Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Budaya Kerja Prodiia Pada Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri Layla Kurniawati; Tri Murwaningsih; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 4 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i4.64503

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan budaya kerja PRODIIA, kendala dan upaya dalam mengatasi kendala terkait budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh langsung dari sumber di Kantor Kecamatan Giriwoyo melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah camat di kantor Camat Giriwoyo. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan snowball sampling, dengan menggunakan uji validitas triangulasi sumber dan teknik. Model interaktif kemudian menganalisis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo meliputi Budaya kerja profesional; budaya kerja yang disiplin; budaya kerja integritas; budaya kerja yang inovatif; dan budaya kerja yang akuntabel. Penerapan budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo melalui pengembangan karir pegawai, bimbingan teknis (Bimtek) dan pendidikan dan pelatihan (Diklat), pengawasan pegawai, dan evaluasi pegawai. Masih terdapat kendala dalam penerapan budaya kerja PRODIIA yaitu adanya pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu, kurangnya sumber daya manusia dan budaya “prekewuh” untuk memberikan teguran kepada pegawai. Solusi yang diberikan oleh Kantor Kecamatan Giriwoyo adalah evaluasi berkala, memaksimalkan sumber daya manusia yang ada serta pembinaan dan pendekatan kepada pegawai.Kata Kunci: budaya kerja; kantor kecamatan; PRODIIAAbstract: This study aims to determine the application of PRODIIA's work culture, obstacles and efforts in dealing with obstacles related to PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office, Wonogiri Regency. This research was conducted using a descriptive method with a qualitative approach. The research data were obtained directly from sources at the Giriwoyo District Office through interviews, observation, and documentation. The key informant in this research is the sub-district head at the Giriwoyo sub-district office. This study uses two sampling techniques, purposive sampling and snowball sampling, using the validity test of source and technique triangulation. An interactive model then analyzes the collected data. The study results show that applying PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office includes professional work Culture; disciplined work culture; integrity work culture; innovative work culture; and accountable work culture. Implementing the PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office through employee career development, technical guidance (Bimtek) and education and training (Diklat), employee supervision, and employee evaluation. There are still obstacles in implementing the PRODIIA work culture, namely the existence of work that cannot be completed on time, lack of human resources and a “prekewuh” culture to give reprimands to employees. The solutions provided by the Giriwoyo Subdistrict Office are periodic evaluation, maximizing existing human resources and coaching and approach to employees.Keywords: district office; PRODIIA; work culture 
Project-based learning implementation to enhance student learning outcomes in meeting management Akhmad Firdaus Rizal Afifi; Sekar Sabdo Wening; Yunisa Galuh Pramesti; Tri Murwaningsih; Endang Retna Palupi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i1.104329

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji efektivitas Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pengelolaan rapat. Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart dilaksanakan melalui dua siklus pembelajaran, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa Kelas XI MPLB 2 di SMK Negeri 6 Surakarta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata hasil belajar, dari 81,33 pada pra-siklus menjadi 93,89 pada Siklus I dan 94,72 pada Siklus II. Selain pencapaian akademik, penerapan PjBL meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong partisipasi aktif, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Temuan ini merekomendasikan PjBL sebagai strategi pembelajaran efektif yang selaras dengan penekanan Kurikulum Merdeka pada pengembangan kompetensi siswa secara komprehensif. Keywords: berpikir kritis; kurikulum merdeka; partisipasi aktif; pendidikan vokasi; penelitian tindakan kelasAbstract: This study examined the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) in improving student learning outcomes in meeting management. Classroom Action Research employing the Kemmis and McTaggart model was conducted through two learning cycles, each comprising planning, implementation, observation, and reflection stages. The study involved 36 students from Class XI MPLB 2 at SMK Negeri 6 Surakarta. Results demonstrated significant improvement in mean learning outcomes, increasing from 81.33 in the pre-cycle to 93.89 in Cycle I and 94.72 in Cycle II. Beyond academic achievement, PjBL implementation enhanced student engagement, encouraged active participation, and developed critical thinking skills. These findings recommend PjBL as an effective learning strategy aligned with the Merdeka Curriculum's emphasis on comprehensive student competency development. Keywords: active participation; classroom action research; critical thinking; merdeka curriculum; vocational education
The influence of self-efficacy and family environment on students' entrepreneurial interest Ahmad Ridho Fadhlurrohman; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114422

Abstract

Abstrak: Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap kewirausahaan masih relatif rendah, dengan sebagian besar lulusan lebih memilih pekerjaan formal dibandingkan wirausaha mandiri. Kecenderungan serupa ditemukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS). Penelitian ini mengkaji pengaruh (1) efikasi diri terhadap minat berwirausaha, (2) lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha, dan (3) pengaruh simultan efikasi diri dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa PAP FKIP UNS. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan metode survei diterapkan dalam penelitian ini. Teknik total sampling digunakan sehingga diperoleh 99 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan, sebagaimana dikonfirmasi oleh nilai thitung yang melebihi ttabel dan nilai Fhitung yang melebihi Ftabel. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kesiapan psikologis melalui pengembangan efikasi diri dan peningkatan sistem dukungan berbasis keluarga merupakan strategi institusional yang esensial dalam menumbuhkan minat berwirausaha di perguruan tinggi, khususnya pada program studi non-bisnis. Kata kunci : solusi pengangguran; dukungan keluarga; keberanian diriAbstract: Emerging evidence suggests that student interest in entrepreneurship remains relatively low, with most graduates preferring formal employment over self-employment. A similar tendency has been observed among students in the Office Administration Education (PAP) Study Program at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS). This study examined the effects of (1) self-efficacy on entrepreneurial interest, (2) family environment on entrepreneurial interest, and (3) the simultaneous influence of self-efficacy and family environment on the entrepreneurial interest of PAP FKIP UNS students. A quantitative approach with a correlational design was employed, utilizing a survey method. Total sampling was applied, yielding 99 student respondents. Data were collected through a questionnaire validated for reliability and validity, and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS. The results demonstrate that both self-efficacy and family environment exert positive and statistically significant effects on students' entrepreneurial interest, both partially and simultaneously, as confirmed by tvalues exceeding the ttable threshold and an Fvalue exceeding the Ftable threshold. These findings indicate that strengthening psychological readiness through self-efficacy development and enhancing family-based support systems constitute essential institutional strategies for cultivating entrepreneurial interest in higher education, particularly within non-business-oriented academic programs. Keywords : unemployment solution; family support; self courage
The influence of business/industry internship experience and information technology mastery on work readiness among office administration education students at UNS Margi Ayu Cahya Ningrum; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i5.104978

Abstract

 Abstrak: Kesiapan kerja penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja, mengingat persaingan di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pengalaman magang dunia usaha/dunia industri terhadap kesiapan kerja mahasiswa; (2) pengaruh penguasaan teknologi informasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa; (3)  pengaruh pengalaman magang dunia usaha/dunia industri dan penguasaan teknologi informasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa PAP FKIP UNS angkatan 2021 – 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi berjumlah 180 mahasiswa dengan sampel penelitian berjumlah 124 responden. Sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling dan pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengalaman magang dunia usaha/dunia industri terhadap kesiapan kerja Mahasiswa PAP FKIP UNS yang dibuktikan melalui nilai thitung 4,509 > ttabel 1,980; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan penguasaan teknologi informasi terhadap kesiapan kerja Mahasiswa PAP FKIP UNS, dibuktikan melalui nilai thitung 2,589 > ttabel 1,980; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan pengalaman magang dunia usaha/dunia industri dan penguasaan teknologi informasi terhadap kesiapan kerja Mahasiswa PAP UNS, dibuktikan melalui nilai Fhitung 36,164 > Ftabel 3,07.Kata kunci: sektor bisnis dan industri; keterampilan teknologi informasi; kesiapan profesional; analisis kuantitatifAbstract: Work readiness constitutes a vital competency for students entering the workforce, particularly given contemporary global competition. This study examined: (1) the effect of business/industry internship experience on student work readiness; (2) the effect of information technology mastery on student work readiness; and (3) the combined effect of internship experience and information technology mastery on work readiness among Office Administration Education students at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret, cohorts 2021–2022. The research employed a quantitative descriptive approach with a population of 180 students and a sample of 124 respondents selected through cluster random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed through multiple linear regression using SPSS Statistics 26. Results demonstrated that: (1) internship experience significantly and positively influenced work readiness (t = 4.509 > 1.980, p < .001); (2) information technology mastery significantly and positively influenced work readiness (t = 2.589 > 1.980, p = .011); and (3) internship experience and information technology mastery jointly exhibited significant positive effects on work readiness (F = 36.164 > 3.07, p < .001). The coefficient of determination (R²) was .374, indicating that both variables explained 37.4% of work readiness variance.Keywords: business and industry sector; information technology skills; professional readiness; quantitative analysis
Faktor penghambat penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Nisak Hargani; Tri Murwaningsih; Nur Rahmi Akbarini
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 4 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i4.64455

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penilaian SAKIP dan (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam meningkatkan hasil penilaian SAKIP. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif kualitatif dengan sumber data primer berupa wawancara dan observasi serta data sekunder berupa dokumen terkait SAKIP. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) faktor-faktor yang mempengaruhi kurang optimalnya hasil penilaian SAKIP pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo antara lain adalah kurangnya pemahaman pegawai terhadap SAKIP, kurangnya komitmen dari pejabat daerah, dan tidak adanya sistem perencanaan, penganggaran, dan manajemen kinerja yang terpadu; (3) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil penilaian SAKIP antara lain dengan mengadakan coaching Clinic dan pelatihan SAKIP, membangun budaya kinerja, dan menindaklanjuti rekomendasi pembuatan aplikasi SAKIP.Kata Kunci : instansi pemerintah; kinerja; pengendalian; sakipAbstract: The objectives of this study are (1) to determine the factors that influence the results of the SAKIP assessment and (2) to determine the efforts made in improving the results of the SAKIP assessment. This research is a qualitative descriptive case study with primary data sources from interviews and observations and secondary data from documents related to SAKIP. Sampling was done by purposive sampling and snowball sampling. This study uses interactive data analysis, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of this study are (1) the factors that influence the less than optimal results of the SAKIP assessment at the Regional Secretariat of Sukoharjo Regency include the lack of employee understanding of SAKIP, lack of commitment from local officials, and the absence of an integrated planning, budgeting, and performance management system; (3) the efforts made to improve the results of the SAKIP assessment include holding a coaching clinic and SAKIP training, building a performance culture, and following up on recommendations for making SAKIP applications.Keywords: government agencies; performance;control; SAKIP
Students' perceptions of teaching methods and learning interest effects on general administration outcomes Silmi Najma Mumtaza; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.105261

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan pada hasil belajar siswa kelas XI MPLB SMK Negeri 6 Surakarta pada mata pelajaran administrasi umum yang dipengaruhi oleh persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan minat belajar siswa. Diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar siswa kelas XI MPLB pada mata pelajaran administrasi umum hanya sebesar 32,08%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap hasil belajar siswa, (2) minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa, dan (3) persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan siginifikan pada persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,004 ˂ 0,05 (2) terdapat pengaruh negatif pada minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,034 ˂ 0,05 dan nilai koefisien pada kolom B sebesai -0,315 (3) terdapat pengaruh secara simultan pada persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran administrasi umum kelas XI MPLB SMK Negeri 6 Surakarta yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,008 ˂ 0,05. Kata kunci: evaluasi pembelajaran; ketuntasan belajar; kuantitatif; surveiAbstract: This study investigated the relationship between students' perceptions of teachers' teaching methods and learning interest with learning outcomes among grade XI MPLB students at SMK Negeri 6 Surakarta in general administration. The learning completion rate was only 32.08%. This quantitative survey research examined: (1) the effect of students' perceptions of teaching methods on learning outcomes, (2) the effect of learning interest on learning outcomes, and (3) the simultaneous effect of both variables on learning outcomes. Results indicated that (1) students' perceptions of teaching methods had a significant positive effect on learning outcomes (p = 0.004), (2) learning interest had a significant negative effect on learning outcomes (p = 0.034, B = -0.315), and (3) both variables simultaneously and significantly affected learning outcomes (p = 0.008). Keywords: learning completeness; learning evaluation; quantitative; survey
The use of ChatGPT in office technology learning for class X MPLB 3 at SMK Negeri 1 Surakarta Ana Amalia; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 2 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i2.90601

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan penggunaan ChatGPT pada pembelajaran Teknologi Perkantoran kelas X MPLB 3 di SMK Negeri 1 Surakarta, (2) mengetahui hambatannya, serta (3) mengetahui solusi yang dilakukan guru dan siswa untuk mengatasi hambatan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel secara purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan analisis dokumen, wawancara, dan observasi. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber data dan teknik. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan ChatGPT pada pembelajaran teknologi perkantoran dinilai mudah, cepat dan praktis. Penggunaan ChatGPT dapat meningkatkan aksesibilitas pembelajaran dan sebagai alat bantu alternatif yang lebih terjangkau. Peningkatan literasi digital dirasakan dan siswa memiliki suasana belajar baru yang lebih menantang. ChatGPT dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam memahami materi, (2) hambatan yang dialami ialah kurangnya motivasi dan disiplin belajar siswa dalam bidang teknologi, kendala akses internet dan kompatibilitas perangkat, kesulitan dalam memilih prompt yang tepat, penurunan tingkat berpikir kritis dan penafsiran informasi, dan (3) solusi yang dilakukan yaitu dengan membebaskan anak mencari sumber belajar lain, menambah jaringan internet dan wifi yang dapat diakses oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran, memasukkan prompt yang berbeda, dan meningkatkan kemampuan literasi informasi. Kata kunci: teknologi pendidikan; literasi digital; inovasi pembelajaran; keterlibatan siswa; pelatihan kejuruanAbstract: This study aims to (1) describe the use of ChatGPT in Office Technology learning class X MPLB 3 SMK Negeri 1 Surakarta, (2) identify the obstacles, and (3) finds solutions implemented by teachers and students. This research is qualitative descriptive method with phenomenological approach. Sampling techniques used are purposive and snowball sampling. Data collection methods include document analysis, interviews, and observations. The validity testing technique used is source and technique triangulation. Data analysis employs interactive analysis. The results of the research analysis: (1) the use of ChatGPT in office technology learning is considered easy, fast, and practical. The use of ChatGPT can enhance learning accessibility and serves as a more affordable alternative learning tool. There is an improvement in digital literacy, and new students experience, more challenging learning environment. ChatGPT can boost students confidence in understanding the material, (2) the obstacles include lack of student motivation and discipline in field of technology, internet access and device compatibility issues, difficulty selecting the right prompts, a decrease in critical thinking and information interpretation, and (3) the solutions include allowing students to seek other learning sources, enhancing internet wifi networks accessible to students, inputting different prompts, and improving information literacy skills. Keywords: educational technology; digital literacy; learning innovation; student engagement; vocational training
Implementasi keterampilan abad 21 (6c) dalam pembelajaran daring pada mata kuliah Simulasi Bisnis Veronica Elvina Montessori; Tri Murwaningsih; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i1.61415

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: penerapan keterampilan abad 21 (6C), kendala penerapan keterampilan abad 21 (6C), dan solusi kendala penerapan keterampilan abad 21 (6C) dalam pembelajaran daring pada Simulasi Bisnis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh dari informan, tempat, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dimulai dengan pembuatan RPS; (2) kegiatan diskusi kelompok, pembuatan video peluncuran produk baru, kerja sama dalam praktik expo dan grand launching, dan lain-lain; dan (3) evaluasi dilakukan melalui penilaian sejawat dan pemantauan laporan kemajuan. Kendalanya adalah: (a) rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa; (b) miskomunikasi yang menimbulkan kebingungan; (c) kurangnya kerjasama dan tanggung jawab antar individu dalam kelompok; dan (d) kurangnya kontrol dari dosen. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah: (a) penugasan observasi foto dan video pembelajaran; (b) diskusi offline rutin; (c) saling berkolaborasi dan meningkatkan hubungan profesional; dan (d) penerapan pengendalian berkala.Kata Kunci: kecakapan abad 21, pembelajaran online, kualitatifAbstract: This study aims to find out: the implementation of 21st-century skills (6C), obstacles in implementing 21st-century skills (6C), and solutions to the obstacles in implementing 21st-century skills (6C) in online learning at Business Simulation. This study used a qualitative method with a case study approach. Research data was obtained from informants, places, events, and documents. The sampling techniques used were purposive sampling and snowball sampling. The data validation was done through source triangulation and method triangulation. The data analysis technique uses an interactive model. The research's findings demonstrate that: (1) planning starts with the creation of the RPS; (2) group discussion activities, making new product launching videos, working together on expo and grand launching practices, etc.; and (3) evaluation takes place through peer assessments and monitoring progress reports. The obstacles were: (a) a lack of critical thinking skills in students; (b) miscommunication that causes confusion; (c) a lack of cooperation and responsibility between individuals in the group; and (d) a lack of control from lecturers. Solutions to overcome the obstacles were: (a) the assignment of observing photos and learning videos; (b) regular offline discussions; (c) collaborating with each other and improving professional relationships; and (d) implementing periodic control. Keywords: 21st century skills (6C), online learning, qualitative
Effects of Internship Experience and Digital Literacy on SMK Student Work Readiness Daffa Amzarina; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i5.104981

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pengalaman PKL terhadap kesiapan kerja; (2) pengaruh kemampuan digital literacy terhadap kesiapan kerja; dan (3) pengaruh pengalaman PKL dan kemampuan digital literacy secara simultan terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK Batik 2 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Batik 2 Surakarta berjumlah 132 siswa dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling serta sisa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengalaman PKL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja Sig. 0,000 < 0,05 (thitung 5,858 > ttabel 1,984); (2) kemampuan digital literacy juga berpengaruh positif dan signifikan Sig. 0,000 < 0,05 (thitung 3,592 > ttabel 1,984); (3) secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja Sig. 0,000 < 0,05 (Fhitung 98,357 > Ftabel 3,94). Nilai R Square sebesar 0,670 menunjukkan bahwa 67% variasi kesiapan kerja dipengaruhi oleh pengalaman PKL dan kemampuan digital literacy. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan metode yang lebih beragam dan menggali variabel lain yang turut memengaruhi kesiapan kerja.  Kata kunci: dunia industri; kesiapan siswa; kompetensi kerja; literasi teknologi; pengalaman belajar Abstract: This study aimed to investigate: (1) the influence of industrial work practice (IWP) experience on work readiness; (2) the influence of digital literacy capabilities on work readiness; and (3) the simultaneous influence of IWP experience and digital literacy capabilities on work readiness among 12th-grade students at SMK Batik 2 Surakarta. Employing a quantitative approach with correlational methodology, this research involved a population of 132 12th-grade students at SMK Batik 2 Surakarta, with 100 respondents selected through proportional random sampling. Data collection utilized questionnaires, and data analysis employed multiple regression analysis. The findings revealed that: (1) IWP experience demonstrated a positive and significant influence on work readiness (Sig. 0.000 < 0.05; tcount 5.858 > ttable 1.984); (2) digital literacy capabilities also showed a positive and significant influence (Sig. 0.000 < 0.05; tcount 3.592 > t­table 1.984); (3) simultaneously, both variables significantly influenced work readiness (Sig. 0.000 < 0.05; Fcount 98.357 > Ftable 3.94). The R Square value of 0.670 indicated that 67% of work readiness variation was influenced by IWP experience and digital literacy capabilities. Future research should employ more diverse methodologies and explore additional variables that influence work readiness. Keywords: industrial world; learning experience; student readiness; technology literacy; work competence
Effects of project-based learning and learning independence on vocational students' archiving outcomes Anggita Ayu Verawati; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i1.109575

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji pengaruh persepsi siswa terhadap Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dan kemandirian belajar terhadap pencapaian hasil belajar di kalangan siswa kelas sebelas Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Negeri 3 Surakarta. Pendekatan survei kuantitatif digunakan dengan 85 responden yang dipilih dari 108 siswa melalui pengambilan sampel acak bert stratified proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis melalui regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS 26.0. Hasil menunjukkan bahwa persepsi PjBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (t = 3,008, p = 0,003), demikian pula kemandirian belajar (t = 4,716, p = 0,000). Secara bersamaan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (F = 11,124, p = 0,000), berkontribusi sebesar 19,4% terhadap varians hasil belajar (Adjusted R² = 0,194). Kemandirian belajar muncul sebagai prediktor yang lebih kuat (β = 0,592) dibandingkan dengan persepsi PjBL (β = 0,378). Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang dikontekstualisasikan dengan praktik pengarsipan otentik, dikombinasikan dengan peningkatan pembelajaran mandiri, secara efektif meningkatkan hasil pendidikan kejuruan. Guru disarankan untuk merancang proyek pengarsipan otentik yang berlangsung selama 4–6 minggu sambil mendorong otonomi siswa melalui refleksi diri dan bimbingan perencanaan. Keywords: kompetensi manajemen dokumen; pendidikan vokasional; self-regulated learning siswa SMK Abstract: This study examined the effects of students' perceptions of Project-Based Learning (PjBL) and learning independence on archiving learning outcomes among eleventh-grade Office Management and Business Services students at SMK Negeri 3 Surakarta. A quantitative survey approach was employed with 85 respondents selected from 108 students through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed through multiple linear regression using IBM SPSS 26.0. Results indicated that PjBL perceptions positively and significantly affected learning outcomes (t = 3.008, p = .003), as did learning independence (t = 4.716, p = .000). Simultaneously, both variables significantly influenced learning outcomes (F = 11.124, p = .000), contributing 19.4% to learning outcome variance (Adjusted R² = .194). Learning independence emerged as the stronger predictor (β = .592) compared to PjBL perceptions (β = .378). These findings confirm that project-based learning contextualized with authentic archiving practices, combined with self-regulated learning enhancement, effectively improves vocational education outcomes. Teachers are recommended to design authentic archiving projects lasting 4–6 weeks while fostering student autonomy through self-reflection and planning guidance. Keywords: document management competence; vocational education; vocational students’ self-regulated learning