Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika

Pembelajaran matematika dalam perspektif kekinian Marsigit Marsigit
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v2i3.40

Abstract

Pada Konaspi VIII di Jakarta, 13 Oktober 2016, terdapat pokok-pokok pemikiran penting perihal revitalisasi pendidikan di Indonesia dewasa ini terkait dengan kondisi LPTK dan masa depan guru. Kementerian PPN melalui Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan BAPPENAS (Subandi Sardjoko, 2016) menguraikan bahwa penguatan lembaga pendidikan tinggi keguruan melalui revitalisasi LPTK dilakukan agar dapat mengembangkan program akademik, untuk dapat melahirkan guru-guru yang berkualitas. UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, dalam Bab Ketentuan Penutup Pasal 82 mengatur bahwa Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik wajib memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik paling lambat pada tahun 2015. Pesan pokok UU Guru dan Dosen adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru. Sementara, ditataran makro atau dunia, Jika kita menuju hilirnya Filsafat, kita akan menemukan Pendidikan Berbasis Rasio atau Berbasis Kognitif, dengan sifat-sifat ikutan yang dapat diturunkan sebagai atau berbentuk Cognitive-Based Education, Anti-Spiritualisme, Dunia Parsial dan Hedonisme. Dalam era Kontemporer (AFTA), terdapat main-set yang cukup kuat dan signifikan bahwa semua pengambil kebijakan Pendidikan di Indonesia akan mengimplementasikan Pendidikan Berbasis Pasar, yang dengan sendirinya akan mencari hakekat kebenaran ada di dalam Pasar. Dengan metode yang sama seperti sudah dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Berbasis Pasar dengan sendirinya bersifat Anti-Spiritualisme, dengan sifat-sifat ikutan yang dapat diturunkan sebagai Reduksionisme, Eksploitasi Vital, Kompetisi Mutlak, Egosentrik, Hegemoni, Dunia Terpotong, Materialisme, Pragmatisme, Hedonisme, dan Pendidikan Laskar. Pendidikan Konseratif Mutlak mempunyai sifat Reduksionisme, Eksploitasi Vital, Monokulturisme, Egosentrik, dan Ethical Closed-ended Mutlak (Nilai Budaya Tertutup Mutlak).
Ethnomathematics: Exploration of mathematical concepts in Riau Malay special food Suripah; Marsigit Marsigit; Rusli Rusli
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1 (2021): Januari - April 2021
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v7i1.1148

Abstract

The development of an increasingly advanced technology is one of the causes for cultural values to fade and be marginalized. Therefore, exploration of culture is needed to support the sustainability of mathematics learning. this study aims to explore the mathematical concepts found in Riau Malay specialties and their application in mathematics learning. this research is a qualitative study using an ethnographic approach. The instrument used are human instrument. The researcher communicates directly with the object of research and participate actively in data collection, either by means of literature study, interview, observation, and documentation. The data analysis technique was carried out by means of data reduction, presentation, analysis, and data exposure. The results of this study are in the form of mathematical concepts found in Riau Malay specialties, namely: point, line, bowstring, triangle, rectangle, regular, octagon, circle, rectangular pyramid, beam, and congruence. Mathematical concepts found in Riau Malay specialties can be used to introduce and understand mathematical concepts in learning through local wisdom.