Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Budidaya Udang Vaname dalam Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Tambak Rakyat Desa Bojo Kabupaten Barru Nawir, Fadliyani; Paris, Paris; Budimawan, Budimawan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.326

Abstract

Prospek komoditas perikanan khususnya udang vaname sangat menjanjikan dikembangkan untuk kebutuhan pasar lokal dan ekspor yang masih belum terpenuhi permintaan pasar selama ini, dan cenderung menurun volumenya. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, baik di pasar dalam negeri (Sulawesi, dan Jawa) maupun pasar luar negeri. Komoditas ini banyak dibudidayakan di Indonesia sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani tambak yang memiliki hasil usaha yang sangat baik, tidak rentan terkena penyakit, dan mudah di budidaya. Fenomena tersebut diperlukan diversifkasi usaha melalui intensif pengembangan sebagai inovasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik komoditi udang dan kondisi lahan. Desa Bojo adalah salah satu desa di Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru, yang letaknya 140 km dari kota Makassar Sulawesi Selatan, dengan luas wilayah 2.054 Ha, jumlah penduduk 3.194 jiwa, yang umumnya nelayan dan petani tambak yang bekerja melaut dan budidaya udang dengan fasilitas prasarana pengelolaan terbatas dan tradisonal. Luas tambaknya ± 10 Ha, namun yang produktif dikelola oleh kelompok petani tambak hanya ± 3 Ha. Oleh karena itu diperlukan sebuah proses sistem intensif usaha ini yang dimulai dari hulu sampai hilir agar alokasi segala sumber daya dapat efektif dan efisien untuk menghasilkan profit yang berkelanjutan. Diperlukan inovasi dalam budidaya udang pada kawasan tambak tradisional yang efisien dan efektif melalui teknologi intensifikasi dengan upaya peningkatan keunggulan budidya udang. Inovasi teknologi tersebut akan mampu menciptakan lingkungan budidaya sesuai kebutuhan hidup udang sehingga akan dapat mengendalikan penularan penyakit dan penyebaran penyakit pada kawasan tambak sehingga mampu meningkatkan peluang kerja yang lebih luas. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji meningkatkan pendapatan pada kelompok masyarakat pembudidaya udang vaname (Litopenaeusi vanname) yaitu kelompok mitra. Tahapan pengabdian berupa pendampingan dan praktek langsung tentang manajemen pengelolaan budidaya. Penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat bagaimana menangani budidaya udang sehingga memiliki mutu dan daya saing tinggi.
DIVERSITY, DISTRIBUTION AND CONSERVATION STATUS OF SHARK SPECIES FROM THE WATERS OF LANGKAI ISLAND, SPERMONDE ARCHIPELAGO Ambo Ala Husain, Aidah; Subhan, Andi Muhammad; Burhanuddin, Andi Iqbal; Budimawan, Budimawan; Bahar, Ahmad
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 12 NOMOR 1, 2026
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/jiks.v12i1.50389

Abstract

Sharks as top predators in marine waters have important role in balancing the ecosystem, however they were suffering from high overfishing fishery. The study was conducted to identify species composition and sex determination observed sharks as well as mapping their distribution, and to define interviewed by-catch sharks into their conservation status based on the IUCN Red List. This research was carried out in April 2021 in the adjacent waters of Langkai Island, Spermonde Archipelago. A survey method was carried out to gather fisheries data and biological aspects of catches in 11 trips, as well as conducting interviews as secondary data needs. There were 20 individuals of identified shark with a length range of 58-131 cm, and within composition of five species: Chiloscyllium punctatum (45%), Triaenodon obesus (25%), Carcharhinus melanopterus (20%), C. falciformis (5%), and C. sealei (5%). The female sharks composition was higher (65%) than male ones (35%). The observed sharks were fished in the adjacent water of Langkai Island within distances of 0.20-8.25 km to the southwest of the island. Meanwhile, there had been 12 species of by-catch sharks from the fishermen interviews, which were classified into conservation status of Near Threatened (58%), Vulnerable (17%), Endangered (17%), and Critically Endangered (8%).