Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

TYPOLOGI KERUSAKAN MASONRY INFILLED FRAME Marwahyudi Marwahyudi
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 1, No 1 (2019): MoDuluS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v1i1.376

Abstract

Manusia membangan gedung dipergunakan untuk berteduh, istirahat, berinteraksi. Elemen-elemen gedung bergabung menyusun bangunan. Elemen saling mengikat satu dengan yang lainnya. Ikatan tersebut memperkuat banguanan dalam mererima gaya. Elemen bangunan terdiri dari pondasi, kolom, balok, dinding, atap, kuda-kuda, genting. Dinding batu bata tersusun dari elemen batu bata dan mortar yang bersifat homogen. Dinding mempunyai karateristik dalam menahan gaya, yaitu saling mendukung dan memperkuat dalam ikatan. Dinding rumah tinggal merupakan bagian yang menyokong bangunan sehingga menjadi elemen penting unyuk diteliti. Penelitian ini menganalisis typologi kerusakan yang terjadi pada dinding batu bata. Typologi kerusakan dianalisis dari hasil uji geser di laboratorium. Titik awal kontak pada daerah lebar dan panjang yang menahan dapat diamati dariprilaku uji geser. Jarak tepi sampai pada titik kontak awal disebut panjang kontak (Zw). Luas daerah kontak ditentukan oleh panjang kontak dan tebal panel dinding batu bata. Lebar strut’s (bw) dihasilkan dari metode matematis dengan parameter panjang kontak (panjang dan lebar panel batu bata). Lebar strut’s berpengaruh terhadap luas daerah kontak. Typologi, arah kerusakan diperoleh dari analisis benda uji dan validasi lapangan.
Aplikasi Value Engineering Terhadap Struktur Plat Lantai Menggunakan Desain Half Slab Precast Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir Dan Radioterapi RSUD Dr. Moewardi Agustina Rachmawati; Hendramawat Aski Safarizki; Marwahyudi Marwahyudi
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v3i2.2240

Abstract

Perencanaan pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir dan Radioterapi RSUD Dr. Moewardi tahun 2017 merupakan upaya peningkatan sarana dan prasarana dalam Pelayanan Unggulan Onkologi Terpadu. Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahap I  dilaksanakan  pada tahun  2018,  Tahap II dilaksanakan  pada tahun 2019 dan Tahap  III tahun 2020.  Value Engineering  diperlukan untuk merubah suatu item pekerjaan  dengan bobot volume yang besar dengan item yang  lebih sederhana pelaksanaanya tanpa mengurangi mutu dan fungsi dari nilai kegunaannya. Dalam proyek ini, plat lantai dapat diganti menggunakan half slab precast dan diharapkan terdapat suatu peningkatan didalamnya, bisa dari penghematan biaya atau kinerja pelaksanaannya. Hasil dalam penelitian ini diperoleh cost/worth sebesar 1,13 > 1 adanya penghematan walau tidak signifikan. Biaya pelaksanaan awal sebesar Rp 3.191.767.746,- dan usulan biaya pelaksanaan alternatif sebesar Rp2.819.500.274,67,- sehingga mendapat penghematan biaya sebesar Rp 372.267.471,-  atau sebesar 11,66%.
DESAIN KURSI GAMPSEK (GAMPIL LAN SEKECO) KONSEP PORTABLE FOLDING UNTUK ACARA TALK SHOW Henny Tri Hastuti Hasana; Benny Febriyantoro; Marwahyudi
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Teknologi Tepat Guna
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v3i1.785

Abstract

Konsep Portable Folding. Gampsek chair is a chair for users in carrying out talk shows. The objective of writing this article is a) Being able to create a Gampsek Chair Design with Portable Folding Techniques. b) Able to make the proper choice of Material for Gampsek Chairs. Methods of data collection through observation, interviews, documentation, and literature study. The results of the data collection method show that the portable folding concept is suitable to be applied to Gampsek chairs. The portable folding concept is applied to the mainframe, seat, and armrests, and it can use a folding construction. Therefore, the chair looks compact, and it does not take up much space. This chair can make it easier for users when used in many places. The selection of materials is solid wood with natural finishing, hollow iron finishing with white color, and synthetic rattan so that the combination of materials makes the chair seem futuristic.
Feasibility Analysis of Establishing a Folding Dacron Mattress Business at Home Industry Puhpelem Wonogiri Darsini Darsini; Asrori Asrori; Marwahyudi Marwahyudi
OPSI Vol 15, No 2 (2022): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v15i2.5395

Abstract

The establishment of home industries needs to be assessed for initial efforts to see whether the enterprise is worthy to establish or not. The study aims to learn the worthiness of the dacron bed business Pure Plembang Puhpelem, Wonogiri from non-financial and financial analyzed by the Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), and the Internal Rate of Return (IRR). The study is qualitative-quantitative. The research subject is the home industrial bed Pure Plembang Puhpelem, Wonogiri with the dacron tree-worthy research object. Research indicates that (1) Due to market and marketing aspects, the dacron bed was more deserving because the monthly demand in each region had met its monthly target of production, (2) From the technical aspects of the dacron bed business, it was worth running, due to the location close to the existing labor and salary, (3) From the environmental aspect of the environment, the dacron is worth running because it can help the economy around the shop and is scant, and (4) From the financial aspect, with Capital Budgeting obtained PP over 5 Years 3 Months shorter than 10-year investment, NPV Rp 39,553,430 where NPV > 0, Net B/C is acquired 1.22 > 1, and IRR is 14% greater than the current interest rate (DF) at 9%. From these results, it is concluded that the financial aspect is worthy of execution.
MORTAR BERBAHAN LIMBAH PABRIK GULA AMAN IRITASI PADA KULIT Marwahyudi
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik gula banyak mengularkan hasil buang yang sudah kita ketahui bersama. Hasil buang dari proses pembuatan tebu menjadi gula ada yang bersifat cair dan ada yang bersifat padat. Adapun hasil buang atau limbah yang bersifat cair adalah tetes tebu atau molasses, sedangkan yang bersifat padat adalah ampas tebu, blotong, arang tungku. Sebagaian besar dari hasil buang atau limbah hannya dimanfaatkan seadanya. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan maka pada penelitian kali ini tahapan yang akan peneliti lakukan adalah sebagai berikut kandungan limhah terhadap kesehatan manusia.. Peneliti berharap menghasilkan “bahwa limbah tersebut tidak ada efek samping terhadapan manusia maka akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya. Peneliti melakukan uji Sehingga harapannya penelitian ini akan kuat dan aman terhadap iritasi kulit manusia.
KUAT TEKAN BATU BATA BERBAHAN LIMBAH PABRIK GULA Marwahyudi
PROSEDING Vol 1 No 01 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014
Publisher : PROSIDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melimpahnya limbah sisa proses pembuatan gula di pabrik tebu perlu mendapatkan penanganan yang serius. Hal ini disebabkan karena adanya nilai ekonomi yang dapat masyarakat ambil dari limbah sisa tersebut. Penelitian ini bertujuan menemukan desain batu bata yang lebih ringan yang mempunyai kuat tarik yang bagus. Metode penelitian ini adalah pengamatan visual dan kuat tarik batu bata. Dalam pengamatan visual meliputi : meliputi: 1) warna yang dihasilkan, 2) penyerapan air 3) kembang susut. Data yang diperoleh dari pengamatan visual kemudian dianalisis dan hasilnya dibandingkan satu dengan yang lainnya. Adapun terakit dengan kuat tarik batu bata penelitian ini akan berusaha untuk membuat dua kelompok sampel bata bata. Kelompok pertama batu bata dengan bahan tambah blotong dan kelompok kedua batu bata biasa. Kedua kelompok tersebut daianalisis kuat desaknya. Setelah itu batu bata keduanya juga perlu ditimbang untuk mendapatkan berat batu batanya. Berat batu bata akan berpengaruh pada beban yang akan dupikul oleh konstruksi. Semakin ringan batu bata tersebut maka akan semakin ringan beban yang diterima oleh struktur. Hasil penelitian ini adalah Adonan batu bata dengan bahan tambah blotong lebih bagus dan lumer sehingga terkesan campuran merata dalam pencampurannya. Adonan yang dihasilkan juga sudah ada serat ampas tebu sehingga tidak perlu penambahan campuran merang. Beberapa hal yang harus diingat bahwa jika blotong masih mengandung kapur aktif maka hasil batu bata akan mengembang dan menghasilkan batu bata yang berongga. Batu bata ini jika di bakar hasilnya akan retak-retak dan mudah pecah. Oleh sebah itu pemakaian blotong harus diperhatikan tentang kandungan kapur yang ada, apakah masih aktif atau sudah tidak aktif. Warna yang dihasilkan dari batu bata blotong adalah lebih gelap dibandingkan dengan batu bata tanah sawah murni. Sepintas jika dilihat orang awam maka hasil batu batanya sama warnanya, mengingat perbedaannya sedikit sekali.
Desain Meja Polyxus Dengan Konsep Multifungsi Primus Riyadi; Heny TriHastuti Hasana; Marwahyudi Marwahyudi
JURNAL ASSOSIATIV Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Asosiatif
Publisher : Fakultas Sosial Humaniora dan Seni Usahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini bisa kita lihat bahwa semakin sempitnya lahan perkantoran dan meningkatnya jumlah kapasitas orang membuat aktivitas di dalam kantor menjadi padat. Setiap invididu tentu mempunyai aktivitas masing-masing, selain aktivitas individu yang berada di dalam kantor juga terdapat aktivitas kelompok. Rapat menjadi salah satu dari aktivitas kelompok yang berada di dalam kantor. Dengan keterbatasan ruang dan berbagai kegiatan individu dari setiap dosen maupun kegiatan kelompok membuat ruangan tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan rapat. Untuk menunjang berbagai kebutuhan kegiatan tersebut maka membutuhkan suatu furnitur yang bersifat multifungsi dan mudah untuk digunakan. Sebuah meja multifungsi yang bernama Polyxus yang mampu menjalankan dua aktivitas individu dan kelompok. Meja menggunakan multipleks sebagai bahan utama dengan finishing berupa HPL yang berwarna gelap dan terang. Meja dilengkapi dengan roda yang mampu dipindah-pindahkan sesusai keinginan pengguna, meja yang dilengkapi dengan pengait dibagian sisi bawahnya yang berfungsi untuk mengunci meja satu dengan yang lainnya ketika sedang digabungkan untuk digunakan rapat. Meja yang tidak luput dari tempat penyimpanan yang mana mempunyai penyimpanan besar pada bagian tengah meja berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk pengguna meja.
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT PASCA GEMPA Marwahyudi .
JURNAL KEMADHA Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Kemadha Vol.7 No.2 Oktober 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung adalah tempat untuk beraktifitas dan bersosialisasi manusia. Oleh sebab itu gedung harus memenuhi persyaratan keamanan dan kenyamanan sehingga manusia yang beraktifitas didalamnya merasa aman terhadap bahaya yang memungkinkan terjadi.Salah satu bencana yang memungkinkan terjadi adalah gempa bumi. Pada penelitian kali ini peneliti mencoba untuk mengetahui kekuatan tekan beton sisa. Metode yang digunakan adalah distructive and non destructive test. Non distructive method menggunakan alat hammer test, destructive menggunakan alat compresssion test machine. Hasil dari kekuatan beton sisa harus lebih dari 80% kuat tekan beton rencana (250kg/cm 2) atau sebesar 250kg/cm 2. Hasil perhitungan menunjukkan pada titik IV dan VI dibawah 200 Kg/cm2.Oleh sebab itu pada daerah IV dan VI diperkuat dengancarbon fibre stripe. Sehingga kekuatannya dapat memenuhi persyaratan yang diijinkan.
POTENSI LIMBAH LOKAL CAIRAN UNIK TETES TEBU DALAM KEKUATAN Marwahyudi
JURNAL KEMADHA Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Kemadha Vol. 7 No.1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah pabrik gula merupakan hal yang cukup menarik untuk di analisa. Limbah yang dihasilkan berbentuk padat, gas, cair. Masih perlu penanganan khusus untuk memanfaatkanpotensi yang cukup besar dari limbah tersebut. Banyak masarakat memanfaatkan untuk pupuk, bumbu masak, alkhohol. Pada kesempatan ini peneliti mencoba menganalisa tetes tebu untuk bahan tambah beton. Harapan peneliti dengan hasil ini masyarakat sekitar memakainya dan memeperoleh bianya yang murah dengan hasil yang baik. Pada penelitian ini kami membuat dua kelompok benda uji yang nantinya hasilnya akan dibandingkan mana yang lebih baik. Kemudian benda uji tersebut dihitung kuat tekannya dengan alat compression test machine dan hammer test. Setelah diteliti ternya memang hasilnya menunjukan perbedaan antara beton dengan bahan tambah tetes tebu akan lebih baik dibandingkan dengan beton biasa. Hasil perhitungan kuat tekan menunjukan hasiltertingga dari beton dengan bahan tambah tetes adalah 123,8 Kg/cm2dan beton biasa teringgi 106,2 Kg/cm2. Juga untuk hitungan belahnya 15,6 Kg/cm2dtanpa bahan tambah dan 26,1 Kg/cm2beton dengan bahan tambah tetes tebu. Perhitungan hammer test juga menunjukkan baik untuk beton dengan bahan tambah tetes tebu. Perlu diperhatikan beton dengan bahan tambah tetes tebu ikatan awalnnya agak lambat, sehingga harus berhati-hati pada pelepasan cetakan beton. Dapat diasumsikan juga bisa dimanfaatkan untuk bahan tambah semen dalam acian dinding. Sehingga mengurangi retak rambut pada dinding
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT PASCA GEMPA Marwahyudi
JURNAL KEMADHA Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Kemadha Vol.7 No.2 Oktober 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung adalah tempat untuk beraktifitas dan bersosialisasi manusia. Oleh sebab itu gedung harus memenuhi persyaratan keamanan dan kenyamanan sehingga manusia yang beraktifitas didalamnya merasa aman terhadap bahaya yang memungkinkan terjadi.Salah satu bencana yang memungkinkan terjadi adalah gempa bumi. Pada penelitian kali ini peneliti mencoba untuk mengetahui kekuatan tekan beton sisa. Metode yang digunakan adalah distructive and non destructive test. Non distructive method menggunakan alat hammer test, destructive menggunakan alat compresssion test machine. Hasil dari kekuatan beton sisa harus lebih dari 80% kuat tekan beton rencana (250kg/cm2) atau sebesar 250kg/cm2. Hasil perhitungan menunjukkan pada titik IV dan VI dibawah 200 Kg/cm2.Oleh sebab itu pada daerah IV dan VI diperkuat dengan carbon fibre stripe. Sehingga kekuatannya dapat memenuhi persyaratan yang diijinkan