Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

A ANALISIS NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KEGIATAN SABTU BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGRI 1 MASBAGIK TIMUR KECAMATAN MASBAGIK LOMBOK TIMUR Nurmayanti; Zalia Muspita; Andi Sulastri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33574

Abstract

This study aims to analyze social values ​​in cultural Saturday activities to enhance student creativity at SDN 1 Masbagik Timur for the 2024/2025 Academic Year. This study employed qualitative research, employing descriptive qualitative methods. Data sources were collected from the principal, teachers, and students of SDN 1 Masbagik Timur. The researcher analyzed data using three data collection techniques: observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, the analysis of social values ​​in cultural Saturday activities to enhance student creativity at SDN 1 Masbagik Timur. 1) Demonstrates the social values ​​developed through cultural Saturday activities. Cultural Saturday activities at SDN 1 Masbagik Timur play an important role in instilling and developing social values ​​in students from an early age. Values ​​such as mutual cooperation, cooperation, tolerance, discipline, responsibility, honesty, and empathy can be developed through various activities carried out, such as making crafts, maintaining environmental cleanliness, preparing art performances, to wearing regional clothing. 2) Social values ​​in cultural Saturday activities towards increasing student creativity that Cultural Saturday activities at SDN 1 Masbagik Timur play an important role in integrating the development of social values ​​with increasing student creativity. Values ​​such as cooperation, responsibility, and mutual respect are proven to encourage students to be more confident, active, and brave in expressing ideas in the form of works of art, performances, and other creative activities. School support through the provision of facilities, teacher mentoring, and freedom of expression creates a positive atmosphere that fosters student collaboration and innovation. 3) Supporting and inhibiting factors in the application of social values ​​through Cultural Saturday activities. Based on the results of the study, supporting factors for the implementation of Cultural Saturday activities at SDN 1 Masbagik Timur include full support from the principal and teachers, student enthusiasm, and active participation of parents in preparing activity needs. The availability of facilities such as art equipment, costumes, and open spaces, as well as a school environment that respects cultural diversity, contributed to the success of this activity. However, several inhibiting factors remained, including limited practice time, a lack of equipment and costumes, a lack of understanding of the activity's objectives on the part of some students, low self-confidence, and a lack of cooperation among some students, all of which hindered the smooth running of the practice process.
Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Media Strip Story Pada Muatan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Andi Sulastri
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 8 No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v8i1.4909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative script berbantuan media strip story terhadap hasil belajar kelas IV pada muatan pembelajaran IPS SDN 11 Pringgabaya Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dan desain penelitian one group pretest-postest design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Instrumen penelitian ini adalah tes yang sudah dilakukan pengujian validitas dengan 10 butir soal valid dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji menggunakan uji normalitas. Uji hipotesis menggunakan uji t dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan perhitungan untuk uji hipotesis, pengaruh model pembelajaran cooperative script berbantuan media Strip Story terhadap hasil belajar kelas IV pada muatan pembelajaran IPS dengan t (hitung) = 8,954 lebih besar dari t (tabel) sebesar 2,086 berarti hipotesis penelitian diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran cooperative script berbantuan media strip story terhadap hasil belajar kelas IV pada muatan pembelajaran IPS SDN 11 Pringgabaya Utara.
Implementasi Model Project-Based Learning (Pjbl) Berbasis Budaya Lokal Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Moyot Suptiani, Yulinda; Parhanuddin, Lalu; Sulastri, Andi; Rohini
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/d722xf12

Abstract

Abstrak Budaya Sasak sebagai kearifan lokal mulai tergerus oleh pengaruh globalisasi, sehingga siswa kurang mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai luhur budayanya sendiri. Hal ini berimbas pada lemahnya pembentukan karakter yang selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti nilai kebhinekaan global dan berkebinekaan global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbasis budaya lokal dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri 1 Moyot. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul dalam proses implementasi serta solusi yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas V dan siswa SDN 1 Moyot. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan memastikan keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL berbasis budaya lokal dapat diterapkan dengan cukup baik dan efektif dalam membangun serta memperkuat nilai-nilai karakter yang tercermin dalam Profil Pelajar Pancasila. Kendala yang ditemukan dalam implementasi meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya sumber belajar budaya lokal, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami dan mengerjakan proyek. Guru mengatasi kendala tersebut dengan memberikan pendampingan intensif, menyediakan bahan ajar tambahan, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model PjBL berbasis budaya lokal terbukti mendukung penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan bermakna bagi siswa.agar pendidikan karakter yang holistik dapat tercapai secara berkelanjutan. Model PjBL berbasis budaya Sasak dapat diadopsi sebagai strategi pembelajaran inovatif yang terstruktur untuk mengintegrasikan penguatan Profil Pelajar Pancasila ke dalam mata pelajaran secara kontekstual, sekaligus menjadi panduan dalam mengembangkan perangkat ajar berbasis kearifan lokal.