Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perbandingan Model Pendugaan Total Digestible Nutrients (TDN) dan Protein Tercerna pada Domba Garut Jantan yang Diberi Ransum Berbasis Bahan Pakan Lokal Iman Hernaman; Nadia Ainunisa; Rahmat Hidayat; Ana R. Tarmidi; Tidi Dhalika; Atun Budiman; Dedi Rahmat
Jurnal Agripet Vol 19, No 1 (2019): Volume 19, No. 1, April 2019
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v19i1.12980

Abstract

ABSTRAK. Perhitungan total digestible nutrients (TDN) dan Protein tercerna secara biologis seringkali mengalami kesulitan sehingga dilakukan perhitungan dengan menggunakan model pendugaan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan model pendugaan TDN dan protein tercerna pada domba Garut jantan yang diberi ransum berbahan baku pakan lokal. Dua puluh empat ekor domba Garut diberi ransum berbasis bahan pakan lokal dengan kandungan TDN dan protein berbeda, lalu diukur nilai TDN dan protein tercerna. Nilai keakuratan model pendugaan TDN dan protein tercerna diukur dengan perhitungan ratio prediction to deviation (RPD), Hubungan TDN dan protein tercerna in vivo dengan berbagai model pendugaan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi. Model pendugaan yang digunakan untuk mengukur TDN adalah model Sutardi, Wardeh dan Harris et al., sedangkan model pendugaan protein tercerna menggunakan model Beenson dan Knight dan Haris. Hasil menunjukkan bahwa model pendugaan TDN Wardeh lebih akurat dibandingan dengan model Sutardi maupun Beenson dengan nilai ratio prediction to deviation (RDP) = 2,45, R2 = 08629 dan r = 0,9289. Model pendugaan protein tercerna Beenson dan Knight dan Haris tidak dapat digunakan karena memiliki nilai RDP yang sangat rendah. Kesimpulannya model pendugaan Wardeh lebih akurat dalam mengukur TDN pada domba Garut jantan.(Comparison of the total digestible nutrients (TDN) and digestible proteins models in male Garut sheep fed local feed-based rations)ABSTRACT. Calculation of total digestible nutrients (TDN) and digested proteins biologically are often difficult, so calculations are made using the estimation model. The study aimed to compare the estimation model of TDN and digestible proteins in male Garut sheep fed local feed-based rations. Twenty-four of male Garut sheep were given various types of rations based on local feed ingredients with different TDN and protein content, then measured the value of TDN and digested protein. Then the accuracy of the TDN and digested protein estimation model was measured by calculating the ratio of prediction to deviation (RPD), while measuring the relationship of TDN and digested proteins In Vivo with various estimation models was carried out using regression analysis. The estimation model used to measure TDN was the Sutardi, Wardeh and Harris et al. models, while the digested protein estimation model is using Beenson and Knight and Haris models. The results show that the Wardeh TDN estimation model is more accurate compared to the Sutardi and Beenson models with the RDP = 2.45, R2 = 0.8629 and r = 0.9289. Beenson and Knight and Haris digestible protein estimation model cannot be used because it has a very low RDP value. The conclusion is Wardeh estimation model is more accurate in measuring TDN in male Garut sheep.
Pengaruh Lama Fermentasi pada Penggunaan Dedak Fermentasi Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Tebon Jagung (Zea Mays) Wijaya, Rian; Budiman, Atun; Mayasari, Ph.D, Novi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i2.46533

Abstract

Silase ialah pengawetan pakan hijauan melalui fermentasi anaerob. Dedak fermentasi dapat digunakan sebagai aditif untuk mempercepat proses fermentasi pembuatan silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pada penggunaan dedak fermentasi terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik silase tebon jagung. Penelitian dilaksanakan di peternakan Cowla Farm, Dusun Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran dan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jatinangor pada tanggal 3 Februari 2021 – 19 Maret 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (Lama Fermentasi 7 hari), P2 (Lama Fermentasi 14 hari), P3 (Lama Fermentasi 21 hari). Data penelitian dianalisis menggunakan Analisis Ragam. Hasil analisis menujukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik silase tebon jagung.
Diseminasi Manajemen Pakan dan Imbuhan Pakan untuk Domba di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Tanuwiria, Ujang Hidayat; Hernaman, Iman; Hidayat, Rahmat; Ayuningsih, Budi; Budiman, Atun; Rosani, Urip; Yanza, Yulianri Rizki; Tutiyana, Tutiyana
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60396

Abstract

Desa Pajagan adalah salahsatu desa di kecamatan Cisitu dengan ketinggian tempat 411 mdpl, berada di pinggiran waduk Jatigede dan masyarakatnya sebagian besar bermatapencaharian bertani dan beternak domba.  Survey pendahuluan menunjukkan pengetahuan peternak domba terkait manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan untuk domba masih minim. Tim PPM Fakultas Peternakan UNPAD melaksanakan diseminasi pengetahuan tentang manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan dengan tujuan meningkatkan produktivitas domba. Materi diseminasi berisikan manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan beserta praktek pembuatannya, pelaksanaan pada bulan Oktober dan November 2024.  Diseminasi pengetahuan dilaksanakan melalui penyuluhan,  diskusi, praktek dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 17 peternak domba di Desa Pajagan. Kegiatan telah dilaksanakan dengan baik dan tingkat partisipasi peserta antara 65-85% dari yang diundang. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian ini yaitu 1) Diseminasi manajemen pemberian pakan dan praktek pembuatan imbuhan pakan dapat meningkatkan serapan pengetahuan peserta masing-masing sebesar 50,50% dan 67,37%; 2) Tingkat keterampilan peternak domba dalam hal pembuatan Urea Molases Blok (UMB), Suplemen Organik Cair (SOC) dan Dedak Aromatik meningkat. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan imbuhan pakan sangat bermanfaat bagi para peternak domba. Disarankan perlu dilakukan pembinaan berkesinambungan dalam kerangka pembinaan peternakan menuju ketahanan pangan.
Physical Quality and pH of Chicory Silase (Cichorium Intybus L) and Onggok with the Addition of Tannins as Additives Nawang Wulan, Dyah; Hidayat, Rahmat; Mayasari, Novi; Budiman, Atun; Rizki Yanza, Yulianri; Ariana Setiawan, Muhammad
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v3i11.1967

Abstract

This study aims to examine the effect of the addition of tannins as additives on the physical quality of chicory mixed silage (Cichorium intybus L.) and onggok. The method used was a Complete Random Design (RAL) consisting of 5 treatments and 5 replicates. The treatment used consisted of P0(-) (100% onggory without the addition of tannins), P1(+) (100% onggok + 12 grams of tannins), P2 (chicory 75% + 25% onggok + tannin 12 grams), P3 (chicory 50% + onggok 50% + tannins 12 grams), P4 (chicory 25% + onggok 75% + tannins 12 grams). The data was analyzed by Kruskal Wallis analysis, if there was a real difference, the Dunn test was continued. The results showed that tannins significantly improved the physical quality of silage with parameters in the form of color, aroma, texture, the presence of mold, and pH. Chicory increases the nutrient content, while tannins play the role of special antibacterial and antifungal agents that can make bacteria and fungi brittle. This makes silage have a longer shelf life for the effectiveness of ruminant feed.  
Produksi Gas pada Ransum Domba Berbasis Rumput Gajah cv Mott dan Leguminosa Pohon Addawiyyah, Nadya Robiatul; Ayuningsih, Budi; Budiman, Atun; Hernaman, Iman
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i2.35069

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui produksi gas pada ransum domba berbasis rumput Gajah cv Mott dan leguminosa pohon.  Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan menggunakan uji lanjut Duncan.  Terdapat empat perlakuan ransum dan lima ulangan.  Perlakuan teridiri atas: R1 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% gamal, R2 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% lamtoro, R3 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% kaliandra dan R4 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% indigofera.  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian berbagai leguminosa pohon mempengaruhi produksi gas total.  Produksi gas total tertinggi diperoleh dari ransum mengandung indigofera (211,25 mL) dan lamtoro (208,06 mL). Kesimpulan menunjukkan bahwa indigofera maupun lamtoro merupakan leguminosa pohon terbaik sebagai pakan pelengkap pada ransum domba.
PEMBERIAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG YANG DISUPLEMENTASI SENG DAN KOBALT TERHADAP PERFORMA REPRODUKSI DOMBA BETINA (Utilization of Cassava Plantation Waste Supplemented with Zinc and Cobalton Reproduction Performance of Ewe) Hernaman, Iman; Hidajat, Kundrat; Budiman, Atun; Nurachma, Siti
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 10, No 1 (2016): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v10i1.3379

Abstract

The study aimed to evaluate the utilization of cassava plantation waste suplemented with zinc and cobalt on ewe reproduction performance. Six pregnacy ewes were allocated at experimentrations, i.e. K1: control (50% fresh grass + 50% concentrate) and K2: 50% fresh grass + 50% cassava plantation waste + 30 ppm zinc + 5 ppm cobalt. The results showed that the concentration of zinc and cobalt in blood of ewe in group K1 and K1 were 7.03 vs 8.22 ppm and 0.48 vs 0.44 ppm, respectively, while in faeces were 147,72 vs 158.59 ppm and 8.3 vs 9.8 ppm. In addition, the concentration of alkaline phosphatase and progresterone in blood were 116 vs 196 u/l and 0.56 vs 0.59 mg/ml, respectively. The average of offsprings weight on 24 day postpartum in K1 and K2 was 3.48 vs 3.16kg. In conclusion, cassava plantation waste could be used as feed for pregnancy and lactating ewe. Supplementation of 30 ppm zinc is efectively increase the concentration of zinc and alkaline phosphatase in blood.Key words: cobalt, reproduction, cassava, zinc, ewe
Penggunaan Daun Kecubung (Datura metel Linn.) dalam Menurunkan Stres Transportasi pada Domba Budiman, Atun; Hernaman, Iman; Latipudin, Diding
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1260

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas daun Datura metel Linn. dalam mengurangi cekaman transportasi pada domba. Penelitian dilakukan 3 tahap. Tahap pertama adalah menentukan dosis yang tepat dengan perlakuan 0, 5, 10, 15, 20, 25%, dan pekat pada hamster melalui kemampuan berputar pada roda berputar selama 1 menit, yang diobservasi pada waktu 10, 20, 30, 60, 120, dan 180 menit pascapemberian ekstrak daun Datura metel Linn. Tahap kedua menguji efek sediaan ekstrak daun Datura metel Linn. yang diberikan pada domba pratransportasi. Tahap 3, mempelajari bentuk penyajian dengan teknik celup. Lima ukuran partikel tepung daun Datura metel Linn. yaitu 60, 60-40, 40-30, 30-20, dan 20 mesh diuji kelarutannya dalam air selama 10 menit. Data diolah dengan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun Datura metel Linn. untuk semua perlakuan memberikan sensasi tenang dan bertahan sampai 180 menit. Domba yang diberi ekstrak daun Datura metel Linn. memiliki derajat stres transportasi yang lebih rendah dibandingkan dengan tanpa pemberian ekstrak Datura metel Linn. Ukuran mesh 20 memberikan kelarutan yang paling tinggi. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun Datura metel Linn. dapat mengurangi stres transportasi pada domba.