Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa SD Negeri 1 Tataaran: The Relationship Between Knowledge and Attitudes with Handwashing with Soap in Students of SD Negeri 1 Tataaran Elis Noviyanti Br Sitepu; Munthe, Deviana Pratiwi; Manoppo, Jonesius Eden; Andi Pramesti Ningsih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8580

Abstract

Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu bagian penting dari perilaku hidup bersih dan sehat yang berperan besar dalam mencegah penularan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan infeksi cacing. Meskipun manfaat cuci tangan pakai sabun telah banyak diketahui, praktiknya di kalangan siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun pada siswa SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji korelasi pearson. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas IV dan V yang berjumlah 46 orang, menggunakan teknik total sampling. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pengetahuan kategori remembering/C1 (p=0,003, r=0,428) serta pengetahuan kategori comprehension/C2 (p =0,000, r=0,535). Selanjutnya, terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pada sikap kategori modeling (p=0,001, r=0,486) serta sikap kategori reinforcement (p = 0,005, r=0,410). Diharapkan pihak sekolah mendukung program perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar melalui kebijakan berkelanjutan, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta monitoring dan evaluasi rutin.
KONSEKUENSI KESEHATAN PADA PERNIKAHAN USIA 12-18 TAHUN DI DESA MATANI SATU KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2022 Nancy Bawiling, Jonesius E. Manopo, Safira Milenia Senduk,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.89

Abstract

Kasus pernikahan usia dini bukan hal yang baru di Indonesia. Pernikahan usia dini merupakan permasalahan sosial yang terjadi pada remaja. Secara umum kasus pernikahan dini banyak terjadi di daerah pedesaan dari pada perkotaan, dan sering terjadi pada keluarga miskin, berpendidikan rendah. United Nations Childern’s Fund (UNICEF) berpendapat pernikahan dini adalah pernikahan yang dilaksanakan secara resmi atau tidak resmi yang di lakukan sebelum usia 18 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif Instrument utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis induktif. Analisis data induktif merupakan analisis data yang prosesnya berlangsung dari fakta-fakta ke teori. pernikahan dini dapat menimbulkan konsekuensi kurangnya perawatan selama hamil sehingga sang ibu tidak memantau kondisi medis bayi serta pertumbuhannya, mengalami perdarahan, persalinan yang lama dan sulit. anemia kehamilan adanya tindakan KDRT kesehatan mental ibu terganggu kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. cacat bawaan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kesehatan, Remaja ABSTRACT Cases of early marriage are not new in Indonesia. Early marriage is a social problem that occurs among teenagers. In general, cases of early marriage occur more often in rural areas than urban areas, and often occur in poor, low-educated families. The United Nations Children's Fund (UNICEF) believes that early marriage is a marriage that is carried out officially or unofficially before the age of 18. This research is qualitative research. The main instrument used in this research is the researcher himself. The data analysis technique used in this research is inductive analysis. Inductive data analysis is data analysis where the process proceeds from facts to theory. Early marriage can result in a lack of care during pregnancy so that the mother does not monitor the baby's medical condition and growth, experiences bleeding, long and difficult labor. pregnancy anemia, if there is domestic violence, the mother's mental health is disturbed, the possibility of being born before the gestational age is reached. congenital defects. Keywords: Early Marriage, Health, TeenagersDownload Full File Disini
HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER INFORMASI DENGAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 TOMPASO Angely Belahdita Dayoh; Nancy Sylvia Bawiling; Jonesius Eden Manoppo
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i3.163

Abstract

Sources of information are media that play an important role for a person in determining attitudes and decisions to act. Sources of information can be obtained freely starting from peers, books, films, videos, and even easily opening sites via the internet. Reproductive health is a complete physical, mental and social condition, not only free from disease, disability in all aspects related to the reproductive system, its functions and processes. Many teenagers do not have sufficient information about health and also have wrong perceptions about reproductive health. Due to this lack of adequate understanding, many teenagers are not aware that they are carrying out activities that are risky for their reproductive health. This research aims to determine the relationship between the use of information sources and adolescents' attitudes about reproductive health at SMA Negeri 1 Tompaso. The research was conducted using quantitative methods with a cross-sectional approach and involved 76 respondents using the Proportionate Stratified Random Sampling technique and the data was analyzed using the chi-square test. The results of the research showed that some respondents, namely 46 respondents (60.5%), were in the category of lacking in the use of information sources and regarding the attitude of teenagers, 41 respondents (53.9%) were in the category of lacking. The results of the chi-square test show that there is a significant relationship between the use of information sources and attitudes (p-value 0.000 < 0.05). The conclusion from this research is that there is a relationship between the use of information sources and adolescents' attitudes about reproductive health.
Gambaran Hasil Screening Diabetes Melitus pada Keluarga Anggota Prolanis Maleosan Anggie Margaretha Kubalang; Vera D. Tombokan; Jonesius Eden Manoppo
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i4.878

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) remains a major global health issue with increasing prevalence, including in Indonesia. Early detection through family-based screening plays an important role in preventing complications and improving quality of life. The Prolanis program aims to control chronic diseases such as DM through community-based preventive efforts. Objective: This study aimed to describe the results of DM screening among families of Prolanis Maleosan members. Methods: A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was used. The study involved 125 respondents, with data collected using questionnaires on demographic characteristics, health history, and DM screening results. Data were analyzed univariately and presented in frequency and percentage. Results: Most respondents were 15–45 years old (71.2%), female (68.0%), and had senior high school education (84.0%). A total of 90.4% were diagnosed with DM, while 96.0% had low-risk health conditions. The most common comorbidity was hypertension (10.4%), followed by coronary heart disease (4.0%). Conclusion: DM prevalence among Prolanis Maleosan families is high, yet most maintain stable health. Strengthening regular screening, family health education, and community-based preventive actions is recommended.
Hubungan Pola Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Remaja di Desa Maulit, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara Saroinsong, Livi Adistia; Manoppo, Jonesius Eden; Lomboan, Ellen Bernadet
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/7r391v78

Abstract

Saat ini, media sosial menjadi gaya hidup untuk mengikuti tren. Namun, media sosial juga memiliki kekurangan bagi penggunanya. Remaja saat ini sering bermain dengan perangkat elektronik. Remaja di Desa Maulit khususnya saat ini sangat bergantung pada media sosial, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesehatan mental remaja dan pola penggunaan media sosial di Desa Maulit, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Sebanyak 106 remaja di Desa Maulit, usia 12 hingga 19 tahun, menjadi sampel penelitian, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden (73,6%) menggunakan media sosial secara ekstensif, dan 74,5% mengalami gangguan kesehatan mental yang sangat serius. Dengan nilai p sebesar 0,000, uji chi-square menunjukkan adanya korelasi yang cukup besar antara kesehatan mental remaja dengan kebiasaan penggunaan media sosial. Sebagai kesimpulan, remaja di Desa Maulit yang menggunakan media sosial secara ekstensif mengalami kesehatan mental yang buruk.
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA MINUMAN KERAS PADA PEMUDA DESA TOUNELET KECAMATAN KAKAS Mantiri, Febry Lincianna; Manoppo, Jonesius E.; Pongoh, Lucyana.
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa para Pemuda Desa Tounelet berjumlah 117 orang mengonsumsi Minuman Keras. Mereka biasa membeli minuman keras ketika ada acara suka maupun duka dikampung. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 210 pemuda di Desa Tounelet Kecamatan Kakas, sedangkan 138 orang ditetapkan sebagai sampel menggunakan rumus Slovin. Tujuan penelitian adalah untuk menilai pengetahuan dan sikap pemuda terhadap bahaya minuman keras. Hasil menunjukkan bahwa perempuan muda berusia 17–23 tahun, berpendidikan tinggi, serta masih menempuh pendidikan memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan dengan laki-laki berusia 24–30 tahun, berpendidikan SMA, dan tidak memiliki pekerjaan, yang cenderung berpengetahuan kurang baik. Selanjutnya sikap sedang tentang bahaya minuman keras lebih banyak dimiliki oleh pemuda dengan pendidikan perguruan tinggi, berusia 17-23 tahun, berjenis kelamin perempuan, serta yang berstatus sebagai mahasiswa/pelajar, sedangkan sikap buruk lebih banyak ditemukan pada pemuda dengan pendidikan SMA, berusia 24-30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, serta bekerja sebagai buruh maupun tidak bekerja
ANALISIS ANGKA KEJADIAN STUNTING SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN GERAKAN INTERVENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUTUYAN Mokoagow, Vannila; Manoppo, Jonesius E.; Telew, Agusteivie A.J
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Stunting di wilayah kerja Puskesmas Tutuyan merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, sehingga memerlukan perhatian khusus melalui upaya intervensi gizi yang terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian stunting sebelum dan sesudah penerapan gerakan intervensi di wilayah kerja Puskesmas Tutuyan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental tipe one group pre-post study. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 0–59 bulan yang lahir sebelum program intervensi (Juni 2024), dengan jumlah sampel 90 balita yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data diperoleh melalui data sekunder dari rekam medis Puskesmas Tutuyan. Analisis dilakukan menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,01. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan angka kejadian stunting dari 34 balita (37.7%) sebelum intervensi menjadi 24 balita (26,7%) sesudah intervensi. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,01) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara angka kejadian stunting sebelum dan sesudah intervensi. Maka dapat disimpulkan bahwa gerakan intervensi berpengaruh signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Tutuyan.