Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas IV di SD Muhammadiyah Integratif Dukun Aida Fitri Riyani; Budiharti Budiharti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8067

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada tuntutan Pendidikan abad ke-21 yang menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai kompetensi esensial, khususnya dalam pembelajaran matematika yang berperan penting dalam melatih penalaran dan pemecahan masalah. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru dan kurang memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan model pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif, seperti pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), guna mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Muhammadiyah Integratif Dukun pada tahun ajaran 2024–2025. Penelitian ini penting dilakukan mengingat kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial abad ke-21, sementara praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru sehingga kurang mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Sebanyak 48 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen. Instrument penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika dalam bentuk soal uraian yang telah melalui uji validitas dan reabilitas. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji t sampel independen digunakan untuk menganalisis data menggunakan SPSS 27 pada tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai Sig. pretest sebesar 0,079 (>0,05) dan nilai Sig. posttest sebesar 0,007 (<0,05). Skor rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 80, yang lebih tinggi daripada skor kelompok kontrol yaitu 70. Oleh karena itu, teknik pembelajaran kooperatif NHT mendorong pertumbuhan kemampuan berpikir kritis matematika siswa.
Efektivitas Pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Maryani Maryani; Budiharti Budiharti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8555

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan pendekatan pembelajaran inovatif yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar sebagai bekal menghadapi tantangan pembelajaran dan kehidupan pada era digital.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi hitung kelas IV sekolah dasar. Riset tersebut mengadopsi perspektif kuantitatif lewat prosedur quasi eksperimen serta rancang bangun nonequivalent control group design. Partisipan riset merupakan segenap murid kelas empat sekolah dasar Muhammadiyah Ambarbinangun yang terbagi dari 50-60 orang dengan kelas eksperimen serta kelas kontrol. Protokol perolehan informasi dilaksanakan lewat evaluasi naratif berwujud pretest dan posttest sekaligus instrumen pemantauan guna memvalidasi realisasi edukasi. Pemeriksaan temuan dieksekusi melewati verifikasi kriteria mencakup verifikasi normalitas serta homogenitas, lantas diteruskan pada verifikasi dugaan memakai independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata posttest kelas eksperimen sebesar 81,27 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 49,73. Kelas eksperimen juga mengalami peningkatan rerata sebesar 17,30 poin setelah penerapan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, pendekatan STEM dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi hitung di sekolah dasar.
Pengembangan Media Game Edukasi Matematika Berbasis Desain Interaktif Digital (Gema-Quiz) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas III Sekolah Dasar Dewi Purwaningsih; Budiharti Budiharti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Game Edukasi Matematika Berbasis Desain Interaktif Digital (GEMA-Quiz) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas III sekolah dasar pada materi penyajian data. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 14 siswa pada uji coba kelompok kecil dan 29 siswa pada uji coba kelompok besar di SD Negeri Kebonagung. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respons guru, angket respons siswa, serta angket minat belajar siswa. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, uji normalitas, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media GEMA-Quiz memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 3,70 dan ahli media 3,50 dengan kategori valid. Kepraktisan media berdasarkan respons siswa mencapai 73,45% pada uji coba kelompok kecil dan 77,52% pada uji coba kelompok besar, sedangkan respons guru mencapai 90,00% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata minat belajar siswa dari 50,55 menjadi 89,76 serta nilai signifikansi uji paired sample t-test (Sig. 2-tailed) < 0,001. Berdasarkan hasil tersebut, media GEMA-Quiz dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Perbandingan Efektivitas Pendekatan STEAM dengan Model Problem Based Learning di Tinjau dari Pemahaman Bangun Ruang dan Kemampuan Spasial Siswa Sekolah Dasar Zalfa Labibah Ridwan; Budiharti Budiharti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.8550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dengan bantuan model fisik dalam pembelajaran matematika terhadap pemahaman bangun ruang dan kemampuan spasial siswa kelas VI SD N Panerusan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan pendekatan STEAM dengan model fisik dan kelas kontrol yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman bangun ruang dan kemampuan spasial siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik, yaitu Independent Sample t-test, setelah data memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,828). Rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen sebesar 72,55 meningkat menjadi 90,18 pada post-test, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata pre-test sebesar 69,88 meningkat menjadi 89,58 pada post-test. Meskipun kedua kelas mengalami peningkatan, hasil analisis menunjukkan bahwa kedua pendekatan sama-sama efektif, namun pendekatan STEAM dengan model fisik memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan interaktif dibandingkan model pembelajaran pada kelas kontrol. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan bermakna dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
The effectiveness of smart card media on mathematics learning interest and achievement in third-grade elementary school students Okta Prastu Dinda Sari; Budiharti Budiharti
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v13i1.17158

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of using smart card media in influencing the interest and learning achievement of third-grade students at Muhammadiyah Ambarbinangun Elementary School in the mathematics division. The research method employed is quasi-experimental. The study found that the use of smart card learning media effectively influenced both learning interest and achievement. Hypothesis testing revealed that the mean rank value for the experimental class (33,69) was higher than the control class (19.31), indicating differences in learning interest between the two groups. Similarly, in terms of learning achievement, the t-count value (4.578) exceeded the t-table (2,009), demonstrating a significant difference in learning achievement between the experimental and control classes. Post-test scores further supported this, with the experimental class achieving a higher score (81,15) compared to the control class (65,38). Based on statistical analysis, the significance value for interest in learning was less than 0,05 (0,01 < 0,05), indicating that smart cards were more effective than division table media. Similarly, for learning achievement, the significance value was also less than 0.05 (0.00 < 0.05), reinforcing the superiority of smart card media over division table media.
Number sense profile of prospective elementary school teachers in blended Mathematics learning Welly Novitasari; Herwin Herwin; Supartinah Supartinah; Putri Wulandari; Budiharti Budiharti
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v10i1.51394

Abstract

Number sense is a skill that contributes significantly to learning mathematics. However, number sense is often positioned as a fundamental skill whose development is more focused on children. The contribution of number sense in mathematics is even more apparent at higher levels of education. Ironically, number sense seems ignored and has become a rarely studied topic in higher education. Thus, the student's number sense ability profile seems buried with various problems. This study aims to reveal the profile of prospective elementary school teachers' number sense abilities and the factors causing their failure in solving math problems during the implementation of blended learning. This study uses a qualitative approach with 37 prospective elementary school teachers as research subjects. The observation of the test and lecture activities is the data collection method. The results showed that the prospective elementary school teachers' number sense ability was still relatively low. Based on the components, the order of number sense abilities is from the highest, namely: (1) knowledge and number facilities with the achievement of 14.41%; (2) knowledge and facilities for number operations with the achievement of 8.12%; and (3) knowledge and facilities of numbers and operations for computing settings with an achievement of 1.8%. The low number sense ability is caused by the habit of solving problems procedurally and the failure to solve problems due to misconceptions, not understanding concepts, inaccuracy, inability to understand questions, and difficulty representing fractions. Various factors causing the failure arose due to the limitations of implementing blended learning.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA ROPUTIF ( RODA PUTAR INTERAKTIF ) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR PADA SISWA V SD NEGERI TEGALMULYO Giska Aryola; Budiharti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga ROPUTIF (Roda PutarInteraktif) guna meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelasV SD Negeri Tegalmulyo. Pengembangan media ini didasarkan pada rendahnyapemahaman konsep bangun datar siswa akibat proses pembelajaran yang masihbersifat konvensional, sehingga diperlukan inovasi media yang mampu menyajikanmateri secara lebih konkret dan menarik. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tegalmulyo. Metode penelitian yangdigunakan adalah Research and Development (R&D). Subjek uji coba dalampenelitian ini meliputi uji coba terbatas (5 siswa) dan uji coba luas (28 siswa). Datakepraktisan dikumpulkan melalui angket respon guru dan siswa, sedangkan datakeefektifan diuji secara kuantitatif One Group Pretest-Posttest dengan analisis ujistatistik Paired Sample T-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga ROPUTIF memenuhi kriterialayak, praktis, dan efektif. Validasi ahli media memperoleh skor 63 (Layak) dan ahlimateri memperoleh skor 75 (Sangat Layak). Kepraktisan produk dibuktikan denganpersentase respon guru sebesar 93,33% pada uji terbatas dan 85,56% pada uji luasserta respon sangat positif dari siswa pada kedua tahap uji coba dengan rata-ratadi atas 89%. Keefektifan produk terbukti secara signifikan melalui kenaikan nilairata-rata dari pretest sebesar 53,7 menjadi 69,6 saat posttest, didukung hasil ujiPaired Sample T-Test dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (0,000 < 0,05).