Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SENAM KAKI DAPAT MENINGKATKAN PERFUSI PERIFER EXTREMITAS BAWAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA SERANG : METODE STUDI KASUS eli amaliyah; Rizky Racmatullah; Lisnawati Yupartini; Lissail Bannat Syaki
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i2.21072

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kerusakan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia kronis pada Diabetes Mellitus dikaitkan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi, dan kegagalan berbagai organ, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah (American Diabetes Association, 2018). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gambaran tindakan senam kaki diabetes dapat mengurangi perfusi perifer ektremitas bawah menjadi efektif pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Dradjat Prawiranegara Serang. Asuhan keperawatan pada penderita Diabetes Mellitus meliputi pengakjian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Diagnosa keperawatan yang angkat pada penelitian ini adalah perfusi perifer tidak efektif. Metode penelitian ini adalah menggunakan studi kasus terhadap 2 pasien untuk membandingkan keefektifan tindakan senam kaki yang akan dilakukan pada penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe II . Instrument yang digunakan pada studi kasus ini adalah format asuhan keperawatan medical bedah yang meliputi: lembar pengkajian, lembar diagnosa, lembar intervensi, lembar implementadi, lembar evaluasi, dan SOP. Desain penelitian yang digunakan studi kasus, subjek penelitian dalam studi kasus ini yaitu perbandingan 2 orang pasien dengan Diabetes Mellitus (DM) Tipe II. Hasil laporan kasus ditemukan data pada Ny. S dan Ny. D dengan keluhan yang berbeda Ny. S mengatakan kedua kakinya kesemutan dan kaku, sedangkan Ny. D mengatakan kaki kanannya kram dan sakit saat berjalan. Intervensi yang dilakukan adalah melakukan latihan fisik dengan memberikan latihan senam kaki diabetes. Evaluasi setelah dilakukan implementasi 4 hari masalah perfusi perifer ekstremitas bawah dapat teratasi.
PENERAPAN KOMPRES HANGAT DILEHER DALAM MENURUNKAN NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI : STUDI KASUS Nabila Ananda Gunawan Putri; Syafrina Arbaani Djuria; Eli Amaliyah; Jajang Ganjar Waluya
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i1.26262

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian terbesar di dunia. Hipertensi sering disebut the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit dari hipertensi. Hipertensi menimbulkan berbagai tanda dan gejala, salah satu yang sering dikeluhkan oleh pasien yaitu nyeri kepala sehingga perlu penanganan dengan penerapan kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan nyeri kepala pada pasien hipertensi dengan tindakan kompres hangat pada leher di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan desain studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan dilakukan pada dua pasien yang mengalami masalah nyeri kepala sesuai kriteria inklusi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat adanya penurunan nyeri pada pasien 1 dari skala nyeri 6 menjadi 2, sedangkan pasien 2 dari skala nyeri 6 menjadi 3. Kesimpulan penerapan kompres hangat di bagian leher dapat menurunkan masalah nyeri kepala pada pasien hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Kompres hangat, Nyeri kepala
MELATIH ROM PASIF DAPAT MENINGKATKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN MOBILITAS FISIK PADA PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DI RSUD PROVINSI BANTEN SERANG : METODE STUDI KASUS Rizky Racmatullah; Eli Amaliyah; Erinna Luthfia
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i2.21073

Abstract

Stroke merupakan suatu keadaan dimana terdapat tanda-tanda klinis yang berkembang secara cepat berupa defisit neurologik fokal dan global yang dapat memberatkan dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian. Stroke hemoragik, disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak yang bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Masalah yang ditemukan pada stroke hemoragik adalah gangguan mobilitas fisik. Gangguan mobilisasi fisik pada pasien stroke bisa diatasi dengan beberapa metode aktivitas fisik seperti Range of Motion (ROM). Tujuan dari kasus ini adalah untuk melaksanakan Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Hemoragik Dengan Tindakan Melatih ROM Pasif Untuk Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Mobilitas Fisik Di RSUD Provinsi Banten. Metode dalam penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode pendekatan asuhan keperawatan dan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Dari hasil studi kasus tentang gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke hemoragik diperoleh adanya perubahan dan peningkatan pada kekuatan otot pasien setelah dilakukan tindakan melatih ROM pasif. Adapun pengaruh musik pada saat tindakan latihan ROM pasif berlangsung. Dapat disimpulkan bahwa masalah keperawatan dengan gangguan mobilitas fisik sudah teratasi sebagian sehingga membutuhkan perawatan atau latihan mobilisasi lebih lanjut dengan tindakan melatih ROM Pasif pada kedua klien.Kata kunci: Stroke Hemoragik, Gangguan Mobilitas Fisik, Range of Motion (ROM).
PENGARUH EXERCISE FOR OSTEOARTHRITIS OF THE KNEE TERHADAP TINGKAT NYERI SENDI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS WALANTAKA KOTA SERANG TAHUN 2024 Nihlatin Nufus; Eli Amaliyah; Rizky Rachmatullah
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.26065

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan orang yang usianya sudah >60 tahun, yang termasuk dalam kelompok risiko yang memerlukan perlakuan khusus, gejala yang dirasakan lansia yang terkena osteoarthritis seperti nyeri sendi, kaku saat di pagi hari, terjadi hambatan saat pergerakan sendi, untuk mengatasi nyeri dilakukan tindakan exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh exercise for osteoarthritis of the knee terhadap tingkat nyeri sendi pada lansia di Posbindu Puskesmas Walantaka Kota Serang. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi ekperiment dengan pendekatan rancangan One Group Pre And Post Test Design. Populasi lansia yang osteoarthritis di Posbindu Puskesmas Walantaka Kota Serang. Sampel lansia yang mengalami nyeri sendi di Posbindu Puskesmas Walantaka, pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji T dependen untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan tingkat nyeri lutut sebelum dan sesudah di exercise pada kelompok intervensi. Hasil: Penelitian ini, dapatkan nilai P value 0.000<0.05 (Signifikan). Simpulan: Penelitian ini, bahwa ada pengaruh exercise for osteoarthritis of the knee terhadap tingkat nyeri sendi pada lansia di Posbindu Puskesmas Walantaka Kota Serang. Saran: Tindakan exercise dapat rekomendasi untuk penurunan tingkat nyeri sendi osteoarthritis pada lansia. Kata Kunci: Exercise Of The Knee; Tingkat Nyeri; Lansia; Osteoarthritis
EFEKTIFITAS ASUHAN KEPERAWATAN MONITORING INTAKE DAN OUTPUT UNTUK MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA SERANG aminah aminah; Eli Amaliyah; Sri Indah Damayanti
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i3.23174

Abstract

Gagal Ginjal Kronik merupakan penyakit ginjal tahap akhir yang bersifat progresif dan irreversible dimana kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap yang dapat mengakibatkan tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, tidak dapat menjaga keseimbangan cairan dan elekrolit sehingga terjadi uremia yang dapat mengakibatkan hal serius seperti kematian. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik dalam mencegah risiko ketidak seimbangan cairan. Asuhan keperawatan pada studi Kasus ini meliputi, pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan sampel dua orang pasien gagal ginjal kronik. Hasil laporan kasus ditemukan data pada pasien Ny.H dan Ny.A dengan keluhan yang berbeda Ny.H mengatakan bengkak pada kedua tangan dan kaki sedangkan Ny.A mengatakan mual pada saat makan dan minum.  Intervensi yang dilakukan adalah pemantauan intake dan output pada pasien, setelah dilakukan implementasi selama 4 hari masalah resiko ketidak seimbangan cairan dapat teratasi.Kata Kunci : Asuhan keperawatan gagal ginjal kronik, risiko tidak seimbangan cairan,   menghitung intake output cairan.
EFEKTIFITAS ASUHAN KEPERAWATAN NEBULIZER THERAPY DAPAT MENGATASI BERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK ( PPOK) DI RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI BANTEN Eli Amaliyah; Aminah Aminah; Amalia Amalia
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i3.23176

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan terutama pada paru-paru yang bersifat kronik ditandai dengan adanya sumbatan disaluran pernafasan karena adanya peradangan sehingga menyebabkan sesak nafas. Tujuan Kasus ini mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada klien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan bersihan jalan napas tidak efektif di ruang penyakit dalam Rumah Sakit Umum Provinsi Banten yang. Studi kasus ini menggunakan format asuhan keperawatan meliputi diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Diagnosa keperawatan adalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan tindakan memberikan obat inhalasi menggunakan alat nebulizer. Metode penelitian dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan yang dilakukan pada 2 pasien dengan diagnosa PPOK dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif dengan tindakan memberikan obat inhalasi menggunakan alat nebulizer. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil studi kasus tentang bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) diperoleh adanya pengurangan sputum dan berkurangnya sesak setelah dilakukan tindakan memberikan obat menggunakan alat nebulizer. Dapat disimpulkan bahwa masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif sudah teratasi sebagian sehingga membutuhkan perawatan atau latihan mobilisasi lebih lanjut degan tindakan memberikan obat menggunakan alat nebulizer. Kata Kunci: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Memberikan Obat Inhalasi Menggunakan Alat Nebulizer
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN SKABIES TERHADAP PENGETAHUAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN RIYADHUL JANNAH PANDEGLANG TAHUN 2024 Sri Rahmat Yuningsih; Eli Amaliyah; Rizky Rachmatullah; Ela Nurlaela
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i1.25719

Abstract

Latar Belakang : Skabies merupakan penyakit kulit, yang disebabkan sarcoptes scabiei var hominis. Penyebaran penyakit tersebut sering kali terjadi di tempat pemukiman padat penduduk, seperti pondok pesantren. Pencegahan primer pada skabies dengan cara memberikan pendidikan kesehatan terkait pencegahan skabies. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pencegahan skabies terhadap pengetahuan santri di pondok pesantren Metode : penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain quasi ekperiment dengan pendekatan rancangan One Group Pre And Post Test Design. Populasi santri yang berada pada pondok pesantren Royadhul Jannah Pandeglang. Sampel semua santri yang berada di pondok pesantren, pengambilan sampel secara total sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji T dependen untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan sesudah dan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil: penelitian ini, dapatkan nilai P value 0.000<0.05 (Signifikan). Simpulan: penelitian ini, bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan skabies terhadap pengetahuan santri dipondok pesantren Riyadhul Jannah Pandeglang Saran: tindakan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pada santri.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS KIBIN KABUPATEN SERANG TAHUN 2024 Evy Wahyuni Saputri; eli amaliyah; Rizky Rachmatullah
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i2.25840

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi kronis dengan kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh kelainan hormonal. Penderita diabetes belum menyadari bahwa kadar gula darah mereka dapat dikontrol dengan melakukkan senam diabetes. Senam diabetes adalah jenis senam aerobik yang ringan yang fokus pada gerakan berirama otot, sendi, pembuluh darah, dan saraf melalui peregangan dan relaksasi.Tujuan: untuk mengetahui Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diwilayah Kerja Puskesmas Kibin Kabupaten Serang Tahun 2024. Metode: Penelitian yang digunkan, yaitu pre exsperiment menggunakan rancangan One group pre test post test desain, sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 30 responden yang diambil menggunakan Purposive dengan teknik Rendom Sampling. Hasil: Rata-rata kadar gula darah sewaktu sebelum dilakukan intervensi adalah 278.1 dengan standar deviasi 82.3. Sedangkan, rata-rata kadar gula darah sewaktu setelah dilakukan intervensi adalah 206.2 dengan standar deviasi 69.6. Dari data diketahui bahwa terdapat selisih anatara kadar gula darah sewaktu sebelum dan sesudah sebesar 71.9% didapatkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji T-Paried didapatkan nilai P value 0.000<0.05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh anatara senam diabetes dengan penurunan kadar gula darah sewaktu. Saran: Tindakkan senam diabetes dapat direkomendasikan untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Kata Kunci: Diabetes Melitus, gula darah, senam diabetes, olahraga