Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS MOODLE DI JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Triluqman, Heri; Sukirman, -
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of e-learning is necessary to support a conventional learningprocess and prepare media to create learning environment that is flexible and easy toaccess. It is expected that e-learning system can increase the frequency of learningprocess, enrich learning materials, and increase student participation in learning. Theobjective of this research is to find out the implementation of MOODLE - basedonline learning system at the Faculty of Curriculum and Educational Technology(Kurikulum dan Teknologi Pendidikan) at Semarang State University. The type ofresearch applied is Research and Development (Penelitian dan pengembangan). Theresults of the research shows that MOODLE - based E-learning wesbsite can beconsidered good. It can be seen from several aspects such as the look and content ofthe website, its implementation, institutional readiness, and facilities andinfrastructure. MOODLE - based E-learning website is recommended to achieve amodel of E-learning in a lecture, initiated by the provision of the media (online ElearningWebsite), and followed by socialization and training of applications.Kata Kunci: pembelajaran online, moodle
SIKAP GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG TERHADAP PERUBAHAN KURIKULUM Syaefudin, Mohamad; Budisantoso, Heri Triluqman
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 36, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are as follows: First, to discover the attitude ofprimary schools teachers in Semarang towards the curriculum changes. Second, todiscover what the teachers think of the new curriculum. The subject of this curriculumis the state elementary school teachers in Semarang who have experienced differentcurriculum changes twice in 1994 and 2004 respectively. The research reveals thatteachers showed 2 attitudes towards curriculum changes: high openness (76%) andmedium openness (24%) out of 100 respondents. Basically, we can classify theteachers suggestion into 8 groups. They are government policy, infrastructure,program dissemination, dissemination, training, administrative affairs, curriculumcontent, sampling, and education.Kata kunci: sikap guru, perubahan kurikulum
PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS MELALUI BLOG BAGI GURU DI KOTA SEMARANG Widagdo, Arif; Triluqman, Heri; Utanto, Yuli
Abdimas Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi oleh siswa ataupun guru sebagai intruktur akan memudahkan dalam mengenali kebutuhan khusus pembelajar. Selain itu dengan menggunakan teknologi pula, siswa dapat menyesuaikan dan mengakomodir kebutuhan pribadinya msing-masing. Dimaksudkan disini, bahwa dalam menulis seseorang, lebih bisa merkoordinasi sesuai dengan kebutuhan pribadinya sesuai serta aspek psikologisnya, serta memperhatikan prinsip penulisan, yaitu: a) kebenaran, b) sesuai dengan perkembangan anak, c) up to date, d) keseimbangan diantara luas dan kedalaman bahan. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) Membuka wawasan peserta akan pentingnya keterampilan menulis sebagai bentuk penuanngan ide; (2) Memberi bekal keterampilan pengoperasian dan pengelolaan blog sebagai sarana penuangan ide bagi guru di Kota Semarang; (3) Menyiapkan guru yang mampu dan mau mengelola blog sebagai sarana menulis secara berkesinambungan. Guna menjawab permasalahan yang ada, kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, dengan memberi bekal kepada peserta secara teoritis maupun praktis dalam hal menulis dan mengelola blog, diharapkan setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat menuangkan idenya dalam bentuk karya tulis yang dipublikasikan melalui blog secara berkesinambungan. Yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah guru-guru SMP di Kota Semarang, terutama yang tertarik dan konsen terhadap perkembangan dan pemanfaatan ICT. Dalam kegiatan ini akan melibatkan UNNES sebagai pemrakarsa dan pengelola kegiatan serta sekolah (SMP) di Kota Semarang, dalam hal ini guru yang menjadi peserta pelatihan. Pelatihan ini membuka wawasan peserta akan pentingnya pemanfaatan internet dalam proses pembelajaran, khususnya kontribusi blog dalam peningkatan kompetensi menulis bagi guru; Untuk memperkaya pengalaman belajar dan peningkatan kualitas pembelajaran, dapat dilakukan  pembelajaran online dengan berbagai program aplikasi yang ada, diantara menggunakan blog; Selain sebagai situs pribadi, Blog dapat dimanfaatkan untuk menuangkan ide/gagasan guru, disamping itu juga bisa untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran. Guru perlu terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta memanfaatkannya untuk kepentingan pembelajaran. Kegiatan-kegiatan pengembangan kemampuan dan keterampilan guru dalam dalam memanfaatkan teknologi informasi perlu terus dilaksanakan. Disamping itu penyediaan perangkat pendukung dan jaringan internet harus disediakan untuk memberi kemudahan guru dalam mengakses informasi serta mengaktualisasikan tulisannya melalui blog. Kata Kunci: Blog, Peningkatan Kompetensi
Pemahaman dan Peran Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas Subekti, Agung; Yudha, Septiawan Sukma; Luqman BS, Heri Tri
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 4 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v4i1.14274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati, mendeskripsikan dan menganalisis mengenai (1) kondisi guru TIK di SMA Negeri 4 Tegal, (2) pemahaman guru TIK SMA Negeri 4 Tegal tentang Kurikulum 2013, (3) peran guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 4 Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Guru TIK di SMA Negeri 4 yang berjumlah 2 orang dalam implementasi kurikulum 2013 yang mana kualifikasinya telah terlatih dengan mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 namun dalam kenyataanya pemahaman mengenai kurikulum 2013 masih belum memadai dan dalam pelaksanaan peranan barunya sesuai Permendikbud No.68 Tahun 2014 belum terlaksana dengan baik karena baru berjalan beberapa aspek saja. This study aims to observe, describe and analyze (1) ICT teacher conditions at SMAN 4 Tegal, (2) Teh extend to wich teachers understanding of ICT SMAN 4 Tegal on Curriculum 2013, (3) their understanding a role as ICT teacher at school on the omplementation Curriculum, 2013 . This study used a qualitative approach case study. Data were collected through in-depth interviews, documentary study and observation. ICT teacher at SMAN 4, amounting to 2 people in the implementation of the curriculum in 2013 in which his qualifications had been trained by the training curriculum in 2013, but in fact the teachers already meet the academic qualification but still lack of understanding about curriculum 2013 including their practice in the class.
Studi Kebutuhan Pengembangkan Aplikasi Simulator Kamera Video Berbasis Android di Program Studi Teknologi Pendidikan FIP UNNES Triluqman, Heri; Mulyoto, Mulyoto; S, Leo Agung
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.726 KB)

Abstract

AbstrakPenyesuaian keilmuan terhadap perkembangan bidang tik yang sangat pesat dengan tuntutan untuk menciptkan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kebutuhan dan keniscayan. pengintergrasian tik dalam pembelajaran di perguruan tinggi tentunya juga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, terutama untuk perkuliahan yang secara langsung membutuhkan peralatan dalam proses pembelajarannya. kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mencapai kompetensi, diantaranya dipengaruhi ketersedian sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran. kondisi kurang menguntungkan dalam upaya mencapai kompetensi secara optimal di alami mahasiswa prodi teknologi fip unnes, khususnya peserta mata kuliah sinematografi. jumlah peralatan (kamera video) yang sangat terbatas di banding jumlah mahasiswa, membuat mahasiswa membutuhkan waktu lebih lama dalam belajar mengenal dan mengoperasikan kamera video. sementara itu, berdasar data yang dikutip dari website wearesocial.sg, pada bulan januari 2014 jumlah pengguna perangkat mobile di indonesia mencapai 281.963.665, yang sebagian besar menggunakan sistem operasi android. penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan aplikasi simulator kamera video berbasis android untuk peserta mata kuliah sinematografi pembelajaran prodi teknologi pendidikan fip unnes, (2) menerapkan aplikasi simulator kamera video berbasis android sebagai media pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran prodi teknologi pendidikan fip unnes. adapun desaian penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). artinya penelitian ini merupakan proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. produk dalam penelitian ini adalah aplikasi simulator kamera video berbasis android. Kata kunci: aplikasi; simulator kamera video; android; sinematografi pembelajaran
Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Pesantren dengan Sistem Boarding School Paminto, Joko; Rosiana, Tina; Budiyono, Budiyono; Budisantoso, Heri Triluqman
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.15937

Abstract

The existence of formal schools under Pesantren (traditional Islamic education) foundation is interesting, because they have unique characters comparing to other schools in general, whereas each Pesantren has its own peculiarity. One of them is Senior High School of Selamat Modern Pesantren, Kendal. This article describes the implementation of Curriculum 2013 in that school based on qualitative research in 2017. The research result indicated that the implementation of Curriculum 2013 established an integrated curriculum from national Curriculum 2013, learning materials from Ministry of Religious affair and unique vision of the modern Selamat Pesantren itself. So there was a combination between the Curriculum 2013, the materials form Ministry of Religious affair which is more Islamic in nature and the programs from boarding system that enrich the student character building and knowledge. Moreover, in this research teachers are central regarding to their position as student’s facilitator and companion, particularly those who actively accompany the dormitory activities. Abstrak Keberadaan sekolah-sekolah formal di bawah naungan yayasan pesantren menarik untuk dikaji, karena pasti memiliki kekhasan tersendiri dibanding sekolahsekolah lain pada umumnya. Terlebih tiap pesantren memiliki kekhasan masingmasing. Salah satu modelnya adalah di Sekolah Menengah Atas Pondok Modern Selamat, Kendal. Artikel ini menggambarkan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah tersebut didasarkan pada penelitian berpendekatan kualitatif yang telah dilaksanakan pada 2017. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 di SMA Unggulan Pondok Modern Selamat, Kendal, menunjukkan karakteristik unik berupa kurikulum yang terpadu antara kurikulum nasional, muatan materi dari Kementerian Agama (Kemenag), dan visi khas dari yayasan pondok pesantren Selamat. Dengan demikian terdapat kombinasi antara orientasi Kurikulum 2013 yang bersifat umum, materi dari Kemenag yang berorientasi memberi bekal ilmu-ilmu keislaman, dan ditunjang oleh program di asrama yang memperkaya pembentukan karakter siswa dan pengayaan penguasaan pengetahuan siswa. Lebih lanjut, guru perannya sangat sentral dalam implementasi kurikulum yang terpadu di sekolah ini karena diposisikan sebagai pendamping siswa, terutama guru-guru yang juga aktif mendampingi kegiatan asrama. Keywords:  Boarding school; curriculum implementation; curriculum evaluation; curriculum plan; national curriculum
PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS MELALUI BLOG BAGI GURU DI KOTA SEMARANG Widagdo, Arif; Triluqman, Heri; Utanto, Yuli
Jurnal Abdimas Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi oleh siswa ataupun guru sebagai intruktur akan memudahkan dalam mengenali kebutuhan khusus pembelajar. Selain itu dengan menggunakan teknologi pula, siswa dapat menyesuaikan dan mengakomodir kebutuhan pribadinya msing-masing. Dimaksudkan disini, bahwa dalam menulis seseorang, lebih bisa merkoordinasi sesuai dengan kebutuhan pribadinya sesuai serta aspek psikologisnya, serta memperhatikan prinsip penulisan, yaitu: a) kebenaran, b) sesuai dengan perkembangan anak, c) up to date, d) keseimbangan diantara luas dan kedalaman bahan. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) Membuka wawasan peserta akan pentingnya keterampilan menulis sebagai bentuk penuanngan ide; (2) Memberi bekal keterampilan pengoperasian dan pengelolaan blog sebagai sarana penuangan ide bagi guru di Kota Semarang; (3) Menyiapkan guru yang mampu dan mau mengelola blog sebagai sarana menulis secara berkesinambungan. Guna menjawab permasalahan yang ada, kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, dengan memberi bekal kepada peserta secara teoritis maupun praktis dalam hal menulis dan mengelola blog, diharapkan setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat menuangkan idenya dalam bentuk karya tulis yang dipublikasikan melalui blog secara berkesinambungan. Yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah guru-guru SMP di Kota Semarang, terutama yang tertarik dan konsen terhadap perkembangan dan pemanfaatan ICT. Dalam kegiatan ini akan melibatkan UNNES sebagai pemrakarsa dan pengelola kegiatan serta sekolah (SMP) di Kota Semarang, dalam hal ini guru yang menjadi peserta pelatihan. Pelatihan ini membuka wawasan peserta akan pentingnya pemanfaatan internet dalam proses pembelajaran, khususnya kontribusi blog dalam peningkatan kompetensi menulis bagi guru; Untuk memperkaya pengalaman belajar dan peningkatan kualitas pembelajaran, dapat dilakukan  pembelajaran online dengan berbagai program aplikasi yang ada, diantara menggunakan blog; Selain sebagai situs pribadi, Blog dapat dimanfaatkan untuk menuangkan ide/gagasan guru, disamping itu juga bisa untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran. Guru perlu terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta memanfaatkannya untuk kepentingan pembelajaran. Kegiatan-kegiatan pengembangan kemampuan dan keterampilan guru dalam dalam memanfaatkan teknologi informasi perlu terus dilaksanakan. Disamping itu penyediaan perangkat pendukung dan jaringan internet harus disediakan untuk memberi kemudahan guru dalam mengakses informasi serta mengaktualisasikan tulisannya melalui blog. Kata Kunci: Blog, Peningkatan Kompetensi
SIKAP GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG TERHADAP PERUBAHAN KURIKULUM Syaefudin, Mohamad; Budisantoso, Heri Triluqman
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 36, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v36i2.533

Abstract

The objectives of this research are as follows: First, to discover the attitude ofprimary school's teachers in Semarang towards the curriculum changes. Second, todiscover what the teachers think of the new curriculum. The subject of this curriculumis the state elementary school teachers in Semarang who have experienced differentcurriculum changes twice in 1994 and 2004 respectively. The research reveals thatteachers showed 2 attitudes towards curriculum changes: high openness (76%) andmedium openness (24%) out of 100 respondents. Basically, we can classify theteacher's suggestion into 8 groups. They are government policy, infrastructure,program dissemination, dissemination, training, administrative affairs, curriculumcontent, sampling, and education.Kata kunci: sikap guru, perubahan kurikulum
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS MOODLE DI JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Triluqman, Heri; Sukirman, -
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v38i1.493

Abstract

The development of e-learning is necessary to support a conventional learningprocess and prepare media to create learning environment that is flexible and easy toaccess. It is expected that e-learning system can increase the frequency of learningprocess, enrich learning materials, and increase student participation in learning. Theobjective of this research is to find out the implementation of MOODLE - basedonline learning system at the Faculty of Curriculum and Educational Technology(Kurikulum dan Teknologi Pendidikan) at Semarang State University. The type ofresearch applied is Research and Development (Penelitian dan pengembangan). Theresults of the research shows that MOODLE - based E-learning wesbsite can beconsidered good. It can be seen from several aspects such as the look and content ofthe website, its implementation, institutional readiness, and facilities andinfrastructure. MOODLE - based E-learning website is recommended to achieve amodel of E-learning in a lecture, initiated by the provision of the media (online ElearningWebsite), and followed by socialization and training of applications.Kata Kunci: pembelajaran online, moodle
COMPARING PROBLEM-BASED LEARNING AND EXPERIENTIAL LEARNING ON CIVIL SERVANT TRAINING PROGRAM Sediyani, Linda; Budisantoso, Heri Triluqman
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 7 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v7i2.24045

Abstract

Problem-based learning and experiential learning are well-known learning approaches and often referred as powerful on facilitating learning practices, but which one is the most effective on facilitating civil servant training program? This article illustrates a one-shot case study in which focus on one civil servant training program only without comparing it to other programs. The training program was conducted by human resource development agency, Central Java Province, in March 2018. By employing quantitative research approach, this research found that the result of the training program indicated: there are no significant differences between problem-based learning and experiential learning approaches. In this case, the learning result from experiential learning approach is slightly above problem-based learning approach?s result. Abstrak Pembelajaran berbasis masalah dan berbasis pengalaman merupakan pendekatan pembelajaran yang sudah banyak dikenal dan sering disebut mampu memfasilitasi praktik pembelajaran secara optimal, namun mana di antaranya keduanya yang paling efektif dalam memfasilitasi program pelatihan PNS? Artikel ini menggambarkan one-shot case study yang fokus hanya pada satu program pelatihan PNS tanpa membandingkannya dengan program lain. Program pelatihan ini dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Provinsi Jawa Tengah, pada Maret 2018. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dapat dilihat bahwa hasil program pelatihan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis pengalaman. Dalam hal ini, hasil pembelajaran dari pendekatan berbasis pengalaman sedikit di atas hasil pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.