Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK ETANOL UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas Linn.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Wawang Anwarudin; Ririn Riandini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.259

Abstract

Ubi jalar ungu ( ipomea batatas linn ) memiliki aktivitas antioksidan, kandungan senyawa kimia =yang terkandung dalam ubi jalar ungu yang berfungsi sebagai antioksidan adalah senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol ubi jalar ungu dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun mandi padat dan pada konsentrasi berapa ekstrak etanol ubi jalar ungu dapat diformulasikan sebagai sabun mandi padat. Ekstrak etanol ubi jalar ungu diperoleh dengan proses maserasi dan dibuat kosentrasi 8%, 9% dan 10%. Sediaan sabun mandi padat kemudian dievaluasi meliputi organoleptis, uji pH, uji kadar air dan uji tinggi dan stabilitas busa. Pengujian dilakukan pada hari ke-1, hari ke-7 dan hari ke- 14, hasil uji organoleptik dilihat dari bentuk, warna dan bau, warna dan bau selama proses penyimpanan hamper semua mengalami perubahan. Hasil uji pH sabun dari formula F0,F1,F2 dan F3 tetap stabil pada pH 10. Hasil uji kadar air semua formula tidak memenuhi SNI. Hasil tinggi dan stabilitas busa sudah memenuhi syarat SNI .Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol ubi jalar ungu dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun mandi padat dengan konsentrasi ekstrak etanol ubi jalar ungu 10% yaitu F3,yang memenuhi syarat evaluasi uji pH dan uji tinggi dan stabilitas busa,tetapi belum memenuhi syarat uji kadar air.
EVALUASI KINERJA UNIT BISNIS APOTEK PERUSAHAAN DAERAH FARMASI CIREMAI KOTA CIREBON DENGAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI BAHAN PENYUSUNAN STRATEGY MAPS Wawang Anwarudin; Achmad Fudholi; Satibi Satibi
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.224

Abstract

Balanced Scorecard (BSC) merupakan suatu kerangka kerja yang komprehensif dan koheren yang menerjemahkan visi dan misi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang terpadu. Unit Bisnis Apotek PD. Farmasi Ciremai merupakan salah satu unit bisnis yang dimiliki oleh Pemkot Cirebon yang bergerak di bidang farmasi komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja Unit Bisnis Apotek PD. Farmasi Ciremai dengan empat perspektif balanced scorecard yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, dimana hasil pengukuran dapat digunakan sebagai dasar penyusunan peta strategi perusahaan.Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif non eksperimental menggunakan data kuantitatif yang diperoleh melalui laporan keuangan, observasi langsung, dan survei terhadap resep menggunakan analisis deskriptif evaluatif, dan data kualitatif diperoleh melalui kuesioner dan hasil wawancara mendalam dengan Apoteker dan Direktur PD Farmasi Ciremai. Sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan analisis product moment pearson dan Alpha Cronbach dengan software SPSS 17.0.Berdasarkan hasil penelitian rata-rata kinerja dari Unit Bisnis Apotek PD. Farmasi Ciremai secara keseluruhan rata-rata indikator dalam kondisi baik; (1) Perspektif keuangan menunjukkan kinerja keuangan yang baik, karena berada diatas rata- rata industri (ROI 10,86%, GPM 16,05%, TATO 2,56x, dan ITOR 8,95x) kecuali nilai NPM (4,26%) masih di bawah rata-rata industri. (2) Perspektif pelanggan, secara keseluruhan tingkat pelayanan kepada pelanggan sudah baik, kondisi ini tercermin dari skor rata-rata kepuasan pelanggan yang tinggi (3,7). (3) Perspektif proses bisnis internal, mampu memberikan fasilitas pelayanan yang baik dengan tingkat ketersediaan obat yang tergolong tinggi (88,41%), tetapi pada pelayanan informasi obat dan waktu tunggu perlu ditingkatkan. (4) Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, mampu meningkatkan motivasi dan semangat kerja serta disiplin kerja karyawan ditunjukkan dengan turunnya persentase ketidakhadiran (2,18%), peningkatan turn over rate (0,08%), peningkatan produktivitas (Rp. 1.091.172/karyawan), dan skor budaya organisasi (3,63) yang tinggi, skor motivasi kerja tinggi (3,66), team work dengan skor 3,52 (tinggi), serta leadership dengan skor 3,65 (tinggi), tetapi skor nilai kepuasan   karyawan 3,23 masuk dalam kategori sedang, sehingga manajemen perlu berupaya untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya dimasa mendatang. Pada penelitian ini pengukuran kinerja unit bisnis apotek adalah suatu tahap untuk melakukan pemetaan strategi unit bisnis apotek PD Farmasi Ciremai dengan rerangka balanced scorecard. Kata kunci: PD. Farmasi Ciremai, kinerja, balanced scorecard, peta strategi
EVALUASI LPLPO (LAPORAN PEMAKAIAN DAN LEMBAR PERMINTAAN OBAT) Wawang Anwarudin
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.147

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang bersifat Managerial dimulai dari perencanaan kebutuhan obat, permintaan obat, penerimaan obat, penyimpanan obat, pendistribusian obat serta pencatatan dan pelaporan yang tujuannya untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan obat yang efektif, efisian dan rasional. Dalam pencatatan dan pelaporan termasuk pembuatan LPLPO merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka penatalaksanaan obat baik yang diterima, disimpan dan didistribusikan dan digunakan di Puskesmas atau diunit pelayanan kesehatan lainnya.Tujuan pencatatan pelaporan LPLPO adalah sebagai bukti tertulis bahwa pengelolaan obat telah dilaksanakan sebagai sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendalian serta memberikan penilaian terhadap capaian kinerja pengelolaan obat di Puskesmas.Kata Kunci :  Evaluasi, LPLPO ABSTRACTStandard pharmaceutical services in health centers managerial activities are starting from the planning needs of the drug, drug demand, acceptance of drug, drug storage, drug distribution and record keeping and reporting that aim to ensure continuity of availability and affordability of effective drugs, fuel-efficient and rational. In recording and reporting including LPLPO manufacturea series of activities in the framework of the management of both drug sare received, stored and distributed and used in the health center or other health cared unit. Recording purposes LPLPO reporting is as written evidence that drug management has been implemented as a data source to perform the regulation and control as well as providing an assessment of achievement of management performance drugs in health centers.Keywords : Evaluation, LPLPO
Studi Etnofarmasi Tumbuhan Yang Berkhasiat Obat di Desa Pajambon dan Desa Sayana Kabupaten Kuningan Wawang Anwarudin; Adhika Prayoga
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 5 No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i1.220

Abstract

Etnofarmasi merupakan ilmu yang mempelajari penggunaan obat dan cara pengobatan yang dilakukan oleh suatu etnik atau tertentu serta menghubungkan ilmu kefarmasian dengan kultur budaya dalam masyarakat. Penelitian dilakukan di desa Pajambon dan desa Sayana Kabupaten Kuningan dengan tujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang ada di masyarakat yang digunakan sebagai obat, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan, serta khasiatnya. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif, dengan cara wawancara dan survei semi-struktural. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling terhadap 10 informan dari masing masing desa. Hasil penelitian diperoleh masing masing 30 jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat desa Pajambon dan desa Sayana Kabupaten Kuningan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu daun dengan persentase 63,34% desa Pajambon dan 43,34% desa Sayana, sedangkan cara pengolahan yang paling sering dilakukan dengan direbus 66,67% desa Pajambon dan 73,34% desa Sayana.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN ANDONG (Cordyline Fruticosa (L.) A. Cheval) BERDASARKAN VARIASI PELARUT EKSTRAKSI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRA VIOLET -VISIBEL Imas Maesaroh; Linda Alfiani; Wawang Anwarudin; Herliningsih Herliningsih
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andong leaves (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) contain secondary metabolites including saponins, tannins, flavonoids, steroids, polyphenols, polysaccharides, calcium oxalate, and iron. This study aims to determine the levels of flavonoids in andong leaf extract (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) using 70% ethanol extraction solvent and 96% ethanol using Ultra Violet – Visible spectrophotometric method. The research method used in this research is experimental laboratory. The results of the qualitative test on both samples showed the presence of flavonoids contained in the leaves of Andong (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval). Absorbance measurements were carried out on the sample, carried out at a wavelength of 400 nm. The results of the quantitative test of flavonoid content in 70% ethanol solvent were 0.811% and flavonoid levels in 96% ethanol solvent were 0.769%.
HEALTH-RELATED QUALITY OF LIFE IN POSTMENOPAUSAL WOMEN WITH ADVANCED BREAST CANCER RECEIVING ADJUVANT HORMONE THERAPY (RIBOCICLIB AND LETROZOLE) Syahru Rohman; Wawang Anwarudin; Nur Azizah; Mochammad Nur Isnaeni Mauludin; Anna Khalida Sya’bany
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1092

Abstract

Breast cancer is a type of cancer that affects many women in Indonesia. Adjuvant hormone therapies, such as letrozole and ribociclib, have succeeded in improving the patient's quality of life. This study aimed to assess the quality of life of postmenopausal women with advanced breast cancer who received adjuvant hormone therapy with ribociclib and letrozole. A cross-sectional study was conducted using retrospective data from postmenopausal female breast cancer patients at Dharmais Cancer Hospital between 2020 and 2023 who met the inclusion criteria. To determine the impact of sociodemographics on patient quality of life, data were examined using the quality of life score (EQ5D5L) and Spearman test. There were 29 patients, with a mean age of 54.9 years (SD = 8.65); the highest education level was high school (34.5%); The majority of occupations are housewives (69%), and the majority are stage IV (34.5%). The mean utility and VAS values of Ribociclib were 0.885 and 81.66, respectively, whereas those for letrozole were 0.725 and 78.46, respectively. Analysis of the relationship between quality of life and patient characteristics showed that the quality of life of patients with breast cancer treated with adjuvant ribociclib and letrozole therapy was influenced by the stage of breast cancer (p = 0.008). These findings indicate that patients receiving ribociclib and letrozole therapy have a good quality of life, which quality of life quality of life is influenced by the stage of malignancy.  Keywords: breast cancer, quality of life, letrozole, ribociclib, post menopause
Pemberdayaan Tanaman Obat Keluargaa Guna Meningkatkan Imunitas di Musim Pancaroba Sukmawati, Sukmawati; Nurhayatina, Rina; Anwarudin, Wawang; Azizah, Nur; Suhartini, Cucu; Saputra, Sherly Annisa; Aisyah, Siti; Nurqomariyah, Siti Ayu; Nursolihah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i1.6144

Abstract

Pancaroba merupakan peralihan musim panas ke musim hujan dan sebaliknya, pada musim ini perubahan cuaca cocok untuk pertumbuhan bakteri dan virus, sehingga tubuh rentan terkena penyakit. Tamana obat keluarga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan tubuh. Banyak orang menggunakan rimpang jahe sebagai obat tradisional karena mengandung shogaol dan gingerol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, pemanfaatan, dan keterampilan menanam tanaman obat keluarga untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat Desa Puncak. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dan langkah pengolahan serbuk jahe ini telah dibuat sebelumnya oleh mahasiswa sehingga pada kegiatan penyuluhan ini tidak dilakukan demonstrasi cara pengolahan jahe menjadi serbuk minuman yang berkhasiat sebagai penguat imunitas. Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta secara bersemangat mengikuti semua program penyuluhan ini, seperti yang terlihat dari antusiasme mereka dalam berkomunikasi aktif dan mengajukan banyak pertanyaan kepada pembicara.
Antioxidant, analgetic, and anti-inflammatory activity test of purple leaf ethanol extract (Graptophyllum pictum L. Griff) in vitro and in vivo Ocvinta, Sisca; Dewi, Niluh Puspita; Utami, Indah Kurnia; Darmayanti, Darmayanti; Alaydrus, Syafika; Anwarudin, Wawang
Pharmaciana Vol. 14 No. 2 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i2.29070

Abstract

Purple leaves are one of the plants that are widely used as medicine. Purple leaves have 3 types of plant varieties, namely purple leaves, green leaves, and white mottled leaves.  Purple leaves have pharmacological activities that can be used as medicine, including antioxidants (improving the deterioration of cells in the body), anti-inflammatory (reducing or suppressing inflammation), antidiabetic (lowering blood glucose levels), analgesics (relieving pain), immunomodulators (increasing the work of the immune system in the body), antihemorrhoids (treating symptoms and complaints of hemorrhoids), and antibacterial (as an antiseptic). The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of purple leaf ethanol extract (Graphtophyllum pictum (L.) Griff) in vitro using the DPPH method and to determine its effectiveness as an analgesic and anti-inflammatory against Wistar rats.The results showed that antioxidant activity showed an IC50 value of 72.31 ppm (strong antioxidant). Meanwhile, in the analgetic test, the highest percentage of analgesic effectiveness was found at a dose of 100 mg/kg BW (129.64%) and showed anti-inflammatory activity at a dose of 100 mg/kgBW with a percentage decrease in edem volume of 28.73% at the sixth hour.
ANALISIS KUALITATIF BAKTERI COLIFORM PADA AIR BAK PENAMPUNGAN UMUM DESA TARAJU KABUPATEN KUNINGAN Anwarudin, Wawang; Suhendi, Didi; Azizah, Nur
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 4 No. 1 (2019): Volume 4 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water is a very important material in life so that the quality must meet the requirements as clean water and the requirements for drinking water. This study aims to determine the total value of coliform bacteria in the water of public water reservoirs in the Taraju village of kuningan district. The method used in this study is the description of the observation method, and the total coliform value test in this study using the Most Probable Number (MPN) method series 3-3-3. The water samples used was taken from 4 public water reservoirs in the Taraju village. The results of the study of 4 reservoir water samples showed coliform bacteria in the estimation and confirmation test which was characterized by gas and acid formation, and of all the samples tested showed the value of coliform bacteria ≤50/100 mL. The conclusion is that the water of public water reservoirs in Taraju village contains Coliform bacteria so that it does not meet the quality requirements of drinking water, but qualifies as clean water in accordance with the Minister of Health Regulation No.416/MEN.KES/PER/ IX/1990.
POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS CIAWIGEBANG PERIODE JANUARI – JUNI 2021 Nugroho, Diki; Anwarudin, Wawang
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.250

Abstract

Penyakit hipertensi disebut juga dengan penyakit kardiovaskular. Pola peresepan merupakan gambaran obat yang diresepkan atau diperlukan dari suatu pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Ciawigebang meliputi karakteristik pasien dan karakteristik obat, agar dapat dijadikan sumber informasi dalam perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Ciawigebang. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan deskriptif secara retrospektif di rawat jalan Puskesmas Ciawigebang. Sampel yang akan diteliti 457 resep. Hasil penelitian ini menunjukan pola peresepan berdasarkan karakteristik pasien bahwa pasien dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak menderita hipertensi mencapai 54 % dengan rentang usia >50 tahun (71%). Golongan obat yang paling banyak digunakan yaitu Calsium Channel Blocker (78%) serta jenis obat yang banyak digunakan yaitu amlodipin (78%). Hypertension is also known as cardiovascular disease. The prescribing pattern is a description of the drug prescribed or required from a service. The purpose of this study was to determine the pattern of prescribing antihypertensive drugs at the Ciawigebang Health Center including patient characteristics and drug characteristics, so that they can be used as sources of information in planning and procuring drugs at Ciawigebang Health Center. This research is a non-experimental research with retrospective descriptive in outpatient Ciawigebang Public Health Center. The sample to be studied is 457 recipes. The results of this study showed a prescribing pattern based on patient characteristics that patients with male gender suffered from hypertension more, reaching 54% with an age range of >50 years (71%). The most widely used drug class is Calcium Channel Blocker (78%) and the type of drug that is widely used is amlodipine (78%).