Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok, Jawa Barat 16424, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Estimasi nilai ragam genetik dan heritabilitas tomat tipe determinate pada dua lingkungan tanam di dataran rendah Farhah, Najmi; Daryanto, Ady; Istiqlal, Muhammad Ridha Alfarabi; Pribadi, Edi Minaji; Widiyanto, Sigit
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/16276

Abstract

Pertumbuhan tomat pada lingkungan berbeda memberikan perbedaan hasil karena adanya interaksi genetik x lingkungan yang mempengaruhi ekspresi suatu gen pada kondisi lingkungan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai ragam genetik serta nilai heritabilitas arti luas pada genotip tomat tipe determinate di dua lingkungan tanam. Penelitian dilakukan dari Maret hingga Juli 2021 dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) di dua lingkungan tanam (Depok dan Jakarta). Perlakuan terdiri dari 3 genotip tomat generasi F6 dan 2 varietas komersil diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan tanam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan genotip tomat yang digunakan. Nilai ragam genetik pada setiap karakter tergolong dalam kriteria sempit, kecuali pada karakter tebal daging buah dan luas daun. Nilai heritabilitas arti luas terhadap karakter yang diamati menunjukkan kriteria tinggi, kecuali pada karakter diameter buah (kriteria sedang) dan karakter tinggi tanaman (kriteria rendah). Genotip RwTa-4-10U-6U-4U-2U memberikan penampilan terbaik pada kedua lokasi tanam, dengan tinggi tanaman lebih rendah (91,09 cm), diameter batang lebih kekar (9,69 mm), buah lebih panjang (5,64 cm), diameter buah lebih besar (4,25 cm), total padatan terlarut lebih tinggi (5,22ºBrix), bobot per buah lebih besar (48,43 g), serta umur berbunga lebih genjah (25 HST) dibandingkan varietas Tantyna dan varietas Tora.ABSTRACTTomatoes growth in different environments give different results due to genetic x environment interaction that affect the expression of genes in a certain environmental condition. This study aimed to estimate the genetic variance and the broad sense heritability of determinate tomato genotypes in two growing environments. The study was conducted from March to July 2021, using a Randomized Complete Block Design (RCBD) in two planting environments (Depok and Jakarta). The treatments consisted of 3 genotypes of tomato generation F6 and 2 commercial varieties with 3 replications. The results showed that the environment affected the growth and development of the tomato genotypes used. The genetic variance was classified into narrow criteria except for flesh thickness and leaves area. The heritability value showed high value except for fruit diameter (medium) and plant height (low). The genotype RwTa-4-10U-6U-4U-2U gave the best performance at both planting locations, with lower plant height (91.09 cm), more harder stem diameter (9.69 mm), longer fruit (5.64 cm), larger fruit diameter (4.25 cm), higher total dissolved solids (5.22ºBrix), greater weight per fruit (48.43 g), and early flowering (25 DAP) compared to the Tantyna and Tora varieties.
Potensi Hasil dan Penampilan Hortikultura Tomat Generasi F6 di Dataran Rendah Saputry, Dinda Helma; Daryanto, Ady; Istiqlal, Muhammad Ridha Alfarabi; Widiyanto, Sigit
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.14-22

Abstract

Perakitan varietas tomat khusus wilayah urban perlu dilakukan untuk mempercepat ketersediaan tomat secara mandiri di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil, penampilan karakter hortikultura, serta menduga nilai heritabilitas arti luas genotipe tomat generasi F6 di dataran rendah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2021 di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Gunadarma wilayah Jakarta Timur, dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor, yaitu genotipe tomat yang diulang tiga kali. Taraf perlakuan terdiri atas 4 genotipe tomat generasi F6 dan 2 varietas komersil (Tantyna F1 dan Tora IPB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penampilan hortikultura antara genotipe tomat generasi F6 dengan varietas komersial yang diamati. Segregasi masih terjadi pada karakter kualitatif yaitu, pewarnaan antosianin pada hipokotil, warna bahu buah hijau sebelum matang dan bentuk ujung pada genotipe tomat F6. Terdapat genotipe tomat F6 yang memiliki karakter komponen hasil dan karakter hasil yang lebih baik dibanding varietas komersial seperti umur berbunga, umur panen, bobot per buah, panjang buah, kekerasan buah, total padatanterlarut, jumlah buah layak panen, dan bobot buah layak panen. Seluruh karakter kuantitatif memiliki nilai heritabilitas arti luas kriteria tinggi kecuali umur panen dan jumlah rongga buah dengan kriteria rendah. Karakter dengan nilai heritabilitas tinggi dapat dijadikan karakter seleksi generasi berikutnya. Kata kunci: daya hasil, heritabilitas, ragam genetik, Solanum lycopersicum.
Analisis Dialel untuk Pendugaan Parameter Genetik Komponen Hasil pada Cabai (Capsicum annuum L.) menggunakan Metode Hayman Istiqlal, Muhammadl Ridha Alfarabi; Syukur, Muhamad; Wahyu, Yudiwanti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 42 No. 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.402 KB) | DOI: 10.24831/jai.v42i2.8429

Abstract

ABSTRACTThe diallel cross analysis method was developed to obtain genetic information involved in a population formed closely to Hardy-Wienberg equilibrium. The objective of this research was to study the genetic parameters on yield component of crossing on big and curly species of red pepper using Hayman approach for dialel cross-analysis method. This approach used 6 parental genotypes and 30 full-diallel cross combinations F1 hybrids. Appearance of the character was controlled by one up to two groups of positive additive genes. Each character observed has a partial dominance. Dominant genes were found much more in the parental characters of weight per plant (IPBC120), flesh thickness of fruit (IPBC2), fruit diameter (IPBC159), and fruit length (IPBC2). The broad sense heritability values on each character was high. Whereas, narrow sense heritability value for some characters were also high, except for character of weight per plant which were moderate.Keywords: additive effects, dominant effects, gene, heritability
Penampilan Karakter Hortikultura Beberapa Varietas Tomat Hibrida di Rumah Kaca Dataran Rendah Daryanto, Ady; Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal; Ummu Kalsum; Ratih Kurniasih
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.445 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30502

Abstract

Kegiatan urban farming diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan, nutrisi serta vitamin bagi keluarga di wilayah urban. Informasi karakteristik varietas tomat untuk penanaman urban farming di dalam greenhouse masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik hortikultura beberapa varietas tomat hibrida yang ditanam di dalam greenhouse dataran rendah. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) terhadap 5 varietas tomat hibrida dengan 3 ulangan. Percobaan dilakukan di greenhouse percobaan Universitas Gunadarma di Wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada bulan Oktober 2018 hingga Januari 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima varietas yang diuji memiliki perbedaan pada semua karakter kuantitatif. Varietas Tymoti dan Tantyna menunjukkan penampilan yang baik di wilayah dataran rendah serta memiliki ukuran buah yang sesuai untuk tomat sayur. Varietas Agatha dan Ultima mengalami penurunan ukuran buah hingga 40% di greenhouse dataran rendah. Varietas Rewako tidak sesuai untuk penanaman di wilayah dataran rendah karena gugur bunga yang sangat tinggi dan pembentukan buah yang sangat rendah. Karakter kualitatif yang mencirikan masing-masing varietas adalah tipe tumbuh, warna pundak buah muda, bentuk buah, dan bentuk ujung buah. Kata kunci: determinate, indeterminate, Solanum lycopersicum, urban farming
Evaluation of qualitative and quantitative traits of ten lowland chili genotypes Wahyudi, Anung; Muhamad Syukur; Ria Putri; Akbar Hidayatullah Zaini; Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v51i3.48295

Abstract

One of the important stages in chili breeding is the multi-location test. The lowlands became one agroecology in the chili multi-location test because most farmers, especially in Sumatra, plant chilies on the lowlands after the rice planting season. The purpose of this study was to understand the qualitative and quantitative characteristics of chili genotypes in a lowland area. The experiment was arranged in a single-factor randomized complete block design (RCBD) with three replications. The chili genotypes evaluated were four test lines and six check varieties. The quantitative data were statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by evaluation of genotype means using the least significant difference (LSD) tests by SPSS Statistics software. The results showed that the check variety having the lowest productivity was CH3 (1.19 tons ha-1) and the highest was Elegant (4.55 tons ha-1). The productivity of four genotypes from IPB were significantly different from the CH3 and Imperial 10 varieties, but not significantly different from Baja (2.96 tons ha-1), Balebat (3.87 tons ha-1), Elegant (4.55 tons ha-1) and Gada (3.04 tons ha-1) varieties. This research shows that the four genotypes from IPB have the potential to become new superior varieties. Keywords: Lampung; multi-location; plant breeding; varieties
Pengaruh metode dan waktu pinching terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman marigold (Tagetes erecta L.) Khoerun Nisa Zakiyatul Amaliyah; Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal; Inti Mulyo Arti
JURNAL AGRONIDA Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v11i2.21433

Abstract

Pinching is a cultivation technique intended to reduce apical dominance to stimulate lateral shoot growth and redirect plant energy toward flower formation. Apical dominance occurs when the apical bud grows more actively than lateral buds due to the influence of the auxin hormones. Previous studies mostly focused on the pinching methods at a single timing, so research on combinations of pinching methods and timing in marigold plants remains limited. This study aimed to analyze the effects of pinching methods and timing on the growth and yield of marigold (Tagetes erecta L.) plants. The research was conducted from January to May 2025 at UG Carte Field, Universitas Gunadarma Technopark (UGT), using a one-factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with 10 treatments and 3 replications, resulting in 30 experimental units with 4 sample plants each. Treatments included: no pinching (P0), single pinching at 14 DAP (P1), single pinching at 21 DAP (P2), single pinching at 28 DAP (P3), 1⅟2 pinching at 14 DAP (P4), 1⅟2 pinching at 21 DAP (P5), 1⅟2 pinching at 28 DAP (P6), double pinching at 14 DAP (P7), double pinching at 21 DAP (P8), and double pinching at 28 DAP (P9). Observed variables included growth and yield parameters. The double pinching treatment at 28 DAT (P9) produced the highest number of secondary branches (47.33 branches) and number of leaves (328.83 leaves). Meanwhile, the single pinching treatment at 28 DAT (P3) resulted in the highest flower diameter (90.45 mm) and fresh weight per flower (30.07 g).