Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MOTIF HIAS PADA KAIN JADI DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNIK PAINTING DAN BORDIR Pebrianti, Ririn; Widiartini, Ni Kt.; Sudirtha, I Gede
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.22115

Abstract

AbstrakPenelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir dilihat dari prinsip-prinsip dan unsur-unsur desain berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu bentuk, warna, tekstur, keselarasan, irama, pusat perhatian dan unity (keseluruhan). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi (lembar uji panelis) berdasarkan tolak ukur kualitas dan dikonversi dengan menggunakan skala 3 (baik, cukup, tidak baik) dan diujikan secara organoleptik kepada 19 orang panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kualitas penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu (1) bentuk yang memperoleh skor 2,72 dalam kategori baik, (2) warna memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (3) tekstur memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (4) keselarasan memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (5) irama memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (6) pusat perhatian memperoleh skor 2,85 dalam kategori baik, (7) unity (keseluruhan) memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik.Kata kunci : bordir, kualitas, motif hias, painting, penerapan.
TEKNIK MENGHIAS BUSANA PESTA PADA PT. CHARISMA BALI ., Ni Putu Sisnutari d; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) teknik yang digunakan untuk mengaplikasikan hiasan busana pesta. (2) proses pembuatan menghias busana pesta. Penelitian ini dilakukan di PT. Charisma Bali. Objek penelitian adalah teknik yang digunakan untuk mengaplikasikan hiasan busana pesta dan proses pembuatan menghias busana pesta di PT. Charisma Bali. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Instrument penelitian adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) teknik yang digunakan untuk mengaplikasikan hiasan busana pesta di PT. Charisma Bali adalah: (a) busana pesta dengan mengaplikasikan brokat, tali kur dan payet, (b) busana pesta dengan detail payet, (c) busana pesta dengan mengaplikasikan brokat dengan payet, (d) busana pesta dengan mengaplikasikan tali kur dan pita motif, (e) busana pesta dengan mengaplikasikan brokat dan tali kur. (2) Proses pembuatan menghias busana pesta di PT. Charisma Bali antara lain (a) alat dan bahan pembuatan hiasan busana pesta adalah gunting motif, gunting benang, jarum tangan, pendedel, menekin, jarum pentul, tempat payet, benang jahit, brokat, payet, tile, tali kur, (b) proses pembuatan menghias busana pesta antara lain persiapan alat dan bahan, menggunting, pemasangan pada menekin, menjahit dengan tangan dan finishing. Kata Kunci : Teknik Menghias, Busana Pesta This study aims to determine (1) the technique used to apply decoration party dress. (2) the process of making a party dress decorate. This research was conducted at PT. Charisma Bali. The object of research is a technique used to apply decoration party dress and decorate a party dress-making process in PT. Charisma Bali. Techniques of data collection using interviews and observation. Research instrument was the questionnaires and observation sheets. Methods of data analysis using descriptive analysis. The results showed that (1) the technique used to apply decoration fashion party at PT. Charisma Bali are: (a) a party dress by applying brocade, rope chair and sequins, (b) a party dress with sequin detail, (c) a party dress by applying brocade with sequins, (d) a party dress by applying a rope chair and ribbon motif , (e) applying a party dress with brocade and rope chair. (2) The process of making a party dress decorate PT. Charisma Bali, among others, (a) the tools and materials to make ornaments party dress is scissors motif, scissors yarn, needle hand, pendedel, menekin, pin, place sequins, sewing thread, brocade, sequins, tulle, rope chair, (b) process manufacture decorate a party dress, among others, preparation of tools and materials, cutting, mounting om menekin, sewing by hand and finishing. keyword : Decorating Techniques, Fashion Party
PEMBUATAN BUSANA FANTASI DENGAN SUMBER IDE DRAMATARI CALONARANG Haryawati, I Luh Ade; Sudirtha, I Gede; Angendari, Made Diah
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i3.22151

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang; (2) mendeskripsikan hasil dari pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), menggunakan model pengembangan PPE. Proses penelitian pengembangan busana ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu yang terdiri dari 3 tahap yaitu: Perencanaan (planning), produksi (production), evaluasi (evaluation). (1) Pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah angket. Proses dari pembuatan buasana fantasi melalui beberapa tahap yakni tahap perencanaan hal pertama yang dilakukan adalah menganalisis terhadap sumber ide yang dikembangkan menjadi busana. Kemudian dilanjutkan dengan proses perancangan atau desain. Pada proses ini peneliti membuat desain busana berdasarkan analisis. Setelah proses perencanaan, kemudian tahap selanjutnya yaitu produksi. Pada proses pengembangan terdiri dari dua langkah yaitu, persiapan dan pelaksanaan. Tahap evaluasi dilakukan uji produk terhadap hasil dari pengembangan busana. (2) Hasil pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang terdiri dari dua busana dengan siluet A dan I yang bersumber ide dari tokoh busana penari Matah Gede. Berdasarkan hasil uji produk busana fantasi dari ahli busana I dan ahli II mendapatkan hasil 98,5%. Hal menunjukan bahwa pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang memiliki tingkat pencapaian sangat baik. Kata Kunci: Busana Fantasi, Dramatari Calonarang, Sumber Ide. Abstract This study aims to (1) describe the process of making fantasy fashion with the source of Dramatari Calonarang's ideas; (2) describe the results of making a fantasy outfit with the source of Dramatari Calonarang's ideas. This research is a research and development, using PPE development model. The clothing development research process is carried out through several stages, consisting of 3 stages: planning, production, evaluation. (1) Data collection used in this development is a questionnaire. The process of making fantasy atmosphere through several stages namely the planning stage the first thing to do is to analyze the source of ideas developed into clothing. Then proceed with the design process. In this process the researcher makes a fashion design based on analysis. After the planning process, then the next stage is production. In the development process consists of two steps, namely, preparation and implementation. The product evaluation phase is tested on the results of clothing development. (2) The results of making a fantasy outfit with the source of ideas Dramatari Calonarang consists of two outfits with silhouettes A and I sourced from the fashion figure of the dancer Matah Gede. Based on the test results of fantasy fashion products from fashion experts I and experts II get 98.5% results. This shows that the making of fantasy fashion with the source of ideas from Dramatari Calonarang has a very good level of achievement. Keywords: Fantasy Clothing, Development, Idea Source.
Tata Rias Pengantin Agung Kabupaten Tabanan ., Kadek Monik Widi Hutami; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tata rias wajah (2) tata rias rambut, (3) tata busana (4) aksesoris dari tata rias pengantin Agung Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Sumber data dari A.A. Ayu Ketut Agung sebagai informan kunci, selaku pemilik LKP Salon Agung dan Penglingsir Puri Agung Kabupaten Tabanan, Sagung Oka Pradnyawati selaku pemiliki LKP Salon Anggun dan Made Rahayuni selaku pemilik salon Candra Dewi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli tahun 2019 di Kabupaten Kabupaten Tabanan. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias pengantin Agung Kabupaten Tabanan terdiri dari (1) tata rias wajah untuk pengantin pria yaitu alis- alis, perona mata, perona pipi, eyeliner, perona bibir dan tata rias wajah untuk pengantin wanita yaitu serinata, alis-alis, hiasan mata, hidung, perona pipi, hiasan bibir, gecek dan penampel pelengan. (2) tata rias rambut untuk pengantin pria menggunakan udeng emas dan tata rias rambut untuk pengantin wanita yaitu pembuatan semi, petitis meruncing berbentuk jantung hati, bunga mawar, bunga cempaka kuning, bunga cempaka putih, bunga sandat, bunga emas, bancangan, bunga kap, bunga kompyong, puspalembo, sanggul gelung tanduk. (3) tata busana untuk pengantin pria menggunakan baju kerah berdiri dengan hiasan emas, umpal prada, wastra prada, saput songket dan tata busana untuk pengantin wanita menggunakan selendang once jawa, selendang ktengsun, wastra songket, tapih prada, sabuk prada. (4) aksesoris untuk pengantin pria menggunakan rumbing dan keris dan aksesoris untuk pengantin wanita menggunakan kalung, subeng, gelang naga satru, gelang kana, sabuk emas, dan cincin.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, pengantin agung Kabupaten Tabanan This study aims to describe (1) facial make-up (2) hair make-up (3) fashion (4) accessories from bridal make-up Agung Kabupaten Tabanan. Type of research used is descriptive research. Data collection methods are done by observation and interviews. Source of data from A.A. Ayu Ketut Agung as the owner of the Agung salon LKP and Agung Kabupaten Tabanan castle chancellor, Sagung Oka Pradnyawati as the owner of the Anggung LKP, and Made Rahayuni as the owner of the Candra Dewi salon. This research was conducted from June to July 2019 in Kabupaten Tabanan Regency. The instrument of this study was the observation sheet and interview sheet. Data analysis used was descriptive technique. The results of this study indicate that bridal make-up Agung Kabupaten Tabanan for brides consists of (1) face make-up namely serinata, eyebrows, eye decoration, nose decoration, blush on, lip colour, gecek and penampel pelengan and bridal make-up Agung Kabupaten Tabanan for the groom is face make-up namely eyebrows, eye decoration, blush on, eyeliner, lip colour. (2) Hairdressing on the bride namely making semi, petitis heart shaped, roses, white cempaka flowers, yellow cempaka flowers, ylang flowers, golden flowers, bancangan, bunga kap, kompyong, puspalembo, and sanggul gelung tanduk and the groom’s hair dressing is using udeng emas. (3) Fashion used on the bride is the scarf once jawa, the scarf ktengsun, wastra songket, tapih prada, sabuk prada and the clothes used are baju kerah emas, umpal prada, saput songket, and wastra prada. (4) The accessories used on the bride are the rings, necklaces, gelang nagasatru, gelang kana, and sabuk emas and the accessories used are rumbing and keris. keyword : Accessories, fashion, make-up, bridal Kabupaten Tabanan
FACE MAKE OVER DENGAN TEKNIK SHADING DAN HIGHLIGHT (STUDI EKSPERIMEN PADA BENTUK WAJAH BUAH PIR DAN PERSEGI) ., Ni Made Devi Meilasari; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9912

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan mengetahui tentang teknik shading dan highlight pada face make over untuk bentuk wajah pir dan persegi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar ceklist berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 (baik, cukup, kurang baik) yang diujikan kepada 5 panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (2) Face make over dengan teknik highlight pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (3) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,60); (4) face make over dengan teknik higlight pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,40) Kata Kunci : Kata kunci: Bentuk wajah buah pir, bentuk wajah persegi, teknik shading, teknik highlight The purposes of this research to know about shading and highlgiht technique to pear face shape and square face shape. Method of data collection that used in this study are based on a benchmark checklist sheet and converted to the guidelines 3 scale (good, sufficient, poor) were tested nto 5 trained panelists. Quality of the test data were analyzed using descriptive quantitative technique. Result of this research is (1) face make over with shading technique to peachface stand in good category (2.60); (2) face make over with highlight technique to pear face stand in good category (2,60); (3) face make over with shading technique to square face shape stands in good category (2,60); (4) face make over with highlight technique to square shape stand in good category (2,40). keyword : Keywords: pear face shape, square face shape, shading technique, highlight technique
PENGEMBANGAN TATA RIAS FANTASI DENGAN SUMBER IDE MITOLOGI CHINA Yunitari, Made; Sudirtha, I Gede; Angendari, Made Diah
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i3.22144

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan tata rias fantasi; (2) menerangkan hasil akhir dari pengembangan tata rias fantasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model ADDIE. Subyek dari penelitian ini yaitu 2 orang ahli isi instrumen dan 2 orang ahli produk yang akan menilai hasil produk tata rias fantasi dengan sumber ide mitologi China. Penelitian menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi (1) Proses pengembangan tata rias fantasi dengan sumber ide mitologi China dimulai dari tahap analisis, desain, pengembangan terdiri dari persiapan dan pelaksanaan, implementasi dan evaluasi berupa saran para ahli produk (2) Hasil akhir berupa tata rias fantasi meliputi tata rias wajah, penataan rambut dan body painting yang dikembangkan dari sumber ide mitologi China. Hasil penilaian yang didapatkan dari para ahli produk yakni tingkat pencapaian dari validitas produk adalah 94.99% dengan kualifikasi produk dapat dikatakan sangat baik.Kata kunci : Mitologi China, Pengembangan, Sumber Ide , Tata Rias Fantasi
Tata Rias Pengantin Bali Madya Khas Kabupaten Jembrana Yani, Made Yustika; Widiartini, Ni Ketut; Sudirtha, I Gede
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v12i1.32286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai tata rias pengantin Bali Madya khas Kabupaten Jembrana yang ditinjau dari segi tata rias wajah, tatanan rambut, busana, serta aksesoris yang digunakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Lokasi penelitian di LKP W & W Asri. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan tata rias wajah pengantin wanita meliputi: serinata, alis-alis, gecek, foundation, bedak, shading, eyeshadow, dan lipstik. Pengantin pria: foundation, bedak, alis-alis, eyeshadow dan lipstik. Tatanan rambut pengantin wanita meliputi: penggunaan sanggul gelung tanduk, bunga menori putih, bancangan, puspo lembo, bunga sandat emas, bunga kap, bunga cempaka putih, kuning, bunga sandat dan bunga pucuk emas. Pengantin pria: tidak ada penataan khusus, hanya rambut yang disisir rapi dan di hair spray. Busana pengantin wanita meliputi: tapih wali, kamben motif cerari kotak, selendang motif rujak boni, selendang motif mastuli hitam, selendang motif jembatan cinta. Pengantin pria: kamben, saput, stagen, umpal dan udeng. Aksesoris pelengkap pengantin wanita meliputi: subeng cerorot, kalung binar, gelang nagasatru. Pengantin pria: rumbing, bros binar, dan keris. Di setiap Kabupaten memiliki perbedaan dan ciri khas tersendiri serta memiliki 3 tingkatan dalam tata rias serta busananya. Tata rias pengantin Bali Madya khas Kabupaten Jembrana memiliki ciri khas yaitu sanggul gelung tanduk, bunga menori putih, serta busananya sebagian besar menggunakan kain tenunan khas Jembrana.
TENUN 3 DIMENSI PADA INDUSTRI TENUN PUTRI AYU KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR PROVINSI BALI ., Kadek Megayanti; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tenun 3 dimensi (2) motif kain tenun 3 dimensi pada Industri Tenun Putri Ayu Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Tenun Putri Ayu, yang menjadi informan kunci adalah pemilik Industri Tenun Putri Ayu dan informan lainnya adalah pegawai Industri Tenun Putri Ayu. Objek penelitian adalah proses pembuatan dan motif tenun 3 dimensi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif yang mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pembuatan tenun 3 dimensi pada Industri Tenun Putri Ayu menggunakan 3 proses kerja yaitu teknik songket, teknik ikat dan teknik air brush, dan menggunakan mesin ATM semi manual (sistem kartu). (2) tenun 3 dimensi memiliki beberapa motif diantaranya motif bunga pucuk rejuna, bunga jepun, bunga pucuk bang, bunga mawar dan Jakarta.Kata Kunci : Motif Tenun, Tenun 3 Dimensi, Tenun Inovasi The purpose of this research is to know (1) the process of making 3-dimensional weaving (2) 3 dimensional woven fabric motif at Putu Ayu Blahbatuh Subdistrict, Gianyar Regency, Bali Province. The research is descriptive research. The research was conducted in Putu Ayu Women's Weaving Industry, which became the key informant is the owner of Weaving Industry of Putri Ayu and other informants are employees of Weaving Industry of Princess Ayu. The object of research is the process of making and motif weaving 3 dimensions. Methods of data collection using observation and interview methods. Techniques of data analysis using descriptive analysis techniques to describe a state or phenomena-what is. Research instruments are interview and observation guidelines. The results of this study indicate that (1) in Putu Ayu weaving industry 3 dimension weaving process using 3 working process that is songket technique, connective technique and air brush technique, and using semi manual machine (card system). (2) 3 dimensional weaving has several motifs such as flower buds of rejuna, jepun flower, bud shoot bang, roses and Jakarta. keyword : Motif Weaving, 3 Dimensional Weaving, Weaving Innovation
TENUN IKAT TRADISIONAL PADA KELOMPOK TENUN KAPO KALE DESA MANULONDO KECAMATAN NDONA KABUPATEN ENDE NTT ., Maria Dapa Talu; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.2442

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jenis ragam hias tenun ikat tradisional; (2) Proses pembuatan tenun ikat tradisional dengan menggunakan pewarna alami; (3) Makna ragam hias dan fungsi tenun ikat.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Manulondo Kecamatan Ndona. Subyek penelitian yaitu pengrajin tenun ikat.Obyek penelitian adalah ragam hias tenun ikat tradisional, proses pembuatan serta makna ragam hias dan fungsi tenun ikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,1) ragam hias yang ada di Desa Manulondo terdapat 16 ragam hias yaitu: Ragam Hias Jara Nggaja, Nggaja Sedetu, Nggaja Manu, Jara, Mata Karara, Soke Mata Ria, Soke Mata Lo’oSoke Mata Modhe, Soke Belle Kale, Pea Kanga, Rote Rego, Rote Koba, Rote Kopo, Mangga, One Mesadan Semba, 2) Proses pembuatan tenun ikat di Desa Manulondo hampir sama dengan daerah lain di Indonesia yakni menggunakan alat tenun sederhana dan pewarna alami. Proses pembuatan tenun ikat secara tradisional yaitu: Woe Lelu/menggulung benang, Dao Go’a/merentangkan benang lungsi, Meka Pette/ mengikat benang, Podo Ngili/pencelupan benang, Redu Perru/mencabut tali gebang, Pusi Mina/perminyakan, Kekku Toro/pencelupan warna merah, Dao Go’a/merentangkan benang, Pili Perru/mengatur benang Ae Ti/memberi kanji, dan Seda/menenun, 3) Makna ragam hias biasanya dikaitkan dengan penggunaan dalam upacara adat yang ada. Jenis ragam hias Nggaja dimaknai sebagai lambang kendaraan para dewa, ragam hias Jara dimaknai sebagai lambang kendaraan para arwah dan ragam hias semba dimaknai sebagai lambang kebesaran para Mosalaki dan Atalaki. Fungsi tenun ikat memliki dua fungsi yaitu fungsi pasif sebagai hiasan dan fungsi aktif dapat dilihat dari beberapa aspek kehidupan masyarakat seperti aspek sosial dikenakan saat upacara adat, aspek religi dikenakan pada saat upacara keagamaan, aspek ekonomi sebagai sumber penghasilan keluarga dan aspek estetika memiliki nilai yang tinggi dilihat melalui proses pembuatannya yang rumit. Kata Kunci : Kata Kunci: Ragam Hias, Tenun Ikat Tradisional, Pewarna Alami Abstract This research aims at finding out: (1) Kinds of decorated variations of traditional strung woven; (2) Process of producing natural coloring based of traditional strung woven; (3) Meaning of decorated variations and function of strung woven. This study is conducted in Manulondo Village, Ndona Subdistrict. The subject of this research are weaver of strung woven and the object is decorated variation of traditional strung woven, the production process, and the function of strung woven. This study results that 1) There are 16 kinds of decorated variations in Manulondo Village which are Jara Nggaja, Nggaja Sedetu, Nggaja Manu, Jara, Mata Karara, Soke Mata Ria, Soke Mata Lo’oSoke Mata Modhe, Soke Belle Kale, Pea Kanga, Rote Rego, Rote Koba, Rote Kopo, Mangga, One MesaandSemba, 2) The production process of strung woven in Manulondo Village is nearly the same as other places in Indonesia which uses simple weaving machine and natural coloring process. The processes of producing strung woven in traditional way, namely, Woe Lelu/rolling up string, Dao Go’a/flinging out lungsi string, Meka Pette/ tying up the string, Podo Ngili/dying the string, Redu Perru/lifting out gebang rope, Pusi Mina/oiling, Kekku Toro/dying red color, Dao Go’a/flinging out string, Pili Perru/arranging stringAe Ti/giving starch, and the last isSeda/weaving. 3) The meaning of decorated variation is commonly related with its usage to tradition ceremony. The kinds of decorated variations of Nggaja is defined as the symbol of the vehicles of Gods, Jara decorated variation symbolizes as the souls’ vehicles, and Semba decorated variation means as the greatness symbol of MosalakiandAtalaki. The functions of strung woven can be divided into two, namely, passive function as it is seen as decoration and active function as it is established in life aspects, such as social aspect as it is used in tradition ceremony, religious aspect as people wear it for attending religious ceremony, economical aspect as it is beneficial for family finances, and estetical aspect which is high valuable as it is seen from the complexity of the production process. keyword : Key words: Decorative, Traditional Weaving, Natural Dyes
PERKEMBANGAN MOTIF HIAS KAIN TENUN ENDEK PADA PERTENUNAN ARTHA DHARMA DI DESA SINABUN, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG ., Luh Putu Sri Okta Pradinda; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.24786

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (2) komposisi motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (3) teknik pembuatan motif kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian perkembangan motif hias kain endek Pertenunan Artha Dharma di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik pertenunan, pegawai, serta para penenun di Pertenunan Artha Dharma. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma yaitu; (a) motif hias garis, (b) motif hias temos, (c) motif hias wajik, (d) motif hias skordi, (e) motif hias tunjung, motif hias cempaka, motif hias bambu, motif hias anggur, motif hias bangau, motif hias singa, motif hias lumba-lumba. (2) Komposisi motif hias kain endek di Pertenunan Artha Dharma meliputi : (a) prinsip komposisi motif hias kain tenun endek berupa repetisi, harmoni, unity, dan balance. (3) Teknik pembuatan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma menggunakan teknik ikat, teknik jumputan, teknik prada, dan teknik songket yang menghasilkan motif endek jumputan, motif endek prada, motif endek songket. Kata Kunci : Tenun Endek, Motif Hias, Pertenunan Artha Dharma This study aims to describe: (1) the development of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (2) the composition of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (3) techniques for making endek woven motifs in Artha Dharma Weaving. This research is a descriptive study with the object of research on the development of the decorative motifs of Artha Dharma Weaving in Sinabun Village, Sawan District, Buleleng Regency. Sources of data in this study are weaving owners, employees, and weavers in Artha Dharma Weaving. Data collection methods using the method of observation, and interview methods. The research instrument used observation sheets and interview sheets. Data analysis techniques using descriptive analysis techniques. The results showed that, (1) The development of decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving namely; (a) line decorative motifs, (b) temos decorative motifs, (c) diamond decorative motifs, (d) skordi decorative motifs, (e) tunjung decorative motifs, cempaka decorative motifs, bamboo ornamental motifs, grape ornamental motifs, stork ornamental motifs , lion ornamental motifs, dolphin decorative motifs. (2) The composition of the decorative motifs of endek woven in the Artha Dharma Weaving covers: (a) the principle of the composition of the decorative motifs of endek woven in the form of repetition, harmony, unity, and balance. (3) The technique of making decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving uses ikat technique, jumputan technique, prada technique, and songket technique that produce endek jumputan motif, endek prada motif, songket endek motif.keyword : Endek Weaving, Decorative Motifs, Artha Dharma Weaving
Co-Authors ., Alfi Lailatul Badriy ., Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari ., I Gusti Ayu Dwi Mirah Jayanti ., Kadek Devi Saras Patmawati ., Kadek Megayanti ., Kadek Monik Widi Hutami ., KOMANG AGUS WIDHYASA ., Luh Ade Haryawati ., Luh Putu Sri Indra Partiwi ., Luh Putu Sri Okta Pradinda ., Made Mahatmi Pradnya Pramita ., Made Yunitari ., Ni Kadek Emma Pratiwi ., Ni Luh Ayu Utami ., NI LUH DESI ARIATI ., Ni Made Devi Meilasari ., Ni Putu Putri Astuti ., Nurmayana ., Putu Gitta Fortuna ., Ririn Pebrianti ., Sohriah abdillah, awaluddin muhammad Adhi Suarjana, I Kadek Agustini . Agustini Agustini Agustini Agustini, Agustini Alfi Lailatul Badriy . Amalia, Nuratul Angendari , Made Diah Anggirihin Kusuma . Annisa Ikhtiari Apsani, Wayan Rian Ardana, I Wayan Arisuryami, Devi Artanayasa, Wayan Asnur, Rukdianti Aslinda awaluddin muhammad abdillah Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari . Bagus Suyadnya, I Gusti Budhiyani, I Dewa Ayu Made Budhyani, I Dewa Made Budi, Made Wangi Eka desi gusti yani Dessy Seri Wahyuni Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra dharmayanti, ni made lia Fitria . Gede Nova Kertiana Putra gera suartini vera Gusti Ayu Putu Ari Andini . Haryawati, I Luh Ade I Dewa Ayu Made Budhiyani I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Ayu Made Budhyani I Gede Astra Wesnawa I Gede Ratnaya I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Ayu Dwi Mirah Jayanti . I Gusti Ayu Putri Candra Dewi . I Gusti Bagus Suyadnya I Kadek Adhi Suarjana I Luh Ade Haryawati I Made Candiasa I Made Gede Sunarya I Putu Darmayasa I Wayan Ardana Ikhtiari, Annisa Indriatna, Venty Juniawati, Ni Kadek Windi Kadek Devi Saras Patmawati . Kadek Maindra Kadek Megayanti . Kadek Monik Widi Hutami . Kadek Onny Swastini Kadek Onny Swastini . Kertiana Putra, Gede Nova Kurnia Dwi Prayani . Kurniasari, Ni Made Utari Lestari, Ayu Putu Rahayu Pertiwi Luh Ade Haryawati . Luh Puspaningsih . Luh Putu Sri Indra Partiwi . Luh Putu Sri Okta Pradinda . M.Cs S.Kom I Made Agus Wirawan . Made Diah Angendari Made Diah Angendari Made Diah Angendari Angendari Made Mahatmi Pradnya Pramita . Made Windu Antara Kesiman Made Yunitari Made Yunitari . Made Yustika Yani Maindra, Kadek Maria Dapa Talu . Ni Kadek Emma Pratiwi . Ni Kadek Lina Wiartini . Ni Kadek Lina Wiartini ., Ni Kadek Lina Wiartini Ni Kadek Windi Juniawati Ni Kadek Windi Juniawati . Ni Ketut Widiartini Ni Ketut Widiartini Ni Kt. Widiartini Ni Luh Ayu Utami . Ni Luh Desi Ariati NI LUH DESI ARIATI . Ni Luh Sukaniti Ni Made Devi Meilasari . ni made lia dharmayanti Ni Made Suriani Ni Putu Putri Astuti . Ni Putu Sisnutari d . Ni Putu Sisnutari d ., Ni Putu Sisnutari d Nuratul Amalia Nyoman Dantes Nyoman Santiyadnya Pebrianti, Ririn Pranata, Putu Andika Prengki Gito Sudarsono Putu Aditya Antara Putu Agus Mayuni Putu Andika Pranata Putu Gitta Fortuna . Putu Juli Indah Purnami Purnami Putu Yudia Pratiwi Ririn Pebrianti Ririn Pebrianti . Santi, Ni Made Fortuna Ayu Wasanti Sohriah . Sri Haerina Lailatul Janah Suharni . Suharni M.Pd Sukaniti, Ni Luh Suratmin Swastini, Kadek Onny Syifaullinnas Hs . Trisna Nurmeisarah . Venty Indriatna vera, gera suartini Wayan Rian Apsani Widiartini, Ni Kt. Yani, Made Yustika Yuli Harniati . Yundari, Yundari Yunitari, Made