Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DIABETES DAN OBAT ANTIDIABETES ORAL Nita, Yunita; Yuda, Ana; Nugraheni, Gesnita
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this work was to determine patient knowledge regarding diabetes mellitusand oral antidiabetics drugs (OAD). Six pharmacies in Surabaya were chosen purposively inAugust 2009. The sample was DM patients who obtained OAD with prescription. Interviewswere conducted using validated questionnaires. Result showed that 95.8% (69/72) ofpatients knew the aim of DM therapy. More than 90% of patients knew that medicine,exercise and diet are the therapy for DM. The correct time of taking the medication wasknown by 57.9% (22), 43.3% (13) and 0% of patients who received 1, 2 and 3 OADrespectively. A total of 64 patients received insulin secretagogues or sulfonylureas whichhave side effects of hypoglycemia. Only 9.5% (6) of patients knew the definition ofhypoglycemia, and less than 21% of patients knew the signs of hypoglycemia. If forget totake medication, 95.8% (69/72) of patients knew that the OAD should not be taken double.To conclude, patients’ knowledge about diabetes and OAD must be improved. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan pasien Diabetes Mellitustentang obat antidiabetes oral (OAD). Dilakukan di 7 apotek di Surabaya secara purposivesampling pada bulan Agustus 2009. Sampel adalah pasien DM yang menebus OAD denganresep di apotek terpilih. Data diperoleh dari interview menggunakan daftar pertanyaanterstruktur yang telah divalidasi. Diperoleh 72 pasien sebagai responden dari penelitian ini.Dari hasil penelitian diperoleh 95,8% (69) responden mengetahui tujuan terapi DM. Lebihdari 90% responden mengetahui bahwa OAD, olah raga dan pengaturan diet adalah terapiuntuk DM. Waktu yang benar dalam menggunakan obat diketahui oleh 57.9% (22), 43.3%(13) dan 0% responden yang mendapat 1, 2 dan 3 OAD. Sejumlah 64 respondenmemperoleh golongan insulin secretagogue atau sulfonylurea yang memiliki efek sampinghipoglikemia. Hanya 9.5% (6) responden yang mengetahui definisi hipoglikemia, dan kurangdari 21% mengetahui tanda-tanda hipoglikemia. Sementara 70,8 % (51/72) mengetahuibahwa apabila mereka mengalami lemas, berkeringat dan akan pingsan sebaiknyamengkonsumsi gula. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pasien tentang DM dan OADmasih harus ditingkatkan.
PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DIABETES DAN OBAT ANTIDIABETES ORAL Nita, Yunita; Yuda, Ana; Nugraheni, Gesnita
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v6i1.97

Abstract

The objective of this work was to determine patient knowledge regarding diabetes mellitusand oral antidiabetics drugs (OAD). Six pharmacies in Surabaya were chosen purposively inAugust 2009. The sample was DM patients who obtained OAD with prescription. Interviewswere conducted using validated questionnaires. Result showed that 95.8% (69/72) ofpatients knew the aim of DM therapy. More than 90% of patients knew that medicine,exercise and diet are the therapy for DM. The correct time of taking the medication wasknown by 57.9% (22), 43.3% (13) and 0% of patients who received 1, 2 and 3 OADrespectively. A total of 64 patients received insulin secretagogues or sulfonylureas whichhave side effects of hypoglycemia. Only 9.5% (6) of patients knew the definition ofhypoglycemia, and less than 21% of patients knew the signs of hypoglycemia. If forget totake medication, 95.8% (69/72) of patients knew that the OAD should not be taken double.To conclude, patientsâ?? knowledge about diabetes and OAD must be improved. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan pasien Diabetes Mellitustentang obat antidiabetes oral (OAD). Dilakukan di 7 apotek di Surabaya secara purposivesampling pada bulan Agustus 2009. Sampel adalah pasien DM yang menebus OAD denganresep di apotek terpilih. Data diperoleh dari interview menggunakan daftar pertanyaanterstruktur yang telah divalidasi. Diperoleh 72 pasien sebagai responden dari penelitian ini.Dari hasil penelitian diperoleh 95,8% (69) responden mengetahui tujuan terapi DM. Lebihdari 90% responden mengetahui bahwa OAD, olah raga dan pengaturan diet adalah terapiuntuk DM. Waktu yang benar dalam menggunakan obat diketahui oleh 57.9% (22), 43.3%(13) dan 0% responden yang mendapat 1, 2 dan 3 OAD. Sejumlah 64 respondenmemperoleh golongan insulin secretagogue atau sulfonylurea yang memiliki efek sampinghipoglikemia. Hanya 9.5% (6) responden yang mengetahui definisi hipoglikemia, dan kurangdari 21% mengetahui tanda-tanda hipoglikemia. Sementara 70,8 % (51/72) mengetahuibahwa apabila mereka mengalami lemas, berkeringat dan akan pingsan sebaiknyamengkonsumsi gula. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pasien tentang DM dan OADmasih harus ditingkatkan.
PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DAN ANTIPIRETIK PADA IBU HAMIL A. A. Rai Mas Feby Kumala Dewi; Aina Senja Yuliyani; Bella Rizkia Dianita; Diah Ayu Wakita Trimanda; Febria Tri Erliana; Helmy Kurniawan; Muhammad Zaesal Rizki Muzaffar; Rossika Rachmafebri; Sakinah Sakinah; Vidya Annisa Pebriastika; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.949 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i1.21658

Abstract

Pada saat kehamilan terjadi beberapa keluhan salah satunya adalah nyeri. Nyeri selama kehamilan baik yang disebabkan oleh kehamilan ataupun keadaan akut perlu ditangani secara memadai. Berbagai analgesik dan antipiretik diresepkan untuk mengobati rasa sakit pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang pengetahuan, penggunaan, dan pengaruh usia serta hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil terhadap obat analgesik dan antipiretik pada ibu hamil. Penelitian dilakukan secara cross sectional di wilayah Surabaya Timur di beberapa puskesmas dan praktik bidan swasta pada tanggal 11-14 September 2019. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel bebas dalam penelitian adalah umur dan pendidikan, serta variabel terikat adalah pengetahuan tentang penggunaan analgesik dan antipiretik. Pada hasil pengetahuan, diperoleh total skor rata-rata 6,3 yang tergolong sebagai tingkat pengetahuan sedang dan hasil penggunaan obat analgesik dan antipiretik pada ibu hamil sudah dipahami dengan baik. Berdasarkan uji ANOVA diperoleh p-value>α sebesar (0,373>0,05) dan uji Fisher diperoleh p-value>α sebesar (0,469>0,05). Sehingga, variabel usia dan variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap variabel pengetahuan ibu hamil tentang obat analgesik dan antipiretik selama kehamilan.
PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN PRODUK PEMUTIH DAN PENCERAH DI KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA Khintan Rizky Fadhila; Dwi Rekno Ningrum; Anisah Febrian Rahmawati; Athaya Bella Azzahrya; Dewi Fatima Auzianingrum Muntari; Rini Ayu Agustin; Ayu Larasati; Dyandra Anjani Putri; Azza Maulidia El Java; Siti Sarah; Andreas Bayu Eka Wijayanto; Rahmadi Wahyu Bowolaksono; Firman Wahyudi; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.472 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i2.21806

Abstract

Konsep cantik di masyarakat salah satunya memiliki kulit putih dengan cara menggunakan produk pemutih dan pencerah kulit. Namun terdapat sejumlah produk pemutih yang mengandung bahan berbahaya. Pemilihan produk pemutih harus diperhatikan dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan penggunaan masyarakat mengenai produk pemutih dan pencerah, serta hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai produk pemutih dan pencerah. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019 menggunakan metode survei, rancangan studi cross sectional dengan teknik purposive random sampling. Responden dalam penelitian adalah wanita berusia 16–35 tahun (n=130). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa produk pemutih dan pencerah yang paling banyak digunakan adalah produk komersil teregistrasi BPOM dengan persentase 69,2% (92 responden). Tingkat pendidikan pengguna produk pemutih dan pencerah tertinggi adalah tingkat sarjana dan pascasarjana yaitu dengan persentase 64,6% (84 responden). Rata-rata skor yang didapatkan dari 130 responden adalah 3,8. Sebanyak 87 responden (67%) memiliki skor di bawah 4,6 yang dikategorikan memiliki pengetahuan rendah mengenai produk pemutih dan pencerah. Uji korelasi Spearman menujukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan responden mengenai produk pemutih dan pencerah (p=0,016). Responden dalam penelitian memiliki tingkat pengetahuan rendah mengenai produk pemutih dan pencerah serta terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan tentang produk pemutih dan pencerah.
PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA MENGENAI DISPEPSIA, GASTRITIS, DAN GERD BESERTA ANTASIDA SEBAGAI PENGOBATANNYA Friesca Surya Nurhaidah; Shafira Dwita Anugrah; Annisa Febriani Putri; Wiwin Dwi Rahmadani Tukloy; Salsabila Khairunnisa; Luthfia Hany Primadani; Tri Wahyudi; Aisyia Aisyia; Abby Rahmat Kamaruzzaman; Kambarwati Nur Shofa; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.693 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v8i2.24116

Abstract

Peningkatan kasus penyakit tidak menular terjadi dalam 5 tahun terakhir di Indonesia, salah satunya adalah Indigestion yang merupakan sekumpulan gejala saluran pencernaan atas meliputi rasa nyeri atau tidak nyaman di area gastro-duodenum. Yang termasuk dalam indigestion diantaranya dispepsia, gastritis, dan GERD dimana seringkali antasida digunakan sebagai terapi pengobatan pada ketiga penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan mahasiswa fakultas kesehatan dan non-kesehatan Universitas Airlangga mengenai dispepsia, gastritis dan GERD dan penggunaan obat antasida. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei cross sectional, dengan instrumen kuesioner online. Sejumlah 102 orang, mahasiswa fakultas kesehatan sebanyak 30 orang dan non kesehatan sebanyak 72 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan semua orang mengenai dispepsia, gastritis dan GERD yang baik sebesar 12 (11,8%) orang cukup sebesar 40 (39,2%) orang, dan kurang sebesar 50 (49%) orang. Tingkat pengetahuan semua orang pada aspek pengobatan yang baik sebesar 8 (7,8%) orang, cukup 35 (34,3%) orang, dan kurang sebesar 59 (57,8%) orang. Adanya perbedaan bermakna (p=0.000) tingkat pengetahuan antara sampel mahasiswa kesehatan dan sampel mahasiswa non-kesehatan. Upaya promosi kesehatan merupakan hal penting untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai perbedaan dispepsia, gastritis, GERD beserta antasida sebagai pengobatan.
Pengetahuan Mahasiswa Non-Kesehatan tentang Penggunaan Obat Antipiretik secara Swamedikasi Nursanti Arya Pratiwi; Aanisah Nabiilah; Ajeng Ambar Sari; Andyko Ismareka Putra; Cordellia Calista Amelia; Hana Sofiana Maghfira; Nada Aprilliya; Rizdamaya Lintang Herfadanti; Virnanda Syafira Hartatiningrum; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.5 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v9i1.24127

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan sendiri tanpa resep dokter. Antipiretik menempati posisi pertama sebagai obat yang paling banyak dibeli dalam pelaksanaan swamedikasi. Swamedikasi juga banyak dilakukan oleh mahasiswa. Namun, kesalahan dalam swamedikasi masih banyak ditemukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penggunaan dan praktik pemilihan obat antipiretik secara swamedikasi oleh mahasiswa non- kesehatan Universitas Airlangga. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross-sectional dengan cara survei. Responden dipilih menggunakan metode purposive sampling. Instrumen pengambilan data adalah kuesioner yang disebarkan secara online melalui google form. Survei diikuti oleh 111 responden yang merupakan mahasiswa non-kesehatan Universitas Airlangga yang pernah melakukan swamedikasi obat antipiretik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 (11,71%) responden memiliki pengetahuan rendah, 74 (66,67%) memiliki pengetahuan sedang, dan 24 (21,62%) memiliki pengetahuan tinggi tentang penggunaan obat antipiretik secara swamedikasi. Mayoritas pengetahuan mahasiswa non-kesehatan Universitas Airlangga tentang penggunaan obat antipiretik secara swamedikasi masuk dalam kategori sedang. Pengetahuan penggunaan dan praktik yang benar dalam pemilihan obat antipiretik secara swamedikasi perlu ditingkatkan agar terwujud keberhasilan dalam pengobatan.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat terhadap Penggunaan Multivitamin pada Pandemi COVID-19 di Kecamatan Driyorejo Indah Pratiwi Aryani; Angelica Kresnamurti; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.343 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v9i1.31935

Abstract

Diperlukan pengetahuan yang baik agar penggunaan vitamin dan multivitamin sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan COVID-19 dapat mendapatkan manfaat dan meminimalkan adanya resiko efek samping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan multivitamin pada masa pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan secara deskriptif cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling di kecamatan Driyorejo, Gresik. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 74 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini didominasi oleh usia 18-24 tahun (85,14%). Vitamin C merupakan vitamin yang paling banyak digunakan oleh responden di masa pandemi COVID-19 (50%). Dari penelitian ini juga diketahui bahwa sebanyak 27,03% responden mendapatkan sumber informasi tentang penggunaan multivitamin/vitamin dengan tepat yaitu pada Apotek/AA/Apoteker. Serta sebanyak (81,08%) responden memperoleh multivitamin/vitamin dengan tepat yaitu di Apotek. Tingkat pengetahuan masyarakat di kecamatan Driyorejo terhadap penggunaan multivitamin pada masa pandemi COVID-19 dikategorikan menjadi tiga yaitu tingkat pengetahuan baik (60,81%), cukup (33,78%), dan kurang (5,41%). Pengujian hubungan antara penggunaan` multivitamin/vitamin dengan tingkat pengetahuan menunjukkan tidak terdapat hubungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaanmultivitamin/vitamin di kecamatan Driyorejo mayoritas termasuk dalam kategori baik.
Clustering of Drug Sampling Data to Determine Drug Distribution Patterns with K-Means Method : Study on Central Kalimantan Province, Indonesia Wahyuri Wahyuri; Umi Athiyah; Ira Puspitasari; Yunita Nita
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 5 No. 2 (2019): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1970.953 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.5.2.208-218

Abstract

Background: Drug sampling and testing in the context of post-marketing control is an important component to ensure drug safety in the supply chains. The results are used by the Indonesian National Agency for Drug and Food Control (NA-FDC) for conducting public warnings, evaluating the Good Manufacturing Practice (GMP) and Good Distribution Practice (GDP) implementation, and enforcing the law against drug violation.Objective: This study aimed to identify and analyze drug distribution patterns to provide an overview of drug sampling in the public sector. Methods: The data was collected from Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya’s database. The collected data were the drug sampling data from Integrated Information Reporting Systems (IIRS) application from 2014 to 2018. Next, we employed CRISP-DM methodology to analyze the data and to identify the pattern. K-means clustering model was selected for data modeling.Results: The dataset contained five attributes, i.e., drug name, therapeutic classes, district/city, sample category, and evaluation of drug surveillance. The drug distribution pattern formed three clusters. First cluster contained 522 drug items in eight therapeutic classes and spread over ten districts, second cluster contained 1542 drug items in five therapeutic classes and spread over five districts, and third cluster contained 503 drug items in eleven therapeutic classes and spread across nine districts.Conclusion: To conclude, the applied data mining technique has improved the decision on the drug sampling planning. It also provides in-depth information on the improvement of drug post-marketing control performance in Central Kalimantan Province.Keywords: Clustering, CRISP-DM, Data Mining, Drug distribution patterns, Drug quality control, Drug sampling
Cost of Illness pada Pasien Diabetes Melitus dengan Diabetic Foot: Systematic Review Alvina Dewi Astuty; Gusti Noorizka Veronika Achmad; Yunita Nita; Lestiono Lestiono
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.20-30

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyebab kematian akibat penyakit tidak menular terbesar di dunia. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut jika pasien tidak patuh dalam menjalani terapi yang diberikan, salah satunya yaitu diabetic foot. DM dengan diabetic foot membawa kerugian ekonomi yang besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui cost of illness pada pasien DM dengan diabetic foot dengan systematic review. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic review dengan menggunakan PRISMA statement yang dilakukan pada bulan April – Juli 2020. Pencarian artikel dilakukan pada Pubmed, Cochrane, Sciencedirect, Scopus, dan Ebscohost dengan menggunakan PICO hingga pada tanggal 22 Juli 2020 dengan kriteria inklusi yaitu studi terkait cost of illness, subyek penelitian merupakan pasien diabetic foot, dan artikel memuat hasil penelitian berupa cost dari diabetic foot untuk menentukan kata kunci yang akan digunakan. Hasil: Dari hasil tujuh artikel didapatkan bahwa total beban biaya yang dihasilkan yaitu 2341,63 USD/tahun hingga 20977,56 USD/tahun untuk perspektif pasien, 2703,24 USD/tahun hingga 8790,41 USD/tahun dan 8129,96 USD/episode untuk perspektif rumah sakit, serta 2144,21 USD/episode dan 14819,78 USD/tahun untuk perspektif pembayar pihak ketiga. Mayoritas penelitian menggunakan metode pengambilan data retrospektif dan bottom-up, sedangkan untuk perspektif yang paling banyak digunakan adalah perspektif rumah sakit. Biaya yang paling banyak dihitung adalah direct medical cost dengan biaya yang dihabiskan mencapai 51,7% hingga 98,4% dari total keseluruhan biaya. Lalu biaya yang dihabiskan untuk pengobatan untuk pasien DM dengan diabetic foot mencapai dua hingga empat kali lebih besar daripada pasien DM tanpa diabetic foot dengan persentase biaya untuk komplikasi diabetic foot mencapai 55,9% hingga 71,7% dari total biaya yang dikeluarkan. Kesimpulan: Pasien DM dengan diabetic foot menghabiskan lebih banyak sumber daya sehingga meningkatkan biaya pengobatan dibandingkan dengan DM tanpa diabetic foot.
Comparative Analysis of Actual Cost and INA CBG Rate in Diabetic Gangrene Inpatients Diajeng Putri Kinanti; Umi Athiyah; Yunita Nita; Muhammad Noor Diansyah
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i32021.284-292

Abstract

Background: Diabetic gangrene is a complication of diabetes mellitus that imposes a substantial financial burden on patients and their families as well as the health care system. Objective: To determine the total cost of disease, and the difference between real cost and INA CBG rate for diabetic gangrene inpatients from January - December 2017 at Universitas Airlangga Hospital, Surabaya Methods: The study was conducted retrospectively by using a total sampling method. The perspective used was the hospital perspective. This study's direct medical costs were laboratory, drug and consumable medical device costs, medical equipment rental, radiology examination, red cross, oxygen, service, and room costs. Data analysis was performed using an independent samples t-test. Results: The results showed that 148 patients met the inclusion criteria. The total real cost of diabetic gangrene inpatients at Universitas Airlangga Hospital in 2017 was IDR 1,339,949,381, and the total INA CBG rate for inpatients with diabetic gangrene was IDR 1,365,047,500. The difference was (p = 0.000) between real cost and INA CBG rate. Conclusion: There is a difference between the actual cost and the INA CBG rate for diabetic gangrene inpatients.
Co-Authors A. A. Rai Mas Feby Kumala Dewi Aanisah Nabiilah Abby Rahmat Kamaruzzaman Abdul Rahem Abdul Rahem Abdul Rahem, Abdul Achmad Ridwan, Achmad Adinda Siti Almirah Fatima Aina Senja Yuliyani Aisyia Aisyia Ajeng Ambar Sari Alfiana Istighfarin Alfira Maulidyah Rahmah Alisa Sari Nastiti Allizaputri, Alfadea Irbah Alvina Dewi Astuty Alysa Intan Santika Amanda, Natasya Noor Amelia Ghaisani Ana Yuda Ananda Indzar Kholilah Ananda, Yussi Anatasya Andini Setiawan Andi Hermansyah Andi Hermansyah Andika Fajar Fortuna Dhonny Kusuma Andreas Bayu Eka Wijayanto Andwynanda Bhadra Nareswari Andyko Ismareka Putra Angeline Tirza Galuh Palupi Anisa Maulidi Syavira Anisah Febrian Rahmawati Anita Nur Azizah Annisa Febriani Putri Aprilia Purwita Arie Sulistyarini Arie Sulistyarini As Sulton, Alfiansyah Maulana Aswarliansyah Athaya Bella Azzahrya Ayu Dewi Sartika Ayu Larasati Azza Maulidia El Java Azzalin Devariany Mufidah Bambang Subakti Z Bella Rizkia Dianita Byandra, Naila Cordellia Calista Amelia Devinta Julian Tupenalay Devita Ivana Putri Dewi Fatima Auzianingrum Muntari Diah Ayu Wakita Trimanda Diajeng Putri Kinanti Diamita, Bernardina Dian Parwati Dihan Asnafin Fadhila Dina Syauqina Hamid Dinara Fathya Rahma P Ditha Carolina Emanuella Dwi Rekno Ningrum Dyandra Anjani Putri Elian Haris Darmawan Elida Zairina Elsa Ananda Setya Budi Farhan Athallah Rafif Fauziyyah Labibah Febria Tri Erliana Firdaus, Favian Rafif Firman Wahyudi Friesca Surya Nurhaidah Gamar, Fahmi Haitsami Ibnu Gesnita Nugraheni Gusti Noorrizka V Gusti Noorrizka Veronika Ahmad Hamidah, Nabilah Nur Hana Sofiana Maghfira Hanifiyah, Izzatu Al Hasna, Safina Hanifa Helmy Kurniawan Hermansyah, Andi I NYOMAN WIJAYA Ihda Nuril Fitriani Iim Suhaemi, Iim Ike Septi Marinda Indah Pratiwi Aryani Ira Puspitasari Jamhari Jamhari Jessica Febe Prawadi Kambarwati Nur Shofa Kevin Hermawan Hutahaean Khintan Rizky Fadhila Kresnamurti, Angelica Kristiani, Ananda Dwi Laras, Kirana Sekar Lestiono Lestiono Lestiono Lestiono Lestiono Libriansyah Libriansyah Libriansyah Libriansyah Lichijati Lichijati Luthfia Hany Primadani M Aqbil Izzul Haq Mahanggi, Oktarina Maldini, Cindy Andrifo Marensa Faradilla Mareta Rindang Andarsari Marita Belia Putri Mochammad Haris Firdaus Mufarrihah, Mufarrihah Muhammad Noor Diansyah Muhammad Rizky Muhammad Thariq Nadhafi Muhammad Zaesal Rizki Muzaffar Musdar, Tamzil Azizi Nabila, Muthma'innatun Nada Aprilliya Nadhira Mileni Tsalitsia Nadilah Sobrina Zakiroh Nafi' Nur Hidayah Nafisah Putri Syaharani Najmi MY. Tunggeng Nasywa Ekgi Cahyani Neva Safitri Salsabila Ni Putu Widya Sriastuti Noer Aqiel Natsier Noor Baihaqi, Reihan Ananta Noorrizka, Gusti Nova, Hikmah Nursanti Arya Pratiwi Octavia, Devi Ristian Oktarina Mahanggi Pratiwi, Kusma Ayu Purwitasari, Neny Puspitasari, Hanni Prihhastuti Putri Amelia Rooswita Putri Anggi Aprilia Marcelina Putri, Fida Roesdiana Putri, Sonia Anggitha Rahmadi Wahyu Bowolaksono Rahmawati, Diana Aulia Ridka Aulia Santi Ridzhan Mawasa Rini Ayu Agustin Riza Alfian Rizdamaya Lintang Herfadanti Rokayah Rokayah Rosinta Dewi Anggraeni Rossika Rachmafebri Salsabila Khairunnisa Salsabilla Madudari Kasatu Sapna Rizka Salsabila Sari, Febrina Kurnia Seisye Junita Miru SETIAWAN, Catur Dian Setyawan, Rr. Elmira Shafira Dwita Anugrah Sidiq, Kadavi Arafat Silalahi, Zavirah Sinta Wahyu Nur Muthi Sinta Wulandari Siti Sarah Suhaemi, Iim Sulistiya Ningsih Sylvia Annisa Mahardiani Talitha Danendra Putri Tasya Mahira Salsabila Theresia Florida Damayanti Tri Wahyudi Tsabita, Irdandia Maitsa Tyrzaurra Amalya Maharani Umi Athiyah Via Qurrota A’yun Vidya Annisa Pebriastika Virly Natalia Virnanda Syafira Hartatiningrum Wahyuningtyas, Afifah Rahma Wahyuri Wahyuri Wardhani, Dewanti Wijaya, Aurellia Chance Wikanti Sunaringtyas Wiwin Dwi Rahmadani Tukloy Yuni Priyandani Yuniar Gusrianti Azzahra Za'im Hanif Al Fathoni Zahrani, Nafisah Zakiyya, Reyhana Rona