Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KAJIAN BENTUK POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN PESISIR DI KECAMATAN MORO, KEPULAUAN RIAU Aguspriyanti, Carissa Dinar; Helen, -; Sudiana, -
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 23 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v23i2.7460

Abstract

Studi ini mengkaji bentuk pola persebaran permukiman pesisir di Kecamatan Moro, Kepulauan Riau, khususnya di bagian selatan Pulau Sugi Bawah. Hal ini dikarenakan kondisi wilayahnya yang semakin padat dengan pembangunan yang cenderung tidak beraturan, beresiko menurunkan kualitas permukiman yang ada di sana, dan merusak lingkungan sekitar. Padahal Kecamatan Moro dikenal kaya akan kearifan lokal kuliner, seni, dan budaya. Dengan menggunakan metode interpretasi visual dari gambaran muka bumi (Google Earth), studi kualitatif deskriptif ini menemukan bahwa terdapat dua bentuk pola persebaran antara lain pola memanjang dan pola lompatan katak. Sebagai pola utama, pola memanjang dapat ditemukan di sepanjang zona perbatasan darat dan air, serta di beberapa wilayah pada zona daratan. Sedangkan pola lompatan katak hanya ditemukan di beberapa titik lokasi pada zona daratan. Walaupun dinilai tidak efektif, pola tersebut memungkinkan adanya ruang-ruang terbuka di kawasan permukiman dan berpotensi menjadi katalis pembangunan di area lain yang belum padat. Terbentuknya kedua pola tersebut di permukiman pesisir ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti mata pencaharian penduduk yang menuntut kemudahan akses terhadap perairan, kedekatan dengan pelabuhan, kemudahan akses terhadap jalan utama atau sekunder, dan keinginan dari penduduknya sendiri.---------------------------------------------------------------------------------------------This study analyses the distribution pattern of coastal settlements in Moro District, Riau Islands, particularly in the southern part of Sugi Bawah Island. It is because the condition of the area is increasingly dense with the development that tends to be irregular and at risk of reducing the quality of the settlements, as well as damaging the surrounding environment. Whereas Moro District is known to be rich in local wisdom such as culinary, art, and culture. By using the visual interpretation method of the earth's surface (Google Earth), this descriptive qualitative study found that there are two forms of distribution patterns, namely linear pattern and leap frog pattern. As the main pattern, the linear development pattern can be found along the land and water boundary zones, as well as in some areas of the land zone. Meanwhile, the leap frog pattern was only found in a few locations in the mainland zone. Although considered ineffective, this pattern allows for open spaces in the settlement areas and has the potential to be a catalyst for development in other areas that are not yet crowded. The formation of these two patterns in coastal settlements was likely influenced by several factors such as the livelihoods of the residents who demand easy access to waters, proximity to ports, easy access to main or secondary roads, and the wishes of the residents themselves.
Pendampingan Perancangan Pesantren Putri di Kabupaten Bintan: Mewujudkan Desain Islami dan Fungsional Melalui Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Arsitektur Nursyamsu, Lathifa; Stivani Ayuning Suwarlan; Carissa Dinar Aguspriyanti; I Gusti Ngurah Anom Gunawan; Hendro Murtiono
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v3i2.10280

Abstract

Pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Namun, di Kabupaten Bintan, masih terdapat keterbatasan dalam perancangan pesantren yang memenuhi standar fungsional dan estetika Islami. Yayasan Annawawi Nur Elkhuluq menghadapi tantangan dalam merancang fasilitas pesantren yang tidak hanya nyaman dan efisien, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai Islam serta budaya setempat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Studi Arsitektur Universitas Internasional Batam melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melakukan pendampingan dalam perancangan Pondok Pesantren Annawawi Nur Elkhuluq. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan metode yang mencakup survei lapangan, analisis kebutuhan pengguna, pengembangan konsep desain, serta presentasi kepada mitra untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan desain. Hasil dari kegiatan ini berupa desain pesantren yang optimal secara fungsional, memiliki nilai estetika Islami, serta mengadopsi elemen arsitektur Melayu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain memberikan solusi desain bagi mitra, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan teori arsitektur pada proyek nyata. Diharapkan, desain yang telah dibuat dapat menjadi pedoman bagi yayasan dalam merealisasikan pembangunan pesantren yang lebih modern dan berdaya guna, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam di daerah tersebut.
Desain Rumah Terjangkau Baru dengan Solusi Pendinginan Pasif di Sei Beduk Kota Batam Suwarlan, Stivani Ayuning; Nursyamsu, Lathifa; Aguspriyanti, Carissa Dinar; Pinassang, Jeanny Laurens; Rangkuty, Gladies Imanda Utami; Lee, Vineeta; Suhardi, Rafi Arbarendy Suhardi; Brema, Ahmad Riansyah Brema
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v3i2.10283

Abstract

Permasalahan utama dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah adalah kenyamanan termal dan efisiensi energi. Peningkatan suhu akibat perubahan iklim semakin memperburuk kondisi hunian yang tidak memiliki akses terhadap sistem pendinginan buatan yang efisien. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang hunian terjangkau dengan menerapkan strategi pendinginan pasif sebagai solusi untuk meningkatkan kenyamanan termal tanpa meningkatkan konsumsi energi. Studi kasus dilakukan di Sei Beduk, Batam, bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia dan Universitas Internasional Batam. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, analisis lokasi, perancangan desain, serta evaluasi berdasarkan masukan komunitas setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan elemen pendinginan pasif seperti ventilasi silang, penggunaan kisi-kisi, material dengan massa termal tinggi, serta optimalisasi orientasi bangunan dapat secara signifikan meningkatkan kenyamanan termal tanpa ketergantungan pada pendinginan buatan.
RETHINKING SOCIABLE GREEN SPACES AMID THE COVID-19 CRISIS: A CASE STUDY OF BATAM, INDONESIA Aguspriyanti, Carissa Dinar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the lasting impacts of the COVID-19 crisis undisputedly is changes in the way people use public spaces including green spaces. Some people despite the social isolation rules still often visit public green spaces to maintain their well-being. This study aimed to rethink how green spaces as a sociable place can be more adaptable to fulfill the new needs of people which have arisen due to the pandemic. Direct-structured observation and semi-structured interviews with purposive sampling were conducted in the park located in Batam, Indonesia. It was revealed that the use of this park as a sociable place has prioritized most on ‘relaxation’ behaviours at one time, followed by ‘affiliation’ and ‘interaction’ behaviours after the pandemic strikes. The ‘affiliation’ activities, nevertheless, were interestingly the top reason for people visiting this park more frequently in a week. The proposed post-pandemic concept of the park as a sociable green space was subsequently conceived around the circulation, furniture, and activity settings with several design strategies as a response to the key issues concerning the social behaviours and health protocol system in this park. Abstrak: Salah satu dampak jangka panjang dari krisis COVID-19 yang tidak terbantahkan adalah perubahan cara orang menggunakan ruang publik termasuk ruang terbuka hijau. Walaupun terdapat aturan isolasi sosial, beberapa orang masih sering mengunjungi ruang terbuka hijau untuk menjaga kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memikirkan ulang bagaimana ruang terbuka hijau sebagai ruang publik ramah atau tempat bersosialisasi dapat menjadi lebih adaptif untuk memenuhi kebutuhan baru masyarakat yang muncul akibat pandemi. Observasi langsung terstruktur dan wawancara semi terstruktur dengan purposive sampling dilakukan di taman yang terletak di Batam, Indonesia. Studi ini menemukan bahwa penggunaan taman tersebut sebagai ruang publik ramah telah memprioritaskan perilaku 'relaksasi' dalam satu waktu, diikuti oleh perilaku 'afiliasi' dan 'interaksi' setelah pandemi melanda. Namun menariknya, aktivitas yang berkaitan dengan ‘afiliasi’ menjadi alasan utama orang untuk lebih sering mengunjungi taman ini dalam satu minggu. Usulan konsep taman pasca pandemi sebagai ruang terbuka hijau ramah kemudian digagas terkait pengaturan sirkulasi, furnitur, dan aktivitas dengan beberapa strategi desain sebagai respon terhadap isu-isu utama mengenai perilaku sosial dan sistem protokol kesehatan di taman ini.
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS EDUKASI DI KAWASAN WADUK SEI LADI KOTA BATAM Prakoso, Yoseph Seno; Aguspriyanti, Carissa Dinar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v4i1.1078

Abstract

Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata Kota Batam yang masih terfokus pada wisata pantai, pengembangan Waduk Sei Ladi dapat memberikan alternatif destinasi wisata alam yang menarik. Sebagai sarana penyediaan sumber daya air, keberadaan Waduk Sei Ladi cukup signifikan. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di kawasan tersebut harus berasaskan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (ekowisata). Hal yang sama pentingnya, yakni keterlibatan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pengelolaannya sehingga pengembangan yang berkelanjutan dapat terwujud, serta dapat menjadi bagian dari implementasi pengembangan kawasan ekowisata berbasis edukasi, di mana masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dalam prosesnya. Penelitian ini menemukan bahwa kawasan Waduk Sei Ladi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis edukasi. Hal ini didukung dengan adanya daya tarik kawasan yang beragam, persepsi masyarakat yang positif terhadap pengembangan di kawasan tersebut, dan kebijakan pemerintah setempat yang juga mendukung pengembangan kawasan Waduk Sei Ladi sebagai objek wisata berwawasan lingkungan.
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS EDUKASI DI KAWASAN WADUK SEI LADI KOTA BATAM Prakoso, Yoseph Seno; Aguspriyanti, Carissa Dinar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.907 KB) | DOI: 10.54367/alur.v4i1.1078

Abstract

Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata Kota Batam yang masih terfokus pada wisata pantai, pengembangan Waduk Sei Ladi dapat memberikan alternatif destinasi wisata alam yang menarik. Sebagai sarana penyediaan sumber daya air, keberadaan Waduk Sei Ladi cukup signifikan. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di kawasan tersebut harus berasaskan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (ekowisata). Hal yang sama pentingnya, yakni keterlibatan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pengelolaannya sehingga pengembangan yang berkelanjutan dapat terwujud, serta dapat menjadi bagian dari implementasi pengembangan kawasan ekowisata berbasis edukasi, di mana masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dalam prosesnya. Penelitian ini menemukan bahwa kawasan Waduk Sei Ladi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis edukasi. Hal ini didukung dengan adanya daya tarik kawasan yang beragam, persepsi masyarakat yang positif terhadap pengembangan di kawasan tersebut, dan kebijakan pemerintah setempat yang juga mendukung pengembangan kawasan Waduk Sei Ladi sebagai objek wisata berwawasan lingkungan.
RETRACTED Emerging Trends and Research Hotspots in Digital Public Spaces: A Bibliometric Analysis Using VOSviewer Aguspriyanti, Carissa Dinar
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 10 No. 1 (2025): August ~ October 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article has been retracted following the author's request, which was submitted shortly after the original publication but experienced significant processing delays due to internal editorial communication challenges. The author identified post-publication concerns requiring substantial revisions that would fundamentally alter the core findings, and given the extended timeline between the initial retraction request and editorial response, full retraction was determined to be the most appropriate resolution. The editorial board's investigation confirmed no evidence of research misconduct, data fabrication, plagiarism, or ethical violations, and we have since implemented improved protocols to ensure timely processing of author requests. This retraction reflects both the author's commitment to research integrity and our commitment to transparent editorial practices. The dataset selection criteria and temporal parameters require substantial revision that would fundamentally alter the core findings. The editorial board conducted a thorough review and found no evidence of research misconduct, data fabrication, plagiarism, or ethical violations. This is a voluntary, author-initiated retraction based on post-publication methodological assessment.The editorial board acknowledges a delay in processing this request due to internal communication challenges. The author submitted the retraction request promptly after publication, demonstrating immediate awareness and commitment to research integrity. We have implemented improved protocols to ensure timely responses to such requests.This retraction reflects the self-correcting nature of scholarly research and the shared commitment to maintaining only methodologically sound research in the permanent record.
BEHAVIORAL ARCHITECTURE FOR EARLY CHILDHOOD DEVELOPMENT: A CASE STUDY OF A KINDERGARTEN IN BATAM Aldinata, Michel; Aguspriyanti, Carissa Dinar; Nursyamsu, Lathifa
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.11354

Abstract

Early childhood represents a golden phase of human development, characterized by rapid growth across physical and motor, cognitive, language, social, and moral domains. While research on the influence of physical and non-physical environments on child development continues to expand, limited attention has been given to the systematic application of behavioral architecture in early childhood education settings that potentially support early childhood development. This study addresses this gap by examining the implementation of behavioral architecture principles at Christian Kalam Kudus 2 Kindergarten in Batam City, Indonesia. Using a qualitative approach that combined literature review, field observation, and semi-structured interviews. The study points out the implementation of five key elements of behavioral architecture that contribute to developmental outcomes. Spatial function and furniture (including their arrangement) emerged as the most influential factors, whereas spatial size and form, colour, and environmental conditions (sound, temperature, and lighting) provided partial contributions. Several design shortcomings were also identified, notably thermal discomfort and insufficient artificial lighting. Overall, the study emphasizes that kindergartens are not merely functional spaces but active agents in shaping behavior, learning processes, and development of young children through behavioral architecture that responds to user needs and environmental conditions.
Implementasi Arsitektur Terapeutik pada Pusat Terapi Anak dengan Autism Spectrum Disorder di Pesisir Kota Batam Nadiah Khairunnisa Artanti; Carissa Dinar Aguspriyanti
Jurnal Anggapa Vol 5 No 1 (2026): ANGGAPA Volume 5 No 1 April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v5i1.944

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan neuroperkembangan yang ditandai dengan keterbatasan komunikasi, perilaku repetitif, serta kesulitan dalam interaksi sosial. Peningkatan prevalensi ASD di Indonesia, termasuk di Kota Batam, menegaskan urgensi penyediaan fasilitas terapi yang terintegrasi dengan prinsip arsitektur terapeutik. Studi ini mengkaji implementasi arsitektur terapeutik pada perancangan pusat terapi anak autis di kawasan pesisir Marina, Kota Batam, dengan memanfaatkan potensi alami lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur dengan para ahli. Hasil studi menunjukkan bahwa arsitektur terapeutik dapat diimplementasikan melalui penerapan warna netral, pemandangan restoratif, bentuk ruang sederhana, tekstur aman, pencahayaan adaptif, kontrol akustik, pengaturan suhu dan aroma, serta penyediaan taman terapeutik. Integrasi elemen alami pesisir, seperti pepohonan, pasir pantai, dan air, berperan dalam mendukung regulasi emosi, stimulasi sensorik, serta perkembangan kognitif dan sosial anak. Konsep massa bangunan yang terinspirasi dari jaringan saraf dan gelembung menghasilkan zonasi ruang yang saling terhubung, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan terapi. Dengan demikian, pusat terapi tidak hanya berfungsi sebagai sarana rehabilitasi, tetapi juga ruang inklusif yang menghadirkan pengalaman terapeutik menyeluruh. Studi ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan fasilitas terapi anak autis berbasis arsitektur terapeutik di kawasan pesisir maupun perkotaan
Edukasi Penggunaan Internet Sehat dan Aman (INSAN) Sebagai Investasi Masa Depan Generasi Digital Indonesia di Panti Asuhan GAPPI Filadelfia Batam monica monica; Dewi Dewi; Carissa Dinar Aguspriyanti; Jensen Jensen; Aurora Aurora; Andreas Andreas; Vincent Vincent; Sherly Fiona; Lely Lely; Ainayya Ainayya; Irene Irene; Venes Venes; Marcelline Marcelline; Andana Andana
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11116

Abstract

Kegiatan Pegabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bagaimana penggunaan internet sehat dan aman sebagai investasi masa depan generasi digital indonesia. Kurangnya pemahaman mengenai penggunaan internet yang baik dapat berdampak buruk bagi generasi muda dan masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa Universitas Internasional Batam melakukan kegiatan edukasi di Panti Asuhan GAPPI Filadelfia. Edukasi ini berfokus pada dampak penggunaan internet buruk, manfaat dari penggunaan internet sehat, serta solusi yang dapat mencegah penggunaan internet buruk. Melalui pendekatan ini, diharapkan generasi muda akan dapat menggunakan internet dengan bijak demi masa depan generasi digital yang baik.
Co-Authors Adawiyah, Salsabilah Putri Andhina Robiatul Al Ainayya Ainayya Alda Aulia Safitri Aldinata, Michel Alex Pizzaro Alex Winarli Alifia, Nabila Dea Andana Andana Andreas Andreas Angga Setiawan Wilarso Aria Wibawa Putra Aurora Aurora Ayunda, Rika Benny Benny Benny Benny Billy Shevriyanto Billy Shevriyanto Brema, Ahmad Riansyah Brema Celine Verliem Charlie Charlie Charlie Charlie, Charlie Charline Marshella Ong Chris Hardiansyah Christiana Christiana Christina Christina Christine, Venita Darren Darren Della Hervi Syahputri Deviana Deviana Devin Tan Dewi Dewi Dinna Theresia Kalalo Divano Gusti Rahmada Elen Nurjanah Erved Erved Fanny Nimita Fedrico Tysen Fernando, Delvin Gladies Imanda Utami Rangkuty, Gladies Imanda Utami Gunawan, I Gusti Ngurah Anom Hary Budhi Ariansyach Helen, - Husnul, Khayril I Gusti Ngurah Anom I Gusti Ngurah Anom Gunawan Indah Yunita Irene Irene Jeanny Laurens Jensen Jensen Jolin Jolin Julvina Julvina Junior Ikhlas Kellen Lathifa Nursyamsu Lee, Vineeta Lely Lely Leonardo Leonardo Lily Gabriel Malau Lorensia Putri Lubis, Tari Wahyuni M. Hafish Pradesta Varro M. Zidane Khairi Manikam, Arti Marcelline Marcelline Mayliska Tandi Megat Julaidi Melysa Melysa Michel Aldinata Michelle Carolina Setijograha Misnawati Monica Monica Murtiono, Hendro Nadiah K. Artanti Nadiah Khairunnisa Artanti Nestroy Dyno Nicky Tan Nurul Wasia Jamil Pinassang, Jeanny Laurens Prakoso, Yoseph Seno Putri Melati R Nandini Ridho Ramadhana Herlangga Rika Ayunda Rilsha Nadya Dwi Poetri Z Rosetia, Amanda Selvia Renora Sherlen Sherlen Sherly Fiona Shevriyanto, Billy Sudiana, - Sudirman, M Reza Sudirman, Muhammad Reza Suhardi, Rafi Arbarendy Suhardi Suwarlan, Stivani Ayuning Syahputra, Bayu Tabitha Nailah Putri Tan, Angelina Tan, Hendy Venes Venes Vincent Vincent Vindy Vanessa Virny Natasya Winson Napoleon Winson Winson Yoseph Seno Prakoso Yulias Hidayah Zahwa Rheina Habibah Zertson, Zertson