Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN MOTIF HIAS KAIN TENUN ENDEK PADA PERTENUNAN ARTHA DHARMA DI DESA SINABUN, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG Luh Putu Sri Okta Pradinda .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.24786

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (2) komposisi motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (3) teknik pembuatan motif kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian perkembangan motif hias kain endek Pertenunan Artha Dharma di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik pertenunan, pegawai, serta para penenun di Pertenunan Artha Dharma. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma yaitu; (a) motif hias garis, (b) motif hias temos, (c) motif hias wajik, (d) motif hias skordi, (e) motif hias tunjung, motif hias cempaka, motif hias bambu, motif hias anggur, motif hias bangau, motif hias singa, motif hias lumba-lumba. (2) Komposisi motif hias kain endek di Pertenunan Artha Dharma meliputi : (a) prinsip komposisi motif hias kain tenun endek berupa repetisi, harmoni, unity, dan balance. (3) Teknik pembuatan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma menggunakan teknik ikat, teknik jumputan, teknik prada, dan teknik songket yang menghasilkan motif endek jumputan, motif endek prada, motif endek songket. Kata Kunci : Tenun Endek, Motif Hias, Pertenunan Artha Dharma This study aims to describe: (1) the development of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (2) the composition of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (3) techniques for making endek woven motifs in Artha Dharma Weaving. This research is a descriptive study with the object of research on the development of the decorative motifs of Artha Dharma Weaving in Sinabun Village, Sawan District, Buleleng Regency. Sources of data in this study are weaving owners, employees, and weavers in Artha Dharma Weaving. Data collection methods using the method of observation, and interview methods. The research instrument used observation sheets and interview sheets. Data analysis techniques using descriptive analysis techniques. The results showed that, (1) The development of decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving namely; (a) line decorative motifs, (b) temos decorative motifs, (c) diamond decorative motifs, (d) skordi decorative motifs, (e) tunjung decorative motifs, cempaka decorative motifs, bamboo ornamental motifs, grape ornamental motifs, stork ornamental motifs , lion ornamental motifs, dolphin decorative motifs. (2) The composition of the decorative motifs of endek woven in the Artha Dharma Weaving covers: (a) the principle of the composition of the decorative motifs of endek woven in the form of repetition, harmony, unity, and balance. (3) The technique of making decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving uses ikat technique, jumputan technique, prada technique, and songket technique that produce endek jumputan motif, endek prada motif, songket endek motif.keyword : Endek Weaving, Decorative Motifs, Artha Dharma Weaving
RETRACTION: (Pengembangan Busana Fantasi dengan Sumber Ide Fenomena El Nino) Wayan Rian Apsani; I Gede Sudirtha; I Dewa Ayu Made Budhiyani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.29337

Abstract

Penarikan artikel ini dilakukan berdasarkan permintaan dari penulis dan pertimbangan dari tim redaksi Bosaparis mengingat telah terjadi double submission. 
Tata Rias Pengantin Bali Madya Khas Kabupaten Jembrana Made Yustika Yani; Ni Ketut Widiartini; I Gede Sudirtha
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i1.32286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai tata rias pengantin Bali Madya khas Kabupaten Jembrana yang ditinjau dari segi tata rias wajah, tatanan rambut, busana, serta aksesoris yang digunakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Lokasi penelitian di LKP W & W Asri. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan tata rias wajah pengantin wanita meliputi: serinata, alis-alis, gecek, foundation, bedak, shading, eyeshadow, dan lipstik. Pengantin pria: foundation, bedak, alis-alis, eyeshadow dan lipstik. Tatanan rambut pengantin wanita meliputi: penggunaan sanggul gelung tanduk, bunga menori putih, bancangan, puspo lembo, bunga sandat emas, bunga kap, bunga cempaka putih, kuning, bunga sandat dan bunga pucuk emas. Pengantin pria: tidak ada penataan khusus, hanya rambut yang disisir rapi dan di hair spray. Busana pengantin wanita meliputi: tapih wali, kamben motif cerari kotak, selendang motif rujak boni, selendang motif mastuli hitam, selendang motif jembatan cinta. Pengantin pria: kamben, saput, stagen, umpal dan udeng. Aksesoris pelengkap pengantin wanita meliputi: subeng cerorot, kalung binar, gelang nagasatru. Pengantin pria: rumbing, bros binar, dan keris. Di setiap Kabupaten memiliki perbedaan dan ciri khas tersendiri serta memiliki 3 tingkatan dalam tata rias serta busananya. Tata rias pengantin Bali Madya khas Kabupaten Jembrana memiliki ciri khas yaitu sanggul gelung tanduk, bunga menori putih, serta busananya sebagian besar menggunakan kain tenunan khas Jembrana.
PENGEMBANGAN BUSANA KERJA DARI KAIN SONGKET BIMA awaluddin muhammad abdillah; I Gede Sudirtha; I Dewa Ayu Made Budhyani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i1.32792

Abstract

Tujuan dari penilitian ini yaitu untuk: Mengetahui hasil pengembangan busana kerja dari kain songket Bima. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian Research and Development atau penelitian dan pengembangan dengan model PPE (Planning, Production and Evaluation) .Isntrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu  kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan uji coba produk yang melibatkan dua ahli busana. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Dari hasil uji isi untuk kuisioner pengembangan busana kerja , terdapat 3 indikator yang terdiri dari 7 butir pertanyaan yang dinyatakan valid oleh ahli isi. 2) Hasil produk jika di konversikan kedalam persentase memiliki kualifikasi sangat baik dengan tingkat pencapaian 92,5%. 3) Perlu diperhatikan kesesuaian desain dengan hasil jadi busana kerja. 4). Pemilihan bahan yang tepat dapat menunjang pengembangan busana kerja.. Kata Kunci : PPE, Busana Kerja, Kain songket Bima.The aim of this study was to acknowledge the result of the development of work uniform from Bima songket cloth. Type of study used in this study was Research and Development with PPE (Planning, Production and Evaluation) model. The instrument used to collect the data was questionnaire.  The data gathered then being analyzed by using descriptive qualitative and descriptive qualitative technique. The research was done by testing the product with involving the experts of contents and fashion. The result of the study was: 1) From the testing of contents for questionnaire in the development of work uniform, there were 3 indicators which consist of 7 questions that are declared as valid by contents expert. 2) The percentage of the converted product showed to have excellent qualification with achievement level in 92,5%. 3) Need to be noticed the comformity between the design and the result of work uniform. 4) The proper choice of the material can support the work uniform development. Key words: PPE, Work Uniform, Bima songket cloth.DAFTAR PUSTAKA Agustini, Sudiartha, G., Angendari, M. D. 2019.  Pengembangan Busana Pesta Malam dengan Sumber Ide Dari Mitologi Kerajaan Yunani. Tersedia di: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPKK/article/view/22152.Diakses 10 Oktober 2019.Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.Borg, W R & Gall, M D. 2003. Educational Research: an Introduction (7. ed). New York: Logman Inc.Chandra, J. 1994. Kreativitas, Bagaimana Menanam ,Membangun dan Mengembangkannya. Yogyakarta : Kanisius.Ernawati, Izweni, Weni, N. 2008. Tata Busana Jilid 1 untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah kejuruan.Haryawati, I L A., Sudiartha, I G., Angendari, M.D. 2019.  Pembuatan Busana Fantasi dengan Sumber ide Dramatari Calonarang, tersedia di: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPKK/article/view/22151. Diakses 11 Januari 2020.Khayati, E. Z.  1998. Pembuatan busana III. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.Lestari, A P R P., Sudirtha, I G., Angendari, M D. 2019. Pengembangan Busana Fantasi dengan Sumber Ide Kekaisaran Jepang. Tersedia di: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPKK/article/view/15991. Diakses 11 Januari 2020.Munandar, S.C. Utami. 1992. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.Ngalimun, 2013. Perkembangan dan Pengembangan Kreativitas. Yogyakarta: Aswaja PressindoNurcahyani, L. 2018. Strategi Pengembangan Produk Kain Tenun Ikat Sintang. Tersedia di:  https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/ article/view/530. Diakses 11 Januari 2020.Riyanto, A. A. 2003. Desain Busana. Bandung: Yapemdo.Robert, B. M. 2009. Instructional Design-The ADDIE Approach. New York: Springer.Rukmana, N.S.R., Yarmaidi, Y., Suwarni, N. 2014. Kain Songket dalam Upaya Pelestarian Budaya Daerah Palembang Muara Penimbung Ulu. Tersedia di: https://www.neliti.com/id/publications/247898/kain-songket-dalam-upaya-pelestarian-budaya-daerah-palembang-di-muara-penimbung. Diakses 11 Januari 2020.Soekarno. 2002. Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitati Dan R&D. Bandung : Alfa Beta.Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Jakarta: Alfabeta.Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&B. Jakarta: Alfabeta.Tegeh, Made Dkk. 2014. Model Penelitian Pengembangan. Yokyakarta: Graha IlmuThiagarajan. 1974. Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Washinton DC: National Center for Improvement Educational System.
Pengembangan Media Moodboard Berbantuan Aplikasi Pengolah Gambar pada Pembelajaran Desain Busana Sri Haerina Lailatul Janah; I Dewa Ayu Made Budhyani; I Gede Sudirtha
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i1.32799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian media moodboard berbantuan aplikasi pengolah gambar pada pembelajaran desain busana melalui uji ahli media, uji ahli isi, dan uji subjek sasaran. Jenis penilitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) adapun model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE yang terdiri dari analyze, design, development, implemenation, dan evaluation. Teknik analisis data dalam pengambilan data pada penelitian ini yaitu angket. Hasil penelitian menunjukkan penilaian media moodboard berbantuan aplikasi pengolah gambar berdasarkan uji ahli materi memperoleh rerata presentase 99 % termasuk kategori sangat baik, ahli media memperoleh rerata presentase 92% (sangat baik), dan subjek sasaran memperoleh rerata persentase 94% (sangat baik). Kata Kunci : Media, Moodboard, aplikasi pengolah gambar, Desain Busana This study aims to determine the assessment of moodboard media assisted by image processing applications in clothing design learning through the media expert test, content expert test, and target subject test. This type of research is research and development. The model used in this study is the ADDIE model which consists of analyze, design, development, implementation, and evaluation. The data analysis technique in collecting data in this study is a questionnaire. The results showed that the assessment of moodboard media assisted by image processing applications based on the test of material experts obtained an average percentage of 99% including the very good category, media experts obtained an average percentage of 92% (very good), and the target subject received an average percentage of 94% (very good). DAFTAR RUJUKANKeywords: Media, Moodboard, image processing application, Fashion DesignAnggrini, Anggi.2020. “ Alternatif Model Penyusunan Moodboard sebagai Metode Berfikir Kreatif dalam Pengembangan Konsep Visual” Vol 1 Juli 2020Ayu, Anggra Rucitra.2020. “ Merumuskan Konsep Dasar Interior“ Volume 5 No.1Bestari, Afif. 2016. “Pengaruh Penggunaan Media Moodboard Terhadap Pengetahuan Desain Busana Pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Busana” Volume 3 No.2.Haryati, Siti. 2015. “Pengembangan Media pembelajaran Fliipbook Fisika Untuk Meningkattkan Hasil Belajar Peserta Didik”. Volume 4 Oktober 2015.Tegeh, Made I. Pengembangan Bahan Ajar Metode Penelitian Pendiidikan dengan Model ADDIE.SE Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran covid-19, kementerian pendidikan IndonesiaSuciati. 2008. Moodboard. Prodi Pendidikan Tata Busana. Bandung: Universitas Pendidikan IndonesiaSugiyono. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. 2019. Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.
Perkembangan Motif Kain Tenun Bima di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima Nuratul Amalia; I Gede Sudirtha; Made Diah Angendari
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i3.37282

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait perkembangan (1) jenis motif kain tenun Bima sejak dahulu hingga sekarang, dan (2) fungsi  dari kain tenun Bima di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data tersebut diperoleh dengan cara observasi dan wawancara yang didukung oleh dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa lembar observasi dan lembar wawancara. Sumber informan sebanyak 11 orang termasuk informan kunci. Dalam proses analisis data digunakan analisis deskriptif kualititatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis motif kain tenun Bima sejak dahulu hingga sekarang di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima sudah mengalami perkembangan. Perkembangannya dimulai sejak zaman sebelum Kesultanan, yaitu pada zaman Kerajaan Bima (pada abad ke 15 Masehi). Motif yang ada saat itu ialah motif Bali Mpida dan Bali Lomba. Setelah Kerajaan Bima digantikan menjadi Kesultanan Bima, motif  yang terdapat pada kain tenun Bima mengalami perubahan, diantaranya terdapat motif Wunta Satako, Wunta Samobo, Wunta Aruna, Kakando, Gari, Pado Tolu, Nggusu Upa, Pato Waji, Nggusu Waru, Uma Lengge, Zig-Zag, Mada Sahe, Coma Kapi, dan Galomba Moti To’i. (2) fungsi  dari kain tenun Bima di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima pun sudah mengalami perkembangan sehingga tidak tertinggal oleh kemajuan zaman, serta tanpa meninggalkan fungsi awal yang telah ada. Perkembangannya dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal, diantaranya aspek adat istiadat, aspek sosial, aspek estetika, dan aspek ekonomi.Kata kunci: Kain tenun Bima, jenis motif, fungsi kain tenun Bima. 
Penerapan Hiasan Payet Pada Busana Pesta Berbahan Batik Motif Merak Abyorhokokai gera suartini vera; I Gede Sudirtha; Made Diah Angendari
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i3.37470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan busana pesta bahan Batik Motif Merak Abyorhokokai dengan variasi hiasan Payet berdasarkan langkah penelitian pengembangan PPE (2) mengetahui bagaimana hasil pembuatan busana pesta berbahan Batik Motif Merak Abyorhokokai dengan variasi Payet. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan PPE. Proses pengembangan dengan model PPE ini terdiri dari tiga tahapan yaitu: Perencanaan (Planning), Produksi (Production), dan Evaluasi (Evaluation).Metode yang digunakan ialah metode kuisioner instrument  pengumpulan data yang digunakan ialah kuisioner dari ahli busana.Tahapan pengembangan PPEmelalui beberapa proses yaitu: Pertama (Planning) ialah perencanaan pengembangan produk meliputi analisis MotifBatik Merak Abyorhokokai dengan payet yang akan dikembangkan menjadi busana pesta. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan rancangan desain busana pesta dan rancangan bahan.Setelah menyelesaikan proses perencanaan dilanjutkan pada tahap produksi (production) meliputi proses pemotongan bahan, menjahit bagian busana hingga proses penyelesaian akhir. Kemudiantahap akhir evaluasi (evaluation) kualitas hasil produk busana pesta dengan uji produk melalui penilaian oleh dua orang ahli busana. Hasil pengembangan busana pesta berbahan Batik BaliMotif merak abyorhokokai dengan variasi Payet terdiri dari satu busana pesta yang menggunakan kain Batik BaliMotifMerak Abyorhokokai yang terfokus pada ciri khusus dari MotifBatiklalu divariasikan dengan Payet untuk mempertegas dan memperindah dari Motif tersebut. Berdasarkan hasil uji produk busana pesta dari ahli busana I mendapatkan 97,5% dan ahli busana II mendapatkan 90% berdasarkan perhitungan mendapatkan rerata hasil dengan presentase 93,75%. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan busana pesta memiliki tingkat pencapaian yaitu sangat baikKata Kunci : Busana Pesta, Batik Motif Merak Abyorhokokai, Payet
Identifikasi Tenun Gegambir di Kelompok Tenun Sari Bhakti Banjar Pesalakan, Pejeng Kangin, Gianyar. Ni Luh Sukaniti; Ni Ketut Widiartini; I Gede Sudirtha
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v13i1.43926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses pembuatan Tenun Gegambir, (2) Karakteristik Tenun Gegambir pada Kelompok Tenun Sari Bhakti Banjar Pesalakan, Pejeng Kangin, Gianyar. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses pembuatan Tenun Gegambir dibagi menjadi 2 tahapan yaitu: (a) proses awal pembuatan dimulai dari persiapan benang hingga alat, (b) dilanjutkan dengan proses menenun yang dimulai dari nyulak (pemintalan benang lungsi), nganyinan (pengaturan dan menghitung jumlah benang yang diperlukan sesuai dengan lebar dan pajang tenun), nusuk (memasukan benang lungsi ke serat/sisir), nyasah (pengaturan benang lungsi pada papan yang ada pada alat tenun cagcag), ngeliing (proses pemintalan benang pakan), dan terakhir adalah penenunan yang berbeda dari cara menenun tenun tradisional lainnya yaitu pengrajin dibantu dengan alat bantu bernama cobo yang sudah digulung dengan benang tambahan yang akan diatur oleh pengrajin untuk membentuk lubang yang tersusun sesuai bentuk/pola sesuai dengan kreasi para pengrajin. (2) Karakteristik Tenun Gegambir yang menjadi ciri khas dari tenunan ini dibandingkan dengan tenun pada umumnya terletak pada warna yang bervariasi, motif berlubang dan teknik menenun dengan menggunakan alat bantu cobo. Kata Kunci: Tenun, Tenun Gegambir, Proses Pembuatan, Karakteristik
Pengembangan Bahan Ajar Kompetensi Dasar Perawatan Tangan dan Kaki Pada Mata Kuliah manicure Dan Pedicure Ni Made Lia Dharmayanti; Gede Sudirtha; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v13i1.44486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan Bahan Ajar Kompetensi Dasar Perawatan Tangan Dan Kaki Pada Mata Kuliah Manicure dan Pedicure yang dapat digunakan sebagai bahan ajar mahasiswa semester V Konsentrasi Tata Kecantikan Program Studi S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha berdasarkan uji ahli isi materi pembelajaran dan uji ahli media pembelajaran. Model ADDIE terdiri atas lima langkah, yaitu: (1) analisis (analyze), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (development), (4) implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation). Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh berdasarkan kelayakan bahan ajar. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan hitung uji angket yang diberikan kepada ahli media dan ahli isi. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuisioner berupa angket. Hasil analisis data dari kedua ahli isi materi diperoleh rerata 90,7 % (sangat layak), hasil analisis data dari kedua ahli media diperoleh hasil 89,9% (sangat layak). Berdasarkan hasil analisis ahli isi materi dan ahli media dapat disimpulkan bahwa kelayakan bahan ajar kompetensi dasar perawatan tangan dan kaki pada mata kuliah manicure dan pedicure yang dapat digunakan sebagai bahan ajar mahasiswa semester V Konsentrasi Tata Kecantikan Program Studi S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha berdasarkan uji ahli isi materi pembelajaran dan uji ahli media pembelajaran dinyatakan sangat layak.Kata Kunci: bahan ajar, manicure, pedicureThis study aims to examine the feasibility of Basic Competency Hand and Foot Care Teaching Materials in Manicure and Pedicure Courses that can be used as teaching materials for V semester students Concentration of Beauty Cosmetology Study Program S1 Family Welfare Education Department of Industrial Technology Faculty of Engineering and Vocational Education Ganesha University based on a test learning material content expert and learning media expert test. The ADDIE model consists of five steps, namely: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The types of data in this study are qualitative data and quantitative data. Qualitative data obtained based on the feasibility of teaching materials. Quantitative data was obtained based on the count of the questionnaire test given to media experts and content experts. The instrument used in data collection is a questionnaire in the form of a questionnaire. The results of data analysis from the two content experts obtained an average of 90.7% (very feasible), the results of data analysis from the two media experts obtained the results of 89.9% (very feasible). Based on the results of the analysis of content experts and media experts, it can be concluded that the feasibility of teaching materials for basic hand and foot care in manicure and pedicure courses that can be used as teaching materials for fifth semester students Concentration of Beauty Cosmetology Study Program S1 Family Welfare Education Department of Industrial Technology Faculty of Engineering And the Ganesha University Vocational.Keywords: teaching materials, manicure, pedicure DAFTAR PUSTAKAAkdon, R. (2011). Rumus dan Data dalam Aplikasi Statistika. Bandung: Alfabeta.Belawati, T. (2006). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.Pradani, R., & Nurlaela, L. (2014). Pengembangan Modul Sub Kompetensi Perawatan Tangan dan Rias Kuku untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa di Smk. Jurnal Pendidikan Vokasi UNESA, 2(01), 49–59.Prawiradilaga, D. S. (2008). Prinsip Disain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualititatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.Sungkono. (2003). Pengembangan dan Pemanfaatan Bahan Ajar Diktat dalam Proses Pembelajaran. Yogyakarta: FIP UNY.Tegeh, I. M., Jampel, I. N., & Pudjawan, K. (2015). Pengembangan Bahan ajar Model Penelitian Pengembangan dengan Model Addie. Seminar Nasional Riset Inovatif IV, 208–216.
KARAKTERISTIK EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN DARAT BERBASIS NILAI-NILAI NYAMABRAYA I Gede Astra Wesnawa; I Gede Sudirtha
Jurnal IKA Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20192

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Bali selama 3 (tiga) tahun, dengan tujuan untuk menghasilkan model pengelolaan wilayah perbatasan darat berbasis konsep Nyamabraya. Dengan konsep kearifan lokal ini konflik di wilayah perbatasan provinsi, kabupaten, dan desa di Bali dapat  dihindari atau diminimalisir, sehingga terjadi keajegan wilayah bahkan keutuhan NKRI tetap lestari. Salah satu tujuan khusus dari penelitian Tahun I adalah mengidentifikasi karakteristik ekonomi, sosial budaya masyarakat dalam pengelolaan wilayah perbatasan darat, Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan  paradigma penelitian pengembangan tipe prototipycal studies yang dipadukan dengan metode analisis reflektif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ekonmi masyarakat perbatasan adalah dominan pada sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Karakteristik sosial budaya masyarakat dalam pengelolaan wilayah perbatasan darat dengan “desa kala patra” yang diselaraskan dengan  konsel Tri Hita Karana
Co-Authors ., Alfi Lailatul Badriy ., Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari ., I Gusti Ayu Dwi Mirah Jayanti ., Kadek Devi Saras Patmawati ., Kadek Megayanti ., Kadek Monik Widi Hutami ., KOMANG AGUS WIDHYASA ., Luh Ade Haryawati ., Luh Putu Sri Indra Partiwi ., Luh Putu Sri Okta Pradinda ., Made Mahatmi Pradnya Pramita ., Made Yunitari ., Ni Kadek Emma Pratiwi ., Ni Luh Ayu Utami ., NI LUH DESI ARIATI ., Ni Made Devi Meilasari ., Ni Putu Putri Astuti ., Nurmayana ., Putu Gitta Fortuna ., Ririn Pebrianti ., Sohriah abdillah, awaluddin muhammad Adhi Suarjana, I Kadek Agustini . Agustini Agustini Agustini Agustini, Agustini Alfi Lailatul Badriy . Amalia, Nuratul Angendari , Made Diah Anggirihin Kusuma . Annisa Ikhtiari Apsani, Wayan Rian Ardana, I Wayan Arisuryami, Devi Artanayasa, Wayan Asnur, Rukdianti Aslinda awaluddin muhammad abdillah Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari . Bagus Suyadnya, I Gusti Budhiyani, I Dewa Ayu Made Budhyani, I Dewa Made Budi, Made Wangi Eka desi gusti yani Dessy Seri Wahyuni Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra dharmayanti, ni made lia Fitria . Gede Nova Kertiana Putra gera suartini vera Gusti Ayu Putu Ari Andini . Haryawati, I Luh Ade I Dewa Ayu Made Budhiyani I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Ayu Made Budhyani I Gede Astra Wesnawa I Gede Ratnaya I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Ayu Dwi Mirah Jayanti . I Gusti Ayu Putri Candra Dewi . I Gusti Bagus Suyadnya I Kadek Adhi Suarjana I Luh Ade Haryawati I Made Candiasa I Made Gede Sunarya I Putu Darmayasa I Wayan Ardana Ikhtiari, Annisa Indriatna, Venty Juniawati, Ni Kadek Windi Kadek Devi Saras Patmawati . Kadek Maindra Kadek Megayanti . Kadek Monik Widi Hutami . Kadek Onny Swastini Kadek Onny Swastini . Kertiana Putra, Gede Nova Kurnia Dwi Prayani . Kurniasari, Ni Made Utari Lestari, Ayu Putu Rahayu Pertiwi Luh Ade Haryawati . Luh Puspaningsih . Luh Putu Sri Indra Partiwi . Luh Putu Sri Okta Pradinda . M.Cs S.Kom I Made Agus Wirawan . Made Diah Angendari Made Diah Angendari Made Diah Angendari Angendari Made Mahatmi Pradnya Pramita . Made Windu Antara Kesiman Made Yunitari Made Yunitari . Made Yustika Yani Maindra, Kadek Maria Dapa Talu . Ni Kadek Emma Pratiwi . Ni Kadek Lina Wiartini . Ni Kadek Lina Wiartini ., Ni Kadek Lina Wiartini Ni Kadek Windi Juniawati Ni Kadek Windi Juniawati . Ni Ketut Widiartini Ni Ketut Widiartini Ni Kt. Widiartini Ni Luh Ayu Utami . Ni Luh Desi Ariati NI LUH DESI ARIATI . Ni Luh Sukaniti Ni Made Devi Meilasari . ni made lia dharmayanti Ni Made Suriani Ni Putu Putri Astuti . Ni Putu Sisnutari d . Ni Putu Sisnutari d ., Ni Putu Sisnutari d Nuratul Amalia Nyoman Dantes Nyoman Santiyadnya Pebrianti, Ririn Pranata, Putu Andika Prengki Gito Sudarsono Putu Aditya Antara Putu Agus Mayuni Putu Andika Pranata Putu Gitta Fortuna . Putu Juli Indah Purnami Purnami Putu Yudia Pratiwi Ririn Pebrianti Ririn Pebrianti . Santi, Ni Made Fortuna Ayu Wasanti Sohriah . Sri Haerina Lailatul Janah Suharni . Suharni M.Pd Sukaniti, Ni Luh Suratmin Swastini, Kadek Onny Syifaullinnas Hs . Trisna Nurmeisarah . Venty Indriatna vera, gera suartini Wayan Rian Apsani Widiartini, Ni Kt. Yani, Made Yustika Yuli Harniati . Yundari, Yundari Yunitari, Made