Claim Missing Document
Check
Articles

Tata Rias Pengantin Agung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali ., Ni Kadek Lina Wiartini; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6793

Abstract

Penelitian jenis kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagian-bagian dan makna dari tata rias, busana, aksesoris (2) untuk mengetahui langkah-langkah tata rias pengantin Agung Karangasem. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara metode observasi, metode wawancara dan studi dokumen kepada LKP Dewi Ratih, puri Agung Karangasem dan Dinas Kebudayaan Karangasem dengan objek penelitian yaitu tata rias pengantin Agung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Tata rias pengantin Agung Karangasem dibagi menjadi 3 bagian yaitu tata rias wajah dan rambut, busana, serta aksesoris pengantin Agung Karangasem. Masing-masing bagian pada tata rias pengantin Agung Karangasem memiliki makna yang sesuai dengan fungsinya, (2) Langkah-langkah pelaksanaan dimulai dari tata rias wajah, selanjutnya pada tata rias rambut: pembentukan semi gopong, pusung kerucut, sanggul gento agung, bunga mawar, cempaka putih, cempaka kuning, blengker, bunga sandat, empak-empak, bunga cempaka, cucuk bundar emas, dan terakhir pemasangan sekar taji. Langkah penggunaan busana pengantin wanita meliputi: penggunaan tapih, kamen songket, stagen, selendang blebet sutra cina, dan terakhir selendang bangsing. Pada pengantin pria menggunakan: saput songket merebong, sabuk/stagen, kampuh/saput sutra penuh, umpal, baju beludru bersulam, dan destar. Langkah penggunaan aksesoris pengantin wanita meliputi: Subeng cerorot, badong, gelang, dan sabuk pending. Pada pengantin pria meliputi: penggunaan rumbing, gelang, dan pada tahap akhir penggunaan bros.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, pengantin Agung Karangasem. This type of qualitative research aimed to determine (1) the parts of and the meaning of the make up , clothes , accessories (2) to know how to make up wedding’s Agung Karangasem. The methods of data collection is done by observation , interview and document study to LKP Dewi Ratih , the castle and the Department of Culture Agung Karangasem. The object of research is make up wedding Agung Karangasem Bali Province. The experiment produck is (1) wedding’s make up Agung Karangasem, has three posts. There are face and hair make up, clothes, and wedding’s accessories Agung Karangasem has the meaning by its seft. So in the use of and the implementation must be full about the right doing become the natural. (2) The scond doing from the vace make up than hair styling: semi gopong, pusung kerucut, sanggul gento agung, rose, white cempaka, yellow cempaka, blengker, sandat, rose, empak-empak, cucuk bundar emas, and the last is using by sekar taji (woman). The next is using by women clothes wedding, there are: tapih, kamen songket, stagen, selendang blebet sutra cina and the last selendang bangsing. For man clothes wedding is using: saput songket merebong and destar. For woman wedding accessories there are: subeng cerorot, badong, bracelet, and sabuk pending. For man wedding accessories there are: rumbing, bracelet than the last is bross.keyword : Accessories, clothes, make up, Agung Karangasem wedding
MODIFIKASI KEBAYA BERBAHAN DASAR ENDEK DENGAN APLIKASI BORDIR ., Ni Luh Ayu Utami; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18369

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hasil pengembangan dari modifikasi kebaya berbahan dasar endek dengan aplikasi bordir berdasarkan prinsip keselarasan, keseimbangan, irama, dan proporsi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan PPE (Planning, Production, and Evaluation), dimulai dari tahap perencanaan, produksi, dan evaluasi produk. Dalam penelitian ini dilibatkan dua orang ahli isi untuk menguji instrumen dan tiga orang ahli busana untuk menguji kualitas produk yang dihasilkan. Setelah instrumen dinyatakan valid, instrumen tersebut digunakan untuk uji produk. Penilaian produk dinilai berdasarkan prinsip desain yaitu keselarasan, keseimbangan, irama, dan proporsi, dengan tingkat pencapaian sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Berdasarkan uji produk yang telah dilakukan oleh ahli busana, mendapatkan hasil 100% dari ahli busana 1, 93,33% dari ahli busana 2, dan 93,33% dari ahli busana 3. Rata-rata presentase menunjukkan bahwa hasil pengembangan dari modifikasi kebaya berbahan dasar endek dengan motif bordir memiliki kualifikasi yang sangat baik dengan rata-rata 95,55%. Kata Kunci : Modifikasi, Kebaya, Kain Endek, Motif Patra Sari The purpose of this study was to describe the results of the development of kebaya modification were made from Endek base with embroidery motif based on the principle of harmony, balance, rhythm, and proportion. This study uses the development model of PPE (Planning, Production, and Evaluation), started from the planning, production and product evaluation stages. In this study, two content experts were involved to test the instrument and three fashion experts to test the quality of the products produced. After the instrument was declared valid, the instrument was used for product testing. Product assessment was assessed based on design principles, namely harmony, balance, rhythm, and proportion, with the level of achievement by the specified criteria. Based on product tests conducted by fashion experts, getting 100% from fashion experts 1, 93.33% from fashion experts 2, and 93.33% from fashion experts 3. The average percentage shows that the results of the development of kebaya modification were made from Endek base with embroidery motif had been very good qualifications with an average of 95.55%.keyword : Modification, Kebaya, Endek, Patra Sari Motif
Pengetahuaan dan Keterampilan Penata Sanggul Modern Pola Top Style Pada Salon Kecantikan di Kota Denpasar Selatan ., Putu Gitta Fortuna; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8962

Abstract

Penelitiaan ini bertujuaan untuk mengetahui (1) pengetahuaan penata sanggul modern pola top style di salon kecantikan Denpasar Selatan.(2) Keterampilan penata sanggul modern pola top style pada salon kecantikan di Kota Denpasar Selatan. Penelitiaan ini menggunakan rancangan penelitiaan deskriptif kuantitatif. Objek penelitian yang digunakan adalah pengetahuaan dan keterampilan penata sanggul modern pola top style. Sempel penelitiaan berjumlah 20 responden, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan angket (kuesioner). Analisis data dalam penelitiaan ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil pengetahuaan menunjukan bahwa tingkat pengetahuaan penata sanggul moderen pola top style menunjukan katagori baik skor (80%) berjumlah 16 orang penata rambut, dan yang menunjukan katagori cukup skor (20%) yaitu berjumlah 4 orang penata rambut. Sedangkan tingkat keterampilan yang dimiliki penata rambut dari beberapa salon menunjukan kategori baik (30%) berjumlah 6 orang penata rambut, dan yang menunjukan kategori cukup skor (70%) berjumlah 14 orang penata rambut. Kata Kunci : Pengetahuaan, Keterampilan, Sanggul Modern, Pola Top Style This research purpose to know (1) knowledge of modern hair bun dresser top style pattern in beauty salon at south Denpasar.(2) Skill of modernt hair bun dresses top style pattern in beauty salon at south Denpasar city. This research use research derscriptive quantitative program. The variable of this research is knowledge and skill modern hair bun dresser top style pattern.The sampel of research is about 20 respondents, methed descriptive quantitative analysis. The resuilt of knowledge show that knowledge level of modern hair bun dresser top style pattera in good categrory that is (80%) the hair bun dressers are about 16 people hair bun dressers, and there is sufficient category (20%) there are about 4 people hair bun dressers. Whereas the level skill of hair bun dresser from some of beauty salon show that they are in good category (30%) there are 6 people of hair bun dresser, and there are (70%) 14 people of hair bun dressers that show in sufficient categrory. keyword : Knowledge, Skill, Modern hair bun, Top Style pattern.
Pengembangan Busana Fantasi Dengan Sumber Ide Kekaisaran Jepang ., Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15991

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan proses pengembangan busana fantasi 2) mengetahui hasil pengembangan pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Kekaisaran Jepang. Dalam penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) pada setiap tahapannya. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar kuisoner diberikan kepada Expert Judgment untuk menguji instrument sebelum diberikan ke ahli produk dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan 1) Proses penelitian pengembangan busana fantasi dengan sumber ide kekaisaran Jepang menggunakan model ADDIE terdiri dari beberapa langkah-langkahnya, a) analisis busana b) mendesain busana, c) pengembangan busana d) mengimplementasikan busana e) mengevaluasi busana. 2) Hasil pengembangan busana fantasi dengan sumber ide Kekaisaran Jepang, dari hasil iuji oleh dua orang ahli produk, mendapatkan nilai 77,27% dengan hasil kualifikasi baik. Sehingga bisa dijadikan acuan dalam mengembangkan sebuah produk selanjutnya. Kata Kunci : Kata Kunci : ADDIE, Busana Fantasi, Kekaisaran Jepang, Pengembangan Abstract The objectives of this study were 1) to describe the process of developing fantasy fashion 2) to know the results of the development of making fantasy fashion with the source of the idea of the Imperial Japan. In this study using a development research model with ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) model at each stage. The instrument used in this study in the form of questionnaire was given to Expert Judgment to test the instrument before being given to the product expert and then analyzed using qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the study show 1) The process of researching the development of fantasy fashion with sources of imperial Japanese ideas using the ADDIE model consists of several steps, a) fashion analysis with b) designing clothes, c) fashion development, d) implementing fashion, e) evaluating fashion . 2) The results of the development of fantasy fashion with the source of the idea of Imperial Japan, from the results of the tests by two product experts, scored 77.27% with good qualifications. So that it can be used as a reference in developing a further product.keyword : Keywords: ADDIE, Development, Fantasy Fashion, Imperial Japan
PEMBUATAN BUSANA FANTASI DENGAN SUMBER IDE DRAMATARI CALONARANG ., Luh Ade Haryawati; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang; (2) mendeskripsikan hasil dari pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), menggunakan model pengembangan PPE. Proses penelitian pengembangan busana ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu yang terdiri dari 3 tahap yaitu: Perencanaan (planning), produksi (production), evaluasi (evaluation). (1) Pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah angket. Proses dari pembuatan buasana fantasi melalui beberapa tahap yakni tahap perencanaan hal pertama yang dilakukan adalah menganalisis terhadap sumber ide yang dikembangkan menjadi busana. Kemudian dilanjutkan dengan proses perancangan atau desain. Pada proses ini peneliti membuat desain busana berdasarkan analisis. Setelah proses perencanaan, kemudian tahap selanjutnya yaitu produksi. Pada proses pengembangan terdiri dari dua langkah yaitu, persiapan dan pelaksanaan. Tahap evaluasi dilakukan uji produk terhadap hasil dari pengembangan busana. (2) Hasil pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang terdiri dari dua busana dengan siluet A dan I yang bersumber ide dari tokoh busana penari Matah Gede. Berdasarkan hasil uji produk busana fantasi dari ahli busana I dan ahli II mendapatkan hasil 98,5%. Hal menunjukan bahwa pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang memiliki tingkat pencapaian sangat baik. Kata Kunci : Kata Kunci: Busana Fantasi, Dramatari Calonarang, Sumber Ide. This study aims to (1) describe the process of making fantasy fashion with the source of Dramatari Calonarang's ideas; (2) describe the results of making a fantasy outfit with the source of Dramatari Calonarang's ideas. This research is a research and development, using PPE development model. The clothing development research process is carried out through several stages, consisting of 3 stages: Planning, Production, Evaluation.(1) Data collection used in this development is a questionnaire. The process of making fantasy atmosphere through several stages namely the planning stage the first thing to do is to analyze the source of ideas developed into clothing. Then proceed with the design process. In this process the researcher makes a fashion design based on analysis. After the planning process, then the next stage is production. In the development process consists of two steps, namely, preparation and implementation. The product evaluation phase is tested on the results of clothing development. (2) The results of making a fantasy outfit with the source of ideas Dramatari Calonarang consists of two outfits with silhouettes A and I sourced from the fashion figure of the dancer Matah Gede. Based on the test results of fantasy fashion products from fashion experts I and experts II get 98.5% results. This shows that the making of fantasy fashion with the source of ideas from Dramatari Calonarang has a very good level of achievement.keyword : Keywords: Fantasy Clothing, Development, Idea Source.
Pengembangan Jobsheet Berbasis Media Fragmen Dalam Pembelajaran Praktek Tehnik Tailoring ., Ni Kadek Emma Pratiwi; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengembangkan produk berupa jobsheet yang berbasis media fragmen sebagai media pembelajaran.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode observasi dan angket/kuisioner penilaian ahli media dan ahli isi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan lembar kusioner penilaian ahli media dan ahli isi berdasarkan dengan skala3 pernyataan baik, cukup, dan kurang yang diujikan pada 3 ahli media dan 1 ahli isi terdiri dari dosen Tata Busana. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian pengembangan jobsheet berbasis media fragmen dalam pembelajaran praktek Tekhnik Tailoring dapat disimpulkan bahwa jobsheet berbasis media fragmen dalam pembelajaran praktek Tekhnik Tailoring yang dirancang dapat membantu mahasiswa dalam pengerjaan tugas dan memudahkan mahasiswa dalam mengikuti instruksi yang ada pada jobsheet yang berikan. Berdasarkan rekapitulasi penilaian ahli isi memperlihatkan jika dikonversikan dengan kriteria hasil penilaian ahli isi maka dapat dipaparkan hasil penilaian ahli isi memperoleh hasil yang termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 43. Serta berdasarkan rekapitulasi penilaian ahli media memperlihatkan jika dikonversikan dengan kriteria hasil penilaian ahli media maka dapat dipaparkan hasil penilaian ahli media memperoleh hasil yang termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 34,67. Sehingga bisa dijadikan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Fragmen, jobsheet, pengembangan This development reseach aims to know the results of product development in the form of jobsheet- based fragment nedia as a medium of learning. Data collection methods used in this study by using the method of observation and questionnaire assessment of media experts and content experts. The instruments used in this study are an observation sheet aand an expert media assessment sheet and a content expert based on a 3-point statement good, enough, and insufficient were tested on 3 media experts and 1 content expert.Then analyzed using technical descriptive analysis. Based on the result of research and discussion on research development of fragmented media- based jobsheet in the learning practice of Tailoring Techniquescan be concluded that the fragment- based jocbsheet in the learning practise tailings designed to assist students in work tasks and allows students to follow instructions on the jobsheets. Based on the recapitulation of expert opinion contents show if converted on the criteria of the result of expert assessment of the content it can be presented the result of the content expert’s evaluation abtained the result included in the category of good with an average score of 43. Based on the recapitulation of expert opinion media’s show if converted on the criteria of the result of experts assessment of the media it can be presented the result of the media expert’s evaluation abtained the result included in the category of good with an average score of 34,67. So it hopefully can be used as a tool in the learning process.keyword : Fragments, jobsheet, development
Pengembangan Tata Rias Fantasi dengan Sumber Ide Mitologi China ., Made Yunitari; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan tata rias fantasi; (2) menerangkan hasil akhir dari pengembangan tata rias fantasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model ADDIE. Subyek dari penelitian ini yaitu 2 orang ahli isi instrumen dan 2 orang ahli produk yang akan menilai hasil produk tata rias fantasi dengan sumber ide mitologi China. Penelitian menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi (1) Proses pengembangan tata rias fantasi dengan sumber ide mitologi China dimulai dari tahap analisis, desain, pengembangan terdiri dari persiapan dan pelaksanaan, implementasi dan evaluasi berupa saran para ahli produk (2) Hasil akhir berupa tata rias fantasi meliputi tata rias wajah, penataan rambut dan body painting yang dikembangkan dari sumber ide mitologi China. Hasil penilaian yang didapatkan dari para ahli produk yakni tingkat pencapaian dari validitas produk adalah 94.99% dengan kualifikasi produk dapat dikatakan sangat baikKata Kunci : Mitologi China, Pengembangan, Sumber Ide, Tata Rias Fantasi The study arrived at (1) describing the process of developing fantasy makeup; (2) explaining the final result of developing fantasy makeup. The type of this qualitative and quantitative study was research and development with ADDIE research model. The subject of this study were 2 instrument content experts and 2 product experts who assessed the result of fantasy makeup products with the source of Chinese mythological idea. The study reveals (1) The process of developing fantasy makeup with the source of Chinese mythological idea starting from the stage of analysis, design, development, consisting of preparation and implementation, implementation and evaluation in the form of advice from product experts (2) The final results in the form of fantasy makeup include facial makeup, hair styling and body painting which are developed from the source of Chinese mythological idea. The obtained assesssment result from the product experts is the level of achievement of product validity is 94.99% which means that the product is categorized as a very good product.keyword : Chinese Mythology, Development, Idea Source, Fantasy Makeup
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DASAR PENGERITINGAN RAMBUT PADA SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN RAMBUT SMK NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Kadek Devi Saras Patmawati; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12385

Abstract

Penelitian yang telah dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam 1) meningkatkan aktivitas siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Dasar pengeritingan rambut. Variabel bebas dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT, sedangkan variabel terikat dari penelitian ini terdiri dari aktivitas dan hasil belajar siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Rambut. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes untuk hasil belajar ranah kognitif, lembar observasi untuk aktivitas belajar siswa dan hasil belajar ranah afektif dan penilaian keterampilan untuk ranah psikomotor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan rata-rata kelas sebesar 75,94 pada siklus I menjadi sebesar 91,88 pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II aktivitas belajar siswa sebesar 6,25. 2) Ketuntasan klasikal untuk hasil belajar pada siklus I sebesar 93,75% menjadi sebesar 100% pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II pada hasil belajar 6,25%.Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Pengeritingan Rambut The research that has been conducted is Classroom Action Research. This study aims to implement cooperative learning model type NHT in 1) increase student activity 2) improve student learning outcomes in learning Basic hair curling. Independent variable of this research is Cooperative Learning Model of NHT type, while the dependent variable of this research consists of activity and student learning outcomes. Sources of data from this study are students of class XI Tata Beauty Hair. Data collection techniques used in the form of tests for cognitive domain learning results, observation sheets for student learning activities and affective learning and the assessment of skills for psychomotor domain. The results of this study indicate that 1) Student learning activity is shown by the average class of 75.94 in the first cycle to be 91.88 in cycle II. The increase that occurred in the first and second cycle of student learning activities amounted to 6.25. 2) Classical completeness for learning outcomes in the first cycle of 93.75% to 100% in cycle II. The increase in cycle I and II on the learning outcomes of 6.25%. keyword : Learning Activity, Learning outcomes, Learning Hair Curling
PRODUKTIVITAS KERJA DAN TINGKAT PARTISIPASI KERJA (TPK) WANITA PENGERAJIN TENUNAN TRADISIONAL DI DESA JINENG DALEM KABUPATEN BULELENG BALI Sudirtha, I Gede; Mayuni, Putu Agus
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 9, No 1 (2012): Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.688 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v9i1.2873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang : (1) produktivitas kerja para wanita pengerajin tenunan tradisional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali, (2) tingkat partisipasi kerja (TPK)  para wanita pengerajin tenunan traditional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali, (3) kontribusi terhadap perekonomian keluarga oleh  para wanita pengerajin tenunan tradisional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali, (4) sistem regenerasi yang dilakukan dalam meneruskan usaha tenunan tradisional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali. Subek dari penelitian ini adalah wanita pengerajin tenun tradisional di Desa Jineng Dalem Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Bali. Responden dalam penelitian ini adalah : para wanita yang bekerja sebagai pengerajin tenun (tidak termasuk yang sedang sekolah). Dengan demikian keseluruhan unit analisis yang diperhitungkan sebagai populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai pengerajin tenunan tradisional. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan pencatatan dokumen, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan : (1) secara hitungan kasar tingkat produktivitas yang dihasilkan dari pekerjaan menenun dapat dikatakan masih relatif rendah, (2) Tingkat Produktivitas Kerja (TPK)  kelompok pengerajin wanita di Desa Jineng Dalem adalah sebesar 63.3 %. Kontrtibusi yang diberikan pengerajin wanita di desa Jineng Dalem terhadap perekonomian keluarga bervariasi dari  16.7% sampai 75 %. Sebagai usaha kerajinan tradisional, pekerjaan menenun merupakan pekerjaan yang didapat secara turun temurun dari generasi ke generasi dengan sistem kekeluargaan, tanpa ada sistem pendidikan atau lembaga pelatihan yang jelas.   Kata-kata kunci : produktivitas, tingkat partisipasi kerja, pengerajin
Penerapan Metode Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Dalam Pembelajaran TIK Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Mendoyo Tahun Pelajaran 2012/2013 Kertiana Putra, Gede Nova; Sudirtha, I Gede; Gede Sunarya, I Made
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 2, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19723

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk [1] mengetahui peningkatan hasil belajar TIK siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Mendoyo melalui penerapan metode PAKEM dan [2] mengetahui respon siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Mendoyo terhadap penerapan metode PAKEM dalam pembelajaran TIK. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Mendoyo tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 38 orang. Sedangkan objek penelitiannya adalah [1] hasil belajar siswa serta [2] respon siswa terhadap penerapan metode PAKEM dalam pembelajaran TIK . Pengumpulan data hasil belajar TIK siswa dikumpulkan melalui metode tes dan observasi serta data respon siswa dikumpulkan melalui angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I untuk nilai rata-rata hasil belajar dan presentase ketuntasan klasikal siswa yaitu sebesar 70.47 dan 7.89% dan pada siklus II menjadi 81.36 dan 81.58%. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan metode PAKEM pada pelajaran TIK adalah positif dengan rata-rata skor sebesar 60.15.
Co-Authors ., Alfi Lailatul Badriy ., Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari ., I Gusti Ayu Dwi Mirah Jayanti ., Kadek Devi Saras Patmawati ., Kadek Megayanti ., Kadek Monik Widi Hutami ., KOMANG AGUS WIDHYASA ., Luh Ade Haryawati ., Luh Putu Sri Indra Partiwi ., Luh Putu Sri Okta Pradinda ., Made Mahatmi Pradnya Pramita ., Made Yunitari ., Ni Kadek Emma Pratiwi ., Ni Luh Ayu Utami ., NI LUH DESI ARIATI ., Ni Made Devi Meilasari ., Ni Putu Putri Astuti ., Nurmayana ., Putu Gitta Fortuna ., Ririn Pebrianti ., Sohriah abdillah, awaluddin muhammad Adhi Suarjana, I Kadek Agustini . Agustini Agustini Agustini Agustini, Agustini Alfi Lailatul Badriy . Amalia, Nuratul Angendari , Made Diah Anggirihin Kusuma . Annisa Ikhtiari Apsani, Wayan Rian Ardana, I Wayan Arisuryami, Devi Artanayasa, Wayan Asnur, Rukdianti Aslinda awaluddin muhammad abdillah Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari . Bagus Suyadnya, I Gusti Budhiyani, I Dewa Ayu Made Budhyani, I Dewa Made Budi, Made Wangi Eka desi gusti yani Dessy Seri Wahyuni Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra dharmayanti, ni made lia Fitria . Gede Nova Kertiana Putra gera suartini vera Gusti Ayu Putu Ari Andini . Haryawati, I Luh Ade I Dewa Ayu Made Budhiyani I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Ayu Made Budhyani I Gede Astra Wesnawa I Gede Ratnaya I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Ayu Dwi Mirah Jayanti . I Gusti Ayu Putri Candra Dewi . I Gusti Bagus Suyadnya I Kadek Adhi Suarjana I Luh Ade Haryawati I Made Candiasa I Made Gede Sunarya I Putu Darmayasa I Wayan Ardana Ikhtiari, Annisa Indriatna, Venty Juniawati, Ni Kadek Windi Kadek Devi Saras Patmawati . Kadek Maindra Kadek Megayanti . Kadek Monik Widi Hutami . Kadek Onny Swastini Kadek Onny Swastini . Kertiana Putra, Gede Nova Kurnia Dwi Prayani . Kurniasari, Ni Made Utari Lestari, Ayu Putu Rahayu Pertiwi Luh Ade Haryawati . Luh Puspaningsih . Luh Putu Sri Indra Partiwi . Luh Putu Sri Okta Pradinda . M.Cs S.Kom I Made Agus Wirawan . Made Diah Angendari Made Diah Angendari Made Diah Angendari Angendari Made Mahatmi Pradnya Pramita . Made Windu Antara Kesiman Made Yunitari Made Yunitari . Made Yustika Yani Maindra, Kadek Maria Dapa Talu . Ni Kadek Emma Pratiwi . Ni Kadek Lina Wiartini . Ni Kadek Lina Wiartini ., Ni Kadek Lina Wiartini Ni Kadek Windi Juniawati Ni Kadek Windi Juniawati . Ni Ketut Widiartini Ni Ketut Widiartini Ni Kt. Widiartini Ni Luh Ayu Utami . Ni Luh Desi Ariati NI LUH DESI ARIATI . Ni Luh Sukaniti Ni Made Devi Meilasari . ni made lia dharmayanti Ni Made Suriani Ni Putu Putri Astuti . Ni Putu Sisnutari d . Ni Putu Sisnutari d ., Ni Putu Sisnutari d Nuratul Amalia Nyoman Dantes Nyoman Santiyadnya Pebrianti, Ririn Pranata, Putu Andika Prengki Gito Sudarsono Putu Aditya Antara Putu Agus Mayuni Putu Andika Pranata Putu Gitta Fortuna . Putu Juli Indah Purnami Purnami Putu Yudia Pratiwi Ririn Pebrianti Ririn Pebrianti . Santi, Ni Made Fortuna Ayu Wasanti Sohriah . Sri Haerina Lailatul Janah Suharni . Suharni M.Pd Sukaniti, Ni Luh Suratmin Swastini, Kadek Onny Syifaullinnas Hs . Trisna Nurmeisarah . Venty Indriatna vera, gera suartini Wayan Rian Apsani Widiartini, Ni Kt. Yani, Made Yustika Yuli Harniati . Yundari, Yundari Yunitari, Made