Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ruang

Arahan Penyediaan RTH Privat Berbasis Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Karang Jati Kota Balikpapan Dwi Purnomo Aji; Ariyaningsih Ariyaningsih; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.36-46

Abstract

Minimnya penyediaan RTH privat pada kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Karang Jati tepatnya pada RT 31,32,38 dan 39, salah satunya dipengaruhi oleh padatnya jarak antar bangunan sehingga menyebabkan keterbatasan lahan untuk penyediaan RTH privat sebesar 10%. Sehingga perlu adanya alternatif penyediaan RTH privat pada kondisi luas lahan yang terbatas. Hal ini dilakukan untuk mencipatakan lingkungan permukiman yang aman, nyaman, segar dan indah. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan penyediaan RTH privat berbasis partisipasi masyarakat. Sasaran pada penelitian ini yaitu menganalisis luas kebutuhan RTH privat, mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dan merumuskan arahan penyediaan RTH privat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa total luas kebutuhan penyediaan RTH privat di wilayah studi sebesar 1.171 m2. Bentuk partisipasi masyarakat sebagian besar bersedia ikut berpartisipasi dalam bentuk buah pikiran, tenaga, keterampilan dan sosial, sedangkan partisipasi harta benda masyarakat kurang bersedia. Arahan penyediaan RTH privat berbasis partisipasi masyarakat yang diberikan adalah mempertahankan RTH privat yang ada, melakukan pengadaan penghijauan, penyediaan RTH dengan konsep Vertical Garden dan Roof Top, melakukan sosialisasi, memanfaatkan barang bekas untuk pembuatan media tanam, pembagian bibit tanaman, pembangunan rumah bibit, pelatihan keterampilan, kerja bakti penyediaan RTH privat, membuat komunitas hijau dan bank RTH privat.
Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT) Muhammad Ilham Febrian Nuur; Ariyaningsih Ariyaningsih; Nadia Almira Jordan
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.1-8

Abstract

Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangata Selatan memiliki permasalahan kawasan yang harus dibenahi seperti adanya fasilitas yang masih kurang layak, belum berkembangnya daya tarik atraksi yang disajikan, kurangnya pemberdayaan masyarakat serta lingkungan dan belum optimalnya manajemen promosi yang ditawarkan kepada wisatawan. Berdasarkan kondisi wisata Pantai Teluk Lombok ini memiliki potensi yang sangat baik apabila dikelola dengan arahan pengembangan yang sesuai dikarnakan suasana kondisi alamnya yang indah seperti pasir coklat, biota terumbu karang, dermaga yang menjorok ke laut sebagai tempat bersantai. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk merumuskan arahan pengembangan  kawasan wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT). Penelitian ini menggunakan Analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor prioritas perkembangan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT). Hasil dari analisis Delphi ini ialah terdapat 9 faktor prioritas dimana terdiri dari ekonomi, sosial, lingkungan, atraksi, dukungan pemerintah, dukungan komunitas lokal, sarana prasarana, pemanfaatan dana dan citra kawasan. Faktor ini selanjutnya diskoring berdasarkan tingkat kepentingannya. Didapatkanlah Terdapat tujuh skala prioritas yang didapatkan melalui hasil skoring, untuk prioritas pertama faktor yang harus dikembangkan ekonomi dan peningkatan sarana prasarana, kedua lingkungan, ketiga dukungan pemerintah, keempat atraksi, kelima dukungan komunitas lokal, keenam pemanfaatan dana dan ketujuh citra kawasan.Kata kunci: Community Based Tourism, Analisis Delphi,Wisata Pantai
Analisis DPSIR Untuk Mengetahui Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dari Pengembangan Kawasan Industri Kariangau Indra Pradana; Asri Prasaningtyas; Ariyaningsih Ariyaningsih
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.24-33

Abstract

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kalimantan Timur Tahun 2015-2035, Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Kota Balikpapan ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis provinsi (KSP) berdasarkan sudut kepentingan ekonomi yang memiliki dampak secara langsung terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Pengembangan Kawasan Industri Kariangau sebagai Kawasan Strategis Provinsi memberikan dampak baik itu secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Secara ekonomi pengembangan KIK ini diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi untuk Kota Balikpapan dan sekitarnya serta menjadi penunjang ekonomi wilayah. Disisi lain pengembangan KIK ini membawa dampak terhadap lingkungan yaitu terjadinya penurunan luasan mangrove seluas 730 Ha (Pratama, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pengembangan Kawasan Industri Kariangau dengan metode analisis DPSIR. Hasil analisis DPSIR yang telah dilakukan, diketahui bahwa kerangka DPSIR mengasumsikan keterkaitan antara kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Keterkaitan ini dapat dilihat dari driving force yang menjelaskan tentang isu yang terjadi dan kemudian mempengaruhi terjadinya perubahan lingkungan pada ekosistem mangrove di lokasi studi. Kemudian impact yang muncul adalah terkait dengan dampak lingkungan dan dampak sosial yang yaitu menurunnya kualitas lingkungan dan berkurangnya hasil tangkapan ikan bagi nelayan setempat.
Analisis Faktor Prioritas Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT) Muhammad Ilham Febrian Nuur; Ariyaningsih Ariyaningsih; Nadia Almira Jordan
Ruang Vol 9, No 2 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.2.103-109

Abstract

Salah satu objek wisata di Kabupaten Kutai Timur yang sekarang masih kurang diketahui oleh banyak masyarakat luar daerah namun memiliki potensi ialah Pantai Teluk Lombok . Pantai Teluk Lombok memiliki beberapa daya tarik yang dapat dikembangkan yaitu keindahan alam seperti pasir kuning, biota terumbu karang, dan dermaga yang menjorok ke laut sebagai tempat bersantai. Berdasarkan wawancana dengan masyarakat sekitar diketahui bahwa wisata ini masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat, sehingga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat. Sampai tahun 2020 belum adanya program dan pembinaan pemerintah yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata yang nantinya dapat berdampak terhadap pengembangan kawasan wisata dan kurangnya pengelolaan juga pemberdayaan masyarakatnya dari dari segi promosi serta organisasi menjadikan wisatawan semakin lama semakin berkurang . Satu-satunya hiburan pada kawasan Pantai Teluk Lombok adalah berupa banana boat, yang dapat ditemukan di objek wisata lain dan tidak mencirikan karakteristk spesifik dari pantai tersebut. Belum adanya karakteritik hiburan yang unik dan berbeda dari wisata lain, sehingga manajemen promosi yang dilakukan belum maksimal. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis Faktor Prioritas Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism  (CBT). Penelitian ini menggunakan Analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor prioritas perkembangan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT). Hasil dari analisis Delphi ini ialah terdapat 9 faktor prioritas dimana terdiri dari ekonomi, sosial, lingkungan, atraksi, dukungan pemerintah, dukungan komunitas lokal, sarana prasarana, pemanfaatan dana dan citra kawasan. Faktor ini selanjutnya diskoring berdasarkan tingkat kepentingannya. Didapatkanlah Terdapat tujuh skala prioritas yang didapatkan melalui hasil skoring, untuk prioritas pertama faktor yang harus dikembangkan ekonomi dan peningkatan sarana prasarana, kedua lingkungan, ketiga dukungan pemerintah, keempat atraksi, kelima dukungan komunitas lokal, keenam pemanfaatan dana dan ketujuh citra kawasan.Kata kunci: Community Based Tourism, Analisis Delphi,Wisata Pantai