Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

IDENTIFIKASI PENGUASAAN KONSEP ELASTISITAS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS XI Brillianti Asfiyani Romadhona; Sri Handono Prastowo; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan yang relatif permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya. Fisika merupakan mata pelajaran yang tidak hanya menghafal, tetapi konsep-konsep fisika yang ada dalam fisika juga perlu pemahaman yang lebih. Salah satu aktivitas belajar yang sering dilakukan adalah menemukan konsep-konsep materi elastisitas yang ditemukan dalam kehidupan sehari hari. Identifikasi penguasaan konsep siswa perlu dilakukan karena dapat mengetahui sejauh mana penguasaan konsep elastisitas siswa. Taksonomi SOLO dapat dijadikan acuan untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan konsep siswa. Tingkat penguasaan konsep siswa menurut Taksonomi SOLO dikategorikan menjadi (1) prestructural., (2) unistructural ., (3) multistructural., (4) relasional., (5) extended abstract. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui tingkat penguasaan konsep elastisitas siswa menggunakan Taksonomi SOLO. Kata Kunci: Penguasaan Konsep, Taksonomi SOLO
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI DISERTAI SCAFFOLDING PROMPTING QUESTION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS ILMIAH SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Annisaa’ Mardiani; Supeno Supeno; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis dapat digunakan untuk melihat kemampuan seseorang dalam menganalisis dan merefleksikan hasil berpikirnya yang termasuk ke dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) dan merupakan aspek penting dalam pembelajaran karena keterampilan ini dapat menjadi indikasi keberhasilan belajar salah satunya fisika. Menulis ilmiah pada pelajaran fisika dapat dilihat dari laporan kegiatan praktikum.Kegiatan menulis memerlukan kemampuan siswa untuk mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi pengetahuan yang telah diperoleh namun selama ini belum terlaksana dengan baik.Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis ini adalah dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, namun dalam pelaksanaanya masih terdapat kendala yaitu kesulitan yang dialami oleh siswa.Sehingga peneliti menawarkan solusi dengan membuat LKS berbasis inkuiri berbantuan scaffolding prompting question.Adapun keterampilan menulis akan dinilai menurut indikator menulis ilmiah yang dikembangkan oleh peneliti sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan dilaksanakan di kelas XI MIPA di SMA.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis inkuiri berbantuan scaffolding prompting question mampu meningkatkan keterampilan menulis ilmiah fisika siswa SMA.
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS SCIENTIFIC REASONING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DI SMA PADA MATERI HUKUM NEWTON Elvin Noer Laily; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kurikum 2013, perlu adanya sumber belajar yang sesuai tuntutan kurikulum denganmempertimbangkan kebutuhan siswa misalnya LKS. Pembelajaran fisika terkadang kurangmengeksplorasi kemampuan berfikir atau bernalar sehingga menyebabkan hasil belajar fisika masihrendah. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk melatih kemampuan bernalar siswa, maka dikembangkanLKS berbasis scientific reasoning untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa di SMA. TujuanPenelitian ini adalah untuk: (1) Megidentifikasi validitas LKS berbasis scientific reasoning, (2)Mengidentifikasi keefektifan pembelajaran setelah menggunakan LKS berbasis scientific reasoning.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu R & D dengan model pengembangan Plomp yangterdiri atas: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/kontruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, (5)implementasi. Berdasarkan hasil analisis data rerata validasi ahli 4,025 dan validasi pengguna 4,35 yangdapat dikategorikan valid. Keefektifan ditinjau dari hasil belajar kognitif yang diperoleh dari uji cobaterbatas yang dilakukan pada 10 orang siswa kelas X SMA Negeri Pakusari. Hasil analisis data keefektifandiperoleh dari hasil pre-test dan post-test, sehingga dihasilkan rata-rata N-gain 0,45 yang dapatdikategorikan “sedang”. Sehingga dapat disimpulkan LKS berbasis scientific reasoning valid dan efektifdalam pembelajaran fisika.Kata kunci : LKS, Scientific Reasoning, Hasil Belajar
PENGARUH GUIDED INQUIRY BERBANTUAN PhET SIMULATIONS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMAN 1 KENCONG Ilma Nafiatul Barokah; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan materi pelajaran saja, namun bagaimana mengajak siswa menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman yang didapatkan. Pengetahuan yang didapatkan dari diri sendiri lebih mudah diingat oleh siswa daripada yang didapatkan dari orang lain. Hal ini diperlukan model pembelajaran yang efektif untuk mencapai kemampuan berpikir kritis. Guided inquiry melatih siswa untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dalam model pembelajaran ini siswa berperan aktif, sedangkan guru hanya sebagai motivator dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET simulations terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Kencong pada pokok bahasan gerak parabola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design dengan desain penelitian menggunakan posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMAN 1 Kencong, dengan sampel kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol dan X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen yang dipilih berdasarkan teknik cluster rundom sampling. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET simulations dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
PROFIL KEMAMPUAN BERNALAR SISWA SMA KELAS XI DI KABUPATEN JEMBER PADA MATERI USAHA DAN ENERGI Valensa Yossyana; Rayendra Wahyu Bachtiar; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran turut berkontribusi di dalam fisika misalnya dalam penggunaan konsep-konsep fisika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan bernalar siswa SMA kelas XI di Kabupaten Jember pada materi usaha dan energi sebagai salah satu modal awal mempelajari fisika. Penalaran yang diteliti yaitu penalaran konservasi, proporsional, identifikasi dan kontrol variabel serta korelasional. Metode yang digunakan yaitu pemberian tes berbentuk pilihan ganda dan uraian secara berpasangan dan wawancara. Teknik skoring dilakukan secara berpasangan dengan memodifikasi teknik skoring milik Lawson. Hasil menunjukkan masih banyak siswa yang menggunakan pemikiran-pemikiran non ilmiah dan berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari, serta kurang mampu menunjukkan adanya suatu bentuk verifikasi berupa kalimat-kalimat fakta yang dapat mendukung hipotesis atau jawaban. Adanya suatu kontrol dan pengendalian variabel ketika menghadapi persoalan mengenai suatu percobaan ditunjukkan sekitar seperempat dari jumlah responden. Dan kemampuan untuk menunjukkan adanya hubungan antar variabel pada persoalan merupakan kemampuan yang paling menonjol dari penalaran yang lain. Kata Kunci: Kemampuan bernalar, penalaran Lawson
TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMKN 5 JEMBER PADA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK FOUR TIER TEST Anis Budi Rizkiyati; Bambang Supriadi; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa SMKN 5 Jember pada materi fluida statis di kelas X dan menjelaskan tinngkat pemahaman konsep siswa SMKN 5 Jember pada konsep fluida statis menggunakan tes diagnostik fout tier test (FTT). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan Responden yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas kelas X yang terdiri dari tiga kelas yaitu X MMD2 (Multimedia 2) yang terdiri dari 34 siswa, X APL1 (Analisis Pengujian Laboraturium 1) yang terdiri dari 36 siswa , dan X APL2 (Analisis Pengujian Laboraturium 2 ) yang terdiri dari 32 siswa di SMKN 5 Jember. Instrumen yang digunakan adalah Four Tier test yaitu tes yang terdiri dari empat tingkatan. Tingkat pertama merupakan jawaban, tingkat kedua yaitu tingkat keyakinan jawaban, tingkat ketiga yaitu alasan dari jawaban, tingkat keempat yaitu tingkat keyakinan alasan. Presentase pemahaman siswa pada pokok bahasan fluida statis di SMKN 5 Jember yakni sebesar 14%. Adapun prenstase pemahanan pada konsep fluida statis siswa SMKN 5 Jember pada tiap indikator antara lain : interpretasi (interpreting) 16% , mencontohkan (exemplifying) 14% ,mengklasifikasikan (classifying) 2%, menggeneralisasikan (summarizing) 2%, inferensi (inferring) 8%, membandingkan (comparing) 45% , menjelaskann (explaining) 11%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep fisika pada pokok bahasan fluida statis siswa kelas X SMKN 5 Jember masih tergolong rendah.
DIAGRAM SCAFFOLDS UNTUK MEMBELAJARKAN KEMAMPUAN SCIENTIFIC EXPLANATION SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA Ayu Dian Kirana; Supeno Supeno; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific explanation adalah pernyataan hubungan sebab-akibat mengenai mengapa atau bagaimana sesuatu terjadi dengan disertai catatan bahwa penyataan tersebut harus mencakup prinsip-prinsip ilmiah yang sesuai. Penjelasan ilmiah memiliki tiga komponen penting yang harus diikutsertakan dalam aplikasi penjelasan ilmiah. Komponen tersebut diantaranya klaim, bukti, dan penalaran/penjelasan. Siswa diharapkan mampu membangun dan memberikan interpretasi hasil belajar berbasis bukti terhadap fenomena alam dan menunjukkan kaitan antara bukti dan penjelasan yang diberikan pada pembelajaran fisika atau mampu memiliki kemampuan penjelasan ilmiah (scientific explanation). Banyak penelitian telah melaporkan bahwa siswa menghadapi kesulitan dalam membangun penjelasan ilmiah. Peneliti melakukan penelitian tentang solusi tersebut dengan mendiskusikan rancangan LKS berbasis diagram scaffolds untuk membelajarkan kemampuan penjelasan ilmiah. Diagram sacffolds merupakan salah satu bentuk scaffolding yang mampu menjembatani pemikiran bernalar siswa dalam menumbuhkan kemampuan menjelaskan secara ilmiah. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti yang menggunakkan desain penelitian secara deskriptif pada materi fluida statis dengan memperhatikan langkah-langkah penyusuna LKS dan scaffolding yang tepat untuk membelajarkan kemampuan penjelasan ilmiah mampu menghasilkan sebuah kesimpulan yang sesuai dengan tjuan penelitian ini. LKS berbasis diagram scaffolds mampu membelajarkan kemampuan penjelasan ilmiah.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KOLABORATIF UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PADA SISWA DI SMA Risma Valentina Fitriyani; Supeno Supeno; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan langkah-langkah pada lembar kerja siswa (LKS) yang mampu melatih keterampilan pemecahan masalah secara kolaboratif. Keterampilan pemecahan masalah digunakan untuk menghubungkan berbagai aspek yang dapat ditafsirkan dalam fisika karena memahami dan menguasai konsep, prinsip, dan teori, dan hukum fisika membutuhkan keterampilan pemecahan masalah. LKS kolaboratif dikembangkan atas dasar rendahnya index problem solving skill Indonesia dibandingkan dengan negara lain Lembar kerja siswa (LKS) berbasis kolaboratif merupakan suatu alternatif solusi untuk melatihkan keterampilan pemecahan masalah dengan berbantuan permasalahan fisika yang harus diselesaikan secara kolaboratif. Di dalam lembar kerja siswa berbasis kolaboratif tersebut telah mencakup indikator keterampilan pemecahan masalah, yaitu visualized the problem, describe the problem in physics, plan the solution, execute the plan, dan check and evaluate.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE CREATIVITY (CC) DISERTAI TEKNIK PROBING PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMKN 2 JEMBER Yesy Fatimatus Zahro; Sri Astutik; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjdul pengaruh model pembelajaran Collaborative Creativity (CC) disertai teknik Probing-prompting terhadap hasil belajar fisika di SMKN 2 Jember ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bagaimana pengaruh dari penerapan model pembelajaran Collaborative Creativity disertai teknik Probing-prompting terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran Collaborative Creativity (CC) disertai teknik probing-prompting disusun berdasarkan sintakmatik yang terdapat pada model pembelajaran Collaborative Creativity (CC) namun pada langkah-langkah model pembelajaran CC telah disusun dengan menambahkan teknik probing-prompting yaitu pada tahap identifikasi masalah dengan tujuan siswa lebih terfokus pada permasalahan yang telah diberikan oleh guru sehingga siswa dapat menjawab permasalahan tersebut sesuai dengan harapan dari guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. penelitian eksperimen adalah penelitian yang diterapkan untuk mengetahui sebuah perlakuan tertentu terhadap yang lain dengan kondisi yang dikendalikan. Berdasarkan hasil analisis dapat dikatakan bahwa bahwa model pembelajaran Collaborative Creativity disertai teknik Probing-prompting berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar fisika di SMK.
PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA BERBASIS CONCEPT MAPPING PADA MATERI USAHA DAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA MUHAMMADIYAH 3 JEMBER Siti Afiqah Raziqiyah; Trapsilo Prihandono; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang akan menghasilkan suatu produk bahan ajar yang valid berupa handout fisika berbasis concept mapping, yaitu suatu bahan ajar cetak yang sangat ringkas, tersusun secara sistematis dan memuat pemetaan-pemetaan konsep yang saling berhubungan dan dihubungkan dalam bentuk peta konsep (concept mapping). Penelitian pengembangan ini mengacu pada desain pengembangan Tjeerd Plomp yang terbagi dalam lima fase, yaitu: fase investigasi awal; fase desain; fase realisasi/konstruksi; fase tes, evaluasi, dan revisi; dan fase implementasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas handout fisika berbasis concept mapping pada materi usaha dan energi yang diharapkan dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa. Validitas yang digunakan adalah validitas logis dengan dua validator ahli. Terdapat 6 aspek yang akan dinilai dalam lembar validitas yaitu, aspek pendekatan penulisan, aspek kebenaran konsep, aspek kedalaman materi, aspek keluasan konsep, aspek keterlaksanaan, aspek kebahasaan, dan aspek tampilan menyeluruh. Kata Kunci: Bahan ajar, handout fisika berbasis concept mapping, penguasaan konsep