Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERIKSAAN PERTUMBUHAN BALITA DAN PEMBERIAN PROBIOTIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Wijiastutik, Vivin; Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia
JURNAL PARADIGMA (PEMBERDAYAAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol 6 No 2 (2024): JURNAL PARADIGMA VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2024
Publisher : STIKES NGUDIA HUSADA MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/pgm.v6i2.2217

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak balita yang tidak normal seperti tinggi badan atau hasil ukur panjang badan pertumbuhan anak seusianya. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh beberapa factor diantaranya gizi buruk, gizi saat ibu hamil, kondisi ekonomi, asupan gizi yang tidak mencukupi, penyakit infeksi, pola asuh ibu dan pelayanan kesehatan lingkungan. Prevalensi anak balita stunting menurut world Health Organization (WHO) tahun 2020 di Indonesia termasuk tertinggi kedua di Asia Tenggara mencapai 31,8%. Prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur yaitu Kabupaten Bangkalan sebanyak 1.931 balita. Sistem imun pada balita masih tergolong relatif lemah sehingga lebih rentan terinfeksi bakteri, virus atau parasit yang pada akhirnya dapat memicu berbagai macam penyakit dan menghambat pertumbuhan balita. Perkembangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan terjadi secara bertahap dimulai pada saat dilahirkan, dipengaruhi lingkungan dan asupan makanan setelah bayi lahir hingga dewasa. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan perbaikan gizi, terutama asupan zat gizi mikro. Stunting dalam jangka panjang kemungkinan kecil bisa diperbaiki dengan asupan gizi. Asupan gizi yang digunakan dalam Pengabdian masyarakat ini yaitu suplemen probiotik. Probiotik dapat memperbaiki fungsi usus halus dan mempengaruhi hormone nafsu makan seperti ghrelin dan GLP-1. Berdasarkan uraian diatas, tim mengupayakan pencegahan stunting dengan mengontrol pertumbuhan balita dan pemberian probiotik pada anak.
Identifikasi Taenia Saginata pada infeksi sapi madura dengan metode pengapungan NaCI Dusun Pajaten Keleyan Socah pencegahan zoonosis Anggraini, Dwi Aprilia; Fahmi, Norma Farizah; Mawli, Rizka Efi; Widyananda, Cepryana Sathalica; Hakiki, Moh. Saiful
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.743

Abstract

Latar Belakang: Taenia saginata merupakan zoonosis yang ditemukan di seluruh dunia, terutama di negara negara berkembang. Taenia saginata dapat menyebabkan taeniasis pada manusia.  Penetasan, perkembangan dan kelangsungan hidup telur cacing pita (Taenia saginata) sangat bergantung pada suhu dan kelembaban. Proses yang cepat akan terjadi jika lingkungan hangat dan melambat selama lingkungan dalam keadaan dingin. Salah satu upaya untuk mengetahui adanya cacing pita pada ternak adalah dengan cara melakukan uji feses sapi. Penelitian dilakukan di Dusun Pejaten Keleyan Socah. Metode: Penelitian dilakukan secara mikroskopik terhadap 20 sampel dengan teknik simple random sampling. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 20 sampel yang diperiksa sebanyak 30% (empat sampel) positif mengandung telur Taenia saginata. Ternak Sapi di Dusun Pejaten Keleyan Socah dilakukan secara tradisional. Namun, para peternak kurang memperhatikan kesehatan Sapi dan sanitasi lingkungan dimana kandang Sapi didekat pemukiman penduduk sehingga potensi zoonosis kecacingan sangat besar terjadi.  Saran: Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan untuk mencegah dan memberantas infeksi zonoosis kecacingan yang akan terjadi.
Isolasi Candida albicans pada Urine Ibu Hamil dengan Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) Masa Pandemi Covid-19 Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.788

Abstract

Latar Belakang: Ibu yang berada dalam kondisi hamil rentan pada gangguan keputihan yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans yaitu  jamur polimorfik yang bisa bertumbuh dengan baik di tubuh manusia. Jamur ini menyebar banyak sebagai mikroorganisme pada organ kandidiasis, traktus intertinal kulit dan traktus gonore urineria. Keseimbangan dari flora normal bergantung pada faktor-faktor predisposisi yang bisa menambah jumlah populasi dan bisa mengakiabtkan penyakit yang di sebut kandidiasis. Kandidiasis merupakan penyakit infeksi primer atau skunder yang disebabkan oleh jamur genus Candida albicans.   Metode: Penelitian dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya jamur Candida albicans pada urine ibu hamil. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif untuk melihat keberadaan Candida Albicans di urine ibu hamil. Hasil: Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan adanya pseudohifa dan sel ragi Candida albicans setelah pewarnaan LPCB (Lactophenol Cotton Blue). Kandidiasis, yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, merupakan salah satu penyebab keputihan pada ibu hamil yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem vagina dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan seperti perasaan tidak nyaman, masalah reproduksi, hingga risiko komplikasi kehamilan. Kesimpulan: Kelompok ibu hamil rentan terinfeksi Covid-19, karena dalam kondisi hamil, tubuh berada pada kondisi imunosupresif, serta mengalami perubahan fisiologis kehamilan, yaitu meningkatnya diafragma, konsumsi oksigen, serta edema mukosa saluran pernafasan yang dapat membuat rentan terjadinya hipoksia.
Analisa perbedaan jumlah monosit dan limfosit pada pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT 2 bulan di Puskesmas Galis Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1119

Abstract

Latar Belakang: TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebelum pengobatan, penderita TB menunjukkan peningkatan jumlah monosit dan penurunan jumlah limfosit, yang menunjukkan reaksi imun dalam proses fagositosis. OAT adalah kelompok obat TB yang dapat membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah monosit dan limfosit pada pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT 2 bulan di Puskesmas Galis.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan desainnya menggunakan satu grup pretest-posttest, sampel yang digunakan yaitu 15 sampel kemudian data dianalisis dengan melakukan uji normalitas dan uji paired t – test.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa jumlah monosit dan limfosit pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT selama dua bulan di Puskesmas Galis berbeda secara signifikan. Nilai Asymp.Sig. (2-tailed) pemeriksaan monosit adalah 0,011 dan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) pemeriksaan limfosit adalah 0,000. Hasil uji statistik paired t - pemeriksaan monosit dan limfosit menunjukkan bahwa ada nilai p <0,05, sehingga H1 diterima.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan dianalisis menggunakan uji statistik terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara jumlah monosit dan limfosit pada pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT 2 bulan.
Kebijakan Pemotongan Sapi di RPH (Rumah Potong Hewan) Dalam Kaitannya dengan Prinsip Manajemen Halal dan HACPP (Hazard Analysis Critical Control Point) Mail, Dwi Aprilia Anggraini; Fahmi, Norma Farizah; Putri, Devi Anggraini; Hakiki, Moh. Saiful
Halal Research Vol 1 No 1 (2021): February
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.251 KB) | DOI: 10.12962/j22759970.v1i1.33

Abstract

Kebijakan merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan. Kebijakan pemerintah terkait pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) berkaitan dengan perlindungan konsumen, yaitu manajemen ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dan prinsip HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dengan identifikasi titik-titik kritis tahap penanganan dan proses produksi sudah dibentuk beberapa aturan kebijakan. Dalam prosesnya, masih ditemui beberapa kendala, seperti kebersihan kualitas daging, RPH yang kurang bersih, ataupun kontaminasi silang saat pemotongan daging sampai pengepakannya. Kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan edukasi dari tingkat RPH paling tradisional atau pada para peternak tentang pentingnya perlindungan konsumen. Contoh program kebijakan pemerintah yang dilaksanakan adalah Good Farming Practice untuk menghasilkan ternak potong yang sehat dan berkualitas. Namun, hal tersebut perlu diimbangi dengan pembentukan pengawas pangan (food inspector) dan riset untuk mendukung kebijakan tersebut agar berjalan baik. Tujuan dari jurnal review ini adalah untuk membantu pihak RPH mendapat pedoman yang sesuai kebijakan pemotongan sapi di RPH sebagai upaya perlindungan konsumen. Pencarian database yang digunakan termasuk Jurnal Veteriner, Jurnal Kesehatan Masyarakat, Jurnal Vektor Penyakit, Jurnal Studi Kasus, Jurnal, Medik Veteriner, Jurnal SainVet, Jurnal Ilmu Lingkungan, Jurnal Aplikasi Manajemen Bisnis, Jurnal Peternakan, Jurnal Teknik Industri dan Jurnal Pengkajian Teknologi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel, yaitu kebijakan kualitas daging, rumah potong hewan, pemotongan sapi, manajemen halal, HACCP, SNI, peternakan sapi, mikroorganisme, ISO, limbah RPH. Terdapat 30 artikel yang diperoleh dan 19 artikel dianalisis melalui analisis tujuan, kesesuaian topik, metode penelitian yang digunakan, ukuran sampel, etik penelitian, hasil dari setiap artikel, serta keterbatasan yang terjadi.
ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF Nicotiana tabacum LEAVES EXTRACTS AND THEIR ANTIOXIDANT ACTIVITIES Putri, Devi Anggraini; Fahmi, Norma Farizah; Mawli, Rizka Efi; Fatmawati, Sri
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 11, No 2 (2024): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v11i2.39227

Abstract

Nicotiana tabacum, recognized as tobacco, has been reported its secondary metabolites and biological activities in the past decade. Madura is one of the islands in Indonesia that produces N. tabacum rapidly. In Madura, N. tabacum is called as bhekoh. Previously, antioxidant activity of N. tabacum leaves extracts has been reported. However, the extracts showed very low antioxidant activity due to low of the stock concentration. Accordingly, this research was aimed at the antibacterial and antioxidant evaluation of N. tabacum leaves from Madura with improvement of the concentration. Furthermore, N. tabacum leaves were extracted by using different solvents including n-hexane, dichloromethane, ethyl acetate, acetone, and methanol. The extracts have been evaluated their antibacterial activities by using colorimetric resazurin microtiter assay (REMA) method. The extracts have been assayed their antibacterial activities against both gram-positive and negative bacteria. While, the antioxidant evaluation has been determined by using 2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl (DPPH) method. The result showed that the extracts have fine antibacterial and antioxidant activities. The methanol extract presented antioxidant activity with IC50 of 12.12 ppm compared to gallic acid as a standard. Furthermore, the acetone extract showed the highest antibacterial activity against Bacillus subtilis, Propionibacterium acnes, and Salmonella typhi with MIC of 0.31, 0.63, and 0.63 mg/mL, respectively, compared to ampicillin as a standard. In conclusion, the acetone and methanol extracts have the highest antibacterial and antioxidant activities. Therefore, our result suggested acetone and methanol extracts of N. tabacum leaves as antibacterial and antioxidant agents.
ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF Nicotiana tabacum LEAVES EXTRACTS AND THEIR ANTIOXIDANT ACTIVITIES Putri, Devi Anggraini; Fahmi, Norma Farizah; Mawli, Rizka Efi; Fatmawati, Sri
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2024): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v11i2.39227

Abstract

Nicotiana tabacum, recognized as tobacco, has been reported its secondary metabolites and biological activities in the past decade. Madura is one of the islands in Indonesia that produces N. tabacum rapidly. In Madura, N. tabacum is called as bhekoh. Previously, antioxidant activity of N. tabacum leaves extracts has been reported. However, the extracts showed very low antioxidant activity due to low of the stock concentration. Accordingly, this research was aimed at the antibacterial and antioxidant evaluation of N. tabacum leaves from Madura with improvement of the concentration. Furthermore, N. tabacum leaves were extracted by using different solvents including n-hexane, dichloromethane, ethyl acetate, acetone, and methanol. The extracts have been evaluated their antibacterial activities by using colorimetric resazurin microtiter assay (REMA) method. The extracts have been assayed their antibacterial activities against both gram-positive and negative bacteria. While, the antioxidant evaluation has been determined by using 2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl (DPPH) method. The result showed that the extracts have fine antibacterial and antioxidant activities. The methanol extract presented antioxidant activity with IC50 of 12.12 ppm compared to gallic acid as a standard. Furthermore, the acetone extract showed the highest antibacterial activity against Bacillus subtilis, Propionibacterium acnes, and Salmonella typhi with MIC of 0.31, 0.63, and 0.63 mg/mL, respectively, compared to ampicillin as a standard. In conclusion, the acetone and methanol extracts have the highest antibacterial and antioxidant activities. Therefore, our result suggested acetone and methanol extracts of N. tabacum leaves as antibacterial and antioxidant agents.
Perbandingan pemberian minuman isotonik pocari sweat dan isoplus terhadap kadar glukosa darah pada atlet futsal Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia; Sihah, Sihah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1472

Abstract

Latar Belakang: Glukosa merupakan salah satu bentuk hasil metabolisme  karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi utama yang dikontrol oleh insulin. Minuman dengan kandungan gula dapat memenuhi kebutuhan energi pada seorang atlet terutama minuman isotonik yang lebih mudah diserap. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kadar gula darah pada atlet futsal STIKes Ngudia Husada Madura setelah latihan dan setelah pemberian minuman pocari sweat dan isoplus.Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain Pra eksperimental. Sampel yang digunakan yaitu 20 atlet futsal STIKes Ngudia Husada Madura. Penelitian ini dilakukan dengan metode test darah Easy Touch GCU. Analisa data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji statistika Paired Sample T test dan Independent T test.Hasil: Hasil penelitian analisis data Uji Paired T test menunjukan hasil siginifikan  (p<0,05) yang berarti ada perbedaan kadar glukosa sebelum dan setelah pemberian pocari sweat dan isoplus. Selanjutnya hasil analisa uji Independent T test  menunjukan hasil sig. 0,153 (p>0,05) yang artinya tidak ada perbedaan antara minuman pocari dan isoplus.Kesimpulan: Kedua minuman tidak memiliki perbedaan yang signifikan dan sama-sama efektif meningkatkan kadar glukosa pada atlet futsal, oleh karena itu kedua minuman direkomendasikan untuk dapat memenuhi kebutuhan energi atlet.
The Effectiveness of Probiotic Supplementation in Treatment Stunting in Children Norma Farizah Fahmi; Dwi Aprilia Anggraini; Vivin Wijiastutik
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 3 (2025): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i3.664

Abstract

Background: Stunting is a growth disorder in toddlers that is not normal, such as height or body length measurement results for children of the same age. Malnutrition is an indicator of social and political instability because it represents many people with diverse problems related to poverty, food insecurity, and poor hygiene and health. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of giving probiotics to children who experience stunting. Methods: This study uses a quantitative quasi-experimental design research type, with the design used being Non-Equivalent Pretest-posttest with control group design. In this study, there were 2 groups, namely the Probiotic therapy group and the control group with a total sample of 20. Data analysis conducted was Paired T-test and Independent T-test. Results: The results of the analysis showed that there was no difference in weight, height, or head circumference between the intervention and control groups. Conclusion: This indicates that the administration of probiotics did not have a significant effect on children's anthropometric values.
Gambaran Pemeriksaan Jamur Candida Albicans dan Malazzia Furfur sebagai Mikrobioma pada Bayi Penyebab Ruam Popok (Diaper Rush) Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.2127

Abstract

Diaper dermatitis adalah iritasi pada barier kulit yang terjadi pada daerah yang tertutup popok, biasanya pada bagian bokong ditandai dengan kemerahan disertai gatal yang disebabkan oleh gesekan, feses, urin, pH, serta mikroorganisme seperti jamur Candida albicans. Secara luas dermatitis popok mengacu pada kelainan kulit yang terjadi di area popok. Penelitian ini dilakukan secara makrokopis dan mikroskopis menggunakan metode swab pada popok bekas bayi sebanyak 20 sampel dengan teknik sampel random dengan hasil positif 25% Candida albicans dan 5% Malassazia furfur. Hasil posiyif Malassezia furfur sangat mudah menginfeksi kulit karea kurangnya kesadaran akan kebersihan diri juga lingkungan disekitar. Gangguan dan ketidakseimbangan pada komposisi normal mikrobiom, atau disbiosis, dapat menyebabkan pergeseran mikrobiota komensal pada kulit menjadi komunitas mikrobiota yang berbahaya pada penyakit kulit noninfeksi seperti dermatitis atopik, psoriasis, dan akne.