Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Enhancing Catfish (Clarias sp.) Farming Production and Economic Viability through Molasses Application in Biofloc System Aulia, Deni; Suprakto, Bambang; Budimawan, Budimawan; Putra, Angkasa; Aini, Sarifah; Asaf, Ruzkiah; Wartini, Sri; Sabariyah, Nunung
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.36892

Abstract

In addition to having high economic value, catfish (Clarias sp.) can also be cultivated quickly and they can adapt well. The demand of catfish is in line with the increase in production which is expected to remain efficient and environmentally sound. Biofloc technology has also been implemented in catfish for increasing productivity. Biofloc utilizes the activity of heterotrophic microorganisms and autotrophs for the conversion of organic waste into floc and is used as fish feed. This study aims to examine the effect of the use of molasses with different doses (C/N ratio) on the growth and survival rate of catfish. This study was conducted with as many as 3 treatments with 3 repetitions each except for the control. The treatment with the ratio of molasses in each of them: A: C/N of 10:1; B: C/N of 15:1; C: C/N of 20:1, and D without molasses given as control. The study using 240 catfish measuring 10-12 cm was carried out for 30 days with sampling every 10 days. It aims to determine the average growth, daily growth, and survival rate of test biota during the study. Based on the results of this study, it can be concluded that the use of different doses of molasses in catfish farming, and biofloc technology will affect the growth and survival rate of farmed catfish. Catfish farmed with biofloc technology at a C/N ratio of 15:1 show the best results on their growth and survival rate. In addition, catfish farming with a biofloc C/N ratio of 15:1 has a better economic analysis when compared to conventional catfish farming. In summary, the use of biofloc based on research results can be a recommendation to be applied in the community, especially among catfish farmers.
Budidaya Udang Vaname dalam Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Tambak Rakyat Desa Bojo Kabupaten Barru Nawir, Fadliyani; Paris, Paris; Budimawan, Budimawan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.326

Abstract

Prospek komoditas perikanan khususnya udang vaname sangat menjanjikan dikembangkan untuk kebutuhan pasar lokal dan ekspor yang masih belum terpenuhi permintaan pasar selama ini, dan cenderung menurun volumenya. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, baik di pasar dalam negeri (Sulawesi, dan Jawa) maupun pasar luar negeri. Komoditas ini banyak dibudidayakan di Indonesia sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani tambak yang memiliki hasil usaha yang sangat baik, tidak rentan terkena penyakit, dan mudah di budidaya. Fenomena tersebut diperlukan diversifkasi usaha melalui intensif pengembangan sebagai inovasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik komoditi udang dan kondisi lahan. Desa Bojo adalah salah satu desa di Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru, yang letaknya 140 km dari kota Makassar Sulawesi Selatan, dengan luas wilayah 2.054 Ha, jumlah penduduk 3.194 jiwa, yang umumnya nelayan dan petani tambak yang bekerja melaut dan budidaya udang dengan fasilitas prasarana pengelolaan terbatas dan tradisonal. Luas tambaknya ± 10 Ha, namun yang produktif dikelola oleh kelompok petani tambak hanya ± 3 Ha. Oleh karena itu diperlukan sebuah proses sistem intensif usaha ini yang dimulai dari hulu sampai hilir agar alokasi segala sumber daya dapat efektif dan efisien untuk menghasilkan profit yang berkelanjutan. Diperlukan inovasi dalam budidaya udang pada kawasan tambak tradisional yang efisien dan efektif melalui teknologi intensifikasi dengan upaya peningkatan keunggulan budidya udang. Inovasi teknologi tersebut akan mampu menciptakan lingkungan budidaya sesuai kebutuhan hidup udang sehingga akan dapat mengendalikan penularan penyakit dan penyebaran penyakit pada kawasan tambak sehingga mampu meningkatkan peluang kerja yang lebih luas. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji meningkatkan pendapatan pada kelompok masyarakat pembudidaya udang vaname (Litopenaeusi vanname) yaitu kelompok mitra. Tahapan pengabdian berupa pendampingan dan praktek langsung tentang manajemen pengelolaan budidaya. Penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat bagaimana menangani budidaya udang sehingga memiliki mutu dan daya saing tinggi.