Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPARASI KELAYAKAN EKONOMI USAHATANI PADI SAWAH ANTARA SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DAN KONVENSIONAL DI DESA REKSOSARI KECAMATAN SURUH Andi Susanto; Bayu Nuswantara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8352

Abstract

Penerapan sistem tanam jajar legowo yang ditinggalkan dan kembali ke sistem tanam konvensional pada usahatani padi yang dianggap menggunakan biaya yang dikeluarkan tinggi dibandingkan dengan hasil produksi yang diperoleh, pada penelitian ini yang berjudul” Komparasi Kelayakan Ekonomi Usahatani Padi Sawah Antara Sistem Tanam Jajar Legowo dan Konvensional di Desa Reksosari Kecamatan Suruh” memiliki tujuan yaitu menganalisis komparasi kelayakan ekonomi usahatani padi sawah antara sistem tanam jajar legowo dan sistem tanam konvensional. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Data yang digunakan yaitu data primer yang diambil dengan menggunakan observasi, kuisioner,wawancara, dan dokumentasi, data sekunder daiambil dari data pihak-pihak yang terkait. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan R/C, BEP dan Uji t. Hasil penelitian menunjukan pendapatan usahatani pada sistem tanam jajar legowo yaitu Rp.11.081.418,- sedangkan pada sistem tanam konvensional yaitu Rp.9.703.216,- Hasil analisis uji t menunjukan Sig 0,043 maka dengan demikian terdapat perbedaan pendapatan usahatani yaitu Rp. 1.378.202,-.
HUBUNGAN ANTARA BAURAN PEMASARAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN KEMBALI WISATAWAN DI AGROWISATA GUNUNGSARI KOPENG KABUPATEN SEMARANG Dio Nanda Naibaho; Bayu Nuswantara
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 48, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v48i1.8935

Abstract

Agrotourism is a tourist place that utilizes the beauty of natural resources. To increase the number of tourists, companies must highlight their advantages to give satisfaction to tourists. The purpose of the study was to determine the description and relationship of the marketing mix with interest in revisits at Agrotourism Gunungsari Kopeng. This study uses Rank Spearman correlation analysis through interviews using questionnaires of 50 tourists as respondents who were selected through the Non-Probability Sampling Technique. The results show that the interest in revisits is supported by the 4P marketing mix (price, product/service, promotion, place). The results of the correlation analysis of X1 and X2 have a strong and positive correlation rate. They have a significant correlation, while X3 and X4 have a relatively strong and positive correlation rate and havsubstantialcant correlation with interest in revisits (Y).
KELAYAKAN EKONOMI USAHATANI CABAI RAWIT HIJAU DI DUSUN PLOSO KELURAHAN RANDUACIR KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA Meillennia Carens Praswati; Bayu Nuswantara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8907

Abstract

Usahatani cabai rawit hijau merupakan usaha yang bisa dikembangkan. Adanya dukungan kondisi geografis yang strategis dan dukungan pemerintah terhadap harga pupuk maka membuat cabai rawit hijau menjadi komoditi yang diusahakan oleh petani, sehingga kajian tentang pendapatan usahatani cabai rawit hijau dan kelayakan ekonomi menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya usahatani, penerimaan, dan pendapatan, serta kelayakan ekonomi usahatani cabai rawit hijau di Dusun Ploso. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampel yang dikumpulkan sebanyak 20 responden. Teknik analisis data meliputi analisis biaya, analisis penerimaan dan pendapatan, serta kelayakan usaha R/C Ratio, dan BEP. Jenis data menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Biaya Total sebesar Rp.40.599.355,-/ha/MT, terdiri dari Biaya Tetap sebesar Rp.2.607.898,-/ha, dan Biaya Variabel sebesar Rp.37.991.437,-/ha. Penerimaan sebesar Rp.113.893.035,-/ha dan Pendapatan sebesar Rp.73.293.700.-/ha/MT. Kelayakan ekonomi usahatani berdasarkan R/C Ratio sebesar 2,81, B/C Ratio sebesar 1,81, sedangkan BEP Produksi sebesar 995,91 kg/ha, dan nilai BEP Harga sebesar Rp.14.904,-/kg
Feasibility Analysis of Cassava Farming Income in Mojo Village, Cluwak Sub-District Pati District Central Java Tresnanto, Yohanes Wisnu; Nuswantara, Bayu
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.337 KB) | DOI: 10.37149/bpsosek.v23i1.17491

Abstract

The research objective was to obtain an overview of farming costs and revenue and analyze the feasibility of cassava farming income in Mojo Village. The research was conducted from March 2019 to April 2019. The type of research was descriptive quantitative. The sampling technique used is a simple random sampling technique to determine the number of samples using the Slovin formula with an error rate of 10% with a sample of 53 farmers as respondents. Data analysis techniques include cost analysis, revenue analysis, and business feasibility analysis R/C Ratio and Break-Even Point. Data types use primary and secondary data with data collection techniques using interviews, observation, questionnaires, and literature study. The results showed that the total cost was IDR10.836.545, revenue was IDR39.865.508, and income was IDR29.028.963 per hectare in 1 planting season. The feasibility of cassava farming is based on the Revenue Cost Ratio (R/C) of 3.68, which means that cassava farming is feasible to be implemented. The Break-Even Point shows that the production BEP is 8.014 kg, the price BEP is IDR383. In comparison, the average production of cassava farming in Mojo Village is 28.424 kg, with an average price per kg of IDR1.403, more significant than the calculated value. BEP for production and BEP for a price indicate that cassava farming is feasible to be implemented.
ANALISIS HUBUNGAN WUJUD FISIK, KEHANDALAN, DAYA TANGGAP, EMPATI, DAN JAMINAN DENGAN MINAT KUNJUNG KEMBALI WISATAWAN PADA AGROWISATA JOLLONG DI KABUPATEN PATI Prima Handa Lestari; Bayu Nuswantara
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2902

Abstract

In Agrotourism, there must be an increase and decrease in the interest of returning tourists. To overcome these problems, efforts are being made to improve the quality of services in agrotourism. This study has one goal, namely: to analyze the relationship between the dimensions of service quality which includes: physical form, reliability, responsiveness, empathy, and assurance with the interest of returning tourists in Jollong Agrotourism, Pati Regency. This study uses a non-probability sampling approach with a purposive sampling method of 60 respondents. The data analysis technique used is Spearman Rank Correlation Test. The results showed that: The variables of physical form (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), empathy (X4), and assurance (X5) were very positively related to the interest in revisiting Jollong Agrotourism tourists.INTISARI Pada Agrowisata pasti mengalami kenaikan dan penurunan minat kunjung kembali wisatawan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang dilakukan ialah meningkatkan kualitas pelayanan pada Agrowisata. Dalam penelitian ini mempunyai satu tujuan yaitu: menganalisis hubungan antara dimensi kualitas pelayanan yang meliputi : wujud fisik, kehandalan, daya tanggap, empati dan jaminan dengan minat kunjung kembali wisatawan di Agrowisata Jollong Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan non-probability sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 60 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Variabel wujud fisik (X1), kehandalan (X2), daya tanggap (X3), empati (X4), dan jaminan (X5) sangat berhubungan positif dengan minat kunjung kembali wisatawan Agrowisata Jollong.
Strategi Pengembangan Bisnis Warung Makan Warkos di Kota Salatiga Marthinus Lois Putra Laka; Bayu Nuswantara
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi (JABE) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi (JABE)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jabe.vol9.iss2.2023.1497

Abstract

Warkos di Salatiga bergerak di bidang kuliner dengan varian makanan minuman. Jenis penelitian di lakukan deskriptif kualitatif, menggunakan Teknik trianggulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan IFE, EFE ,pencocokan data IFE dan EFE , Analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukan faktor internal yang mengembangkan Warkos adalah menu makanan yang disajikan,ketrampilan juru masak, harga makanan dan minuman yang relatife murah skor rata-rata bernilai 2,889 pada IFE. Faktor eksternal Warkos di Salatiga diperoleh peluang perijinan kepada RT/RW dan ancamannya pesaing usaha warung, harga bahan baku, UMR dan tingkat upah 3,278 pada matriks IFE.
ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI KEDELAI VARIETAS GROBOGAN DI DESA BANTAL KECAMATAN BANCAK KABUPATEN SEMARANG Acditilis Andono Putra; Bayu Nuswantara; Hendrik Johannes Nadapdap
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3546

Abstract

Kedelai merupakan komoditas utama setelah padi dan jagung bagi mayoritas petani di Desa Bantal Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, sehingga dibutuhkan sistem adopsi inovasi kedelai varietas grobogan. Penelitian ini bertujuan (1) memperoleh gambaran tentang adopsi inovasi teknologi kedelai varietas grobogan. (2) menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi yang meliputi  usia, tingkat pendidikan, pengalaman petani, luas lahan,  jumlah tanggungan keluarga, akses informasi, akses modal dan karakteristik teknologi, terhadap adopsi inovasi teknologi kedelai varietas grobogan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan 60 sampel terdiri dari petani kedelai varietas grobogan 30 orang dan petani kedelai varietas non grobogan 30 orang menggunakan Simple Random Sampling Metode analisis data menggunakan regresi logistik. Hasil analisis regresi logistik menunjukan bahwa usia dan karakteristik teknologi berpengaruh terhadap adopsi inovasi teknologi kedelai varietas grobogan, sedangkan tingkat pendidikan, luas lahan, akses modal, dan akses informasi merupakan variabel yang tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi kedelai varietas. Kata Kunci : regresi logistik, adopsi teknologi, kedelai varietas grobogan
Increasing the Knowledge of Women Farmer Through Household Counseling on Food Safety in Sumberejo Village, Magelang Regency Maria Marina Herawati; Yoga Aji Handoko; Alfred Jansen Sutrisno; Maria Maria; Liska Simamora; Yuliawati Yuliawati; Bayu Nuswantara; Bistok Hasiholan Simanjuntak
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.655

Abstract

Food safety is the condition and effort needed to prevent food from three possible contaminations, namely: biological, chemical and other contamination that can disturb, harm and endanger human health. Sumberejo Village is a Partner of Faculty of Agriculture and Business, Universitas Kristen Satya Wacana. Sumberejo Village has potential resources in the form of vegetables. It is supported by climate and temperature conditions that are suitable for vegetable production. One of the superior commodities produced in Sumberejo Village is beetroot fruit. Processing agricultural products into processed food products is an effort to increase economic value when prices fall or during harvest time. Processing beet tubers into processed products such as cookies, beetroot tea bags, cakes are one way to reduce losses due to falling prices and increase the selling value of beet tubers. Knowledge and safe food processing practices are very necessary in food processing activities. Through food safety education activities, it is hoped that the women farming community in Sumberejo village will be able to process beet tubers in accordance with the concept of food safety. The aim of this Community Service activity is to provide knowledge and understanding of female farmers in Sumberejo Village regarding food safety and efforts to prevent contamination during food processing and producing food that is safe for consumption by the community. Based on the results of implementing safety education activities in Sumberejo Village, it can be concluded that there has been an increase in knowledge about food safety. It can be seen in the results of the questionnaire that knowledge about food safety is important because it concerns health
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN BERDASARKAN NILAI PRODUKSI DI KABUPATEN GROBOGAN Gamaputra, Yohanes; Bayu Nuswantara
Jurnal Agrotech Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.133

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang dapat meningkatkan pendapat masyarakat dan menjadi penggerak utama dalam bidang agribisnis di Kabupaten Grobogan. Sektor pertanian masih sangat dominan terhadap pembentukan Product Domestic Regional Bruto di Kabupaten Grobogan, dibandingkan dengan sektor lainnya yaitu sebesar 28,64%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produk dan menganalisis daya saing produk unggulan di Kabupaten Grobogan menggunakan analisis LQ dan tipologi klassen, data yang diambil yaitu melalui BPS yang kemudian diolah lagi time series untuk data tahun 2015-2019. Data diperoleh dari nilai produksi komoditi pertanian Kabupaten Grobogan dan nilai produksi komoditi pertanian Provinsi Jawa Tengah dari komoditi tanaman pangan. Terdapat 8 (delapan) komoditas tanaman pangan, yaitu: padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. dimana tergolong LQ > 1 terdapat komoditas yang memenuhi daerahnya, antara lain: Jagung, kedelai, dan kacang hijau. Jadi, diperoleh nilai jagung sebesar 2,37456, kedelai sebesar 3,83755, dan kacang hijau sebesar 2,91047 dan komoditas lainnya tergolong LQ < 1 dimana komoditas tidak dapat memenuhi daerahnya. Sedangkan, pada analisis tipologi klassen termasuk kategori unggul, antara lain: kacang hijau pada kuadran I lalu jagung dan kedelai pada kuadran III. Sedangkan komoditas lainnya, yaitu padi sawah, kacang tanah, padi ladang, ubi kayu, dan ubi jalar tergolong pada kuadran II dan IV.
Kelayakan Ekonomi Usahatani Kopi Robusta di Desa Lowungu Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung Franscois Michael Young; Nuswantara, Bayu
Media Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v7i2.4670

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang ada di dunia. Indonesia disebut negara agraris karena banyak penduduknya bekerja di sektor pertanian. Salah satu sektor pertanian yang penting bagi negara Indonesia adalah  perkebunan. Salah satu komoditas perkebunan yang menjadi unggulan Indonesia adalah kopi.  Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat digemari masyarakat.  Kabupaten Temanggung adalah salah satu  produsen kopi terbesar di Jawa Tengah. Pada praktiknya, tidak setiap tahun produksi kopi terutama kopi robusta sangat memuaskan. Terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan produktivitas kopi belum optimal diantaranya iklim dan hama. Apabila kendala tersebut  menyerang, maka produksi kopi tidak bisa optimal (kebanyakan pohon kopi tidak berbuah lebat). Ketika kondisi ini berjalan terus menerus, Analisa terhadap kelayakan ekonomi dapat dilakukan supaya petani kopi bisa mengetahui apakah usahatani yang dijalankan tetap layak dilakukan atau tidak. Penelittian dilakukan di Desa Lowungu, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung pada bulan Juli -  September 2023. Sampel yang digunakan berjumlah 52 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil analisis yang didapatkan adalah: Biaya usahatani sebesar Rp 22.824.463,69; penerimaan sebesar Rp 61.188.224,02; pendapatan sebesar Rp 38.363.760,33; R/C Ratio sebesar 2,68; B/C Ratio sebesar 1,68; BEP Produksi sebesar 553,58 dan BEP harga sebesar Rp 15.379,92. Berdasarkan hasil analisis maka usahatani kopi robusta di Desa Lowungu, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung dinyatakan layak untuk diusahakan.