarkan kemuliaan cinta Khadijah, kemuliaan derajat Nabi Muhammad Saw., dan kemuliaan Khadijah istri Nabi; (3) Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode proaeretik menggambarkan kemuliaan perjuangan Nabi Muhammad Saw., dalam menjalankan amanah sebagai Nabi dan Rasul; (4) Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode kultural menggambarkan kemuliaan petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw., sebagai utusan terakhir. Dengan demikian, makna simbol ‘Mim’ dalam novel Khadijah karya Sibel Eraslan adalah kemuliaan Nabi Muhammad Saw., sosok yang patut untuk dicintai dan diteladani.
DINAMIKA KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL HARAPAN DI ATAS SAJADAH KARYA MAWAR MALAKA Rahmatia Nasaru; Moh. Karmin Baruadi; Ellyana Hinta
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 2 (2021): (Mei 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.303 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i2.10459

Abstract

This study aims to describe the personality dynamics of the characters in the novel Harapan Di Atas Sajadah by Mawar Malka. The theory used is Jungian psychology, namely the theory of the importance of consciousness and the unconscious to form a complete person in relation to experiences and relationships with the Creator. The research method used a qualitative descriptive method. The research data is in the form of quotes through dialogue between characters and stories that describe the dynamics of personality in terms of the principles of interaction, function, and purpose of using psychic energy. The results of the research and discussion show that (1) the dynamics of personality in terms of the principles of interaction consist of the principles of opposition, compensation, and merger. This principle becomes the basis for the dynamics of personality that initially has a bad personality to become better, (2) personality dynamics in terms of the function of using psychic energy, namely the strength of enthusiasm, desire, and will, (3) personality dynamics in terms of the purpose of using psychic energy consisting of progressions and regressions. The personal progression of a character displays two types of personality, namely an extroverted attitude (open) and an introverted attitude (closed). Thus, the dynamics of the character's personality show significant changes. Changes related to social problems and their relationship with the Creator for the better.
Makna Simbol ‘Mim’ Dalam Novel Khadijah Karya Sibel Eraslan (Kajian Semiotika Roland Barthes) Sri Vingki Binti Yudin; Mohamad Karmin Baruadi; Herson Kadir
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 1 (2021): (Januari 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.641 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i1.9966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol ‘Mim’ dalam novel Khadijah karya Sibel Eraslan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Kutipan berbentuk leksia yang menggambarkan makna simbol ‘Mim’ adalah data penelitian ini. Sumber data diperoleh dari novel Khadijah karya Sibel Eraslan. Data diperoleh dari teknik pembacaan dan pencatatan. Data dianalisis dengan cara mengklasifikasi, menganalisis, mendeskripsi, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: (1) makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode hermeneutik menggambarkan kemuliaan Nabi Muhammad Saw., yang patut untuk dicintai; (2) makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode semik dan simbolik. Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode semik menggambarkan ungkapan kemuliaan sosok Nabi Muhammad Saw., yang patut untuk diteladani. Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode simbolik menggambarkan kemuliaan cinta Khadijah, kemuliaan derajat Nabi Muhammad Saw., dan kemuliaan Khadijah istri Nabi; (3) Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode proaeretik menggambarkan kemuliaan perjuangan Nabi Muhammad Saw., dalam menjalankan amanah sebagai Nabi dan Rasul; (4) Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode kultural menggambarkan kemuliaan petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw., sebagai utusan terakhir. Dengan demikian, makna simbol ‘Mim’ dalam novel Khadijah karya Sibel Eraslan adalah kemuliaan Nabi Muhammad Saw., sosok yang patut untuk dicintai dan diteladani.
Reception of Perempuan Berkalung Sorban Movie among Islamic Senior High School Students Febriyanto Ngabito; Sayama Malabar; Karmin Baruadi
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 1 No. 2 (2021): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the responses and reception of Perempuan Berkalung Sorban movie among Islamic senior high school students’ and its implementation in Indonesian language learning. This qualitative descriptive study employs a reception approach. Interviews, questionnaires, and documentation techniques have been performed in collecting the data. The data analysis techniques consist of several procedures, (1) identifying data from parts of the movie that elicit students’ response in the form of mimics or expressions as well as oral and written responses; (2) classifying response and reception data; (3) interpreting and describing the results of the analysis; and (4) concluding the results of the analysis. The results reveal that (1) the students’ positive response is shown by happy expression, while negative responses consist of sad, annoyed, angry, scared, shocked, disgusted, disappointed, and concerned expressions; (2) The students' verbal and written receptions to the movie are shown with positive explanations as the movie exuded the values for guide of life, and the negative ones are shown due to the treatment that marginalized women; (3) the implementation of the results on Indonesian language learning is carried out by designing a learning development. The design is based on a reception approach on the basic competencies of understanding thecontents of literary works (movie) for the second semester of twelve grade students in Islamic senior high school.
Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel "Bukan Semillah" Karya Nadine T abdul rahman yanju; Moh. Karmin Baruadi; Ellyana Hinta
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.20385

Abstract

Abstract The novel entitled Not Semillah by Nadine T is interesting to study, because of the inner conflict of the main character that appears in the novel Not Semillah. The inner conflict raised is the dynamics of human life which has very complex problems, especially problems in household life. This study aims to: (1) describe the forms of inner conflict, (2) the causes of the main character's inner conflict contained in Nadine T's novel Not Semillah.This study uses a literary psychology approach with Kurt Lewin's theory. The method used in this research is descriptive method. The data in this study is the inner conflict of the main character which is presented in the form of quotations in the form of stories in the novel. The data source is the novel Not Semillah by Nadine T. The data collection technique is carried out by reading and taking notes. Data analysis techniques were carried out by re-reading the data that had been collected, classifying, analyzing, and concluding the results of the research.The results of the research and discussion include, types of inner conflict, the causes of inner conflict in the novel Not Semillah by Nadine T. The types of inner conflict experienced by the main character include: (1) conflict getting closer, which occurs when the main character is faced with the same two choices - equally liked, (2) distance-away conflict, occurs when the main character is faced with two choices that are equally disliked, and (3) approach-away conflict occurs when the main character is faced with two choices that contain elements he likes and dislikes he liked. There are five forces that cause conflict, namely: (1) driving forces, (2) inhibiting forces, (3) personal needs, (4) influencing forces, and (5) non-human forces. Keywords: Inner conflict, character, novel, psychology of literature.
Pemertahanan Makna dan Nilai Nasihat dalam Teks Puisi Lisan Palebohu bagi Generasi Milenial di Universitas Negeri Gorontalo Nadila Salmin; Moh. Karmin Baruadi; Zulkipli Zulkipli
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.20734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsika pemertahanan makna dan nilai nasihat dalam teks puisi lisan palebobu bagi generasi milenial di Universitas Negeri Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah makna dan nilai dalam puisi lisan palebohu yang diperoleh dari teks puisi lisan palebohu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik angket, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan tentang pemertahanan makna dan nilai nasihat dalam teks puisi lisan palebohu. Makna yang ditemukan dalam penelitian ini ada 20 struktur makna. Makna inti dalam puisi lisan palebohu adalah nasihat. Nilai nasihat yang terkandung dalam teks puisi lisan palebohu dapat dilihat dari beberapa aspek nilai yaitu nilai didaktis, nilai religious, nilai moral dan nilai budaya. Pemertahanan makna dan nilai nasihat dalam teks puisi lisan palebohu bagi generasi milenial masih baik dan diperlukan langkah-langkah untuk dapat mempertahankan keberadaan puisi lisan palebohu yaitu dengan menghidupkan kembali eksistensi palebohu kepada generasi milenial. Kata-kata Kunci: Puisi lisan palebohu, pemertahanan, makna, nilai bagi generasi milenial
Unsur dan Fungsi Budaya Masyrakat Jawa dalam Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam (Tinjauan Antropologi Sastra) Rita Setiawati; Moh. Karmin Baruadi; Ja'far Lantowa
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.20660

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran unsur budaya masyarakat Jawa dalam Novel Para Priyayi karya Umar Kayam dan fungsi budaya masyarakat Jawa dalam Novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Antropologi Sastra. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang menggambarkan unsur dan fungsi budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Para Priyayi karya Umar Kayam yang diterbitkan oleh Pustaka Utama Grafiti pada tahun 2000 dengan tebal 308 halaman. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membaca, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan, mendeskripsikan dan memberikan interpretasi pada kutipan yang telah ditemukan dalam novel serta menarik kesimpulan yang diperoleh dari unsur dan fungsi budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat enam unsur budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Pertama, bahasa (terdapat tiga tingkatan bahasa Jawa); kedua, sistem pendidikan (formal dan informal); ketiga, sistem religi (kepercayaan terhadap hal gaib dan ritual keagamaan); keempat, sistem peralatan hidup dan teknologi (tradisional dan modern); kelima, sistem mata pencaharian hidup (bertani dan berdagang); keenam kesenian (seni pertunjukkan). Selanjutnya terdapat tiga fungsi budaya masyarakat Jawa dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Pertama, fungsi kultural yakni sebagai penguat identitas dan solidaritas masyarakat; Kedua, fungsi etis atau etika sebagai pengontrol prilaku dan tindakan masyarakat; Ketiga, fungsi religi sebagai penyuluh ketaqwaan seseorang. Kata Kunci: Unsur, Fungsi, Budaya, Masyarakat Jawa, Para Priyayi, Antropologi Sastra
DIGITAL LITERACY AND EDUCATORS OF ISLAMIC EDUCATION Sunarti Suly Eraku; Mohamad Karmin Baruadi; Samuel PD Anantadjaya; Siti Fadjarajani; Ucup Supriatna; Ardian Arifin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.1533

Abstract

From the teacher's approach to students to the use of media in learning, the learning process has changed dramatically in this digital era. Islamic Religious Education teachers must improve their competence due to the stigma that they are "old teachers" who have difficulty keeping up with developments in the world of information and technology in learning. The purpose of this research is to describe the competence of Islamic Religious Education teachers in the digital age. As a result, the study clearly discusses the competence of teachers and learning in the digital era, as well as the challenges, as well as the strategies of Islamic Religious Education teachers in overcoming the challenges of learning in the digital era. A literature review from several journals and related references was used to demonstrate how a teacher should be in the digital era. Teachers in the digital age must be able to use an information and communication technology-based learning approach to make it easier for students to follow because the information they receive from cyberspace is extremely fast. Finally, Islamic Religious Education teachers must improve their ability to use technology and information-based learning media in the classroom and move away from textbooks. So that the learning process achieves its objectives and provides students with numerous opportunities to develop their learning creativity.
Nilai dan Simbol Nonverbal dalam Prosesi Pernikahan Tahapan Adat Mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil Sri Nurfadillah Damopolii; Moh Karmin Baruadi; Zulkipli Zulkipli
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosesi upacara pelaksanaan adat Mogama di Kotamobagu Selatan merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan oleh pengantin wanita. Setiap tahapan yang dilakukan mempunyai makna yang akan menjadi nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat. sebelum adat Mogama dilaksanakan terdapat tahapan yang harus dilakukan yaitu, Ampat Mata, Monilang/Poresmian, dan akad pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tahapan pernikahan di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil, mendeskripsikan makna simbol nonverbal dalam prosesi adat mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil, dan untuk mendeskripsikan nilai-nilai dalam prosesi adat Mogama’ di Kotamobagu selatan Kelurahan Motoboi Kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik analisis data. Penelitian ini dimulai dengan ditranskip, diidentifikasi dan dideskripsikan sehingga mendapatkan hasil. Hasil penelitian menunjukkan simbol nonverbal pada prosesi adat Mogama di Kotamobagu Selatan Kelurahan Motoboi Kecil dan nilai-nilai dalam pelaksanaan adat Mogama. Berdasarkan hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna dalam (1) Tolu Nopangkoi Adat (tali, guat, adat), (2) kabela, (3) mas kawin, (4) toyyibalun, (5) paung, (6) buah sirih pinang, (7) kokuduk, (8), siripu, (9) rumah, (10) tolatak. Terdapat empat nilai dalam tahapan adat mogama yaitu nilai religius, nilai didaktis, nilai etis, dan nilai budaya.