Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Laju Pertumbuhan Dan Tingkat Kelangsungan Hidup Karang Jenis Montipora tuberculosa Berasal Dari Induk Transplantasi Dan Induk Dari Alam Devi Bella Pratiwi; Ramses Ramses; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i1.1529

Abstract

Transplantasi karang adalah salah satu upaya rehabilitasi yang dapat diterapkan untuk mempercepat proses pemulihan terumbu karang pada habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju pertumbuhan karang jenis Montipora tuberculosa berasal dari induk transplantasi dengan induk dari alam. Data penelitian diambil dari 32 fragmen yang dijadikan sampel dengan ukuran 5-9 cm pada awal penelitian. Fragmen karang diletakkan pada meja semai yang terbuat dari blok beton berbentuk meja pada kedalaman 3 meter. Pengukuran dan pengamatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup fragmen dilakukan 2 bulan setelah penyemaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis  karang Montiporatuberculosa sumber induk transplantasi memiliki pertumbuhan mutlak sebesar 12.93 mm untuk lebar dan 5.41 mm untuk tinggi. Laju pertumbuhan mencapai 6.49 mm untuk lebar dan 2.71 mm untuk tinggi, dan tingkat kelangsungan hidup 78.13%. Sedangkan, M.tuberculosa sumber induk dari alam memiliki pertumbuhan mutlak sebesar 17.66 mm untuk lebar dan 6.49 mm untuk tinggi. Laju pertumbuhan mencapai 8.83 mm untuk lebar dan 3.24 mm untuk tinggi, dan tingkat kelangsungan hidup 93.75%. Laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup sumber induk alam memiliki laju pertumbuhan lebih baik dibandingkan sumber induk dari transplantasi.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM KELAS X SMAN 17 BATAM Maryuna Tumanggor; Nurhaty Purnama Sari; Ramses Ramses
SIMBIOSA Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i1.533

Abstract

Penelitian dilakukan di kelas X SMAN 17 Batam dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2012, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran dengan menggunakan Metode Picture and Picture pada materi Ekosistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuasi-eksperimental (Quasi-Exsperimental) dengan memakai keseluruhan populasi siswa kelas X. Data penelitian adalah hasil dari belajar Ekosistem yakni dengan metode picture dan picture (X1) dan dengan pendekatan konvesional (X2). Analisis data dengan menggunakan teknik statistik diskriptif dan teknik analisis inferensial menggunakan hipotesis Uji t yaitu generalisasi nilai hasil penelitian menggunakan mean perbedaan tes kedua perlakuan dengan pada tingkat α level signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) secara keseluruhan, ada pengaruh pendekatan pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa (2) Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa penggunaan metode picture dan picture cenderung yang lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Kata Kunci: 
STRUKTUR KOMUNITAS MOLLUSCA PENEMPEL PADA VEGETASI MANGROVE DI PULAU KASU KECAMATAN BELAKANG PADANG KOTA BATAM Ramses Ramses; Notowinarto Notowinarto; Intan Sari Dewi
SIMBIOSA Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i1.248

Abstract

The purpose of this reaserch is to know about the structure of attached Mollusca community of mangrove vegetation. The vertical observation of the Mollusca here done to the root, stem and leares of the mangrove. The result of the research showed that Gastropoda that had been found consist of 8 (eight) Family and 11(eleven) species among any different mangrove vegetation. There were 7 kind of mangrove all and in the telly process the diversity, the similarity and domination index was vused. The mumber of Mollusca of every kind of vegetation were varied.While in morisite index the distribution fattern of the attached Mollusca were absolute defferent they distribution fattrent were random. The INP value of the every kind of mangrove is defferent the range between the lowest and the highest were about 27.859 to 300.000. Keywords: Mangrove, Mollusca tacks, Diversity, Distribution Patterns
ENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 BATAM Ramses Ramses; Nurhaty Purnama Sari; Harni Lainy Br.Bakkara
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.279

Abstract

This study aims to know the influence of active learning model Course Review Horay to biology learning outcomes at eighth grade students of SMP Negeri 10 Batam academic year 2013/2014. This research design is  randomized experiment using posttest only control-group design. The study population is all the eighth grade students of  SMP Negeri 10 Batam with reached population consist of 7 classes. The sampling technique using a simple random sampling. Samples were selected class VIII5 as control class and VIII8 as experiment class. The instrument  that use in this research is the form of the test. Requirement have been in the form of normality and homogeneity test, which showed that normal and homogeneous data. Technique of data analysis conducted by the t test. The result analysis of data using the t test showed the tvalue 3.01 and ttable is 2.00 (tvalue ttable). The results showed that the active learning result model Course Review Horay give effect to increase student learning outcomes from the average of the experimental class 82,57 and control class 76,04. Thus, the hypothesis put forward acceptable significance level (α = 0.05). Thus, it can be concluded that the using of active learning model Course Review Horay influential on learning outcomes of biology at eighth grade students of SMP Negeri 10 Batam. Keywords: Course Review Horay, Biology Learning Outcomes.
APLIKASI KELAYAKAN KUALITAS AIR ASPEK MIKROBIOLOGI PADA SISTEM RESIRKULASI UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch) Rahmi Rahmi; Ramses Ramses
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.974

Abstract

Pengelolaan benih Kakap Putih menggunakan sistem resirkulasi di dalam ruangan (indoor) dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul karena pengaruh iklim dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 April – 22 Juni 2016 yang bertempat di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan dengan memelihara benih Kakap Putih pada bak 10 m3, ukuran benih berkisar 3 – 4 cm dengan berat berkisar 0,75 gr. Ikan Kakap Putih dipelihara selama dua bulan. Pengecekan mikrobiologi dilakukan dua minggu sekali. Pengukuran pertumbuhan dilakukan satu minggu sekali dan penghitungan tingkat kelulusan hidup dilakukan diakhir masa pemeliharaan. Selain pengambilan data diatas, juga melakukan pengukuran terhadap parameter kualitas air seerti salinitas, DO, tempratur dan pH. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah bakteri umum (TBU) pada media air sistem resirkulasi berkisar antara 4,12x104 sampai 9x104 CFU/ml. Sedangkan jumlah bakteri vibrio (TBV) berkisar antara 1,3x103 sampai 5,2x103 CFU/ml. Hasil ini tidak berbeda jauh dengan pemeliharaan tanpa resirkulasi. Namun pada pengecekan kualitas air terhadap pH, DO, salinitas dan suhu pada sitem resirkulasi dapat mempertahan kualitas air yang optimal sehingga pertumbuhan dan angka kelulusan hidup benih Kakap Putih termasuk baik. 
EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN PESISIR DI SEKITAR TPA TELAGA PUNGGUR KOTA BATAM BERDASARKAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS Roza Efriningsih; Lani Puspita; Ramses Ramses
SIMBIOSA Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i1.800

Abstract

Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah Telaga Punggur adalah TPA yang berlokasi di Kota Batam dengan luas lahan 47 Ha, lokasinya berbatasan langsung dengan perairan pesisir. Setiap harinya 700-800 ton volume sampah diterima TPA dan dihasilkan 25-30 ton air lindi. Aktivitas di TPA Telaga Punggur tersebut (bersama dengan aktivitas-aktivitas lain di daerah Punggur) menimbulkan dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan di perairan pesisir sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kualitas lingkungan perairan pesisir sekitar TPA Punggur dilihat dari struktur komunitas makrozoobenthos. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2013. Dalam penelitian ini ditetapkan 2 stasiun sampling yang masing-masing terdiri dari 4 plot sampling. Stasiun I di perairan yang berbatasan langsung dengan TPA Telaga Punggur dan Stasiun II berjarak 1 km dari Stasiun I. Untuk melihat perbedaan antara Stasiun I dan Stasiun II digunakan Uji T dan Uji Man-Whitney. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa ada 11 jenis makrozoobenthos di Stasiun I dan 18 jenis makrozoobenthos di Stasiun II. Secara umum Stasiun I didominasi oleh Kelas Olygochaeta yang bersidat toleran, sedangkan Stasiun II didominasi oleh Kelas Gastropoda yang bersifat fakultatif. Indeks keanekaragaman antara Stasiun I dan II nilainya tidak jauh berbeda, dimana nilai indeks berkategori sedang, yang artinya kondisi perairan tercemar ringan. Berdasarkan analisis Kurva ABC didapatkan bahwa kondisi perairan di Stasiun I dan Stasiun II tidak terganggu. Secara umum kualitas air di Stasiun I dan II tidak jauh berbeda, dimana parameter pH, salinitas, TSS, dan suhu masing sesuai dengan baku mutu untuk biota laut pada ekosistem mangrove, namun kandungan DO rendah. Nilai DO yang rendah menunjukan banyaknya bahan organik pada masing-masing stasiun.
KELIMPAHAN POPULASI DAN PERBEDAAN MORFOMETRI Telescopium telescopium PADA HABITAT MANGROVE DI SUNGAI BONGKOK KAMPUNG BAGAN TANJUNG PIAYU DAN DI SEKITAR TPA PUNGGUR KOTA BATAM Yarsi Efendi; Ramses Ramses; Adil Waraney
SIMBIOSA Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i1.249

Abstract

The Research have done started from February to June 2013, have purpose to compare the population abudance and difference of morphometric Telescopium telescopium in two different observation places. The sampling point determined by method of random sampling. The sample has taken by plot measurement 10x10 m and the sub plot measurement 1x1 m placed in 5 pieces plot measurement 10x10 m.The research result got 62 individual Telescopium telescopium in research location with the density value 0.155 (ind/m²) at 1st location and 297 individual Telescopium telescopium with the density value 0.7425 (ind/m²) at 2nd location. The average measurement result (length and dimeter) morphometric of Telescopium telescopium found at mangrove habitat in Sungai Bongkok was length 8.94 cm and diameter 4.73 cm. The morphometric average measurement result (length and diameter) Telescopium telescopium found at mangrove habitat around the garbage disposal Punggur was length 4.66 cm and diameter 2.54 cm. Keywords: Population Abundance; Morphometric; Telescopium telescopium. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE (TPSq) DIKOMBINASIKAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMPN 5 BATAM Masrudi Masrudi; Destaria Sudirman; Ramses Ramses
SIMBIOSA Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i1.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square (TPSq) yang dikombinasikan dengan pendekatan Problem Solving (PS) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMPN 5 Batam. Jenis penelitian adalah Eksperimen Semu, siswa dibagi dua kelas, yaitu kelas eksperimen kelas (VIIIA) dengan model pembelajaran TPSq dengan PS sedangkan kelas kontrol (VIIIB) menggunakan metode Ceramah. Data penelitian berupa tes yang dilaksanakan setelah pemberian materi/konsep yang dibahas dipelajari dan tes berbentuk pilihan ganda (multiple choice test) yang diberikan pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data tes akhir didapat rata-rata hasil belajar biologi siswa pada kelas eksperimen 80,00 dan pada kelas kontrol 68,00. Berarti hasil belajar biologi siswa dengan model pembelajaran TPSq yang dikombinasikan dengan Problem Solving lebih tinggi dari pada dengan menggunakan metode ceramah, hal disebabkan karena  model pembelajaran TPSq ini menjadikan siswa termotivasi untuk belajar biologi.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII SMP NEGERI 10 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Yarsi Efendi; Ramses Ramses; Styvany Styvany
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Student Facilitator And Explaining Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Biologi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan populasi seluruh kelas VIII, SMP dimana sampel yang digunakan adalah kelas VIII5 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII9 sebagai kelas eksperimen dengan teknik pengambil sampel Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes hasil belajar dan hasilnya diuji melalui statistik tes “t”.Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif Student Facilitator And Explaining terhadap hasil belajar kelas VIII SMP Negeri 10 Batam pada materi respirasi dan fotosintesis TP 2013/2014. Hasil belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Facilitator And Explaining (X1) dengan nilai rerata (μx1) sebesar 88 lebih besar dari hasil belajar dengan menggunakan metode konvensional/ceramah (X2) dengan rerata (μx2) sebesar 76. Hal ini juga sesuai dengan analisis statistik inferensial yang membuktikan nilai thitung sebesar 8.941 sedangkan nilai ttabel diperoleh sebesar 2.000. Hasil penelitian menerima hasil hipotesis alternatif (Ha), dengan kesimpulan akhir terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif Student Facilitator And Explaining terdahap hasil belajar siswa kelas VIII pada materi respirasi dan fotosintesis di SMP Negeri 10 Batam TP 2013/2014. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif, Student Facilitator And Explaining, Hasil Belajar
PEMBERIAN PAKAN PELET DAN CACING SUTERA PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN HIAS NEMO Rahmi Rahmi; Ramses Ramses; P.N Pramuanggit
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.975

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 01 September – 30 November 2016 yang bertempat di Bagian Ikan Hias dan Kekerangan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kota Batam – Kepulauan Riau. Benih ikan hias Nemo dipelihara dalam wadah aquarium dengan volume 25 liter sebanyak 3 buah. Selama pemeliharaan benih ikan Nemo diberikan pakan pelet pada aquarium A, pakan mix : pellet dan cacing sutera pada aquarium B dan pemberian cacing sutera 100 % pada aquarium C. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore. Pakan diberikan hingga ikan kenyang. Benih ikan hias nemo dipelihara selama kurang lebih dua bulan. Sebagai hasil diharapkan akan diperoleh data berupa pertumbuhan serta kualitas air selama kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 40 hari pemeliharaan dan 5 kali sampling didapatkan pertumbuhan berat mutlak paling besar adalah aquarium A yaitu 0,472 gram sedangkan aquarium C tidak dapat dihitung karena berat akhir ikan lebih ringan dari pada berat awal, hal ini selaras dengan SGR (pertumbuhan harian) aquarium A paling cepat pertumbuhannya yaitu 0,012 gram per hari sedangkan aquarium C tidak dapat dihitung. Untuk pertambahan panjang mutlak ikan nemo pada aquarium A paling panjang yaitu 0,82 cm dan yang paling rendah yaitu aquarium B dengan panjang 0,66 cm.