Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EXPLORATION OF INDIGENOUS ENDOPHYTIC ACTINOBACTERIA AS BIOCONTROL AGENTS AGAINST STEWART’S WILT (Pantoea stewartii subsp. stewartii) AND THEIR ROLE IN ENHANCING MAIZE GROWTH AND YIELD Khomisatul Ahdaniah; Yulmira Yanti; Ujang Khairul
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 12 No. 2 (2026): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v12i2.16505

Abstract

Stewart’s wilt disease in maize is caused by the seed-borne bacterium Pantoea stewartii subsp. stewartii. The use of actinobacteria as biological control agents represents an environmentally friendly alternative for disease management, as these microorganisms can produce antagonistic secondary metabolites against plant pathogens. This study aimed to identify the best indigenous actinobacterial isolate for controlling Stewart’s wilt disease and improving the growth and yield of sweet corn. The research was conducted in two stages: (1) isolation and characterization of actinobacteria and P. stewartii subsp. stewartii, and (2) selection of indigenous actinobacteria for disease suppression and plant growth promotion. The experiment was arranged in a completely randomized design with 22 treatments and three replications. Observations included actinobacterial morphology, biosafety testing, disease development, and growth and yield parameters of sweet corn. A total of 25 actinobacterial isolates were obtained, of which five were pathogenic to maize based on biosafety tests. Isolate APPS1.4 showed the highest effectiveness by extending the incubation period to 8.98 days and reducing disease incidence and severity to 16.94% and 17.26%, respectively. Isolate APPS1.4 also increased plant height to 140,80 cm, leaf number to 10,70 leaves, and ear weight of sweet corn to 837,66 g.
Potensi Aktinobakteria Filosfer Indigenos sebagai Agens Biokontrol Bakteri Pantoea ananatis dan Biofertilizer Tanaman Bawang Merah Iskandar, Mhd. Fiqry; Yanti, Yulmira; Khairul, Ujang
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.64298

Abstract

Bakteri Pantoea ananatis merupakan salah satu patogen penting penyebab penyakit hawar daun bakteri pada tanaman bawang merah. Salah satu alternatif pengendalian bakteri P. ananatis yang ramah lingkungan yaitu memanfaatkan aktinobakteria filosfer indigenos. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat aktinobakteria filosfer indigenos bawang merah yang mampu menekan pertumbuhan bakteri P. ananatis secara in vitro dengan menghasilkan senyawa biokontrol, dan yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta produksi bawang merah dengan menghasilkan senyawa biofertilizer. Penelitian dilakukan secara eksperimen terdiri atas 20 isolat aktinobakteria filosfer indigenos yang diulang 4 kali, disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap, Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Proteksi Tanaman dan kebun percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang pada Januari-April 2025. Percobaan terdiri atas dua tahap yaitu: 1) pengujian kemampuan aktinobakteria filosfer indigenos dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produksi bawang merah, dan 2) pengujian kemampuan aktinobakteria filosfer indigenos terseleksi sebagai agens biokontrol dan biofertilizer. Variabel yang diamati yaitu hari muncul tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, dan bobot kering umbi, serta produksi senyawa biokontrol dan biofertilizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelas isolat aktinobakteria filosfer indigenos mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produksi bawang merah. Terdapat sebelas isolat aktinobakteria filosfer indigenos mampu menghambat pertumbuhan bakteri P. ananatis secara in vitro, delapan isolat menghasilkan enzim protease, sepuluh isolat menghasilkan enzim amilase, satu isolat menghasilkan hidrogen sianida, dan delapan isolat menghasilkan siderofor. Aktinobakteria filosfer indigenos sebagai biofertilizer, sebanyak 18 isolat mampu memfiksasi nitrogen dan menghasilkan IAA, dan lima isolat mampu melarutkan fosfat. Isolat yang berpotensi sebagai agens biokontrol dan biofertilizer adalah NLLP2H, NBSP3A, NLLA3F, NBSP2H, dan NBSP3F.