Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Konsep Diri Anak Binaan di LPKA Kota Pontianak Novi Andriati; Hastiani Hastiani; Hendra Sulistiawan; Kamaruzzaman Kamaruzzaman; Riki Maulana; Galuh Hartinah; Ema Sukmawati; Hendrik Hendrik; Amelia Atika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.549 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.339

Abstract

Para pelanggar hukum saat ini tidak hanya dari kalangan orang dewasa saja, namun juga melibatkan anak anak. Anak yang berpekara hukum dibatasi dengan rentang usia antara 8 sampai dengan 18 tahun sesuai dengan (UU RI no. 23 tahun 2007). Secara psikologis pada usia tersebut, anak masih membutuhkan dukungan dan bimbingan dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan konsep dirinya. Namun karena terlibat proses hukum maka mereka harus memikul tanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan dengan masuk dalam lembaga pembinaan khusus anak (LPKA). Program pembinaan yang dilakukan di LPKA akan berjalan efektif dengan adanya bimbingan kelompok ataupun individual yang melihat sudut pandang dari anak, dan juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dengan memperhatikan faktor efektivitas pembinaan yang dijalankan dan ketercapaian bagi anak binaan.
Analisis Deskriptif Upaya Meningkatkan Sikap Sopan Santun pada Siswa Ema Sukmawati; Rustam Rustam
Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbmp.v12i1.122688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman sikap sopan santun siswa dengan memberikan gambaran pemahaman terhadap siswa-siswi di Sekolah Menengah Pertama Walisongo Pontianak. Bentuk penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah studi survei. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas VII A sampai C sebanyak 96 orang. Sampel penelitian diambil menggunakan pendapat Suharsimi Arikunto sampel yang diambil sebanyak 66 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik komunikasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung dan teknik studi dokumenter. Alat pengumpulan data pada penelitian ini yaitu panduan wawancara, skala psikologis dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian dari data observasi kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah diberikan bimbingan perindividu dapat dilihat adanya peningkatan dari sebelum dilaksanakan bimbingan dengan setelah dilaksanakan bimbingan.F, SA, dan DT mengalami peningkatan dengan persentase 71,4 % dengan kategori baik. Sedangkan CU, SW, dan PRMP mengalami peningkatan dengan persentase 85,7 % dengan kategori sangat baik. Persentase peningkatan kepercayaan diri siswa sesudah diberikan bimbingan perindividu (terlampir) W, PR, dan AMS  mengalami persentase peningkatan sebesar 42,9%, CA dan DA mengalami peningkatan sebesar 57,2%, dan DX mengalami peningkatan sebesar 28,6%.
Konseling Rehabilitasi Narkoba Di Rumah Rahayu Pontianak Novi Andriati; Amelia Atika; Uray Herlina; Ema Sukmawati; Yenni Rizal; Rustam Rustam; Novi Wahyu Hidayati; Martin Martin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini ialah 1) memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang narkoba, 2) memahami konseling rehabilitasi narkoba, 3) melaksanakan konseling rehabilitasi narkoba. Metode kegiatan menggunakan langkah-langkah: 1) Pesiapan, yaitu dengan cara survey di lapangan, 2) Kegiatan, dengan cara penanyangan slide materi dalam bentuk power point, 3) Praktik konseling rehabilitasi, 4) Tanya jawab tentang kegiatan. Hasil kegiatan: 1) Seluruh peserta mampu memahami materi yang diberikan dalam layanan bimbingan kelompok, 2) Seluruh peserta secara antusias dalam mengikuti kegiatan, kondisi ini dapat dilihat dari ketepatan waktu kehadiran hingga selesai kegiatan, dan banyaknya peserta yang bertanya serta terharu terhadap pelaksanaan konseling yang diberikan, 3) Masing-masing peserta aktif dalam memberikan saran pada saat memberikan kesimpulan diakhir kegiatan.
TINGKAT SELF EFFICACY MAHASISWA PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING IKIP PGRI PONTIANAK Sukmawati, Ema; Hidayati, Novi Wahyu
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i2.13811

Abstract

This research aims to describe student self-efficacy by providing an understanding of several problems related to students' lack of learning and lack of confidence in their abilities. The research used in this research is a quantitative approach. The quantitative approach emphasizes the analysis of numerical data (numbers) which are processed using statistical methods. The respondents in this research were 43 third semester students of the Guidance and Counseling Study Program at IKIP PGRI Pontianak. Based on the research results, it can be seen that the relationship between self-efficacy and students' anxiety levels. Students who have self-efficacy were obtained from 43 respondents, 13 students had low self-efficacy and were not anxious (30.23%), 12 students were mildly anxious (27.90). %), moderately anxious as many as 9 students (20.93), severely anxious 7 students (16.27%), panicked 2 students (4.6%), This shows that there is a relationship between self-efficacy and the level of anxiety in guidance and counseling study program students in the third semester From the results of the research above, the researcher assumes that the relationship between self-efficacy and anxiety levels is sufficient to influence students in the guidance study program and, therefore, it can be concluded that there is a relationship between self-efficacy and students' anxiety levels. students are in the moderate anxiety category. There is a p-value = 0.000 < significance value α = 0.05 and r = -0.506, which means there is a significant relationship in the negative direction between self-efficacy and student anxiety with a moderate level of correlation.
MENINGKATKAN NILAI KESOPANAN OLEH GURU PEMBIMBING MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMA PONTIANAK Sukmawati, Ema
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.413 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.697

Abstract

Kesimpulan dari penelitian ini adalah tahapan-tahapan layanan bimbingan kelompok yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran. Bimbingan kelompok dinilai berhasil dan dapat meningkatkan nilai kesopanan pada siswa Sekolah Mengah Pertama dengan kategori baik. Dengan hasil penelitian ini disarankan, (1) dalam pelaksanaan bimbingan kelompok, guru pembimbing diharapkan dapat meningkatkan proses pelaksanaan tahapan kegiatan bimbingan kelompok terutama pada tahap pembentukan dan tahap kegiatan agar pelaksanaan bimbingan kelompok menjadi semakin efektif dan lebih baik. (2) dalam pelaksanaan tindakan sebaiknya guru pembimbing dapat meningkatkan kemampuan dalam teknik eksplorasi masalah peserta didik dengan tetap bersikap pasif reflektif agar tercapai tujuan kemandirian yang ada didalam bimbingan kelompok . (3) dikarenakan kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi peserta didik, maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai salah satu strategi pengentasan masalah peserta didik.
TINGKAT SELF EFFICACY MAHASISWA PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING IKIP PGRI PONTIANAK Ema Sukmawati; Novi Wahyu Hidayati
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i2.13811

Abstract

This research aims to describe student self-efficacy by providing an understanding of several problems related to students' lack of learning and lack of confidence in their abilities. The research used in this research is a quantitative approach. The quantitative approach emphasizes the analysis of numerical data (numbers) which are processed using statistical methods. The respondents in this research were 43 third semester students of the Guidance and Counseling Study Program at IKIP PGRI Pontianak. Based on the research results, it can be seen that the relationship between self-efficacy and students' anxiety levels. Students who have self-efficacy were obtained from 43 respondents, 13 students had low self-efficacy and were not anxious (30.23%), 12 students were mildly anxious (27.90). %), moderately anxious as many as 9 students (20.93), severely anxious 7 students (16.27%), panicked 2 students (4.6%), This shows that there is a relationship between self-efficacy and the level of anxiety in guidance and counseling study program students in the third semester From the results of the research above, the researcher assumes that the relationship between self-efficacy and anxiety levels is sufficient to influence students in the guidance study program and, therefore, it can be concluded that there is a relationship between self-efficacy and students' anxiety levels. students are in the moderate anxiety category. There is a p-value = 0.000 < significance value α = 0.05 and r = -0.506, which means there is a significant relationship in the negative direction between self-efficacy and student anxiety with a moderate level of correlation.
STRENGTHENING COLLABORATION BETWEEN SCHOOLS AND REGIONAL CHILD PROTECTION COMMISSION IN PREVENTING BULLYING BEHAVIOR IN WEST PONTIANAK Monica, Ega; Fitriani, Suci; Pratiscia, Imelda; Hastiani, Hastiani; Trisnowati, Eli; Sukmawati, Ema; Nurniyati, Niyah; Isriyah, Mudafiatun
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v4i2.1855

Abstract

Bullying is a negative behavior carried out by individuals or groups, both verbally and non-verbally, causing psychological impacts such as pressure, discomfort, and a loss of self-confidence. This community service activity was initiated by the Pontianak City Regional Child Protection Commission (KPAD) in response to the high prevalence of bullying and the low level of public awareness regarding children's rights. The purpose of this program is to strengthen public understanding of child protection and to support the formulation of more adaptive policies. The method used includes outreach in schools in West Pontianak, involving students and parents in interactive discussions. The program implementation covered the planning, presentation of materials, and reflection sessions. The result showed increased participant engagement and understanding, as indicated by their responses during discussions and follow-up actions such as forming child protection task forces. This program is expected to contribute to sustainable and effective child protection efforts in Pontianak.
Edu Parenting Untuk Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri Kabupaten Kapuas Hulu Herlina, Uray; Rizal, Yenni; Sukmawati, Ema; Elmansyah, Toni; Sulistiawan, Hendra; Maulana, Riki
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.441

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini ialah 1) memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang imlpementasi kurikulum merdeka di SMK, 2) Edu parenting dalam penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Kegiatan PKM melibatkan dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di kabupaten Kapuas Hulu antara lain SMKN 1 Seberuang dan SMKN 1 Hulu Gurung. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) dalam bentuk workshop, dengan langkah-langkah: (1) Persiapan, dengan melakukan wawancara dan need asesmen di daerah yang akan dituju, (2) Kegiatan, dengan memberikan materi dengan bentuk slide power point, (3) Tanya jawab dan diskusi pengayaan modul para guru. Hasil kegiatan (1) seluruh peserta mampu memahami materi yang diberikan dalam kegiatan workshop, (2) Seluruh peserta antusias dalam mengikuti kegiatan, terlihat dari banyaknya peserta (seluruh guru matapelajaran), (3) guru dapat membuat beberapa kesimpulan dalam kegiatan workshop ini.
Analisis Pola Asuh Orang Tua Di TK Daarul Jannah Pontianak Timur Zulhijah, Winda; Herlina, Urai; Sukmawati, Ema
Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/pandohop.v4i1.12626

Abstract

Parenting is a process of guiding, educating, and disciplining carried out by parents on children to achieve independence by applying certain norms that exist in the family and society. The purpose of this study was to describe and determine the description of parenting patterns in Daarul Jannah Kindergarten, East Pontianak. By using descriptive quantitative method and the number of samples involved was 11 respondents. In this study there are also specific objectives of the description of parenting patterns, types of parenting patterns, factors of parenting patterns. Data collection techniques in this study are interviews, questionnaires and documentation studies. The results showed that the parenting pattern most widely applied by parents of children at Daarul Jannah Kindergarten, East Pontianka is democratic parenting 82%, this percentage is more than authoritarian parenting 57% and permissive parenting 43%, and there are also factors that are most prominent, namely environmental factors at home. From these results it can be concluded that democratic parenting is the parenting pattern most widely applied by parents of children at Daarul Jannah Kindergarten in East Pontianak with the most visible factor being environmental factors.
Collaboration Between School Counselors and Early Childhood Teachers in Strengthening the Character Values of the Indonesian Children’s Great Habits Program Martin Martin; Riki Maulana; Martin Martin; Riki Maulana; Ema Sukmawati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i6.2026.10

Abstract

The Government of the Republic of Indonesia, through its Indonesia Gold 2045 vision, emphasizes the strengthening of character-based human resources. One of the implementations is carried out through the Seven Habits of Great Indonesian Children program. This study aims to describe the collaboration between classroom teachers and school counselor in strengthening “Indonesian Children’s Great Habits” character values at the kindergarten. The study uses a descriptive qualitative approach with a descriptive study design. The results of the study show that the development of “Indonesian Children’s Great Habits” character values is in the category of Developing as Expected, covering religious values, discipline, responsibility, cooperation, social awareness, manners, self-control, empathy, and independence. The collaboration between classroom teachers and school counselors was carried out through the stages of planning, implementation, monitoring, and evaluation. Factors supporting collaboration included teachers' commitment to character education, open communication between school members and parents, school policies, and a conducive school culture. The obstacles encountered include limited time for collaboration, differences in understanding of roles, and variations in parental support. Efforts to overcome these obstacles are carried out through collaboration scheduling, strengthening understanding of roles, and improving communication and parental involvement in character building for children.