Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peran Psikologi Arsitektur dalam Mewujudkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Dataran Engku Putri Batam Carissa Dinar Aguspriyanti; Benny Benny; Rika Ayunda; Nadiah K. Artanti; M. Zidane Khairi; Fedrico Tysen; Stivani Ayuning Suwarlan
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 1 (2024): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i1.82064

Abstract

Considering the needs of children as users is essential when creating Child-Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA). Hence, this study sought to explore how the psychology of architecture focused on user psychology and behavior can contribute to the creation of RPTRAs. This research at Dataran Engku Putri, Batam City, utilised qualitative descriptive methods involving literature study and observation techniques. The results revealed that this public space was less adequate in meeting the RPTRA criteria including security and safety, recreational function and comfort, ease of accessibility, park attractiveness, health, meeting social needs, and learning elements. Therefore, it is necessary to improve and develop specialised play facilities for children based on the five aspects of psychology of architecture, namely space, size and shape, furniture and its arrangement, colour and texture, sound, temperature, and lighting.
STORYTELLING ARCHITECTURE: EKSPLORASI DESAIN MUSEUM MELALUI NARASI Aguspriyanti, Carissa Dinar; Ayunda, Rika; Sudirman, Muhammad Reza; Adawiyah, Salsabilah Putri Andhina Robiatul Al; Husnul, Khayril
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 2 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i2.9576

Abstract

Museum memiliki visi menyampaikan makna signifikan yang terkandung pada objek koleksi yang dipamerkan. Agar makna tersebut dapat tersampaikan dengan baik, arsitektur museum dituntut untuk bercerita lebih dari sekedar fisik bangunan. Ketika arsitektur dapat dinikmati secara fisik maupun psikis, arsitektur dapat lebih berkesan dan mudah dipahami, serta diapresiasi oleh penggunanya. Bagaimana cara orang menilai suatu tempat dapat dipengaruhi oleh suatu narasi yang memberikan tempat tersebut karakter atau identitas. Oleh karena itu, narasi berpotensi menjadi media untuk menciptakan arsitektur yang lebih bermakna. Studi ini mengeksplorasi desain sebuah museum di Kota Batam melalui narasi, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil studi menunjukan bahwa terdapat dua fase untuk mengimplementasikan pendekatan naratif pada perancangan arsitektur museum, yakni (1) storytelling sebagai metafora dan (2) storytelling melalui pengurutan (sequencing). Fase pertama menekankan pada pembentukan massa bangunan melalui konsep metafora, sedangkan fase kedua fokus pada penataan ruang dalam bangunan melalui konsep pengurutan dengan segmentasi plot pameran menjadi beberapa bagian (chapters). Selain itu, pemanfaatan indera pengguna dalam desain juga berperan penting dalam memperkuat upaya arsitektur bercerita (storytelling architecture).
KAJIAN BENTUK POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN PESISIR DI KECAMATAN MORO, KEPULAUAN RIAU Aguspriyanti, Carissa Dinar; Helen, -; Sudiana, -
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 23 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v23i2.7460

Abstract

Studi ini mengkaji bentuk pola persebaran permukiman pesisir di Kecamatan Moro, Kepulauan Riau, khususnya di bagian selatan Pulau Sugi Bawah. Hal ini dikarenakan kondisi wilayahnya yang semakin padat dengan pembangunan yang cenderung tidak beraturan, beresiko menurunkan kualitas permukiman yang ada di sana, dan merusak lingkungan sekitar. Padahal Kecamatan Moro dikenal kaya akan kearifan lokal kuliner, seni, dan budaya. Dengan menggunakan metode interpretasi visual dari gambaran muka bumi (Google Earth), studi kualitatif deskriptif ini menemukan bahwa terdapat dua bentuk pola persebaran antara lain pola memanjang dan pola lompatan katak. Sebagai pola utama, pola memanjang dapat ditemukan di sepanjang zona perbatasan darat dan air, serta di beberapa wilayah pada zona daratan. Sedangkan pola lompatan katak hanya ditemukan di beberapa titik lokasi pada zona daratan. Walaupun dinilai tidak efektif, pola tersebut memungkinkan adanya ruang-ruang terbuka di kawasan permukiman dan berpotensi menjadi katalis pembangunan di area lain yang belum padat. Terbentuknya kedua pola tersebut di permukiman pesisir ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti mata pencaharian penduduk yang menuntut kemudahan akses terhadap perairan, kedekatan dengan pelabuhan, kemudahan akses terhadap jalan utama atau sekunder, dan keinginan dari penduduknya sendiri.---------------------------------------------------------------------------------------------This study analyses the distribution pattern of coastal settlements in Moro District, Riau Islands, particularly in the southern part of Sugi Bawah Island. It is because the condition of the area is increasingly dense with the development that tends to be irregular and at risk of reducing the quality of the settlements, as well as damaging the surrounding environment. Whereas Moro District is known to be rich in local wisdom such as culinary, art, and culture. By using the visual interpretation method of the earth's surface (Google Earth), this descriptive qualitative study found that there are two forms of distribution patterns, namely linear pattern and leap frog pattern. As the main pattern, the linear development pattern can be found along the land and water boundary zones, as well as in some areas of the land zone. Meanwhile, the leap frog pattern was only found in a few locations in the mainland zone. Although considered ineffective, this pattern allows for open spaces in the settlement areas and has the potential to be a catalyst for development in other areas that are not yet crowded. The formation of these two patterns in coastal settlements was likely influenced by several factors such as the livelihoods of the residents who demand easy access to waters, proximity to ports, easy access to main or secondary roads, and the wishes of the residents themselves.
Pendampingan Perancangan Pesantren Putri di Kabupaten Bintan: Mewujudkan Desain Islami dan Fungsional Melalui Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Arsitektur Nursyamsu, Lathifa; Stivani Ayuning Suwarlan; Carissa Dinar Aguspriyanti; I Gusti Ngurah Anom Gunawan; Hendro Murtiono
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v3i2.10280

Abstract

Pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Namun, di Kabupaten Bintan, masih terdapat keterbatasan dalam perancangan pesantren yang memenuhi standar fungsional dan estetika Islami. Yayasan Annawawi Nur Elkhuluq menghadapi tantangan dalam merancang fasilitas pesantren yang tidak hanya nyaman dan efisien, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai Islam serta budaya setempat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Studi Arsitektur Universitas Internasional Batam melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melakukan pendampingan dalam perancangan Pondok Pesantren Annawawi Nur Elkhuluq. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan metode yang mencakup survei lapangan, analisis kebutuhan pengguna, pengembangan konsep desain, serta presentasi kepada mitra untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan desain. Hasil dari kegiatan ini berupa desain pesantren yang optimal secara fungsional, memiliki nilai estetika Islami, serta mengadopsi elemen arsitektur Melayu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain memberikan solusi desain bagi mitra, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan teori arsitektur pada proyek nyata. Diharapkan, desain yang telah dibuat dapat menjadi pedoman bagi yayasan dalam merealisasikan pembangunan pesantren yang lebih modern dan berdaya guna, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam di daerah tersebut.
Desain Rumah Terjangkau Baru dengan Solusi Pendinginan Pasif di Sei Beduk Kota Batam Suwarlan, Stivani Ayuning; Nursyamsu, Lathifa; Aguspriyanti, Carissa Dinar; Pinassang, Jeanny Laurens; Rangkuty, Gladies Imanda Utami; Lee, Vineeta; Suhardi, Rafi Arbarendy Suhardi; Brema, Ahmad Riansyah Brema
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v3i2.10283

Abstract

Permasalahan utama dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah adalah kenyamanan termal dan efisiensi energi. Peningkatan suhu akibat perubahan iklim semakin memperburuk kondisi hunian yang tidak memiliki akses terhadap sistem pendinginan buatan yang efisien. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang hunian terjangkau dengan menerapkan strategi pendinginan pasif sebagai solusi untuk meningkatkan kenyamanan termal tanpa meningkatkan konsumsi energi. Studi kasus dilakukan di Sei Beduk, Batam, bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia dan Universitas Internasional Batam. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, analisis lokasi, perancangan desain, serta evaluasi berdasarkan masukan komunitas setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan elemen pendinginan pasif seperti ventilasi silang, penggunaan kisi-kisi, material dengan massa termal tinggi, serta optimalisasi orientasi bangunan dapat secara signifikan meningkatkan kenyamanan termal tanpa ketergantungan pada pendinginan buatan.
RETHINKING SOCIABLE GREEN SPACES AMID THE COVID-19 CRISIS: A CASE STUDY OF BATAM, INDONESIA Aguspriyanti, Carissa Dinar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the lasting impacts of the COVID-19 crisis undisputedly is changes in the way people use public spaces including green spaces. Some people despite the social isolation rules still often visit public green spaces to maintain their well-being. This study aimed to rethink how green spaces as a sociable place can be more adaptable to fulfill the new needs of people which have arisen due to the pandemic. Direct-structured observation and semi-structured interviews with purposive sampling were conducted in the park located in Batam, Indonesia. It was revealed that the use of this park as a sociable place has prioritized most on ‘relaxation’ behaviours at one time, followed by ‘affiliation’ and ‘interaction’ behaviours after the pandemic strikes. The ‘affiliation’ activities, nevertheless, were interestingly the top reason for people visiting this park more frequently in a week. The proposed post-pandemic concept of the park as a sociable green space was subsequently conceived around the circulation, furniture, and activity settings with several design strategies as a response to the key issues concerning the social behaviours and health protocol system in this park. Abstrak: Salah satu dampak jangka panjang dari krisis COVID-19 yang tidak terbantahkan adalah perubahan cara orang menggunakan ruang publik termasuk ruang terbuka hijau. Walaupun terdapat aturan isolasi sosial, beberapa orang masih sering mengunjungi ruang terbuka hijau untuk menjaga kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memikirkan ulang bagaimana ruang terbuka hijau sebagai ruang publik ramah atau tempat bersosialisasi dapat menjadi lebih adaptif untuk memenuhi kebutuhan baru masyarakat yang muncul akibat pandemi. Observasi langsung terstruktur dan wawancara semi terstruktur dengan purposive sampling dilakukan di taman yang terletak di Batam, Indonesia. Studi ini menemukan bahwa penggunaan taman tersebut sebagai ruang publik ramah telah memprioritaskan perilaku 'relaksasi' dalam satu waktu, diikuti oleh perilaku 'afiliasi' dan 'interaksi' setelah pandemi melanda. Namun menariknya, aktivitas yang berkaitan dengan ‘afiliasi’ menjadi alasan utama orang untuk lebih sering mengunjungi taman ini dalam satu minggu. Usulan konsep taman pasca pandemi sebagai ruang terbuka hijau ramah kemudian digagas terkait pengaturan sirkulasi, furnitur, dan aktivitas dengan beberapa strategi desain sebagai respon terhadap isu-isu utama mengenai perilaku sosial dan sistem protokol kesehatan di taman ini.
EMERGING TRENDS OF DIGITAL PUBLIC SPACES: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS BASED ON VOSVIEWER Aguspriyanti, Carissa Dinar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper investigated the emerging trends of research related to digital public spaces through a bibliometric analysis based on the VOSviewer software. Digital public spaces have become a hot topic of conversation lately due to possible influencing factors like the development of advanced Industry 4.0 technologies, the introduction of Society 5.0, the growth of smart city concept, the manifestation of the digital universe as known as metaverse, and the COVID-19 pandemic. A total of 610 publications obtained from the Scopus database were analysed in three different ways including research development trends analysis, publications productivity analysis, and knowledge topic area analysis. The results pointed out that from 2012 to 2021, digital public spaces have attracted the significant attention of researchers in various scientific fields, mostly in western countries. From 7 clusters of knowledge topic areas detected, public space, social media, human-computer interaction, urban planning, and digital technologies have established the research hotspot to date. In addition, as the research focus is enriching, the potential novelty for further digital public spaces research may likely be related to more comprehensive and humane aspects. It is also possible that linking unrelated topics between different clusters is also highly considered to obtain the novelty of future research.Abstrak: Makalah ini menyelidiki tren penelitian yang muncul terkait dengan ruang publik digital melalui analisis bibliometrik berdasarkan perangkat lunak VOSviewer. Ruang publik digital menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini karena faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi seperti perkembangan teknologi maju Industri 4.0, pengenalan Society 5.0, pertumbuhan konsep kota pintar, manifestasi dunia digital yang dikenal sebagai metaverse, dan pandemi COVID-19. Sebanyak 610 publikasi yang diperoleh dari database Scopus dianalisis dengan tiga cara berbeda meliputi analisis tren pengembangan penelitian, analisis produktivitas publikasi, dan analisis area topik pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2012 hingga 2021, ruang publik digital telah menarik perhatian yang signifikan dari para peneliti di berbagai bidang ilmiah, terutama di negara-negara barat. Dari 7 klaster bidang topik pengetahuan yang terdeteksi, ruang publik, media sosial, interaksi manusia-komputer, perencanaan kota, dan teknologi digital telah menjadi pusat topik penelitian hingga saat ini. Selain itu, seiring dengan bertambahnya fokus penelitian, potensi kebaruan untuk penelitian ruang publik digital lebih lanjut dapat berkaitan dengan aspek yang lebih komprehensif dan manusiawi. Menghubungkan topik-topik yang tidak terkait antar klaster yang berbeda juga dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan kebaruan penelitian masa depan.
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS EDUKASI DI KAWASAN WADUK SEI LADI KOTA BATAM Prakoso, Yoseph Seno; Aguspriyanti, Carissa Dinar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v4i1.1078

Abstract

Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata Kota Batam yang masih terfokus pada wisata pantai, pengembangan Waduk Sei Ladi dapat memberikan alternatif destinasi wisata alam yang menarik. Sebagai sarana penyediaan sumber daya air, keberadaan Waduk Sei Ladi cukup signifikan. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di kawasan tersebut harus berasaskan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (ekowisata). Hal yang sama pentingnya, yakni keterlibatan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pengelolaannya sehingga pengembangan yang berkelanjutan dapat terwujud, serta dapat menjadi bagian dari implementasi pengembangan kawasan ekowisata berbasis edukasi, di mana masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dalam prosesnya. Penelitian ini menemukan bahwa kawasan Waduk Sei Ladi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis edukasi. Hal ini didukung dengan adanya daya tarik kawasan yang beragam, persepsi masyarakat yang positif terhadap pengembangan di kawasan tersebut, dan kebijakan pemerintah setempat yang juga mendukung pengembangan kawasan Waduk Sei Ladi sebagai objek wisata berwawasan lingkungan.
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS EDUKASI DI KAWASAN WADUK SEI LADI KOTA BATAM Prakoso, Yoseph Seno; Aguspriyanti, Carissa Dinar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.907 KB) | DOI: 10.54367/alur.v4i1.1078

Abstract

Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata Kota Batam yang masih terfokus pada wisata pantai, pengembangan Waduk Sei Ladi dapat memberikan alternatif destinasi wisata alam yang menarik. Sebagai sarana penyediaan sumber daya air, keberadaan Waduk Sei Ladi cukup signifikan. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di kawasan tersebut harus berasaskan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (ekowisata). Hal yang sama pentingnya, yakni keterlibatan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pengelolaannya sehingga pengembangan yang berkelanjutan dapat terwujud, serta dapat menjadi bagian dari implementasi pengembangan kawasan ekowisata berbasis edukasi, di mana masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dalam prosesnya. Penelitian ini menemukan bahwa kawasan Waduk Sei Ladi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis edukasi. Hal ini didukung dengan adanya daya tarik kawasan yang beragam, persepsi masyarakat yang positif terhadap pengembangan di kawasan tersebut, dan kebijakan pemerintah setempat yang juga mendukung pengembangan kawasan Waduk Sei Ladi sebagai objek wisata berwawasan lingkungan.
RETRACTED Emerging Trends and Research Hotspots in Digital Public Spaces: A Bibliometric Analysis Using VOSviewer Aguspriyanti, Carissa Dinar
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 10 No. 1 (2025): August 2025 ~ October 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article has been retracted following the author's request, which was submitted shortly after the original publication but experienced significant processing delays due to internal editorial communication challenges. The author identified post-publication concerns requiring substantial revisions that would fundamentally alter the core findings, and given the extended timeline between the initial retraction request and editorial response, full retraction was determined to be the most appropriate resolution. The editorial board's investigation confirmed no evidence of research misconduct, data fabrication, plagiarism, or ethical violations, and we have since implemented improved protocols to ensure timely processing of author requests. This retraction reflects both the author's commitment to research integrity and our commitment to transparent editorial practices. The dataset selection criteria and temporal parameters require substantial revision that would fundamentally alter the core findings. The editorial board conducted a thorough review and found no evidence of research misconduct, data fabrication, plagiarism, or ethical violations. This is a voluntary, author-initiated retraction based on post-publication methodological assessment.The editorial board acknowledges a delay in processing this request due to internal communication challenges. The author submitted the retraction request promptly after publication, demonstrating immediate awareness and commitment to research integrity. We have implemented improved protocols to ensure timely responses to such requests.This retraction reflects the self-correcting nature of scholarly research and the shared commitment to maintaining only methodologically sound research in the permanent record.