Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Number sense profile of prospective elementary school teachers in blended Mathematics learning Novitasari, Welly; Herwin, Herwin; Supartinah, Supartinah; Wulandari, Putri; Budiharti, Budiharti
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v10i1.51394

Abstract

Number sense is a skill that contributes significantly to learning mathematics. However, number sense is often positioned as a fundamental skill whose development is more focused on children. The contribution of number sense in mathematics is even more apparent at higher levels of education. Ironically, number sense seems ignored and has become a rarely studied topic in higher education. Thus, the student's number sense ability profile seems buried with various problems. This study aims to reveal the profile of prospective elementary school teachers' number sense abilities and the factors causing their failure in solving math problems during the implementation of blended learning. This study uses a qualitative approach with 37 prospective elementary school teachers as research subjects. The observation of the test and lecture activities is the data collection method. The results showed that the prospective elementary school teachers' number sense ability was still relatively low. Based on the components, the order of number sense abilities is from the highest, namely: (1) knowledge and number facilities with the achievement of 14.41%; (2) knowledge and facilities for number operations with the achievement of 8.12%; and (3) knowledge and facilities of numbers and operations for computing settings with an achievement of 1.8%. The low number sense ability is caused by the habit of solving problems procedurally and the failure to solve problems due to misconceptions, not understanding concepts, inaccuracy, inability to understand questions, and difficulty representing fractions. Various factors causing the failure arose due to the limitations of implementing blended learning.
Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Model Pembelajaran Think Pairs Share (TPS) Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Tirtosari, Magelang Kurniawati, Wahyu; Rachmawati, Dinda Ayu; Budiharti, Budiharti; Anggraini, Deri
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 14 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v14i2.8063

Abstract

The purpose of this study was to improve science learning achievement using the Think Pairs Share (TPS) learning model for class IV at SD N Tirtosari. This study uses PTK method. Data collection techniques with interviews, observations, field notes, and tests. Sources of data are teachers and students as research subjects. The data analysis technique is descriptively taken from the average achievement score and the percentage of student completeness. Based on the research, it was concluded that the use of the TPS learning model could improve the learning achievement of fourth grade students at SD N Tirtosari. In the pre-action the average student achievement was 69.28 with a completeness percentage of 42.85%, in cycle I it increased from 5.86 to 75.14 with a completeness percentage of 57.14% because it was not in accordance with the percentage of success then proceed to cycle II . In cycle II there was an average increase of 11.71 so that the average student achievement was 86.85 with a completeness percentage of 100%. From this description it can be seen that there has been an increase from the pre-action stage, cycle I to cycle II.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas IV di SD Muhammadiyah Integratif Dukun Aida Fitri Riyani; Budiharti Budiharti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8067

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada tuntutan Pendidikan abad ke-21 yang menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai kompetensi esensial, khususnya dalam pembelajaran matematika yang berperan penting dalam melatih penalaran dan pemecahan masalah. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru dan kurang memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan model pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif, seperti pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), guna mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Muhammadiyah Integratif Dukun pada tahun ajaran 2024–2025. Penelitian ini penting dilakukan mengingat kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial abad ke-21, sementara praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru sehingga kurang mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Sebanyak 48 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen. Instrument penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika dalam bentuk soal uraian yang telah melalui uji validitas dan reabilitas. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji t sampel independen digunakan untuk menganalisis data menggunakan SPSS 27 pada tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai Sig. pretest sebesar 0,079 (>0,05) dan nilai Sig. posttest sebesar 0,007 (<0,05). Skor rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 80, yang lebih tinggi daripada skor kelompok kontrol yaitu 70. Oleh karena itu, teknik pembelajaran kooperatif NHT mendorong pertumbuhan kemampuan berpikir kritis matematika siswa.
Keefektifan Media Flash Card Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa pada Materi Penjumlahan Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Aprilia, Tria; Budiharti, Budiharti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran flash card terhadap kemampuan numerasi siswa kelas III Sekolah Dasar pada materi penjumlahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen berjumlah 23 siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan media flash card, sedangkan kelas kontrol berjumlah 21 siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi dalam bentuk pretest dan posttest untuk mengetahui kemampuan awal dan akhir siswa setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas relatif sebanding. Setelah diberikan perlakuan, terjadi peningkatan kemampuan numerasi pada kedua kelas, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kan kelas kontrol. Penggunaan media flash card membantu siswa memahami konsep penjumlahan secara lebih konkret melalui penyajian soal dan langkah penyelesaian yang sistematis. Selain itu, media ini mendorong keaktifan, ketelitian, serta pemahaman prosedural siswa dalam menyelesaikan soal. Dengan demikian, media flash card efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar pada materi penjumlahan. 
Efektivitas Pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Maryani Maryani; Budiharti Budiharti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8555

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan pendekatan pembelajaran inovatif yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar sebagai bekal menghadapi tantangan pembelajaran dan kehidupan pada era digital.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi hitung kelas IV sekolah dasar. Riset tersebut mengadopsi perspektif kuantitatif lewat prosedur quasi eksperimen serta rancang bangun nonequivalent control group design. Partisipan riset merupakan segenap murid kelas empat sekolah dasar Muhammadiyah Ambarbinangun yang terbagi dari 50-60 orang dengan kelas eksperimen serta kelas kontrol. Protokol perolehan informasi dilaksanakan lewat evaluasi naratif berwujud pretest dan posttest sekaligus instrumen pemantauan guna memvalidasi realisasi edukasi. Pemeriksaan temuan dieksekusi melewati verifikasi kriteria mencakup verifikasi normalitas serta homogenitas, lantas diteruskan pada verifikasi dugaan memakai independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata posttest kelas eksperimen sebesar 81,27 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 49,73. Kelas eksperimen juga mengalami peningkatan rerata sebesar 17,30 poin setelah penerapan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, pendekatan STEM dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi hitung di sekolah dasar.