Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Identifikasi Sampah Anorganik di Pantai Cermin Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Yudho Andika; Sohibil Yamin; Erlangga Erlangga; Syahrial Syahrial; Imamshadiqin
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.1941

Abstract

Garbage is a major problem experienced on a global scale, both from household and industrial waste. This research was conducted at Pantai Cermin, Pantai Cermin Kanan Village, Pantai Cermin District, Serdang Bedagai Regency. It was carried out on 6-12 November 2021 with the aim of knowing the type, characteristics, weight, total density, and rate of increase in weight of inorganic waste. The method used is purposive sampling by installing a plot of 10 m x 10 m with a distance of each transect of 5 m. Data collection was carried out by observation with macro size and recorded directly. The results of the research show that the waste obtained is plastic, glass, rubber, clothing, metal / metal and the most dominant is plastic waste. The density of the number of pieces and the largest weight density in plastic waste are 0.31 items/m2 and 2.93 gr/m2. The highest rate of weight gain was on Sundays (r>0).
Phenoxycarboxlic acid Toxicity Test on Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) Mortality Lisna Lisna; Mainisa; Erlangga Erlangga; Saiful Adhar; Munawwar Khalil
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v7i1.7754

Abstract

This study aims to examine the toxicity of phenoxy acid herbicides on vannamei shrimp mortality, by conducting preliminary tests, persistence tests, mortality tests, and water quality. The research design used the regression method and probit analysis with 6 treatments and 3 replications, namely A herbicide concentration of 0 ml/L, B herbicide concentration DMA-6, 0.025 ml/L water, C herbicide concentration DMA-6, 0.005 ml/L water, D DMA-6 herbicide concentration, 0.075 ml/L water, E DMA-6 herbicide concentration, 0.1 ml/L water and F DMA-6 herbicide concentration, 0.125 ml/L water. Pesticides do not affect temperature changes, dissolved oxygen (DO), Salinity, and pH. Clinical symptoms due to Pesticide exposure to vanamei shrimp are irregular movements, shells peeling off, and swimming close to aeration until they die. The LC50 value in the herbicide toxicity test was 0.124 mg/l at 24 hours, 0.099 mg/l at 48 hours, 0.073 mg/l at 72 hours, and 0.026 mg/l at 96 hours.
Pengolahan Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Laut untuk Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Pesisir Desa Hagu Selatan Imanullah Imanullah; Erniati Erniati; Saiful Adhar; Muliani Muliani; Yudho Andika; Erlangga Erlangga
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah ikan melibatkan dari banyak jenis ikan yang merupakan hasil tangkapan sampingan, produk sampingan tersebut biasanya memiliki nilai komersial yang rendah. Ciri-ciri produk sampingan adalah ukuran ikan yang terlalu kecil, ikan yang rusak akibat proses penangkapan serta jenis ikan yang ditangkap dalam jumlah kecil sehingga tidak mendukung proses penjualan. Limbah ikan ilak yang tertangkap dibuang begitu saja oleh nelayan sehingga menimbulkan bau busuk di lingkungan pesisir Desa Hagu Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Hagu Selatan tentang pengolahan limbah ikan menjadi pupuk organik cair untuk mengatasi persoalan limbah rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bulan Agustus 2024 di Desa Hagu Selatan. Pengabdian pengolahan limbah ikan laut menjadi pupuk organik cair terdiri dari dua tahap kegiatan, yaitu tahap 1: MoU antara Kepala Desa dan Dekan Fakultas Pertanian dan Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan. Tahap 2: Pelatihan pengolahan limbah ikan menjadi pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian masyarakat tentang pembuatan pupuk organik cair dari limbah ikan laut terlaksana dengan sangat baik, terstruktur, lancar dan sukses. Pemberian materi pelatihan dan demonstrasi memberikan informasi dan pengetahuan baru akan pentingnya mengelola dan memanfaatkan limbah ikan laut sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Harapan dari pengabdian ini adalah implementasi yang konsisten diterapkan sacara nyata sehingga berdampak pada peningkatan kreativitas ibu-ibu dan suatu saat nanti dapat menjadi produk local yang dapat dijual.