Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EDUKASI PENERAPAN KOMPRES RAJA (REBUSAN AIR JAHE) SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TM III DI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH Rahmi, Fani Syinthia; Devita, Hendri; Sari, Nirmala; Faisal, Afrah Diba
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30720

Abstract

Nyeri punggung merupakan permasalahan kesehatan dan kenyamanan ibu hamil TM III, ditemukan 7 dari 10 ibu hamil mengalami nyeri punggung di tahun 2024. Nyeri punggung disebabkan oleh tekanan pada punggung ibu karena perubahan fisiologis dimasa kehamilan juga dipengaruhi oleh perubahan hormon relaksin yang berfungsi dalam peregangan ligamen dan sendi ibu dibagian panggul dan menyebabkan rasa nyeri pada punggung bagian bawah. Pemberian terapi non farmakologi menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang dirasakan ibu selama hamil seperti pemberian kompres hangat dengan rebusan air jahe. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi nyeri punggung ibu hamil TM III dan pemanfaatan jahe sebagai bahan yang mudah ditemukan untuk mengatasi nyeri punggung. Ibu hamil yang menjadi peserta edukasi ini berjumlah 15 orang dan peserta memahami tentang cara pengolahan, jumlah air dan jahe yang digunakan serta peralatan yang dipakai untuk kompres punggung ibu. Pentingnya kegiatan ini dilakukan agar ibu hamil dapat menjalankan proses kehamilan yang nyaman serta mempersiapkan mental yang stabil untuk menghadapi persalinan. Diharapkan bidan dapat melakukan edukasi ini secara berkala dan berkelanjutan terkait pemanfaatan bahan sekitar untuk mengatasi ketidaknyamanan fisik ibu hamil TM III. Kata Kunci: Nyeri Punggung, Jahe, kompres hangat
OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI PROGRAM TANGGAP BENCANA HIDROMETEOROLOGI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI KABUPATEN AGAM Rinita Amelia; Ira Suryanis; Dessy Abdullah; Yudha Endra Pratama; Harnavi Harun; Sari Setiarini; Afrah Diba Faisal
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1807

Abstract

Hydrometeorological disasters such as flash floods significantly impact access to and quality of health services, particularly for vulnerable groups such as pregnant women, postpartum mothers, breastfeeding mothers, infants and toddlers. Agam Regency, West Sumatra, is one of the areas affected by flash floods, with the risk of disruption to maternal and child health services. This Community Service (PKM) activity aims to optimize maternal and child health services through a hydrometeorological disaster response program for communities affected by flash floods in Agam Regency. The activity uses a descriptive-participatory approach, implemented through preparation, implementation, monitoring, and evaluation. The activities include comprehensive midwifery services, health services, maternal and child health education, and basic psychosocial support. The results of the activity indicate that the PKM program can improve access to maternal and child health services and achieve a high level of participant satisfaction. This activity is considered beneficial and appropriate to the needs of disaster-affected communities. This program is expected to become a model of applicable and sustainable community service in supporting maternal and child health services in hydrometeorological disaster situations.
HEPSIDIN SEBAGAI BIOMARKER ANEMIA PADA IBU HAMIL Pasalina, Putri Engla; Faisal, Afrah Diba
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.641

Abstract

Latar Belakang :World Health Organization (WHO) memperkirakan 20% populasi di dunia mengalami anemia pada tahun 2011 dan 38% diantaranya adalah wanita hamil. Hormon hepsidin merupakan parameter baru yang dapat mengidentifikasi anemia berdasarkan penyebabnya.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar hepsidin antara kelompok non anemia, kelompok anemia defisiensi besi dan kelompok anemia non defisiensi besi pada ibu hamil.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional comparative. Jumlah sampel sebanyak 36 orang yang terdiri dari kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Pemeriksaan kadar Hemoglobin dilakukan dengan alat hematologi analyzer, sedangkan kadar hepsidin dan feritin diukur dengan metode ELISA. Uji bivariat menggunakan uji Kruskal Wallis.Hasil :Hasil penelitian menemukan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia defisiensi besi (37,67 ± 3,91 ng/ml)  lebih rendah dibandingkan kelompok non anemia (51,89 ± 28,83 ng/ml) dan hampir sama dengan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia non defisiensi besi (37,51 ± 7,90 ng/ml). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar hepsidin di antara ketiga kelompok tersebut. (p=0,25).Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang bermakana pada kadar hepsidin di antara kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Sebaiknya dilakukan pengembangan penelitian mengenai hubungan hepsidin dengan anemia dengan pemeriksaan yang lebih komplit serta menggunakan media urin.
Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Ikua Koto Tahun 2023 Afrah Diba Faisal; Epi Satria; Novi Maya Sari
KOLONI Vol. 2 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i2.490

Abstract

In Indonesia, the prevalence of anemia in pregnancy is still high, which is around 89.6% of the total number of pregnancies of 1.5 million pregnant women. This can be one of the causes of the high maternal mortality rate (MMR) in Indonesia. Characteristics of mothers with anemia incidence in pregnant women in the Ikua Koto health center area in the city of Padang in 2023. The type of research is analytic which was carried out at the Ikua Koto Health Center in Padang City from April 1 to 30 2023 with a total of 70 respondents. Sampling was carried out by accidental sampling technique using a questionnaire as a research instrument, the data was processed univariately and bivariately with the Chi squere test. From the results of the study, it was found that there was no significant relationship between education level and the incidence of anemia in pregnant women. (p-value 0.0.33), there is no significant relationship between maternal employment status and the incidence of anemia in pregnant women (p-value 0.183), there is no significant relationship between maternal parity and the incidence of anemia in pregnant women. (p-value 0.329), there is no significant relationship between the level of knowledge of the mother and the incidence of anemia in pregnant women (p-value 0.386). It is hoped that health workers, especially health workers, in carrying out health promotion for pregnant women will place more emphasis on the changes that occur in pregnant women, especially the promotion of anemia in pregnant women. Keywords: characteristics, anemia, pregnant women
Edukasi Gizi Seimbang pada Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Novi Maya Sari; Sandra Ilona; Afrah Diba Faisal; Rahmi Melfa Widodo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v3i2.410

Abstract

This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and awareness of balanced nutrition as an effort to prevent stunting from an early age. The program targeted 100 female students at SMA Negeri 13 Padang, who were selected due to their higher risk of anemia and their important role in preventing stunting in future generations. The implementation method consisted of four stages: program socialization, a pre-test to assess participants’ initial knowledge, interactive health education using presentations and leaflets on balanced nutrition, clean and healthy living behaviors, and the distribution of iron supplementation tablets, followed by a post-test evaluation. The results showed an increase in participants’ knowledge regarding stunting prevention and balanced nutrition. Most participants demonstrated a good level of knowledge (87%) and a positive attitude toward stunting prevention (68%). However, behavioral changes were not yet fully optimal, with the majority of participants still categorized at a moderate level. In conclusion, balanced nutrition education was effective in improving adolescents’ knowledge and attitudes toward stunting prevention. Therefore, continuous implementation through school support and adolescent health programs is necessary to achieve sustainable behavioral change.
Edukasi Kesehatan tentang Status Gizi Anak Balita dalam Menurunkan Angka Kejadian Stunting di Puskesmas Alai Padang Epi Satria; Afrah Diba Faisal; Novi Maya Sari
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.42

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita (bagi bayi dibawah umur lima tahun) yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir namun kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Stunting yang dialami anak dapat disebabkan oleh tidak efektifnya periode 1000 hari pertama kehidupan. Periode ini merupakan penentu pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas seseorang di masa depan (Subratha, 2020), kegiatan ini dilakukan di puskesmas alai,tujuan kegiatan ini dilakukan untuk membantu mengurangi stunting khususnya tentang status gizi pada anak balita.Menggunakan metode sosialisasi, edukasi dan pendampingan serta evaluasi.dari hasil kegiatan masyarakat antusias untuk memperbaiki status gizi anak mereka.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam penanganan choking pada anak melalui pelatihan pertolongan pertama tersedak Nirmala Sari; Hendri Devita; Aric Frendi Andriyan; Putri Engla Pasalina; Afrah Diba Faisal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38220

Abstract

Abstrak Choking (tersedak) merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada bayi dan anak akibat masuknya makanan atau benda asing ke saluran napas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Berdasarkan analisis situasi mitra, sebagian besar orang tua belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengenali tanda-tanda tersedak serta melakukan pertolongan pertama. Kondisi tersebut meningkatkan risiko keterlambatan penanganan saat terjadi kasus choking pada anak di lingkungan keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan orang tua dalam menangani kasus tersedak (choking) pada anak melalui penyuluhan dan pelatihan pertolongan pertama. Orang tua diharapkan mampu mengenali tanda choking serta melakukan tindakan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman untuk mencegah komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 di Kelurahan Aie Pacah, Kota Padang, Sumatera Barat, dengan melibatkan 20 orang tua (ibu) sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, simulasi, dan diskusi interaktif mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami choking. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pelatihan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan simulasi penanganan choking, sesi tanya jawab, serta post-test. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan orang tua setelah mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi penanganan choking. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 4,00 pada saat pre-test menjadi 7,95 pada saat post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan simulasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami tersedak. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan orang tua dalam menghadapi kejadian tersedak pada anak. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas kepada guru PAUD/TK serta pengasuh anak sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kata kunci: pengetahuan; pertolongan pertama; tersedak; anak. Abstract Choking is a common emergency in infants and children caused by food or foreign objects entering the respiratory tract. This condition can cause respiratory distress and even death if not treated promptly and appropriately. Based on a partner situation analysis, most parents lack the knowledge and skills to recognize the signs of choking and administer first aid. This situation increases the risk of delayed treatment when choking occurs in children within the family environment. The purpose of this community service activity is to improve parents' knowledge, skills, and preparedness in handling choking in children through first aid counseling and training. Parents are expected to be able to recognize the signs of choking and administer first aid quickly, accurately, and safely to prevent complications. The community service activity was held on October 4, 2025, in Aie Pacah Village, Padang City, West Sumatra, involving 20 parents (mothers) as participants. The methods used included education, demonstrations, simulations, and interactive discussions regarding first aid for children experiencing choking. The activity evaluation was conducted through questionnaires before (pre-test) and after (post-test) the training to measure changes in participants' knowledge levels. The activity stages included a pre-test, material delivery, demonstration and simulation of choking management, a question and answer session, and a post-test. Based on the evaluation results, there was an increase in parents' knowledge levels after participating in the education and simulation activities for choking management. The average knowledge score of participants increased from 4.00 in the pre-test to 7.95 in the post-test. This increase indicates that the education and simulation activities provided were effective in improving parents' understanding of first aid for children who experience choking. This activity has the potential to increase parents' preparedness in dealing with choking incidents in children. Therefore, similar programs need to be implemented continuously and expanded to early childhood education (PAUD/TK) teachers and childcare providers as an effort to strengthen community capacity in handling emergencies in children. Keywords: knowledge; first aid; choking; child.