Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kota Bengkulu Syaripah Ulandari; Abdul Rahem; Yuni Priyandani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12700

Abstract

ABSTRACT Treatment adherence is an important aspect of TB treatment and has a positive impact on treatment success. A predisposing element that could influence an individual's behavior is knowledge. The patient's adherence will be better the more knowledgeable they are. The purpose of this study is to evaluate the level of knowledge of TB patients who follow the Bengkulu City Health Center for treatment. This study used a crosssectional method. A total of 36 respondents who sought care at the Padang Serai Health Center, Betungan Health Center, and Telaga Dewa Health Center constituted the sample. The level of knowledge was assessed using answers from a knowledge questionnaire. The majority of respondents (63.89%) had a high school diploma, and the majority of respondents (52.78%) were male, according to the univariate data. he results of TB patient knowledge showed that most TB patients had moderate knowledge (50%).The level of knowledge about TB patients at the health center in Bengkulu City is moderate. Therefore, it is necessary to increase knowledge through health programs. Keywords: Tuberculosis, Knowledge, Adherence ABSTRAK Kepatuhan pengobatan merupakan aspek penting dalam pengobatan TB dan berdampak positif terhadap keberhasilan pengobatan. Pengetahuan adalah faktor predisposisi yang dapat merubah perilaku individu. Semakin tinggi pengetahuan pasien akan berdampak baik terhadap kepatuhan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien TB yang berobat di Puskesmas Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode crosssectional. Jumlah sampel sebanyak 36 responden yang berobat di Puskesmas Padang Serai, Puskesmas Betungan dan Puskesmas Telaga Dewa. Tingkat pengetahuan di nilai dengan menggunakan jawaban dari kuesioner pengetahuan. Hasil univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 18-35 tahun (47,22%), sebagian responden berjenis kelamin laki-laki (52,78%), mayoritas responden merupakan lulusan SMA (63,89%). Hasil pengetahuan pasien TB menunjukkan bahwa sebagian besar pasien TB memiliki pengetahuan yang sedang (50%).Pengetahun pasien TB di puskesmas Kota Bengkulu termasuk dalam kategori sedang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan melalui program kesehatan. Kata Kunci: Tuberkulosis, Pengetahuan, Kepatuhan
Analisis Rencana Kebutuhan Obat Menggunakan Metode Konsumsi dan Ketersediaan Obat Antibiotik di Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa Bayu Prasaja; Liza Pristianty; Abdul Rahem
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10368

Abstract

ABSTRACT Antibiotics are still a global concern due to the increasing cases of resistance worldwide. An important influencing factor is the irrational use of drugs, which can be sourced from the unmet need for antibiotic drugs in health care facilities. Effective drug planning can ensure the availability of antibiotic drugs. This study was conducted to determine the effectiveness of drug requirements planning using the consumption method on the availability of antibiotic drugs at the Sumbawa Regional Hospital. study is an observational approach with a cross sectional research design. The instrument used in this study was a Data Collection Sheet with secondary data sources from the Hospital Management Information System. Data analysis was carried out descriptively and to determine effective planning methods using drug availability indicators. The results showed that planning drug needs using the consumption method can better ensure the availability of antibiotic drugs and can minimize excessive drug stocks to empty compared to the method that has been done at the Sumbawa Regional Hospital. Planning for antibiotic drug requirements using the consumption method is effective in meeting antibiotic drug requirements at the Sumbawa Regional Hospital. Keywords: Consumption Method, Drugs Planning, Antibiotics, Drugs Availability  ABSTRAK Antibiotik hingga saat ini masih menjadi perhatian dunia karena semakin meningkatnya kasus resistensi di seluruh dunia. Faktor penting yang mempengaruhi adalah penggunaan obat yang tidak rasional, yang dapat bersumber dari tidak terpenuhinya kebutuhan obat-obat antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan dilakukan perencanaan kebutuhan obat yang efektif, dapat menjamin ketersediaan obat antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas perencanaan kebutuhan obat dengan metode konsumsi terhadap ketersediaan obat antibiotik di RSUD Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan observasional dengan desain penelitian cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar Pengumpul Data dengan sumber data sekunder dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Analisis data secara deskriptif dan untuk menentukan metode perencanaan yang efektif menggunakan indikator ketersediaan obat. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan kebutuhan obat dengan metode konsumsi dapat lebih menjamin ketersediaan obat antibiotik dan dapat meminimalisir stok obat yang berlebih hingga kosong dibandingkan dengan metode yang selama ini sudah dilakukan di RSUD Sumbawa. Perencanaan kebutuhan obat antibiotik dengan menggunakan metode konsumsi efektif dalam memenuhi kebutuhan obat antibiotik di RSUD Sumbawa. Kata Kunci: Metode Konsumsi, Rencana Kebutuhan Obat, Antibiotik, Ketersediaan Obat
Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Pengaruh Kepemilikan Apotek Terhadap Pelaksanaan Pelayanan Konseling dan Pelayanan Informasi Obat Oleh Apoteker Deny Manurung; Abdul Rahem; Yuni Priyandani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15935

Abstract

ABSTRACT Counselling and Drug Information Services (PIO) is one of the pharmaceutical services that involves interaction between pharmacists and patients to meet the "needs and wants" of patients so that the treatment provided is effective. One of the factors related to the quality of pharmaceutical services is pharmacy ownership. A research instrument is needed, namely a valid and reliable questionnaire to measure the effect of pharmacy ownership on the implementation of counselling and PIO by pharmacists. This study aims to measure the validity and reliability of the questionnaire for the implementation of counselling and PIO by pharmacists. This study used a crossectional method. The sample size was 30 respondents, namely pharmacists in charge of pharmacies in the Surabaya area.  The results of the validity test of the counselling and PIO questionnaire showed that 18 and 19 questions were valid with a value of r count r table. The results of the reliability test, the Cronbach's Alpha value of the counselling and PIO questionnaires were 0.898 and 0.896 0.6. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the questionnaire can be declared valid and reliable. Keywords: Counselling, Drug Information Services (PIO), Pharmacy Ownership, Validity, Reliability  ABSTRAK Konseling dan Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu pelayanan kefarmasian yang melibatkan interaksi antara apoteker dan pasien untuk memenuhi “need and want” pasien supaya pengobatan yang diberikan efektif. Faktor yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian salah satunya adalah kepemilkan apotek. Diperlukan intrumen penelitian yaitu kuesioner valid dan reliabel untuk mengukur pengaruh kepemilikan apotek terhadap pelaksanaan konseling dan PIO oleh apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur validitas dan realibilitas kuesioner pelaksanaan konseling dan PIO oleh apoteker. Penelitian ini menggunakan metode crossectional. Jumlah sampel 30 responden yaitu apoteker penanggung jawab di apotek wilayah Surabaya.  Hasil uji validitas kuesioner konseling dan PIO menunjukkan bahwa 18 dan 19 pertanyaan valid dengan nilai r hitung r tabel. Hasil uji realibilitas, nilai Cronbach’s Alpha kuesioner konseling dan PIO adalah 0.898 dan 0.896 0.6. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa kuesioner dapat dinyatakan valid dan reliabel. Kata Kunci: Konseling, Pelayanan Informasi Obat (PIO), Kepemilikan Apotek,Validitas, Reliabilitas