Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

AI Thumbnails on YouTube for MSME Brands: A Study on GETI Media SME Live Chandra, Edy
IMAGIONARY Vol 4 No 1 (2025): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/ycham350

Abstract

This study evaluates the effectiveness of AI-generated or AI-assisted thumbnails in enhancing content performance and reinforcing visual branding on the educational YouTube channel "GETI Media – UKM Live." The evaluation focuses on two key YouTube analytics metrics: Impressions Click-Through Rate (CTR), which serves as an indicator of visual appeal and its ability to drive clicks, and Average View Duration (AVD), used as a proxy for viewer engagement and retention. The research design employs an A/B experimental approach involving a minimum of 12 newly published videos over a three-week period. Each video is presented with two thumbnail conditions: Condition A (manually designed by a human designer) and Condition B (AI-generated or assisted using documented prompts). Controls are applied to variables such as video title, description, release time, tags, and duration to ensure consistency across conditions. In addition, a visual content analysis of the thumbnails is conducted to map elements that may moderate performance outcomes. These elements include: presence and expression of faces, clarity of logos or wordmarks, color contrast, information density, presence of visual call-to-action (CTA), brand identity consistency, composition, and gaze direction. Data analysis involves paired t-tests or Wilcoxon signed-rank tests to compare CTR and AVD across conditions, and logistic or linear regression models to assess the influence of AI-generated thumbnails and visual moderators, while controlling for covariates such as topic, video duration, impressions, and release timing. The study aims to provide empirical evidence and practical guidance for MSME (UMKM) practitioners and educational content creators in optimizing thumbnails while maintaining ethical standards and brand identity alignment. The findings are also contextualized within YouTube’s "Test & Compare Thumbnails" feature and the potential for cross-lingual visual localization.
PELATIHAN EKONOMI KREATIF ANAK DALAM PEMBUATAN GELANG MANIK-MANIK DI DUSUN MONTO SEBAGAI SARANA MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA Suksestriyani, Ni Ketut; Arcana, I komang; Chandra, Edy; Yasa, I Komang Widya Purnama
Tepak Sirih : Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Tepak Sirih : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madani
Publisher : LPPM Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jpmm.v4i2.3858

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini melalui pelatihan ekonomi kreatif bagi anak-anak di Dusun Monto, Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Melalui pendekatan edukatif partisipatif, peserta tidak hanya mempelajari keterampilan teknis pembuatan gelang manik-manik, tetapi juga memahami konsep dasar ekonomi kreatif, literasi keuangan sederhana, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, penyampaian materi dan pelatihan praktik, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan produk dengan desain yang bervariasi dan menarik, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, serta minat yang kuat untuk berwirausaha. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan generasi muda di Dusun Monto dan menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekonomi kreatif masyarakat secara berkelanjutan.
Analisa Perkembangan Cosplay Pada Generasi Z Di Indonesia Sebagai Potensi Kurikulum Peminatan DKV : Studi Materi Pembelajaran Cosplay Chandra, Edy; Darmo, Budi; Leony, Cherane; wilona, vira
VISUAL Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/vis.v19i2.29176

Abstract

Cosplay merupakan sebuah proses bermain dan berkreasi imajinasi dengan sebuah kostum. Cosplay sendiri telah menjadi sebuah bagian dari budaya popular yang berkembang hingga ke pelosok Indonesia. Perkembangan cosplay di Indonesia telah mempengaruhi aspek komunitas, industri kreatif, pariwisata, kreativitas & ekpresi diri, serta media sosial & influencer. Peluang terhadap aspek kreativitas & ekpresi diri telah membuka peluang perkembangan terhadap generasi Z potensi terhadap proses kurikulum materi cosplay. Melalui metode penelitian kualitatif akan ditemukan sebuah fakta dari hasil wawancara kepada beberapa informan, yaitu pembahasan mengenai jenjang dan tahapan cosplay dalam jejaring sosial masyarakat. Jejaring berupa jenjang sebuah proses cosplayer Selain itu gambaran umum secara garis besar kurikulum pembelajaran cosplay secara global. Yang dapat memanfaatkan minat dan kecenderungan siswa terhadap budaya populer untukmeningkatkan keterlibatan dan pembelajaran mereka di kelas
Komunikasi Massa sebagai Penguatan Pakem Berbusana Adat ke Pura Bagi Kaum Milenial di Era Globalisasi Chandra, Edy
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap komunikasi massa sebagai penguatan pakem berbusana adat ke pura bagi kaum milenial di era globalisasi. Penelitian ini dirancang dalam jenis penelitian kualitatif dengan model fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan temuan penting bahwa globalisasi telah memberikan dampak terhadap aspek kebudayaan masyarakat kaum milenial di Kota Mataram dalam hal berbusana adat ke pura. Dampak globalisasi ini telah mengubah tata cara berbusana dikalangan kaum milenial yang tidak sesuai dengan pakem atau aturan yang berorientasi pada nilai filosofi dan etika kesopanan dalam berbusana adat ke pura. Dinamika dan problematik berbusana adat ke pura yang tidak sesuai pakem di kalangan kaum milenial Hindu di Kota Mataram dewasa ini perlu disikapi dan dihadirkan solusi yang paling efektif guna mengembalikan pakem dalam berbusana adat ke pura. Komunikasi massa dengan media sebagai saluran utamanya dapat dipandang sebagai salah satu solusi yang paling efektif di era globalisasi saat ini. Hal ini dikarenakan media massa dengan karakteristiknya dapat menyebarkan informasi secara cepat dan dapat mempengaruhi khalayak secara luas dapat dimanfaatkan dalam memberikan pemahaman terkait penguatan pakem berbusana adat ke pura dikalangan kaum milenial di Kota Mataram.
APLIKASI MURAL BERTEMA KOLABORASI BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI TERHADAP KESENIAN JAKARTA Mariana; Danarto, Agus; Chandra, Edy; Lianto, Fermanto
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.25798

Abstract

Jakarta consists of various unique cultures from various people from various regions. However, as with other regions that have local culture, Betawi is the culture of Jakarta's original ethnicity. However, in reality, Betawi culture and arts are increasingly being displaced by city culture and international culture which are more loved by its diverse population, especially Millennials. To introduce Betawi culture and arts which are rich and have their own charm, practical efforts are taken, one of which is through optimizing city visuals with mural media. Betawi, especially for the people around the Tomang sub-district and the general public who are active around the mural location. Betawi cultural elements such as ondel-ondel, tari topeng, tanjidor, pencak silat, kerak telor, and other Betawi cultural decorative ornaments will be collaborated harmoniously in the mural sketches that will be applied. The result of this mural PKM activity is a research paper regarding the role of a cultural-themed mural application in increasing public appreciation of Jakarta Arts and Intellectual Property Rights in the design concept implemented on the ex-mayor wall panels of West Jakarta.
ILUSTRASI DIGITAL UNTUK SEMUA: PEMBERDAYAAN KREATIVITAS DAN KEADILAN GENDER DI SEKOLAH DASAR DALAM SEMANGAT SDG Chandra, Edy; Nero Devanca Chandra; Luvena Valencia Ciputra; Naomi Gracia Wijaya; Daisy Alicia
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35108

Abstract

This community service program was implemented at SD Sinar Dharma, Jakarta, to address the digital visual literacy gap that has become increasingly urgent in primary education. Conducted from January to April 2025, the program comprised ten training sessions in digital illustration, each lasting ninety minutes, and employed a practice-based participatory learning approach designed to foster active student engagement in the creative process. The thematic curriculum integrated technical competencies—such as the application of layers, digital brushes, coloring, lighting, and composition—with conceptual dimensions of character development, local cultural representation, and narrative construction. Evaluation relied on a rubric encompassing five criteria: originality of ideas, technical accuracy, expressive quality, thematic relevance, and active participation. Data were collected through direct classroom observation, brief interviews, and analysis of student-produced digital works. Results demonstrated significant learning progress: by the fifth session, more than 70 percent of students successfully applied layered coloring techniques and basic lighting effects. Female students constituted 72 percent of participants and, on average, outperformed male students by 12.5 points in originality and technical completion, suggesting that the program fostered a safe and gender-inclusive learning environment. The initiative contributes directly to Sustainable Development Goals 4 (quality and inclusive education) and 5 (gender equality), while offering practical implications for replication across schools, teacher capacity building, thematic curriculum integration, and the establishment of digital galleries to enhance recognition and appreciation of student achievements. ABSTRAK Program Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan di SD Sinar Dharma, Jakarta, dengan tujuan menjembatani kesenjangan literasi visual digital yang semakin relevan dalam ekosistem pendidikan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada periode Januari–April 2025 melalui sepuluh sesi pelatihan ilustrasi digital, masing-masing berdurasi 90 menit, menggunakan pendekatan practice-based participatory learning yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses kreatif. Kurikulum tematik dirancang secara berlapis, menggabungkan keterampilan teknis—seperti penggunaan layer, kuas digital, pewarnaan, pencahayaan, dan komposisi—dengan keterampilan konseptual berupa pengembangan karakter, pengenalan budaya lokal, serta konstruksi narasi visual. Instrumen evaluasi menggunakan rubrik dengan lima indikator utama: orisinalitas ide, ketepatan teknik, ekspresi visual, relevansi tema, dan tingkat partisipasi. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara singkat, serta analisis karya digital yang dihasilkan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: sejak sesi kelima, lebih dari 70% siswa mampu mengaplikasikan teknik pewarnaan berlapis dan pencahayaan sederhana. Tingkat partisipasi perempuan mencapai 72% dengan rerata skor 12,5 poin lebih tinggi pada aspek orisinalitas dibandingkan siswa laki- laki, menunjukkan terciptanya ruang belajar yang aman, setara, dan inklusif. Program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 4 (pendidikan berkualitas inklusif) dan SDG 5 (kesetaraan gender), serta membuka peluang replikasi pada sekolah lain melalui penguatan kapasitas guru, integrasi kurikulum tematik, dan pemanfaatan galeri digital sebagai medium apresiasi karya..