p-Index From 2021 - 2026
4.405
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pelita Pendidikan PREMISE LAW JURNAL Jurnal Mechanical JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA EKONOMIS : Journal of Economics and Business Jurnal Ilmiah KORPUS J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) Computer Based Information System Journal Lumbung: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences Dinasti International Journal of Management Science JURNAL PIONIR Journal of Welding Technology Pamulang Law Review Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of English Education and Linguistics Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global JGK (Jurnal Guru Kita) Jurnal Kabar Masyarakat Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan (JURRIPEN) Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Moneter : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Masyarakat Mandiri: Jurnal Pengabdian Dan Pembangunan Lokal Prosiding Seminar Nasional Ilmu Sosial dan Teknologi (SNISTEK)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Mechanical

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR FLUIDA MASUK TERHADAP UNJUK KERJA KOLEKTOR SURYA HYBRID PV/T Amrizal Amrizal; Christian Cahya Putra; Agung Nugroho; Amrul Amrul
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201909

Abstract

The aim of this study is to investigate the effect of different range of inlet fluid temperature on both electrical and thermal efficiency for a serpentine PV/T collector. The variation of the inlet fluid temperature used in this study is above and below ambient temperature. The thermal performance test uses the EN 12975 under indoor system with a solar simulator. The results showed that hybrid PV/T solar collectors with the inlet fluid temperature below ambient temperature have higher values for both heat loss coefficient and electrical efficiency when they compared to those obtained from the above ambient temperature. Meanwhile, the collector with the inlet fluid temperature below ambient temperature and mass flow rate of 0.015 kg/s has a higher value of heat loss coefficient of 2.2 W/m²K if they compared to those obtained from above ambient temperature and also there is an increase of 1% electrical efficiency with average temperature surface of PV/T collector 46.76ºC. The application of different range of inlet fluid temperature has no significant effect on zero efficiency of  PV/T collector.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan perbedaan temperatur fluida masuk pada kolektor surya hybrid PV/T aliran serpentine baik secara thermal maupun daya elektrik yang dihasilkan. Perbedaan temperatur fluida masuk yang digunakan adalah di atas dan di bawah temperatur lingkungan.  Pengujian unjuk kerja thermal ini menggunakan standar EN 12975 sistem indoor dengan simulator surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolektor surya hybrid PV/T dengan temperatur fluida masuk di bawah temperatur lingkungan memiliki koefisien kerugian panas dan efisiensi listrik yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan  kondisi pengujian di atas temperatur lingkungan. Sementara itu kolektor surya hybrid PV/T dengan temperatur fluida masuk di bawah temperatur lingkungan dan laju aliran massa fluida 0.015 kg/s memiliki koefisien kerugian panas lebih tinggi 2.2 W/m²K dibandingkan dengan kondisi pengujian yang sama ketika temperatur fluida masuk di atas temperatur lingkungan dan terjadi peningkatan efisiensi daya listrik 1% dengan temperatur rata rata permukaan kolektor PV/T 46.76ºC. Sedangkan penerapan variasi temperatur fluida masuk di bawah dan di atas temperatur lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi zero pada kolektor surya hybrid (PV/T) aliran serpentine ini.Kata kunci : Energi matahari, Photovoltaic thermal (PV/T),  EN 12975.
Unjuk Kerja Kolektor Surya Pelat Datar Aliran Paralel Zulfa Zulfa; Amrizal Amrizal; amrul amrul
JURNAL MECHANICAL Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v8.i2.201707

Abstract

Telah diuji unjuk kerja kolektor pelat datar aliran paralel menggunakan solar simulator dengan standar pengujian EN 12975-2:2006. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kolektor surya aliran paralel berupa efisensi termal dan pressure drop berdasarkan variasi jarak antar pipa paralel terhadap diameter (W/D), arah aliran fluida pada pipa riser (vertikal dan Horizontal) dan bahan pelat absorber (tembaga dan alumunium). Untuk memenuhi tujuan ini dibuat empat buah kolektor dengan luas pelat yang sama. Tiga kolektor menggunakan pelat tembaga dan satu kolektor dengan pelat alumunium. Kolektor pelat tembaga adalah kolektor W/D=8 vertikal, W/D=12 vertikal, kolektor W/D=8 horizontal dan kolektor pelat alumunium adalah W/D=8 vertikal. Dari hasil pengujian dilakukan perhitungan menggunakan Multiple Linear Regression (MLR) didapat efisiensi zero dan koefisien rugi kalor dari kolektor. Kolektor W/D=8 vertikal pelat tembaga memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi efisiensi dan rugi-rugi kalor dengan nilai berturut turut 46,65 % dan 2.7111 W/(m2K). Lebih lanjut kolektor W/D=12 vertikal memiliki nilai pressure drop terbaik dengan nilai 123.48 Pa. Kolektor dengan pelat tembaga memiliki efisiensi dan rugi kalor yang lebih baik dibanding kolektor pelat alumunium tetapi harga pelat tembaga 14 kali lebih mahal dari pelat alumunium. Kolektor susunan vertikal memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan efisiensi tetapi memiliki nilai pressure drop lebih tinggi dibandingkan dengan kolektor susunan horizontal. Kolektor yang menggunakan penutup kaca dan kolektor dengan laju aliran massa yang lebih kecil memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan efisiensi.Keywords: Efisiensi termal, EN 12975-2:2006, Jarak pipa riser, Kolektor surya pelat datar, Pressure drop.
Simulasi Unjuk Kerja Termal Dan Pressure Drop Kolektor Surya Pelat Datar Aliran Serpentine Menggunakan Metode-CFD Ahmad Yonanda; Amrizal Amrizal; Amrul Amrul
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i1.201905

Abstract

Untuk mengetahui karakteristik unjuk kerja kolektor surya ini dapat digunakan metode CFD (Computational Fluid Dynamic). CFD memberikan kemudahan untuk menganalisis karakterisrik aliran fluida yang berkaitan dengan distribusi temperatur dan tekanan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik unjuk kerja termal dan pressure drop pada kolektor surya pelat datar menggunakan metode CFD. Langkah-langkah yang dibutuhkan dalam proses simulasi CFD adalah: desain dan name selection geometri, meshing, pemilihan metode radiasi, pemilihan jenis material dan input kondisi batas. Proses iterasi simulasi ditunjukkan oleh grafik “residual” yang konvergen dengan hasil simulasi berupa kontur temperatur dan tekanan. Kemudian proses validasi dilakukan terhadap hasil simulasi dengan cara membandingkannya dengan data eksperimen. Langkah selanjutnya mensimulasikan unjuk kerja kolektor surya berdasarkan variasi laju aliran massa fluida dan variasi jarak antara pipa (W). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan laju aliran massa fluida sebesar 0,005 kg/s (dalam range 0,005 - 0,02 kg/s) mengakibatkan temperatur keluar fluida kerja akan mengalami penurunan sekitar 2°C. Sementara itu penggunaan jarak antara pipa (W) 40 mm jika dibandingkan dengan jarak antara pipa (W) 80 mm akan meningkatkan temperatur keluar fluida kerja sebesar 3,9°C.