Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI SMART HYDROPONIC FARMING DAN GREEN ENERGY DI DESA KEDUNGCINO KABUPATEN JEPARA Rieska Ernawati; Jenny Putri Hapsari Hapsari; Safrizal Safrizal; M Sagaf; Muhammad Irfan; Candra Setiawan; Andi Riansyah
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5099

Abstract

Smart farming merupakan pendekatan pertanian modern yang mengintegrasikan teknologi digital, Internet of Things (IoT), otomatisasi, serta energi terbarukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan. Transformasi ini menjadi sangat penting mengingat tantangan sektor pertanian saat ini, seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, fluktuasi harga energi, serta meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk. Oemahku hydrofarm menghadapi masalah kesulitan monitoring suhu, kelembaban dan nutrisi serta minimnya pasokan listrik saat memproduksi selada hidroponik. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model implementasi smart farming terpadu yang mampu menjawab permasalahan tersebut melalui pengembangan sistem monitoring lingkungan, manajemen nutrisi otomatis, dan penggunaan energi surya sebagai sumber daya utama. Metode pengabdian dilakukan melalui perancangan IoT, pemilihan sensor lingkungan (pH, TDS, suhu, kelembaban), integrasi perangkat kontrol berbasis mikrokontroler, serta penyusunan dashboard pemantauan berbasis aplikasi Android. Selain itu, dilakukan evaluasi performa sistem terhadap konsumsi energi, pertumbuhan tanaman, stabilitas nutrisi, serta produktivitas hasil panen selama satu siklus budidaya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan smart farming mampu menurunkan penggunaan air hingga 38% melalui sistem irigasi presisi, meningkatkan pertumbuhan tanaman sebesar 22% akibat kestabilan nutrisi serta menurunkan ketergantungan terhadap listrik PLN sebesar 65% berkat integrasi photovoltaic. Selain itu, pemantauan real-time melalui IoT terbukti meningkatkan akurasi pengambilan keputusan petani, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan kontinuitas produksi. Dengan demikian, model smart farming yang dikembangkan dalam pengabdian ini terbukti efektif, efisien, dan relevan untuk diterapkan pada sistem pertanian modern, khususnya bagi pelaku UMKM pertanian yang membutuhkan solusi adaptif dan berkelanjutan.
Studi Karakteristik Dan Permodelan Termal Batuan Induk Tersier Di Cekungan Salawati, Papua Barat Arista Muhartanto; Ahmad Helman Hamdani; Safrizal Safrizal; Lili Fauzielly; Afriadhi Triwerdhana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 3 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.3.723

Abstract

Cekungan Salawati memiliki cadangan minyak dan gas sejumlah 0.5 BBO dan 0.1 TCFG, diduga hidrokarbon dihasilkan dari batuan induk Tersier dan Pra-Tersier. Beberapa studi batuan induk telah dilakukan, seperti pada Formasi Sirga (Oligosen Akhir), Formasi Kais (Miosen Tengah) dan Formasi Klasafet (Miosen Akhir). Minimnya pengetahuan mengenai studi karakteristik dan pemodelan termal batuan induk Formasi Sirga dan Pre-Faumai, serta keingintahuan mengamati adanya pembalikan polaritas cekungan merupakan hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Metode penelitian menggunakan analisis geokimia petroleum yang meliputi: TOC, Rock Eval Pyrolisis, kerogen typing, vitrinite reflectance (%Ro) dengan sejumlah 9 sampel cuttings. Kekayaan material organik berdasarkan parameter TOC pada kedua formasi menunjukkan kuantitas good to very good, sedangkan parameter PY menunjukkan kualitas fair to good potency sebagai batuan induk dalam menggenerasikan hidrokarbon. Tipe kerogen komposisinya didominasi NFA yang mengindikasikan pengendapan di lingkungan oxidizing marine atau lakustrin. Data plot HI terhadap Tmax, kerogennya menunjukkan campuran tipe II/III yang mengindikasikan pengendapan yang terjadi di lingkungan transisi (fl uvio-deltaic). Kematangan Formasi Sirga dan Pre-Faumai (Oligosen) berdasarkan %Ro dan Tmax menunjukkan tingkat yang rendah. Data kematangan berdasarkan pemodelan cekungan 1D pada sumur Warir-1X dan WIR-1A (di luar daerah penelitian) memperlihatkan evolusi kematangan yang telah mencapai level yang lebih tinggi, yakni early to mid-mature yang terjadi pada kala Pliosen Tengah, dan tingkat kematangan akhir dalam oil generation yang tercapai sejak Pleistosen Awal. Adanya pembalikan polaritas cekungan yang mengarah ke Selatan sebelum Pliosen, berubah menjadi mengarah ke Utara sebagai deposenter cekungan berdampak terhadap peningkatan kematangan termal. Pada deposenter, umumnya bertindak sebagai dapur yang matang (mature kitchen) yang merupakan tempat dihasilkannya hidrokarbon.
Bentuk Perilaku Rendahnya Konsentrasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Renantha Chandra Ningtyas; Meutia Hanifah; Safrizal Safrizal; Mega Adyna Movitaria
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Juli : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v4i4.2877

Abstract

The purpose of this study is to analyze various forms of low student concentration behavior during learning activities at Sungai Tarab Elementary School, as well as the factors underlying these conditions in classroom learning processes. This research uses a qualitative method with a case study design, focusing on an in-depth understanding of phenomena occurring in the field. The selection of research informants uses a purposive sampling technique, where informants are determined based on specific criteria related to the research problem to ensure that the data obtained is valid and reliable. Data were collected through three techniques, namely in-depth interviews, observation, and document study. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that forms of low student learning concentration behavior include walking around the classroom, talking with friends during lessons, and disturbing classmates when they feel bored and uninterested in classroom learning activities. This condition indicates the need for more interactive teaching strategies and more effective classroom management. It is important for teachers to improve student focus through varied and engaging learning approaches, as well as strengthening classroom discipline. In addition, support from the school environment and parents also contributes to reducing these behaviors sustainably.