Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemahaman dan Peran Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas Subekti, Agung; Yudha, Septiawan Sukma; Luqman BS, Heri Tri
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 4 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v4i1.14274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati, mendeskripsikan dan menganalisis mengenai (1) kondisi guru TIK di SMA Negeri 4 Tegal, (2) pemahaman guru TIK SMA Negeri 4 Tegal tentang Kurikulum 2013, (3) peran guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 4 Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Guru TIK di SMA Negeri 4 yang berjumlah 2 orang dalam implementasi kurikulum 2013 yang mana kualifikasinya telah terlatih dengan mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 namun dalam kenyataanya pemahaman mengenai kurikulum 2013 masih belum memadai dan dalam pelaksanaan peranan barunya sesuai Permendikbud No.68 Tahun 2014 belum terlaksana dengan baik karena baru berjalan beberapa aspek saja. This study aims to observe, describe and analyze (1) ICT teacher conditions at SMAN 4 Tegal, (2) Teh extend to wich teachers understanding of ICT SMAN 4 Tegal on Curriculum 2013, (3) their understanding a role as ICT teacher at school on the omplementation Curriculum, 2013 . This study used a qualitative approach case study. Data were collected through in-depth interviews, documentary study and observation. ICT teacher at SMAN 4, amounting to 2 people in the implementation of the curriculum in 2013 in which his qualifications had been trained by the training curriculum in 2013, but in fact the teachers already meet the academic qualification but still lack of understanding about curriculum 2013 including their practice in the class.
Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Pesantren dengan Sistem Boarding School Paminto, Joko; Rosiana, Tina; Budiyono, Budiyono; Budisantoso, Heri Triluqman
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.15937

Abstract

The existence of formal schools under Pesantren (traditional Islamic education) foundation is interesting, because they have unique characters comparing to other schools in general, whereas each Pesantren has its own peculiarity. One of them is Senior High School of Selamat Modern Pesantren, Kendal. This article describes the implementation of Curriculum 2013 in that school based on qualitative research in 2017. The research result indicated that the implementation of Curriculum 2013 established an integrated curriculum from national Curriculum 2013, learning materials from Ministry of Religious affair and unique vision of the modern Selamat Pesantren itself. So there was a combination between the Curriculum 2013, the materials form Ministry of Religious affair which is more Islamic in nature and the programs from boarding system that enrich the student character building and knowledge. Moreover, in this research teachers are central regarding to their position as student’s facilitator and companion, particularly those who actively accompany the dormitory activities. Abstrak Keberadaan sekolah-sekolah formal di bawah naungan yayasan pesantren menarik untuk dikaji, karena pasti memiliki kekhasan tersendiri dibanding sekolahsekolah lain pada umumnya. Terlebih tiap pesantren memiliki kekhasan masingmasing. Salah satu modelnya adalah di Sekolah Menengah Atas Pondok Modern Selamat, Kendal. Artikel ini menggambarkan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah tersebut didasarkan pada penelitian berpendekatan kualitatif yang telah dilaksanakan pada 2017. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 di SMA Unggulan Pondok Modern Selamat, Kendal, menunjukkan karakteristik unik berupa kurikulum yang terpadu antara kurikulum nasional, muatan materi dari Kementerian Agama (Kemenag), dan visi khas dari yayasan pondok pesantren Selamat. Dengan demikian terdapat kombinasi antara orientasi Kurikulum 2013 yang bersifat umum, materi dari Kemenag yang berorientasi memberi bekal ilmu-ilmu keislaman, dan ditunjang oleh program di asrama yang memperkaya pembentukan karakter siswa dan pengayaan penguasaan pengetahuan siswa. Lebih lanjut, guru perannya sangat sentral dalam implementasi kurikulum yang terpadu di sekolah ini karena diposisikan sebagai pendamping siswa, terutama guru-guru yang juga aktif mendampingi kegiatan asrama. Keywords: Boarding school; curriculum implementation; curriculum evaluation; curriculum plan; national curriculum
Comparing Problem-based Learning and Experiential Learning on Civil Servant Training Program Sediyani, Linda; Budisantoso, Heri Triluqman
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 7 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v7i2.24045

Abstract

Problem-based learning and experiential learning are well-known learning approaches and often referred as powerful on facilitating learning practices, but which one is the most effective on facilitating civil servant training program? This article illustrates a one-shot case study in which focus on one civil servant training program only without comparing it to other programs. The training program was conducted by human resource development agency, Central Java Province, in March 2018. By employing quantitative research approach, this research found that the result of the training program indicated: there are no significant differences between problem-based learning and experiential learning approaches. In this case, the learning result from experiential learning approach is slightly above problem-based learning approach’s result. Abstrak Pembelajaran berbasis masalah dan berbasis pengalaman merupakan pendekatan pembelajaran yang sudah banyak dikenal dan sering disebut mampu memfasilitasi praktik pembelajaran secara optimal, namun mana di antaranya keduanya yang paling efektif dalam memfasilitasi program pelatihan PNS? Artikel ini menggambarkan one-shot case study yang fokus hanya pada satu program pelatihan PNS tanpa membandingkannya dengan program lain. Program pelatihan ini dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Provinsi Jawa Tengah, pada Maret 2018. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dapat dilihat bahwa hasil program pelatihan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis pengalaman. Dalam hal ini, hasil pembelajaran dari pendekatan berbasis pengalaman sedikit di atas hasil pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.
PENINGKATAN KOMPTENSI SINEMATOGRAFI BAGI PELAJAR, MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM DI KOTA SEMARANG Sulistio, Basuki; Purwanto, Sugeng; Wahzudik, Niam; S., Heri Tri Luqman B.; Suripto, Suripto; Oktavianto, Nanang
Jurnal Puruhita Vol 1 No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v1i1.28649

Abstract

Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi. Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan salah-satu media komunikasi massa audio visual. Kreatifitas merupakan ekspresi yang muncul dari diri seseorang yang menghasilkan karya, kebanggaan, dan juga merupakan sesuatu yang dapat dikenang semasa hidup. Kreatifitas tercipta karena niat dan kecintaan pada sesuatu yang dapat dijadikan inspirasi sehingga menghasilkan karya yang dapat dinikmati semua orang. Kemampuan membuat karya sinematografi pada film yang paling modern saat ini sudah menjadi kebutuhan, baik dari yang profesional maupun amatir serta bagi kalangan masyarakat umum. Kemampuan tersebut tidak hanya mengenal kamera secara global, melainkan juga seorang pelajar atau mahasiswa dituntut mampu mengoperasikan kamera, proses pra produksi, produksi dan pasca produksi. Selain itu sebenarnya banyak pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum yang masih memiliki pengetahuan minim sekali tentang sinematografi. Padahal kemampuan ini sangat diperlukan dalam usaha pembuatan film. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan ini dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Workshop sinematografi bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. (2) Memberikan pendampingan saat praktik produksi film dalam kegiatan workshop.
PENGEMBANGAN SISTEM BELAJAR MANDIRI BERBASIS E-LEARNING Heri Triluqman BS
Jurnal Ilmiah Infokam Vol 4, No 2 (2008): INFOKAM Edisi 2 Tahun 4 2008 (Sept)
Publisher : AMIK Jakarta Teknologi Cipta Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.732 KB) | DOI: 10.53845/infokam.v4i2.27

Abstract

Dalam era global, mau tidak mau kita harus berhubungan dengan teknologi, khususnya Teknologi informasi. Pemanfataan e-learning khususnya internet untuk kegiatan pembelajaran, baik sebagai virtual library atau virtual Merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan dalam belajar, terutama belajar mandiri. Hal yang terpenting dalam pros€s belajar mandiri ialah peningkatan kemauan danketerampilan siswa/peserta didik dalam proses belajar tanpa bantuan orang lain, sehingga pada akhirnya siswa/peserta didik tidak tergantung pada guru/instruktur, pembimbing, teman, atau orang lain dalam belajar. Tugas guru/instruktur dalam proses belajar mandiri ialah menjadifasilitator, menjadi orang yang siap memberikan bantuan kepada siswa/peserta didik bila diperlukan. Terutama, bantuan dalam menentukan tujuan belajar, memilih bahan dan media belajar, serta dalam memecahkan kesulitan yang tidak dapat dipecahkan siswa sendiri. Tugas sebagai perancang proses belajar mengharuskan guru untuk mengolah materi ke dalam format sesuai dengan pola belajar mandiri.Kata Kunci: Belajar Mandiri, elearning
PEMETAAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ALGORITMA K-MEANS Heri Triluqman Budisantoso; Stefanus Santosa
Jurnal Pseudocode Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.465 KB) | DOI: 10.33369/pseudocode.1.2.116-128

Abstract

Abstrak: Pemetaan penggunaan media pembelajaran dapat mengklasifikasikan tingkat motivasi belajar siswa. Pada proses pemetaan pengelompokan dan pengklusteran yang akurat mengenai pemetaan motivasi belajar dapat menentukan parameter berdasarkan masing-masing kluster. Penelitian ini menggunakan K-Means Clustering untuk memetakan motivasi siswa pada media pembelajaran. Terdapat tiga kluster berdasarkan pada tujuh atribut yaitu, kelas, jenis kelamin, perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan rasa puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi rendah dibandingkan nilai tengah adalah ((10,80), (0,35), (1,05), (11,80), (10,80), (8,30), (9,00)). Motivasi yang sebanding dengan nilai tengah adalah ((11,16), (0.26), (16,42), (13,34), (14,24), (9.63), (9.58)). Motivasi tinggi dibandingkan dengan nilai tengah adalah ((11,06), (0.28), (16,56), (13,67), (14,06), (10,19), (10,53)). Hasil evaluasi menggunakan metode index Davies-Bouldin memperlihatkan nilai dibawah 1.689 dari centroid pada tiap kluster. Hal ini berarti menggunakan algoritma K-Means, pemetaan motivasi belajar siswa berada pada kondisi yang baik.Kata Kunci : Multimedia, Motivasi Belajar, K-Means.
Pengembangan Model Aplikasi Simulator Kamera Video Berbasis Android Untuk Mata Kuliah Sinematografi Pembelajaran Heri Triluqman; Mulyoto Mulyoto; Leo Agung Sutimin
Teknodika Vol 16, No 2 (2018): Teknodika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.867 KB) | DOI: 10.20961/teknodika.v16i2.34773

Abstract

Integrating information and communication technology (ICT) in the learning process continues to evolve with various patterns and strategies, grouped into (1) e-Learning system, the process of learning that utilizes electronic devices and digital media, and (2) m- Learning, or mobile learning, the process of learning that utilizes mobile communication technology and devices. The rapid development of mobile devices, relatively easy operations, and more affordable prices, is a supporting factor in the widespread use of mobile learning to become a new alternative of learning media. These conditions encourage the formation of learning paradigm that can be done anytime and anywhere. The aim of the research is to develop the design/model of an Android-based Camcorder Simulator Application for the students of cinematography courses majoring education technology of education faculty in Semarang State University. This research method refers to the research and development (R&D) proposed by Borg and Gall (in Sukmadinata, 2016) with some modifications that have been developed by Sukmadinata. Withal, the research procedures used in this study focus on the development stages of application model/design. This step includes the following steps; (1) Model development (product design), (2) Design validation, and (3) Design revisions. The results of this study indicate that the process of developing an android-based camcorder simulator application model is done through the steps according to the research procedures, beginning with requirement analysis, then compiling competency map, material map, the main point of media content (GBIM), material descriptions (JM), flowchart and script, then design validation and product revision. Modeling camcoder simulator application is also ready for further stage of research and development. The use of an android-based camcorder simulator application is demanded in the learning process of cinematography course, especially the engineering material and the shooting procedure as it can assist students to be autonomous learners.
IMPLEMENTASI TIM PENGEMBANG TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI SEKOLAH nFN Budiyono; Heri Triluqman
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v3n1.p1--16

Abstract

The purpose of this research is to examine the educational technology developer team as an important program in schooling, especially by analyzing its compatibility with the school system and conditions. By using mixed method and research and development model this research adressing the elementary and secondary school in Semarang and other district. The results showed that this program is compatible with school system and could overcome lots of school problem i.e. the lack of teacher competency on developing lesson plan, learning media, the lack of human resource developmen division in school, the continuity of teacher quality improvement program, dan the quality of school management. But several teacher and school’s management are irresponsive to the program because its team member was university student, not the professional one. It is why in several school the program cannot running well as expected. Eventhough overall the program experiment is succesful.ABSTRAKPenelitian ini diarahkan untuk mengetahui implementasi gagasan tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah, terutama mengenai kompatibilitas gagasan dengan konteks dan kondisi riil di sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta model research and development (R & D), penelitian ini dilaksanakan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kota Semarang dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan prototipe tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah kompatibel dengan konteks dan kondisi sekolah. Problem kualitas guru dalam mengembangkan rencana pembelajaran, media belajar, termasuk keberlanjutan program peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah, dan tiadanya divisi pengembangan sumber daya manusia, dapat diatasi oleh tim pengembang teknologi pendidikan. Fakta di lapangan memang menunjukkan beberapa sekolah tempat uji implementasi gagasan tersebut tidak dapat maksimal dalam penerapannya, namun hal tersebut bukan disebabkan oleh kualitas gagasan, melainkan faktor sosiokultural sekolah itu sendiri. Komposisi tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah yang masih mahasiswa S1 diidentifikasi menjadi faktor penghambatnya. Walau begitu, secara umum dapat disimpulkan bahwa implementasi gagasan tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah telah berhasil dengan baik. 
PENGEMBANGAN MODEL APLIKASI SIMULATOR KAMERA VIDEO BERBASIS ANDROID Heri Triluqman Budisantoso; nFn Mulyoto; Leo Agung Sutimin
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v6n1.p74--91

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) in the learning process developed into a fight trought various designs and strategies which can be grouped into (1) E-learning as a learning form system that utilizes electronic devices and digital media,  and (2) Mobile learning (M-learning)  as a particular learning form to utilize mobile communication devices and information technology. The rapid development of mobile devices, relatively easy operation,  and more affordable prices,  is supporting factors in the widespread use of mobile learning into a new alternative of learning media. Those conditions encourage the learning paradigm that can be done anytime and anywhere.  The purpose of research to be achieved is to develop the design of the android camera based simulator software model as a learning media in cinematography lesson study program of educational technology FIP Unnes.  This research method refers to the research and development strategy proposed by Borg and Gall (in Sukmadinata,  2016) with some modifications that have been developed by Sukmadinata.  The research procedure used in the study focusing on the development stages of application design model.  The steps includes the following steps (1) model development (product design), (2) design validation, (3) design revisions. The results of research on the development of video camera simulator model can be concluded that the application of android based video camera in the process of validation by media experts obtained the results of software engineering aspects obtained 92 scores with very good category, while the visual communication design aspect scored 84, also with very good category. As for the material experts, validation on aspects of learning design got score 85 with very good category as well. Based on the validation results of media experts and materials experts, the application of this androdi-based video camera simulator is improved according to the records of media experts and material experts. Before used in the next research process should this application really well prepared, so the results obtained in accordance with the expected AbstrakPengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran terus berkembang dengan berbagai pola dan strategi, yang dapat dikelompokkan menjadi (1) sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, dan (2) mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak. Perkembangan perangkat mobile yang begitu pesat, operasional yang relatif mudah, dan harga yang semakin terjangkau, merupakan faktor pendorong semakin meluasnya penggunaan mobile learning menjadi alternatif baru media pembelajaran. Kondisi tersebut mendorong terbentuknya paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengembangkan desain model Aplikasi Simulator Kamera Video Berbasis Android sebagai media pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran prodi Teknologi Pendidikan FIP Unnes. Metode penelitian ini mengacu pada strategi penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, 2016) dengan beberapa modifikasi yang telah dikembangkan oleh Sukmadinata. Adapun dalam artikel ini, prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian, fokus pada tahap pengembangan desain model aplikasi. Dalam tahap ini mencakup langkah-langkah sebagai berikut (1) Model pengembangan (desain produk), (2) Validasi desain, (3) Revisi desain, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan desain model aplikasi simulator kamera video berbasis android dilakukan melalui langkah-langkah sesuai prosedur penelitian di atas, diawali dengan analisis kebutuhan, kemudian menyusun peta kompetensi, peta materi, Garis Besar Isi Media (GBIM), jabaran materi, flowchart dan naskah, kemudian dilakukan validasi desain dan revisi produk. Desain model aplikasi simulator kamera video ini juga siap digunakan untuk tahap penelitian dan pengembangan selanjutnya. Penggunaan aplikasi simulator kamera video berbasis android sangat diperlukan dalam proses pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran, khususnya materi teknik dan prosedur pengambilan gambar karena dapat membantu mahasiswa belajar secara mandiri
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS MOODLE DI JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Triluqman, Heri; Sukirman, -
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v38i1.493

Abstract

The development of e-learning is necessary to support a conventional learningprocess and prepare media to create learning environment that is flexible and easy toaccess. It is expected that e-learning system can increase the frequency of learningprocess, enrich learning materials, and increase student participation in learning. Theobjective of this research is to find out the implementation of MOODLE - basedonline learning system at the Faculty of Curriculum and Educational Technology(Kurikulum dan Teknologi Pendidikan) at Semarang State University. The type ofresearch applied is Research and Development (Penelitian dan pengembangan). Theresults of the research shows that MOODLE - based E-learning wesbsite can beconsidered good. It can be seen from several aspects such as the look and content ofthe website, its implementation, institutional readiness, and facilities andinfrastructure. MOODLE - based E-learning website is recommended to achieve amodel of E-learning in a lecture, initiated by the provision of the media (online ElearningWebsite), and followed by socialization and training of applications.Kata Kunci: pembelajaran online, moodle