Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR (Studi Kasus Pesisir Desa Jenu Kabupaten Tuban) Dwi Fauzia Putra
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 1 (2017): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.279 KB)

Abstract

Seperti wilayah pesisir lainnya yang terletak di Jawa bagian utara, Desa Jenu memiliki topografi relatif datar rawan akan terjadinya Rob akibat pasang naik air laut. Aktivitas masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir juga berpengaruh terhadap risiko bencana kepesisiran. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk pelestarian pesisir berbasis masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku peduli lingkungan pada masyarakat pesisir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian pesisir oleh masyarakat dilakukan melalui Yayasan Mangrove Center Tuban (MCT) dengan menanam pohon mangrove, cemara laut, cemara udang, pemberdayaan masyarakat, pendidikan lingkungan, pembinaan sekolah adiwiyata, Ekowisata alam, dan berbagai usaha swadaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku pro-lingkungan yaitu: pengetahuan, sikap dan nilai, kemungkinan untuk bertindak pro-lingkungan, insentif bagi perilaku pro-lingkungan, dan umpan balik bagi perilaku pro-lingkungan.
Makna Pembangunan Agrowisata Kebun Belimbing Bagi Masyarakat Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro Siti Rena Mei Nurliana; Dwi Fauzia Putra; Siti Halimatus Sakdiyah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.364 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v5i1.4199

Abstract

Pembangunan agrowisata dilatar belakangi oleh lahan yang tidak produktif dan atas inisiatif masyarakat, lahan tersebut ditanami belimbing yang kemudian berhasil sampai menjadi agrowisata dan diresmikan pemerintah kabupaten. Agrowisata menjadikan masyarakat terutama petani yang terlibat mengalami perubahan dari kondisi sebelum dengan setelah adanya agrowisata, oleh karena itu masyarakat petani memiliki makna adanya agrowisata yang didasari oleh motif sebab dan motif tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konteks sosial subjek yang melatar belakangi agrowisata kebun belimbing; (2) Tindakan yang diterapkan subjek dalam Pembangunan Agrowisata Kebun Belimbing; (3) Makna Pembangunan Agrowisata bagi Subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan pengelola dan masyarakat petani yang ikut serta mengelola agrowisata dimana pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu orang yang paling dianggap tahu tentang apa yang peneliti harapkan. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan dan memverifikasi data. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Konteks sosial subjek dilihat dari karakteristiknya yang terdiri dari usia, tingkat pendidikan, beban tanggungan, luas dan status lahan, serta penghasilan yang didapatkan; (2) Tindakan yang diterapkan subjek berupa penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pasca panen; (3) Makna pembangunan agrowisata bagi subjek yaitu sebagai substitusi ekonomi, untuk memperoleh status sosial organisasi, dan untuk kehidupan anak yang lebih baik. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji strategi dalam mengembangkan agrowisata berbasis pada lingkungan dan partisipasi masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin tinggi. Kata kunci: agrowisata, kebun belimbing, fenomenologi, makna, budidaya
Analisis Strategi Penghidupan Petani Kopi Desa Medowo Menggunakan Pendekatan Sustainable Livelihood Dwi Fauzia Putra; Agung Suprianto
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v5i2.4773

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi penghidupan dan karakteristik lima aset sustainable livelihood petani kopi di Desa Medowo Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petani kopi Desa Medowo dengan jumlah 234. Jumlah responden petani yang menjadi sampel adalah 35 petani (15% populasi). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan tabel tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penghidupan petani kopi meliputi tiga strategi: berbasis pertanian, ternak dan pertanian atau strategi campuran, aktivitas komersial dalam hal ini bisnis. Strategi penghidupan yang diterapkan petani tentunya diikuti dengan pendapatan yang diperoleh. Sebagian besar petani (51%) berpenghasilan rendah, sedang (37%), dan sebagian kecil (11%) berpenghasilan tinggi. Nilai tingkat modal penghidupan petani kopi Desa medowo tergolong pada tingat keberlanjutan rendah, sedang, dan tidak berkelanjutan. Modal manusia, modal finansial, dan modal fisik merupakan modal dengan tingkat keberlanjutan rendah. Modal alam dengan tingat keberlanjutan sedang. Modal sosial menunjukkan menunjukkan tidak berkelanjutan. Oleh sebab itu perlu upaya meningkatkan kualitas modal penghidupan petani kopi minimal pada tingkat keberlanjutan sedang dan maksimal pada tingkat keberlanjutan tinggi. Studi lanjutan dapat mengkaji dimensi penghidupan keberlanjutan lainnya seperti aspek kerentanan dan kebijakan yang mempengaruhi strategi penghidupan petani kopi Desa Medowo. The purpose of this research is to find out the livelihood strategies and characteristics of five sustainable livelihood assets and livelihood strategies of coffee farmers in Medowo Village, Kandangan District, Kediri Regency. This research uses quantitative descriptive methods. The population in this study were coffee farmers in Medowo village with 234 farmers. The number of respondent farmers sampled was 35 farmers (15% of the population). Data analysis uses descriptive statistics with a single table. The results show that the livelihood strategies of coffee farmers include three strategies: agriculture-based, livestock and agriculture or mixed strategies, commercial activities in this case business. The livelihood strategy adopted by farmers is of course followed by the income earned. Most farmers (51%) have low, medium income (37%), and a small portion (11%) have high income. The value of the capital level of livelihood of a coffee farmer in Medowo Village is classified as low, medium, and unsustainable. Human capital, financial capital and physical capital are capital with a low level of sustainability. Natural capital with a moderate level of sustainability. Social capital shows not sustainable. Therefore it is necessary to improve the quality of livelihood capital of coffee farmers at a minimum at a moderate level of sustainability and a maximum at a high level of sustainability. Further studies can examine other dimensions of sustainable livelihoods such as vulnerability and policy aspects that affect the livelihood strategies of Medowo Village coffee farmers.
Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam Pascapanen Kopi di Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji Kota Batu Dwi Fauzia Putra; Agung Suprianto; Nila Restu Wardani
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.1006

Abstract

Desa Giripurno merupakan daerah pengahasil produksi kopi di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Tepatnya berada di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Petani kopi di Desa Giripurno pada umumnya belum memahami penanganan dan pengolahan kopi pascapanen dengan baik dan benar. Program Abdimas ini menekankan pada pelatihan pengolahan kopi saat panen dan pascapanen berdasarkan Good Agriculture Practices/GAP On Coffee. Sasaran pelatihan ini adalah petani kopi di Desa Giripurno. Melalui pelatihan ini diharapkan petani kopi mampu mengolah kopi saat panen dan pascapanen dengan baik dan benar. Sehingga petani kopi dapat menghasilkan biji kopi dengan mutu kualitas terbaik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan adalah: 1) panen, pemetikan buah yang masak melalui sortasi cerry; 2) pascapanen, mulai dari pengupasan, pencucian, penjemuran, sortasi biji kopi sampai penggudangan (proses semi basah). Sedangkang untuk proses kering mulai dari penjemuran, pengupasan, sortasi sampai dengan penggudangan; dan 3) pengenalan dan penggunaan alat/teknologi tepat guna dalam pengolahan kopi. Pendampingan dilakukan dengan tujuan agar terserapnya hasil panen biji kualitas baik di daerah hilir. Keberhasilan progam dapat dilihat dari meningkatnya pengetahuan petani terkait pengelolaan pascapanen kopi sesuai GAP dan meningkatnya harga jual biji kopi hingga 70% dari harga sebelumnya.
KETERAMPILAN MERANCANG RPP DENGAN KOMPETENSI INTI BERDASARKAN TEMA DAN SUB-TEMA PADA K-13 Siti Halimatus Sakdiyah; Yuli lfana Sari; Dwi Fauzia Putra
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun permasalahan mitra, diantaranya: (I) Para guru belum paham tentang implementasi K-13; (2) Sebagai guru kelas, mereka kurang memiliki kemampuan untuk pengembangkan Kompetensi Inti yang dijabarkan ke Peta Kornpetensi Dasar dan Indikatornya: dan (3) Terbatasnya waktu yang tersedia dalarn pertemuan tiap tcma, dimana dalam 1 semester guru kelas harus menyelesaikan 4 tema, dan masing-rnasing tema terdiri dari 3 sub tema, dari masing-masing sub tema terdiri dari beberapa pembelajaran mulai dari sampai 6. Khalayak sasarannya adalah guru-guru di SDN Kebonsari 4 Malang yang berjumlah 15 orang. Metode pendekatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini sebagai berikut pelatihan,lokakarya, dan pendampingan. Sedangkan solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan pendampingan guru dalam merancang RPP dengan kompetensi inti berdasarkan tema dan sub tema. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian di SDN Kebonsari 4 Malang ini, sebagai berikut: (I) Adanya semangat bekerja untuk para guru terutama saat mengajar di dalam kelas, sehingga meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, (2) Adanya suasana kerja yang positif antar guru terutama saat mengajar di kelas dan membuat mereka lebih pcrcaya diri, dan (3) Adanya produk RPP berdasarkan kurikulum 2013 yang dibuat oleh peserta pada saat pelatihan dan pendampingan.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Audiovisual terhadap Hasil Belajar Siswa Sri Tukini Lilo; Dwi Fauzia Putra; Onik Farida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1358

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi di SMAN 2 Malang kelas XI bahwa proses pembelajaran yang diadakan di dalam kelas menggunakan buku paket yang disediakan oleh pihak sekolah sehingga, beberapa siswa tidak membawa buku tulis. Sekolah juga memfasilitasi  jaringan wifi disetiap kelas membuat siswa bebas mengakses internet pada saat jam pembelajaran berlangsung. Tidak adanya peraturan dari guru untuk mematikan handphone pada saat pembelajaran hal ini membuat siswa tidak konsentrasi dalam menerima materi pelajaran melainkan fokus pada handphone nya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen (Eksperimen Semu atau Quasi Experimental Design). Jenis desain Nonequivalent Control Group Design. Data penelitian dianalisis memakai uji-t (independent simple t-test). Berdasarkan hasil uji independent sample test diperoleh sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima Ho ditolak. Dengan demikian model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.