Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN BANK SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT UNTUK MENCIPTAKAN DESA BERSIH DAN SEHAT DI DESA BURAI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR Januar Eko Aryansah; Alfitri Alfitri; Sena Putra Prabujaya; Muhammad Yusuf Abror; Abdul Kholek
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.126

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi perguruan tinggi setiap tahunnya yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dengan objek sasaran yang terdapat dalam sebuah desa binaan. Upaya pemerintah dalam penanggulangan sampah di Indonesia tidak hanya pada penyediaan saran dan prasana tetapi juga pemerintah bertanggungjawab dengan terselenggaranya pengelolaan sampah. Pemerintah bertugas untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, mengadakanpenelitian, pengembangan alat dan teknologi, serta memfasilitasi pengembangan manfaat hasil dari pengelolaan sampah. penguatan dan pemanfaatan modal sosial dalam upaya mewujudkan desa bersih, sehat, hijau dan nyaman melalui pembentukan Bank Sampah. Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mempunyai manfaat di masyarakat agar mampu menciptakan lingkungan hidup yang sehat, melaksanakan pencegahan penyebaran wabah penyakit, Kegiatan ini diantaranya : koordinasi, sosialisasi dan pendampingan, penyampaian materi. Dari kegiaatn ini bertujuan agar dapat dilakukan secara berkelanjutan kedepannya guna menciptakan desa yang bersih dan sehat, selain itu juga dapat memberdayakan sistem pengelolaan sampah agar dapat menjadi barang yang bemanfaat
Sebuah Interpretasi: Perspektif Ilmu Pengetahuan Menurut Etika Kantian Monica Haprinda; Alfitri Alfitri; Waspodo Waspodo; Sriati Sriati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10089

Abstract

Pada artikel ini, penulis berusahan mendalami pemaknaan ilmu pengetahuan, etika, dan moral manusia seperti yang dituliskan Kant pada beberapa karyanya yang fenomenal. Manusia sebagai aktor utama pada semesta memegang peranan paling dominan pada terbentuknya Ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan sesungguhnya memiliki abstrak yang memiliki etika dan moral. Pengetahuan akan bermanfaat bagi manusia bila memiliki etika dan moral yang mampu dikendalikan. Etika Kantian merupakan rangkaian perlakuan unik yang universal. Pemikiran Etika Kantian merupakan salah satu penyumbang pemikiran dari sistem besar etika normatif saat ini. Semua manusia berbagi kapasitas ini secara setara, karena itu dasar dari persamaan moral dasar semua orang, membuat manusia berkewajiban menjaga moral. Prinsip dasar moralitas menurut Kant bersandar pada sifat rasional dari kehendak, dan persyaratan moral tertentu bersandar pada prinsip-prinsip yang kita buat secara independen dari diri kita sendiri melalui akal. Aspek pemikiran moralnya ini tercermin dalam gagasan kita menentukan isi moralitas.
Inclusive Development and Efforts to Improve Community Economy in Indonesia Herman Deru; Kgs. M. Sobri; Alfitri Alfitri; Andries Lionardo
Journal of Governance Volume 8 Issue 1: (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v8i1.17552

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the extent to which infrastructure development in Indonesia has a positive impact on an area, where the impact is not only seen from an economic perspective but also from a sociocultural and environmental perspective in the region. A systematic literature review was used as a method in this study to show various cases of infrastructure development and the impacts that occur in each of these development activities. Several cases from South Sumatra, East Kalimantan, East Nusa Tenggara, Sulawesi, and Papua were used in this paper to demonstrate the impact of inclusive and sustainable development on equity efforts in Indonesia comprehensively. The results of this study show a positive relationship between each case, where inclusive development can strengthen a region’s potential. Community involvement during and after development has a positive impact, either directly through the employment opportunities provided, or indirectly through economic potentials, such as post-development business development. Some factors to consider include the role of the government and development implementers in increasing community participation in all development activities in their area, where there are still some unresolved coordination issues. 
Dilema industri padat modal dan tuntutan tenaga kerja lokal Djunaidi Djunaidi; Alfitri Alfitri
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 1 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221222

Abstract

Dalam artikel ini hasil yang diperoleh adalah keadaan industri padat modal dan kondisi tenaga kerja lokal. Saat ini industri padat modal berada dalam situasi yang sulit bagi negara berkembang, dilema yang terjadi dalam industri ini adalah negara berkembang ingin menggunakan industri padat modal namun karena industri padat modal membutuhkan peran teknologi dan biaya yang cukup besar membuat negara berkembang menjadi dilema dan khawatir dengan berhasil atau tidaknya industri ini jika diterapkan untuk kedepannya. Dilema yang terjadi pada tenaga kerja lokal adalah pengangguran karena banyaknya SDM dibanding dengan lapangan kerja, sedangkan tuntutan yang dihadapi saat ini adalah upah yang tidak sesuai dengan pekerjaan dan mutu tenaga kerja lokal yang masih rendah. Solusi untuk mengatasi dilema-dilema yang terjadi yaitu meningkatkan kualitas SDM, mengurangi kerja sama dengan negara asing termasuk juga investor asing serta tenaga kerja asing, menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran, menyesuaikan upah dengan pekerjaan, meningkatkan mutu pendidikan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air agar mencintai produk negeri sendiri. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Dengan demikian penelitian ini hanya menyelidiki keadaan, kondisi atau hal-hal lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan yang diperolah dari berbagai sumber seperti jurnal dan buku yang relevan.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN BANK SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT UNTUK MENCIPTAKAN DESA BERSIH DAN SEHAT DI DESA BURAI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR Januar Eko Aryansah; Alfitri Alfitri; Sena Putra Prabujaya; Muhammad Yusuf Abror; Abdul Kholek
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.126

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi perguruan tinggi setiap tahunnya yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dengan objek sasaran yang terdapat dalam sebuah desa binaan. Upaya pemerintah dalam penanggulangan sampah di Indonesia tidak hanya pada penyediaan saran dan prasana tetapi juga pemerintah bertanggungjawab dengan terselenggaranya pengelolaan sampah. Pemerintah bertugas untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, mengadakanpenelitian, pengembangan alat dan teknologi, serta memfasilitasi pengembangan manfaat hasil dari pengelolaan sampah. penguatan dan pemanfaatan modal sosial dalam upaya mewujudkan desa bersih, sehat, hijau dan nyaman melalui pembentukan Bank Sampah. Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mempunyai manfaat di masyarakat agar mampu menciptakan lingkungan hidup yang sehat, melaksanakan pencegahan penyebaran wabah penyakit, Kegiatan ini diantaranya : koordinasi, sosialisasi dan pendampingan, penyampaian materi. Dari kegiaatn ini bertujuan agar dapat dilakukan secara berkelanjutan kedepannya guna menciptakan desa yang bersih dan sehat, selain itu juga dapat memberdayakan sistem pengelolaan sampah agar dapat menjadi barang yang bemanfaat
Implementation of Diversion for Children Facing the Law at the Palembang Class I Correctional Center Aprizayanti Anggelina; Alfitri Alfitri; Muhammad Husni Thamrin; Andries Lionardo
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 4 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i4.52678

Abstract

This study examines the application of diversion in the juvenile criminal justice system with a focus on the role of community research (litmas) and the recommendations of Community Supervisors (PK) in Bapas Class I Palembang. This study highlights the practice of diversion in handling children's cases, the position of litmas and PK recommendations in decision-making, as well as institutional barriers that affect its effectiveness. The research uses a socio-legal qualitative approach with a case study design, through interviews with PK, law enforcement officials, and related stakeholders, as well as a review of litmas documents, diversion agreements, case decisions, and regulations. The analysis was carried out thematically by triangulating sources. The results of the study show that the success of diversion is highly dependent on the quality of social assessment in litmas, the ability to facilitate deliberation, and the sustainability of post-agreement supervision. Litmas acts as a tool for mapping children's needs and risks, the basis for guidance recommendations, and a means of accountability. The main obstacles include weak coordination across institutions, differences in interpretation of procedures, limited resources, and non-optimal monitoring mechanisms. This study recommends strengthening the standardization of litmas, increasing the capacity of diversion facilitators, integrating support services, and developing a measurable monitoring system so that diversion is truly oriented towards the recovery of children and victims.
Local Government Capability in Internal Control Implementation for Good Governance: Evidence from Palembang City Jamiah Haryanti; Alfitri Alfitri; Slamet Widodo; Abdul Nadjib Abdul Nadjib
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA) Vol. 14 No. 1 (2026): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jppuma.v14i1.17411

Abstract

This study examines the implementation of the Government Internal Control System (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah/SPIP) in the Palembang City Government and analyses how local government capability shapes its contribution to good governance. Using a qualitative approach with a grounded theory design, data were collected through interviews and document review involving the Inspectorate, regional apparatus organisations, and relevant oversight actors. Data were analysed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings show three main points. First, SPIP has been formally institutionalised and is procedurally active, particularly within the Inspectorate through validation, quality assurance, and monitoring routines. Second, implementation remains uneven across regional agencies and is often treated as an administrative requirement rather than an embedded managerial practice. Third, leadership commitment, supervisory capacity, human resource capability, inter-unit coordination, and organisational learning are the main factors influencing implementation quality. The study concludes that government capability plays a central role in linking formal internal control design to good governance outcomes. These findings suggest that strengthening SPIP requires adaptive institutional capability across government units.