Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Sistem Pembelajaran kepada Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Kubu Raya Novi Andriati; Martin Martin; Amelia Atika; Novi Wahyu Hidayati
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 7, No 2: Oktober 2021
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v7i2.11785

Abstract

Community service aims to describe the guidance of parents' learning towards their children in the time of adaptation of new habits in Kubu Raya Elementary School. This activity is in the form of counseling on how participants can develop parenting, especially in learning in accordance with changing times. So that the task as a parent can play an active and effective role, participants can increase the spirit of children in learning, participants can master digital-based IT and participants can create a program of children's day activities at home. This devotional activity is carried out at SDN 13 Sungai Ambawang Kubu Raya Regency, implemented smoothly and there is a change in parents in carrying out tutoring to children, it is evidenced by the increasing learning achievement of students and the formation of child learning programs. This training encourages participants to follow it and work completion more quickly and efficiently. 
PELAKSANAAN PAKET KONTEN UNTUK GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN KUBU RAYA Amelia Atika; Novi Andriati
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.1004

Abstract

Pelaksanaan paket konten ini bertujuan untuk memfasilitasi para guru dan siswa dalam rangka membantu perkembangan dalam setiap aspek pada fase perkembangan siswa. Tujuan dari pengabdian ini adalah:1) Memfasilitasi dan menstimulasi perkembangan siswa, 2) Mengatasi hambatan perkembangan siswa pada setiap aspek perkembangan, 3) Menuntaskan ketercapaian tugas perkembangan, 4) Memfasilitasi guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.Metode kegiatan menggunakan langkah-langkah: 1) Pesiapan, yaitu dengan cara survey di lapangan, 2) Kegiatan, dengan cara pelatihan membuat paket konten,  3) Evaluasi, diberikan dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari kegiatan pelatihan pembuatan paket konten. Hasil kegiatan dapat diidentifikasikan mengenai tingkat pemahaman peserta pengabdaian adalah 75% peserta memahami konsep pengembangan layanan paket konten, arti penting pengembangan layanan , dan menerbitkan sebuah buku bahan ajar. Kata Kunci: Paket Konten, Guru Bimbingan dan Konseling, SMA Kubu Raya.
LAYANAN INFORMASI TENTANG PERGAULAN REMAJA DI SMA DAN MA KABUPATEN BENGKAYANG Novi Andriati; Tri Mega Ralasari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v3i1.1190

Abstract

Abstrak Tujuan dari pengabdian ini adalah:1) Membekali individu dengan berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, 2) Merencanakan, dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, 3) Memfasilitasi dan menstimulasi perkembangan siswa, terutama dalam pergaulan dengan orang lain, 5) Mengatasi hambatan perkembangan siswa pada setiap aspek perkembangan, 6) Menuntaskan ketercapaian tugas perkembangan. Metode yang digunakan dalam pemberian layanan informasi menggunakan media audio visual dan penampilan kisah nyata alumni SMA yang terjebak dalam pergaulan bebas (narkoba). Upaya pemanfaatan narasumber memiliki keunggulan tersendiri, yakni informasi yang diberikan cenderung bersifat nyata, berdasarkan hasil pengalamannya. Hasil kegiatan adalah: 1) Seluruh siswa mampu memahami materi yang diberikan dalam layanan informasi, 2) Seluruh siswa secara antusias dalam mengikuti workshop, kondisi ini dapat dilihat dari ketepatan waktu kehadiran hingga selesai kegiatan, dan banyaknya peserta yang bertanya, 3) Masing-masing kelompok aktif dalam memberikan saran pada saat memberikan kesimpulan diakhir kegiatan.
PENDIDIKAN NILAI KARAKTER BIMBINGAN DAN KONSELING DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK PONTIANAK Riki Maulana; Eli Trisnowati; Rustam Rustam; Novi Andriati
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v3i2.1576

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah: 1) Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak tentang pentingnya nilai karakter, 2) Menerapkan kepada anak nilai-nilai pendidikan karakter yang mencakup religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Metode kegiatan menggunakan langkah-langkah: 1) Pesiapan, yaitu dengan cara survey di lapangan, 2) Kegiatan, dengan cara penanyangan slide materi dalam bentuk power point, 3) Pemutaran video tentang karakter, 4) Tanya jawab. Hasil kegiatan: 1) Seluruh anak mampu memahami materi yang diberikan dalam layanan klasikal, 2) Seluruh anak secara antusias dalam mengikuti kegiatan, kondisi ini dapat dilihat dari ketepatan waktu kehadiran hingga selesai kegiatan, dan banyaknya peserta yang bertanya serta terharu karena pemutaran video, 3) Masing-masing anak aktif dalam memberikan saran pada saat memberikan kesimpulan diakhir kegiatan.
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELLING DALAM MENINGKATKAN MINAT SISWA SMA MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI Novi Andriati; Tri Mega Ralasari; Amelia Atika; Galuh Hartinah
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i2.1870

Abstract

Tujuan kegiatan ini yaitu: 1) memberikan pengetahuan serta pemahaman kepada siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi; 2) merencanakan program yang harus dilaksanakan sebagai seorang siswa; 3) memfasilitasi dan dan memberikan informasi tentang pengetahuan dalam memilih perguruan tinggi; 4) mengatasi hambatan siswa dalam memilih program studi; 5) tercapainya tugas perkembangan remaja. Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini ialah komunikasi langsung dan observasi langsung. Instrumen yang digunakan yaitu lembar wawancara dan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) peserta aktif mengikuti kegiatan; 2) peserta memahami jurusan yang ada di perguruan tinggi; dan 3) peserta bisa menentukan jurusan pada saat masuk di perguruan tinggi. 
MENGURANGI PERILAKU BULLYING DAN AGRESIF MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BEHAVIORAL PADA SISWA SMP DI KOTA PONTIANAK Novi Andriati; Ema Sukmawati
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Number 2, September 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v5i2.1901

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mengetahui 1) profil perilaku bullying dan perilaku agresif siswa di SMP Negeri 9 Pontianak, 2) pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik behavioral untuk mengurangi perilaku bullying dan agresif siswa di SMP Negeri 9 Pontianak, 3) keefektifan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral untuk mengurangi perilaku bullying dan agresif siswa di SMP Negeri 9 Pontianak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang memungkinkan dilakukan pencatatan dan penganalisa data hasil penelitian secara eksak dengan menggunakan perhitungan statistik.bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian pra-eksperimen Subjek penelitian ini ialah siswa yang terjaring sebagai karakteristik pelaku bullying dan perilaku agresif sebanyak 12 orang siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.Alat pengumpul data yang digunakan ialah panduan wawancara dan angket.   
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Novi Andriati; Rustam Rustam
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Number 1 March 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.85 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v3i1.523

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menghasilkan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Dari hasil uji coba lapangan, kemampuan motivasi belajar siswa SMA mengalami perkembangan setelah mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan metode problem solving. Keseluruhan nilai asymp sig 0,028 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan metode problem solving efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Saran: penggunaan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving sebaiknya dapat dimulai dengan mendiagnosa secara cermat kondisi objektif siswa yang akan dijadikan sebagai anggota kelompok, metode problem solving yang digunakan sebagai dasar perlakuan mengandung nilai kebermanfaatan dan kebermaknaan bagi siswa SMA serta guru dapat menggunakan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN INFORMASI TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS PADA SISWA SMA WALISONGO PONTIANAK Novi Andriati; Riki Maulana
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.022 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2790

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menghasilkan model layanan informasi tentang bahaya seks bebas pada siswa SMA Walisongo Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Dari hasil uji coba lapangan pemahaman bahaya seks bebas siswa SMA mengalami perkembangan setelah mengikuti kegiatan layanan informasi. Keseluruhan nilai asymp sig 0,028 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan informasi efektif untuk meningkatkan pemahaman bahaya seks bebas siswa. Saran: penggunaan model layanan informasi sebaiknya dapat dimulai dengan mendiagnosa secara cermat kondisi objektif siswa yang akan dijadikan sebagai anggota kegiatan, sekolah diharapkan dapat memanfaatkan program bimbingan konseling, terutama layanan informasi sebagai rujukan dalam mengembangkan kebijakan bagi siswa khususnya dalam bidang pribadi dan sosial siswa di SMA Walisongo Pontianak. Oleh sebab itu, sekolah perlu menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk media yang digunakan dalam memberikan layanan informasi.__________________________________________________________The purpose of the research is to produce a model of information service about the danger of free sex in Walisongo high school students Pontianak. This research uses the Research and Development (R&D) method. From field trials to understand the dangers of free sex, high school students develop after following information service activities. Overall value of Asymp sig 0.028 < 0.05 then Ho rejected and Ha accepted, so it can be concluded that the information service is effective to increase the understanding of free sex danger students. Suggestion: The use of the information service model should be initiated by careful diagnosis of the objective conditions of the students who will be used as a member of the activities, the school is expected to utilize counseling programs, especially information services as a reference in developing the policy for students especially in the personal and social field of students in high school Walisongo Pontianak. Therefore, the school needs to prepare the infrastructure needed for the media used in providing information services.
Pengembangan Alat Peraga Papan Positif Negatif Berbasis Metode Montessori pada Siswa dengan ADHD Utin Desy Susiaty; Muhamad Firdaus; Novi Andriati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.428 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.870

Abstract

AbstrakHambatan guru dalam menyampaikan materi adalah kurangnya penggunaan benda-benda konkrit dalam setiap pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) rancangan dan implementasi alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori pada siswa dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder); dan (2) sejauh mana kelayakan alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori ini dalam membantu siswa dengan ADHD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menurut Borg & Gall. Subjek dalam penelitian dan pengembangan alat peraga ini adalah siswa-siswi pada salah satu SLB yang terdapat di Kota Pontianak tahun ajaran 2020-2021 dan guru mata pelajaran matematika. Data penelitian diperoleh berdasarkan penilaian oleh pakar/ahli terhadap alat peraga. Hasil penelitian adalah: (1) rancangan dan implementasi alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori pada siswa dengan ADHD memenuhi kriteria valid sebagai media pembelajaran berupa alat peraga dengan kategori sangat valid; (2) alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori layak sebagai media pembelajaran dalam membantu siswa dengan ADHD. Hasil penelitian digunakan sebagai sumbangan pemikiran bagi guru maupun calon guru pendidikan matematika untuk selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran matematika demi tercapainya tujuan pembelajaran siswa sekolah umum maupun SLB. Development of Montessori Method-Based Positive Negative Board Props for Students with ADHDAbstractThe teacher's obstacle in delivering the material is the lack of using concrete objects in every lesson. The research aims to look at: (1) the design and implementation of positive-negative board props based on the Montessori method in students with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder); and (2) the appropriateness of this Montessori method based positive board props in helping students with ADHD. This research is development research according to Borg & Gall. The subjects in the research and development of this teaching aid are students at one of the special schools in Pontianak City for the 2020-2021 academic year and teachers of mathematics. Research data based on the results by experts/experts on teaching aids. The results of the study were: (1) The design and implementation of positive board props based on the Montessori method for students with ADHD met the valid criteria as learning media in the form of teaching aids with very valid categories; (2) the positive board props based on the negative Montessori method are feasible as a learning medium in helping students with ADHD. The results of the research are used as a contribution of thought for teachers or prospective mathematics education teachers to always innovate in mathematics learning to achieve the learning objectives of students in public schools and special schools.
Pelatihan Pengembangan Konsep Diri Anak Binaan di LPKA Kota Pontianak Novi Andriati; Hastiani Hastiani; Hendra Sulistiawan; Kamaruzzaman Kamaruzzaman; Riki Maulana; Galuh Hartinah; Ema Sukmawati; Hendrik Hendrik; Amelia Atika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.549 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.339

Abstract

Para pelanggar hukum saat ini tidak hanya dari kalangan orang dewasa saja, namun juga melibatkan anak anak. Anak yang berpekara hukum dibatasi dengan rentang usia antara 8 sampai dengan 18 tahun sesuai dengan (UU RI no. 23 tahun 2007). Secara psikologis pada usia tersebut, anak masih membutuhkan dukungan dan bimbingan dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan konsep dirinya. Namun karena terlibat proses hukum maka mereka harus memikul tanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan dengan masuk dalam lembaga pembinaan khusus anak (LPKA). Program pembinaan yang dilakukan di LPKA akan berjalan efektif dengan adanya bimbingan kelompok ataupun individual yang melihat sudut pandang dari anak, dan juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dengan memperhatikan faktor efektivitas pembinaan yang dijalankan dan ketercapaian bagi anak binaan.