Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pendidikan Berkualitas Di Kota Batam Melalui Sosialisasi Carissa Dinar Aguspriyanti; Bayu Syahputra; Christiana Christiana; Julvina Julvina; Mayliska Tandi; Charline Marshella Ong; Dinna Theresia Kalalo; Winson Winson; Della Hervi Syahputri
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 4 No 1 (2022): The 4th National Conference of Community Service Project 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v4i1.7021

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai pendidikan berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu jalur utama dalam upaya mempersiapkan generasi muda untuk menyambut dan menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompetitif ini. Sebagai salah satu upaya pokok, pendidikan harus dilaksanakan sebaik mungkin. Oleh karena itu, dibutuhkan keseimbangan dengan pemahaman mengenai pendidikan berkualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pengumpulan data dan informasi dengan melakukan observasi dan wawancara. Setelah data dan informasi terkumpul, metode implementasi yang digunakan dalam memecahkan permasalahan yang ditemukan pada peserta didik LKSA Rumah Shallom yaitu berupa metode pendidikan masyarakat. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi kepada para peserta didik di LKSA Rumah Shallom Batam. Tujuan pelaksanaan kegiatan sosialisasi yaitu untuk meningkatkan wawasan para peserta didik mengenai pendidikan yang berkualitas. Tujuan ini sudah tercapai dengan adanya penyampaian materi dan sesi evaluasi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil dari sosialisasi menunjukkan persentase pemahaman peserta didik dalam hasil evaluasi yang dilakukan mencapai lebih dari 80%. Maka dari itu, peserta didik di LKSA Rumah Shallom mampu menjadi contoh bagi pihak lain dalam upaya meningkatkan pengetahuan mengenai pendidikan berkualitas. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa indikator, yaitu seberapa jauh pemahaman mengenai pendidikan, bentuk implementasi, serta manfaat yang dirasakan dalam memahami pendidikan berkualitas. Rekomendasi untuk kegiatan PkM selanjutnya diharapkan dapat membawakan materi yang berbeda dan tetap mencakup ruang lingkup peserta didik.
RETHINKING SOCIABLE GREEN SPACES AMID THE COVID-19 CRISIS: A CASE STUDY OF BATAM, INDONESIA Carissa Dinar Aguspriyanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.814

Abstract

Abstract: One of the lasting impacts of the COVID-19 crisis undisputedly is changes in the way people use public spaces including green spaces. Some people despite the social isolation rules still often visit public green spaces to maintain their well-being. This study aimed to rethink how green spaces as a sociable place can be more adaptable to fulfill the new needs of people which have arisen due to the pandemic. Direct-structured observation and semi-structured interviews with purposive sampling were conducted in the park located in Batam, Indonesia. It was revealed that the use of this park as a sociable place has prioritized most on ‘relaxation’ behaviours at one time, followed by ‘affiliation’ and ‘interaction’ behaviours after the pandemic strikes. The ‘affiliation’ activities, nevertheless, were interestingly the top reason for people visiting this park more frequently in a week. The proposed post-pandemic concept of the park as a sociable green space was subsequently conceived around the circulation, furniture, and activity settings with several design strategies as a response to the key issues concerning the social behaviours and health protocol system in this park. Abstrak: Salah satu dampak jangka panjang dari krisis COVID-19 yang tidak terbantahkan adalah perubahan cara orang menggunakan ruang publik termasuk ruang terbuka hijau. Walaupun terdapat aturan isolasi sosial, beberapa orang masih sering mengunjungi ruang terbuka hijau untuk menjaga kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memikirkan ulang bagaimana ruang terbuka hijau sebagai ruang publik ramah atau tempat bersosialisasi dapat menjadi lebih adaptif untuk memenuhi kebutuhan baru masyarakat yang muncul akibat pandemi. Observasi langsung terstruktur dan wawancara semi terstruktur dengan purposive sampling dilakukan di taman yang terletak di Batam, Indonesia. Studi ini menemukan bahwa penggunaan taman tersebut sebagai ruang publik ramah telah memprioritaskan perilaku 'relaksasi' dalam satu waktu, diikuti oleh perilaku 'afiliasi' dan 'interaksi' setelah pandemi melanda. Namun menariknya, aktivitas yang berkaitan dengan ‘afiliasi’ menjadi alasan utama orang untuk lebih sering mengunjungi taman ini dalam satu minggu. Usulan konsep taman pasca pandemi sebagai ruang terbuka hijau ramah kemudian digagas terkait pengaturan sirkulasi, furnitur, dan aktivitas dengan beberapa strategi desain sebagai respon terhadap isu-isu utama mengenai perilaku sosial dan sistem protokol kesehatan di taman ini.
Strategi Penanganan Kekumuhan di Permukiman Pesisir Kampung Tua Tanjung Piayu Laut Carissa Dinar Aguspriyanti; Celine Verliem; Megat Julaidi
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i1.4584

Abstract

Persoalan permukiman kumuh telah menjadi isu lama perkotaan di negara berkembang. Kekumuhan ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari mahalnya harga lahan, minimnya sarana dan prasarana yang memadai, hingga perilaku tidak sehat penduduknya. Jika dibiarkan, maka persoalan kekumuhan dapat berujung pada ketidaklayakan huni suatu permukiman. Oleh karena itu, studi ini mengevaluasi karakter dan persoalan dasar kekumuhan di salah satu permukiman pesisir di Kepulauan Riau yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah, yaitu Kampung Tua Tanjung Piayu Laut, dan menyusun strategi penanganannya melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil observasi, persoalan kekumuhan di sana mencakup kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran. Sebagai upaya penanganan, strategi yang dirumuskan meliputi pembangunan fisik dan pemberian edukasi kepada warga. Selain meningkatkan partisipasi masyarakat setempat, kolaborasi dengan lembaga masyarakat dan pemerintah juga diperlukan untuk dapat menyusun perencanaan penanganan kekumuhan yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan di kawasan ini. Melalui pemberdayaan masyarakat setempat dalam merencanakan, melaksanakan, dan memelihara, perubahan yang menghormati kearifan lokal di permukiman pesisir Kampung Tua Tanjung Piayu Laut pun akan dapat diwujudkan secara nyata dan optimal.
Analisis Tipologi Arsitektur Permukiman Pesisir Kampung Tua Belian Carissa Dinar Aguspriyanti; Angga Setiawan Wilarso; Hary Budhi Ariansyach
CoMBInES - Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences Vol 1 No 1 (2021): Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences (Co
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Tua Belian merupakan salah satu Kampung Melayu di Kota Batam. Namun, fenomena pergeseran pola pemikiran dan mata pencaharian masyarakat setempat mengakibatkan adanya perubahan pada arsitektur di kawasan pesisir tersebut. Melalui analisis tipologi arsitektur yang dilakukan dengan pendekatan tipologi fungsi dan fasad bangunan, penelitian ini mengkaji karakteristik visual untuk mendapatkan gambaran karakter baru kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa Kampung Tua Belian telah menjadi permukiman pesisir dengan tipologi arsitektur yang lebih modern dengan minimnya unsur Melayu. Hasil tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan identitas kawasan dan menciptakan keserasian secara visual.
Mengawal Demokrasi: Pemantauan Persiapan Pemilu Bersama Bawaslu di Kota Batam Winson Napoleon; Carissa Dinar Aguspriyanti; Yoseph Seno Prakoso; Nestroy Dyno; Alex Winarli; Erved Erved; Alex Pizzaro; Lily Gabriel Malau; Melysa Melysa; Sherlen Sherlen; Jolin Jolin; Darren Darren; R Nandini; Christina Christina; Vindy Vanessa; Selvia Renora; Aria Wibawa Putra; Divano Gusti Rahmada; Lorensia Putri; Nurul Wasia Jamil; Virny Natasya; Ridho Ramadhana Herlangga
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 5 No 1 (2023): The 5th National Conference for Community Service Project 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v5i1.8091

Abstract

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab mengawasi penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu menghadapi tantangan kompleks dikarenakan populasi Indonesia yang besar beserta dengan kondisi geografis Indonesia yang unik, untuk menghadapi tantangan ini Bawaslu perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) secara efektif. Salah satu caranya adalah dengan bekerja sama dengan instansi seperti universitas, contohnya adalah Universitas Internasional Batam (UIB) yang telah menurunkan 1070 mahasiswa untuk membantu dalam pengawasan pemilu. Tahapan pelaksanaan kegiatan mencakup tahap awal, administrasi, dan pelaksanaan, yang menghasilkan data yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan 80 kepala keluarga di Kelurahan Kibing dan Buliang, Tiban. Kegiatan ini berhasil memberikan data yang signifikan untuk persiapan pemilu dan meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Poster dan video menjadi bukti dokumentasi kegiatan yang berhasil dilaksanakan. Meskipun ada kendala seperti warga yang aprehensif, kurangnya kerjasama, cuaca, dan kendala logistik, program ini berhasil mencapai tujuannya. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dengan memberikan data penting kepada Bawaslu dan meningkatkan partisipasi politik untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.
PENINGKATAN KENYAMANAN TERMAL SEKOLAH DI IKLIM TROPIS PESISIR MELALUI KONSEP BIOCLIMATIC ARCHITECTURE Nicky Tan; Stivani Ayuning Suwarlan; Carissa Dinar Aguspriyanti
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8566

Abstract

Sekolah merupakan salah satu bangunan tempat proses belajar mengajar terjadi yang direncanakan untuk menciptakan suasana nyaman bagi peserta didik dengan faktor kenyamanan termal. Permasalahan yang ditemukan pada sekolah yang berada di iklim tropis pesisir berdasarkan hasil wawancara ialah 73% siswa-siswi merasa kurang nyaman secara termal dengan keadaan ruang dan kurangnya area hijau di lingkungan sekitar. Hal ini dapat menurunkan tingkat kinerja beraktivitas karena konsentrasi seseorang terganggu dengan cuaca yang tidak menentu. Melihat keadaan tersebut diperlukan suatu desain arsitektur dengan menerapkan konsep arsitektur bioklimatik pada sistem penghawaan sekolah di daerah iklim tropis yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Objek penelitian yang diambil sebagai studi kasus ialah bangunan SMA Negeri 26 Batam dengan mengamati keadaan lingkungan dan iklim setempat. Hasil penelitian diharapkan menjadi arahan desain bagi pihak yang membutuhkan dengan penerapan konsep bioklimatik arsitektur pada desain bangunan.
Strategi Revitalisasi Taman Gajah Mada Kota Batam dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Aguspriyanti, Carissa Dinar; Zertson, Zertson; Husnul, Khayril; Sudirman, M Reza; Alifia, Nabila Dea; Suwarlan, Stivani Ayuning
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.11407

Abstract

Penurunan kualitas ruang menjadi salah satu faktor menurunnya minat masyarakat dalam mengunjungi taman kota, di samping adanya kecenderungan perilaku-perilaku negatif pengunjung yang mempengaruhi keamanan dan kenyamanan di taman tersebut. Minimnya akses terhadap ruang terbuka hijau yang berkualitas di perkotaan beresiko mempengaruhi kesehatan fisik dan mental masyarakatnya. Oleh karena itu, studi deskriptif kualitatif ini mengeksplorasi strategi revitalitasi salah satu ruang terbuka hijau publik di Kota Batam, yaitu Taman Gajah Mada, dengan pendekatan arsitektur perilaku. Data-data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi lapangan terkait kondisi lingkungan dan perilaku terbuka pengunjung yang ditekankan pada pola aktivitas, serta wawancara untuk mengetahui perilaku tertutup atau persepsi pengunjung. Hasil analisis perilaku menunjukan respon positif dan negatif yang kemudian menjadi dasar pertimbangan dalam merumuskan strategi revitalisasi. Adapun strategi tersebut disusun berdasarkan lima aspek lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku manusia, yaitu ruang; ukuran dan bentuk; perabot dan penataannya; warna; suara, temperatur, dan pencahayaan. Studi ini juga menemukan bahwa salah satu faktor penting dan masih berkaitan dengan aspek ruang adalah ketersediaan kegiatan rutin komunal masyarakat di taman sebagai media promosi taman dan sekaligus melibatkan masyarakat untuk merawat taman tersebut secara tidak langsung. Keterlibatan masyarakat dapat menciptakan ikatan emosional dengan taman dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga dan memanfaatkan ruang tersebut.
Between Architecture, Story, and Place Identity: A Narrative Approach for Creative Placemaking in Museum Design Aguspriyanti, Carissa Dinar; Benny, Benny; Christine, Venita; Fernando, Delvin; Tan, Angelina
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.9183

Abstract

Museum architecture is required to tell a story more than just the physical building to be able to convey the knowledge and messages it carries. When architecture can be enjoyed physically and psychologically, architecture can be more memorable, easier to understand and appreciated by its users. How people value a place can be influenced by a narrative that gives character or identity to that place. Therefore, stories play a crucial role in making a place and shaping its identity. Placemaking concept has several types of approaches to transform spaces and enhance their significance. In particular, this study explored how to use narratives for creative placemaking in museum design, using a qualitative descriptive method that refers to the design process. Using narratives in architectural design has been well-known as storytelling architecture involving two techniques that are ‘storytelling as a metaphor’ and ‘storytelling through sequencing’. The results indicated that these techniques play a part in creative placemaking application which has three design principles, particularly in museum design. By incorporating storytelling techniques, architects and designers can create spaces that evoke emotions, foster connections, and enhance the overall experience of a place.
ERGONOMICS DESIGN ANALYSIS TOWARDS GAMERS’ PREFERENCES IN COASTAL ESPORTS ARENA Leonardo, Leonardo; Suwarlan, Stivani Ayuning; Aguspriyanti, Carissa Dinar
MODUL Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles )
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.23.2.2023.87-94

Abstract

Esports activities are developing very rapidly, encouraging the people’s desire to build its distinctive building, an esports arena to support its activity. However, there is no specific spatial form for planning the main room’s interior of esports arena, especially in coastal areas. The absence of guidelines to be applied can lead to less ergonomic spatial planning. This research applies the mixed descriptive method by collecting primary data of questionnaire and secondary data of existing buildings from any official information source as the object of research analysis. With digital information source, source triangulation method is used to identify an ergonomic layout and furniture form to be used by the player and audience within the esports arena building in the coastal zone. The result of this study provides an overview of ergonomic layout and furniture form that can be applied to planning the coastal esports arena building.
SUSTAINABLE SENSE OF PLACE: COWORKING SPACE DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE DI KAWASAN STRATEGIS KOTA BATAM Tan, Hendy; Aguspriyanti, Carissa Dinar
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.51280

Abstract

The existence of abandoned buildings in Nagoya, Batam City, can impact negatively on the sense of place and identity of the area as a strategic area for trade and services. In the context of architecture, abandoned buildings are often associated with an adaptive reuse approach. Literature studies, observations, interviews, and SWOT analysis were carried out in this descriptive qualitative research to find out how to implement the adaptive reuse approach in an abandoned building in Nagoya, Batam City. This process produced design proposals which were then analyzed to obtain deeper understanding how the application of the adaptive reuse approach can create a sustainable sense of place. The results revealed that the adaptive reuse approach to the object of research can be through the strategies of using old buildings with improved facades quality and adding a new function, which is a coworking space. Because it is relevant to the identity of trade and service areas and in accordance with the conditions of current user needs. The implementation of these design strategies could establish a sustainable sense of place in Nagoya, Batam City, through strengthening its elements including form, activity, and meaning.