Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MANAJEMEN PELAKSANAAN DANA BERGULIR SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) OLEH BADAN KERJASAMA ANTAR NAGARI (BKAN) DI KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Zaitul Ikhlas; Endry Martius; Faidil Tanjung
JISPO : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2019): JISPO Vol 9 No 2 2019
Publisher : Centre for Asian Social Science Research (CASSR), FISIP, UIN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i2.5402

Abstract

This study aims to describe the management of the implementation of Women's Savings and Loans revolving funds and find the factors that cause the implementation of Women's Savings and Loans revolving funds by BKAN in Lembah Gumanti District to continue. The method used in this research is descriptive qualitative by conducting in-depth interviews with key informants and triangulation informants. The results of this study indicate that the management functions consisting of planning, organizing, actuating and controlling have been carried out in accordance with operational standards and procedures (SOP) which are guided by the Solok Regent Regulation Number 26 Year 2016 concerning Protection and Preservation of the Results of the Activities of the Kecamatan Development Program and the Independent Rural Empowerment Community National Program in Solok Regency. The success factor for the SPP revolving fund is due to the use of the Grameen Bank principle, the existence of social capital and social control within the group.
Karakteristik Inovasi Terpakai dalam Peternakan Sapi Rakyat dan Pertanian Padi di Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat R. Azhari; Y. F. Kurnia; E. Martius
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.24.1.110-118.2022

Abstract

Efektivitas Kantor Pelayanan, Perizinan, dan Penanaman Modal Kabupaten Solok dalam Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gerry Candra; Endry Martius; Faidil Tanjung
Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja Vol 44 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan (LRPSP), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.725 KB) | DOI: 10.33701/jipwp.v44i2.289

Abstract

Pelayanan perizinan khususnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pemerintah berusaha menciptakan suatu sistem pelayanan yang optimal. Untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan, menjamin keandalan teknis bangunan serta terwujudnya kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan, maka setiap pendirian bangunan harus berdasarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Seringnya masyarakat mengajukan permohonan IMB dengan keadaan sudah terbangun terlebih dahulu. Hal ini sangat bertentangan dengan ketentuan yang ada karena pada dasarnya IMB diberikan untuk bangunan yang belum berdiri atau hendak mendirikan bangunan. Tidak teraturnya pembangunan Jarak dari jalan ke bangunan, luas ruang terbuka, dan lain-lain. Tanpa pengaturan, bangunan-bangunan akan semakin semrawut dan tidak memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku, dengan tidak melapor IMB dapat juga menyebabkan Pembangunan yang tidak terkendalikan bisa muncul dimana-mana seperti jamur tanpa memperhatikan peraturan yang berlaku. Lahan yang dimaksudkan menjadi taman bisa saja diubah menjadi rumah tanpa pengendalian. Selain itu laju pembangunan perlu diperhatikan. Pembangunan yang begitu pesat juga bisa membawa dampak buruk bagi lingkungan.
ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS TERAKREDITASI DASAR DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Jalius Jalius; Yonariza Yonariza; Endry Martius
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JANUARI 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan kesehatan dan untuk melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pada Puskesmas terakreditasi dasar di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian pada Puskesmas Taram Kecamatan Haru Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner, wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas dan penanggung  jawab program, data sekunder bersumber dari laporan pelaksanaan kegiatan pelayanan sebelum dan sesudah Puskesmas Taram terakreditasi dasar (tahun 2015-2019). Hasil penelitian memperlihatkan cakupan pelayanan kesehatan pada Puskesmas Taram meningkat setelah puskesmas terakreditasi, dari 5 jenis pelayanan UKM, 4 jenis pelayanan meningkat cakupan pelayananya  dan 1 jenis : Pelayanan kesehatan ibu, anak dan KB, penurunan cakupan terjadi pada 2 kegiataan pelayanan yaitu penangan komplikasi kebidanan dan pelayanan KB berkualitas. Cakupan pelayanan UKP : jumlah kunjungan rawat jalan meningkat setelah puskesmas Taram terakreditasi dasar.Indeks kepuasan masyarakat (IKM) yaitu 79.72, mutu pelayanan B, kinerja unit pelayanan baik. Masyarakat/pasien puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Taram. Kata Kunci: Akreditasi, Puskesmas Taram, Pelayanan Kesehatn, IKM.     
Implementation of Integrated Livestock Development as an Effort to Eradicate Poverty in Central Aceh District Hendra Saputra, Asdi Agustar Endry Martius, Maiyestri
International Journal of Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.2.1.26-33.2018

Abstract

The development of the Ketapang Integrated Livestock Area (KPTK) in Linge Sub-district, Central Aceh District is one of the implementation of local poverty alleviation policies initiated by Central Aceh District Government. This study aims to determine the implementation of KPTK development as an effort to alleviate poverty in Central Aceh District. This research used survey method with data collection in the form of field observation, in-depth interview, and focus group discussion. Data were analysed using descriptive qualitative. This study found that KPTK development has become a commitment to poverty alleviation. This is found in the central Aceh district development planning system. However, in the implementation there are several obstacles to its development, namely: (1) no synchronization of activities/ programs among related sectors; (2) from a technical point of view, some physical facilities such as roads, bridges and housing and settlement enclosures have been damaged and cannot be used anymore.
Clove-Based Local Economic Development in Lede Sub-District, Taliabu Island District North Maluku Province Pardin Isa; Endry Martius; Faidil Tanjung
International Journal of Agricultural Sciences Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.7.1.8 - 15.2023

Abstract

This study aimed to identify and describe the clove agribusiness system and its economic prospects in supporting local economic development in Lede District, Taliabu Island Regency, North Maluku Province. The research was conducted using descriptive qualitative method. The results of this study suggest that Lede sub-district is one of the sub-district areas that is the base of clove agricultural development in Taliabu Island district. The developed clove commodity involves most of the farmers in the Lede Sub-district area, with a large development area, coupled with a high level of productivity. The clove commodity has potential economic value and has contributed to household income and the quality of clove farmers' welfare. To realize local economic development efforts based on the clove commodity, it is necessary to have the intervention of various parties, especially the local government and the private sector, both on the intervention in the scale of on farm and off farm activities, especially on a number of interventions related to infrastructure and superstructure supporting agricultural production activities, capital, to marketing management aspects and efforts to increase the economic added value of the clove commodity developed.
ANALISIS DAMPAK PENGELOLAAN WISATA MINAT KHUSUS TERHADAP EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT NAGARI AIR BATUMBUK KABUPATEN SOLOK ., Sapardi; Martius, Endry; ., Erwin

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.806 KB) | DOI: 10.31955/mea.v5i1.873

Abstract

Objek Wisata minat khusus jalur pendakian gunung Talang melalui Air Batumbuk merupakan objek wisata yang masih tergolong baru beroperasi, yakni sekitar tahun 2012. Untuk tetap eksisnya objek Wisata minat khusus diperlukan tata kelola yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tata kelola objek wisata minat khusus jalur pendakian gunung Talang secara inklusif dan dampak yang ditimbulkan. Lokasi penelitian di Kecamatan gunung Talang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan pengelolaan telah dilakukan secara mandiri dan terjadinya peningkatan kunjungan wisatawan secara fluktuatif dari tahun 2012-2019 akan tetapi belum adanya model pengelolaan yang akan di pakai serta bentuk dampak yang ditimbulkan dari pengelolaan objek wisata minat khusus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus yang dilengkapi dengan survei/sensus (survey within case study), sebagai alat dalam pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui informasi yang dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang meliputi identitas responden, data atraksi, aksesbilitas, amenitas dan ansilari. Dan data sekunder diperoleh dari Kantor Wali nagari, Kantor Camat dan instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Pola data, Tabulasi dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan objek wisata minat khusus dari aspek atraksi, aksesibilitas, amenitas dan ancilari telah dilaksanakan dengan pendekatan inklusif. Artinya keterlibatan masyarakat (pokdarwis) sangat berperan dalam pengelolaan jalur objek wisata minat khusus. Dengan pengelolaan yang inklusif maka dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat diantaranya peningkatan pendampatan dari semula yang hanya bersumber dari sektor pertanian hortikultura dan Perkebunan bertambah dengan pendapatan usaha di sektor pariwisata. Disamping bertambahnya pendapatan masyarakat sekitar, juga bertambahnya lapangan pekerjaan baru disektor pariwisata diantaranya; pokdarwis, porter, pemandu wisata, jasa parkir, rental accesoris, warung makanan, tenaga medis. Sementara untuk dampak lingkungan dan sosial tidak berpengaruh negatif kepada keberadaan objek wisata, artinya dampak yang ditimbulkan tidak signifikan.
MANAJEMEN PELAKSANAAN DANA BERGULIR SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) OLEH BADAN KERJASAMA ANTAR NAGARI (BKAN) DI KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Ikhlas, Zaitul; Martius, Endry; Tanjung, Faidil
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 2 (2019): JISPO Vol 9 No 2 2019
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i2.5402

Abstract

This study aims to describe the management of the implementation of Women's Savings and Loans revolving funds and find the factors that cause the implementation of Women's Savings and Loans revolving funds by BKAN in Lembah Gumanti District to continue. The method used in this research is descriptive qualitative by conducting in-depth interviews with key informants and triangulation informants. The results of this study indicate that the management functions consisting of planning, organizing, actuating and controlling have been carried out in accordance with operational standards and procedures (SOP) which are guided by the Solok Regent Regulation Number 26 Year 2016 concerning Protection and Preservation of the Results of the Activities of the Kecamatan Development Program and the Independent Rural Empowerment Community National Program in Solok Regency. The success factor for the SPP revolving fund is due to the use of the Grameen Bank principle, the existence of social capital and social control within the group.
Analisis Biaya dan Kehilangan Pendapatan Dari Alih Fungsi Lahan Karet Ke Sawit Di Nagari Kurnia Koto Salak Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Arianto Aji, Predi; Martius, Endry; Triana, Lora
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 3 (2024): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i3.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis biaya alih fungsi dan kehilangan pendapatan dari petani sawit dan petani karet  dan mendeskripsikan perbandingan karakteristik rumah tangga petani karet yang alih fungsi dengan yang tidak alih fungsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan matematis dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Kurnia Koto Salak Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya dengan total sampel sebanyak 30 petani. Dari hasil penelitian total biaya rata-rata  sebesar Rp 20.010.381/ha. Saat melakukan alih fungsi petani akan kehilangan pendapatan dari karet selama 3 tahun sampai sawit menghasilkan. Pendapatan rata-rata petani karet dari penerimaan yang dikurangi dengan biaya selama 1 tahun adalah sebesar Rp 30.109.913/ha. Sehingga selama 3 tahun petani akan kehilangan pendapatan sebesar Rp 90.329.739/ha. Terdapat 5 aspek yang memiliki perbedaan yang signifikan antara petani sawit dan petani karet, meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan lain, pengalaman berusahatani, luas lahan, dan penerima bantuan pemerintah.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Study Kasus Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Handayani, Rika; Agustar, Asdi; Martius, Endry
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/epfhve58

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Nagari Sungai Batang menjadi desa wisata, mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran masyarakat untuk pengembangan Nagari Sungai Batang menjadi desa wisata serta untuk mengetahui manfaat perkembangan Nagari Sungai Batang menjadi desa wisata bagi masyarakat yang ada di Kenagarian Sungai Batang. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut maka penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendapatkan gambaran secara mendalam mengenai pengalaman individu-individu dalam pengembangan pariwisata berbasis Masyarakat. Adapun hasil dari penelitian tersebut menemukan bahwa sebagai desa wisata, tentu saja pengembangannya berorientasi menjadi pariwisata yang berbasis masyarakat (Community Base Tourism). Namun saat ini implementasi pariwisata berbasis masyarakat di Nagari Sungai Batang belum optimal. Atraksi wisata yang utama adalah objek sejarah museum rumah kelahiran buya HAMKA, bukan dikembangkan dan dikelola secara langsung oleh masyarakat. Peran serta masyarakat dalam berbagai aspek dirangsang oleh pihak lain termasuk pemerintahan nagari dan pemerintahan daerah Kabupaten Agam. Beragam kegiatan dilakukan yang bertujuan mulai meningkatkan kesadaran berwawasan wisata, penguatan kelembagaan, peningkatan keterampilan yang mendukung, juga meningkatkan kemampuan mengelola objek wisata. Kondisi alam, sejarah dan budaya yang dimiliki nagari Sungai Batang, dapat menjadi faktor pendukung untuk pengembangan pariwisata Nagari Wisata berbasis masyarakat. Namun demikian, faktor internal masyarakat seperti harapan untuk menggantungkan sumber penghasilan dari kegiatan kepariwisataan yang belum terpenuhi dapat menjadi faktor penghambat menncurahkan perhatian total untuk kegiatan kepariwisataan. Perkembangan kepariwisataan Nagari Sungai Batang berbasis masyarakat (Community Based Tourism), sudah mulai memperlihatkan kontribusi terhadap perekonomian pelestarian budaya dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.