Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA FASE C SD NEGERI BOROREJO SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Winny Arantika, Silvia; Beny Asfuri, Ninda; Yuni Ambarsari, Rika; Faridhoh Sasmito, Luncana; Harbono; Santoso, Slamet
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v11i2.3965

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh bimbingan orang tua terhadap motivasi belajar siswa fase C di Sekolah Dasar Negeri Bororejo Surakarta, dan (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bimbingan orang tua terhadap motivasi belajar siswa fase C di Sekolah Dasar Negeri Bororejo Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel dari penelitian ini berjumlah 43 siswa. Data diperoleh melalui observasi, angket, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada pengaruh antara bimbingan orang tua terhadap motivasi belajar dengan hasil penelitian diperoleh 0,000 < 0,05, sedangkan Thitung 4.424 > 1.683 Ttabel sehingga Ha diterima Ho ditolak. (2) Presentase bimbingan orang tua terhadap motivasi belajar siswa Fase C yaitu sebesar 32,3%. Hal ini menunjukan bahwa 32,3% dipengaruhi oleh bimbingan orang tua, sedangkan 67,8 dipengaruhi oleh faktor diluar penelitian ini.
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Faridhoh Sasmito, Luncana; Haryanti, Usmani; Yuni Ambarsari, Rika
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 12 No 1 (2025): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v12i1.4651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran tematik guru kelas rendah dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Negeri Bororejo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 3 guru kelas rendah sebagai informan kunci dan kepala sekolah sebagai informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Berdasarkan data hasil obervasi, dan hasil wawancara didapat hasil analisis terdapat beberapa komponen pembelajaran tematik dan juga ada yang belum sesuai dengan pembelajaran tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran tematik terpadu di kelas rendah sekolah dasar memiliki banyak potensi dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa.
PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG PADA SISWA KELAS V SD NEGERI BOROREJO SURAKARTA Gupitasari, Tressa Pratywi; Rismarini, Margaretha; Sasmito, Luncana Faridhoh
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v11i2.4875

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penerapan metode Quantum Learning dapat meningkatkan kinerja guru, aktivitas dan hasil kemampuan mengarang siswa pada siswa kelas V SD Negeri Bororejo Surakarta. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitiannya siswa kelas V SD Negeri Bororejo Surakarta yang berjumlah 23 siswa. Penelitian terdiri dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata kinerja guru pada pra siklus yaitu 48,33 % kriteria cukup, meningkat di siklus I sebesar 70 % kriteria baik dan pada siklus II terjadi peningkatan kembali menjadi 85 %dengan kriteria sangat baik. Hasil aktivitas siswa pada pra siklus 39,71 % kriteria cukup, meningkat pada siklus I menjadi 61,76 % kriteria baik, dan siklus II mengalami peningkatan kembali menjadi 83,82 % dengan kriteria sangat baik. Kemampuan mengarang siswa meningkat pada aspek isi, organisasi isi, tata bahasa, kosakata dan aspek ejaan. Pada pra siklus diperoleh jumlah 1358 dengan rata-rata 59.04. Pada Siklus I diperoleh jumlah 1633 dengan rata-rata 71,00, dan meningkat kembali pada siklus II didapatkan hasil total 1894 dengan rata-rata menjadi 82,35. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan metode Quantum Learning pembelajaran Bahasa Indonesia materi mengarang yang berdampak pada peningkatan kemampuan mengarang siswa kelas V SD Negeri Bororejo Surakarta.
ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENANAMAN BUDAYA MEMBACA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 MURUH KABUPATEN KLATEN Rohmi, Hana Mutia; Sasmito, Luncana Faridhoh; Harbono, Harbono
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v11i2.4876

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mendeskripsikan faktor penghambat dalam penanaman budaya membaca siswa Kelas IV SD Negeri 1 Muruh, (2) untuk mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan guru untuk menanamkan budaya membaca kepada siswa Kelas IV SD Negeri 1 Muruh, (3) untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru pada saat proses penanaman budaya membaca terhadap siswa Kelas IV SD Negeri 1 Muruh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer peneliti peroleh dari pengamatan atau observasi selama pelaksanaan penelitian dan wawancara terhadap siswa dan guru yang bersangkutan dengan Analisis Faktor Penghambat Dalam Penanaman Budaya Membaca. Data sekunder peneliti peroleh dari dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis hasil wawancara, analisis hasil observasi dan analisis hasil dokumentasi. Hasil Penelitian menyatakan bahwa faktor penghambat dalam penanaman budaya membaca disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal yang dapat diuraikan sebagai berikut : faktor internal : (1) rendahnya minat baca siswa (2) rasa malas siswa yang tinggi. Sedangkan faktor eksternal : (1) peran orang tua (2) perasn guru (3) dukungan sarana dan prasarana sekolah (4) kurangnya motivasi (5) Kebiasaan Bermain Game Online.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR AL-USWAH DELANGGU Sasmito, Luncana Faridhoh; Lukitiawati, Frisna
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 11 No 1 (2024): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran penjumlahan bilangan bulat pada mata pelajaran Matematika Kelas 4 SD Al-Uswah Delanggu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif oleh peneliti dan guru kelas. Subjek penelitian adalah 15 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan yang terdaftar di kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Al-Uswah. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket, tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif, yang terdiri dari empat komponen analisis: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau tinjauan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kinerja peneliti dalam proses pembelajaran setelah penerapan model pembelajaran langsung. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase rata-rata kinerja guru pada pra siklus yang mencapai 55%. Pada siklus I, dengan menggunakan model pembelajaran langsung, kinerja peneliti meningkat menjadi 70%, dan pada siklus II, angkanya meningkat lagi menjadi 87,5% Demikian pula, aktivitas belajar siswa juga menunjukkan peningkatan. Pada pra siklus, aktivitas belajar siswa tercatat sebesar 36,33%. Namun, setelah penerapan model pembelajaran langsung pada siklus I, aktivitas tersebut meningkat menjadi 55,98%, dan pada siklus II, meningkat lagi menjadi 76,69%. Peningkatan aktivitas belajar siswa ini berdampak positif pada hasil belajar mereka. Rata-rata nilai kelas pada pra siklus tercatat 47,84 dengan ketuntasan klasikal sebesar 17,85%. Pada siklus I, rata-rata nilai ini meningkat menjadi 66,89 dengan ketuntasan klasikal 60,71%. Peningkatan tersebut berlanjut pada siklus II, di mana rata-rata nilai kelas mencapai 84,82 dengan ketuntasan klasikal 92,85%. Dengan demikian, hasil belajar siswa telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh SD Al-Uswah, yaitu 70. Penggunaan model pembelajaran langsung tepat diterapkan dalam pembelajaran matematika khususnya materi penjumlahan bilangan bulat yang berdampak pada peningkatan kinerja peneliti, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas IV SD Al-Uswah.
Pengaruh Model Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite Dan Review) With Pop Up Pada Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Tematik Kelas V SD Kecamatan Banyudono Beny Asfuri, Ninda; Faridhoh Sasmito , Luncana
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v6i2.14984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Model pembelajaran PQ4R with Pop Up terhadap kreatifitas belajar siswa pada kurikulum 2013 mata pelajaran tematik kelas V dan seberapa besar pengaruhnya. Dari tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan menggunakan Pretest-Posttest Control-Group Design. Dalam pelaksanaan penelitian subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol diberikan model pembelajaran konvensional sedangkan kelompok eksperimen diberikan model PQ4R with pop up, kemudian diambil data kreatifitas belajar mata pelajaran tematik dari kedua kelompok. Data kreatifitas belajar mata pelajaran tematik pada kedua kelompok dianalisis menggunakan SPSS untuk menjawab rumusan masalah. Dari analisis data diperoleh 0,000 atau < 0,05 yang berarti bahwa: Ho di tolak dan menerima H1 atau dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran PQ4R with pop up terhadap kreatifitas belajar mata pelajaran tematik siswa kelas V. Dari uji regresi dengan SPSS didapatkan nilai R sebesar 0,786 yang berarti bahwa ada pengaruh yang kuat antara model pembelajaran PQ4R with pop up dengan kreatifitas belajar mata pelajaran tematik kurikulum 2013 dan dari nilai R square didapat nilai 0,625 yang berarti bahwa model pembelajaran PQ4R with pop up berpengaruh positif terhadap kreatifitas belajar mata pelajaran tematik sebesar 62,5%
Implementasi Pendidikan Karakter Bertanggung Jawab Sekolah Dasar Negeri 03 Wonorejo Kelas III Kabupaten Karanganyar Tahun 2025/2026 Kusumo, Fattah Wahyu; Santoso, Aan Budi; Sasmito, Luncana Faridhoh
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter bertanggung jawab pada siswa kelas III di SD Negeri 03 Wonorejo Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter bertanggung jawab dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan kegiatan rutin seperti piket kelas, doa bersama, kegiatan kebersihan, serta penerapan disiplin dan manajemen kelas yang mendorong kemandirian siswa. Guru berperan penting sebagai fasilitator dan teladan dalam menanamkan nilai tanggung jawab. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini antara lain budaya sekolah yang positif dan dukungan kepala sekolah, sedangkan hambatannya berupa keterbatasan sarana dan konsistensi sebagian siswa. Secara keseluruhan, implementasi pendidikan karakter bertanggung jawab di SD Negeri 03 Wonorejo telah berjalan efektif dan berdampak positif terhadap kedisiplinan, partisipasi, serta kemandirian siswa.
PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI MELALUI EDUKASI GIZI DAN PENDAMPINGAN ORANG TUA Teguh Santosa; Rendra Agung Prabowo; Wisnu Mahardika; Rika Yuni Ambarsari; Sasmito, Luncana Faridhoh; Nico Ponco
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5844

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi anak usia dini di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan di mana kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan. Pendekatan Zielzielorientierte Projektplanung (ZOPP) digunakan, yang melibatkan guru PAUD/TK Islam NURUL IMAN, kader posyandu KARANGAYAR, dan orang tua secara aktif dalam menemukan masalah, merencanakan, melaksanakan, berpikir, dan menilai. Untuk mencapai tujuan ini, pre-test dan post-test pengetahuan gizi dilakukan, berat badan dan tinggi badan anak dipantau, dan praktik pemberian makan langsung di rumah diamati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua, yaitu dari 58% menjadi 89%, dan perubahan perilaku oleh 79% orang tua dalam menerapkan menu seimbang setiap hari. Selain itu, 40% anak mengalami peningkatan berat badan dan 63% anak mengalami peningkatan tinggi badan selama periode pendampingan. Selain itu, program ini mendorong kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan kader kesehatan dalam melacak perkembangan anak. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan literasi orang tua tentang gizi makanan dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak usia dini sebagai cara pencegahan untuk mengurangi risiko stunting. Dengan menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal dan dukungan lintas sektor, program ini harus direplikasi di wilayah lain.
Speak with Impact: A Training on English for Presentation Nur Hidayati, Diyah; Mohammad Ali Yafi; Ninda Beny; Rika Yuni Ambarsari; Aan Budi Santoso; Luncana Faridhoh Sasmito; Rima Febrianti; Harbono
Jurnal Pengabdian Melek Literasi Vol. 3 No. 02 (2025): Vol. 3 No. 02 (2025): JPML : Jurnal Pengabdian Masyarakat melek Literasi
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/xdq54j32

Abstract

Artikel ini melaporkan implementasi dan hasil pelatihan English for Presentation yang dilakukan untuk mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan presentasi mahasiswa dalam bahasa Inggris dan membangun kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan umum melalui kegiatan interaktif dan paparan terhadap pelatih penutur asli bahasa Inggris. Pelatihan ini menerapkan metode berbasis lokakarya yang terdiri dari ceramah, demonstrasi, praktik terbimbing, dan latihan membangun kepercayaan diri. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam menyusun struktur presentasi, menggunakan bahasa penanda yang tepat, dan menerapkan teknik penyampaian yang efektif, termasuk pengucapan, intonasi, dan bahasa tubuh. Peserta juga melaporkan penurunan kecemasan dan peningkatan kemauan untuk berbicara dalam bahasa Inggris selama tugas presentasi. Diskusi menyoroti nilai masukan otentik, lingkungan belajar yang mendukung, dan praktik pengalaman dalam mengembangkan kompetensi komunikatif mahasiswa. Secara keseluruhan, program ini secara efektif memperkuat kesiapan mahasiswa untuk presentasi dalam konteks akademik, menunjukkan pentingnya mempertahankan inisiatif pelatihan serupa untuk mendukung pengembangan keterampilan yang berkelanjutan.