Sumenep sebagai kawasan pesisir memiliki kelimpahan biodiversitas yang tinggi sehingga perlu dilakukan identifikasi tanaman dalam upaya konservasi lingkungan. Oleh karena itu, teknik pembuatan herbarium dapat menjadi solusi membantu identifikasi tumbuhan yang belum diketahui tingkat jenis, marga, ataupun suku melalui ciri-ciri morfologi. Tujuan pembuatan herbarium antara lain mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dijumpai, menambah jumlah spesimen herbarium semua jenis tumbuhan yang ditemui, mendeskripsikan klasifikasi tumbuhan, dan menyusun kunci dichotomous. Pembuatan herbarium dapat dilakukan dalam pembelajaran IPA berbasis Socio Scientific Issue (SSI). Permasalahan utama yaitu (1) daya saing SDM yaitu keterampilan siswa masih rendah dalam mengidentifikasi tanaman menggunakan teknik herbarium (2) pengetahuan mitra belajar sains dalam hal problem solving sebagai upaya konservasi lingkungan belum optimal. Solusi permasalahan berupa pendampingan teknik pembuatan herbarium, penugasan, contoh studi kasus yang terintegrasi SSI. Metode yang digunakan berupa pelatihan untuk menghasilkan pengetahuan dan keterampilan. Tingkat keberhasilan pelatihan dibagikan kuisioner sebelum dan setelah pelaksanaan dengan teknik random sampling. Kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi tingkat pengetahuan siswa dengan cara melakukan pretest tertulis, selanjutnta diberikan pelatihan kepada siswa. Pelibatan siswa secara aktif di setiap sesi dilakukan dengan cara ceramah dan tanya jawab, melakukan demonstrasi dan siswa melakukan praktek langsung pembuatan herbarium. Manfaat dari kegiatan ini dapat melatih keterampilan, dan meningkatkan pengetahuan seperti rasa ingin tahu serta menumbuhkan sikap siswa pada cinta lingkungan.