Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Crisis as Catalyst: The Moral Origins of Collaborative Governance in Tourism Village Sutrisno, Andang Nugerahatara; Damanik, Janianton; Widaningrum, Ambar
Journal Public Policy Vol 11, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i3.12300

Abstract

This study aims to explore how culturally rooted moral crises can trigger the emergence of collaborative governance in rural tourism development. While collaborative governance has become a normative approach in sustainable tourism, existing literature rarely examines how emotionally charged incidents catalyze stakeholder mobilization. This research investigates the case of Kaligono Village, Indonesia, where the misuse of a sacred waterfall provoked widespread moral outrage and initiated community-led governance transformation. Using a single embedded case study design, data were collected through 19 in-depth interviews, participant observation, and document analysis over six months. The findings show that the moral crisis activated inclusive village deliberations, reasserted collective values, and fostered grassroots leadership. These dynamics evolved into a formalized collaborative governance regime featuring dual Pokdarwis (tourism groups), village regulations, enforceable SOPs, and multi-level partnerships. The study introduces the concept of crisis-led collaborative genesis, emphasizing the role of moral rupture in aligning stakeholders through shared cultural identity and emotional resonance. It concludes that in contexts of strong cultural cohesion, a crisis can serve as a disruption and a foundational moment for participatory and resilient governance. These insights offer practical implications for tourism planning in culturally embedded rural settings.
Adaptasi Industri Perjalanan Wisata Bali Ditengah Anomali Kebijakan Menyambut Era Kenormalan Baru Bagus Gowinda; Janianton Damanik; Dyah Mutiarin
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 3, No 2 August (2021)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v3i2.85

Abstract

Menurut UNWTO (2020), selama masa pandemi terdapat penurunan yang cukup signifikan pada sektor – sektor pariwisata seperti, perjalanan dan perhotelan. Kondisi tersebut terjadi di seluruh negeri, tak terkecuali di pulau Bali sebagai destinasi wisata dunia. Selama pandemi COVID-19 ini berlangsung, ketergantungan ekonomi Bali terhadap industri pariwisata begitu terasa. Dibarengi dengan kebijakan yang terus berubah seiring dengan perkembangan keilmuan terkait COVID-19 dan upaya penanganannya membuat industri pariwisata mau tidak mau harus ‘beradaptasi’ dengan lebih cepat. Artikel ini mencoba menjabarkan kebijakan pemerintah yang berpengaruh pada industri perjalanan wisata khususnya di Bali. Kebijakan pemerintah yang coba dikaji adalah kebijakan yang terbit pada kuartal I dan II tahun 2020. Metode pengumpulan data dilakukan hanya dengan studi kepustakaan (literature review). Pembahasan disajikan bersifat deskriptif – kualitatif, serta ditinjau dengan kritis terhadap fenomena yang digambarkan dari data sekunder dan dokumentasi penelitian yang sudah ada sebelumnya dengan topik yang sama. Hasil menemukan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia adalah mutlak untuk dijadikan referensi sektor industri perjalanan wisata untuk berbenah dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan penanganan COVID – 19 sekalipun kebijakan terkait selalu berubah sewaktu-waktu dengan dinamisnya
Kebijakan Kenormalan Baru Destinasi Wisata di Kabupaten Kulon Progo Fitri Lianawati; Dyah Mutiarin; Janianton Damanik
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 3, No 2 August (2021)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v3i2.83

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak wabah COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo. Upaya pemulihan pariwisata dari COVID-19 harus komprehensif dan berkelanjutan. Artikel ini mendeskripsikan tentang kebijakan kenormalan baru pemerintah terhadap covid-19 pada destinasi pariwisata di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan analisis metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, sektor pariwisata selama pandemic dan masa kenormalan baru harus menerapkan (1) protokol kesehatan bagi destinasi wisata dengan memperhatikan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan ketahanan lingkungan (CHSE) dengan menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer, dan alat pengatur suhu. (2) menerapkan gerakan ‘sambanggo’ (3) pembatasan jumlah pengunjung untuk menghindari kerumunan dan pengaturan jarak (4) destinasi wisata dibuka secara bertahap
Pandemi Covid 19 Menambah Tantangan Pariwisata Pendakian Gunung Leuser Ruanda, Romi; Mutiarin, Dyah; Damanik, Janianton
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 27 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v27i2.1460

Abstract

This study aims to analyze the challenges of tourism in Gunung Leuser on Climbing as a tourism place faced both before and during the COVID-19 pandemic by collecting qualitative data sources such as interviews and direct observations and using the Nvivo application in analyzing tourism during the pandemic. Mount Leuser climbing tour at the Kedah resort which is next to the village of Kedah is the longest hiking trail in Indonesia. This research generally uses descriptive qualitative analysis techniques, the data presented here are in the form of statements that indicate the nature, characteristics and circumstances of the symptoms or events studied. This study uses the NVIVO analysis technique where the data used is secondary data derived from journal articles and government policies in handling COVID-19 in the Gunung Leuser area. The results showed that climbing Mount Leuser tourism was oriented towards special interest tourism and only certain groups of tourists tended to come to visit. The impact of COVID-19 on climbing tourism in Gunung Leuser also affects the Tourism Impact indicators (36%), International Law Travel (12), Travel Restrictions (24%), Tourism Policy (12%), Economy Recovery (4%), and Social Impact (4%). The percentage during Covid-19 that affects tourism policy (policy), affects the impact (recovery) of tourism in Gunung Leuser. Keywords: Leuser Tourism, Challenges, Covid 19, Kedah
PROMOSI PARIWISATA PESISIR PANTAI SUMATERA BARAT MELALUI EVEN TOUR DE SINGKARAK Susanti, Retnaningtyas; Damanik, Janianton; Priyambodo, Tri Kuntoro; Soeprihanto, John
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 22 No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v22i2.1131

Abstract

Provinsi Sumatera Barat memiliki atraksi wisata alam yang indah, berada di daratan maupun kepulauannya. Perpaduan bentang alam yang terhampar mulai dari laut hingga puncak gunungnya menjadikan provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi andalan nasional. Saat ini, fokus pengembangan kepariwisataan Sumatera Barat adalah wilayah pesisir. Daerah yang sedang mengembangkan atraksi wisata pesisir adalah Kota Padang, Kab. Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Penelitian ini berusaha menunjukkan bahwa untuk mendukung pengembangan kepariwisataan pesisir, upaya promosi yang tepat perlu dilakukan. Salah satu kegiatan promosi yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Sumatera Barat adalah event balap sepeda Tour de Singkarak (TdS). Penelitian ini berusaha memberikan gambaran tentang kepariwisataan Sumatera Barat secara umum, serta kawasan pesisir pada khususnya. Upaya promosi pariwisata yang tepat perlu dikembangkan untuk wilayah pesisir, terutama pantai. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa kepariwisataan daratan dan pesisir (kepulauan) Sumatera Barat telah berkembang, setiap daerah fokus pada potensi yang dimiliki. Upaya memajukan kepariwisataan didukung dengan kegiatan promosi yang diinisiasi oleh pemerintah provinsi Sumatera Barat melalui penyelenggaraan even TdS. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif, data yang diperoleh berdasarkan wawancara serta dukungan data sekunder dijelaskan secara runut dan terperinci dalam laporan ini.
What Makes Collaboration Work, And Die? Dissecting Leadership, Coherence, And Conflict Mechanisms Sutrisno, Andang Nugrahena; Damanik, Janianton; Widaningrum, Ambar
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 30, No 1 (2026): May
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.107938

Abstract

This study investigates the institutional and relational foundations of stakeholder collaboration in Indonesia’s community-based tourism (CBT) governance. It addresses the gap in understanding why similar policy frameworks produce divergent governance outcomes across local contexts by employing a qualitative, causal-comparative case study of four tourism villages in Purworejo Regency. Kaligono, Ketawang, Patutrejo, and Cacaban Kidul constitute the four comparative cases. The analysis examines how differences in institutional design and actor asymmetries shape the formation and durability of collaborative arrangements. The study elucidates the mechanisms that generate effective collaboration, contribute to stagnation, or result in its complete absence.  The findings clarify the conditions under which collaboration works, collapses, or never materializes across the four CBT villages. Collaboration is effective when leadership holds strong local legitimacy, institutional roles are clearly defined, and conflict-resolution mechanisms are trusted. Kaligono illustrates effective collaboration through facilitative leadership and coherent institutional alignment. Ketawang demonstrates episodic, event-driven collaboration that ultimately dies due to weak structural anchoring. Patutrejo illustrates how overlapping mandates and ineffective leadership lead to collaboration deteriorating into institutional rivalry. Cacaban Kidul represents a collaboration that never comes to life, a dormant governance arena where formal designations exist without activation. Three mechanisms, leadership brokerage, institutional coherence, and conflict accommodation, explain these divergent trajectories.
Menyoal hak maternitas pengemudi ojek daring di Bekasi Timur Sifra Prilideo Abigail; Janianton Damanik
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18006

Abstract

Workers, including women with maternity needs, possess legally protected rights. However, online motorcycle taxi drivers in Indonesia face different circumstances due to the partnership model promoted by online transport service companies, classifying them as partners and thus preventing unionization. Nonetheless, ASPEK Indonesia considers online motorcycle taxi drivers as workers who need to unionize. By posing the question of how trade unions strive to protect the maternity rights of online motorcycle taxi drivers, this study aims to investigate the efforts made by Serikat Pekerja Platform Daring to safeguard these rights. The research adopts a qualitative approach with a case study strategy. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that maternity rights for online motorcycle taxi drivers have not been pursued by trade unions or the female drivers themselves. According to social reproduction theory, this disregardment will negatively impact the future workforce's health and education. Therefore, the maternity rights of informal workers, such as women driving for digital transportation platforms, need to be responsibly addressed.
New Normal Policy: Promosi Kebijakan Pariwisata Dalam Rangka Percepatan Penanganan Dampak COVID-19 Dyah Mutiarin; Sri Utami; Janianton Damanik
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Research and Community Service Center, Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v5i1.277

Abstract

COVID-19 memunculkan ketidakpastian dan perubahan yang sangat konstan sehingga kebutuhan informasi berupa kebijakan pemerintah menjadi sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Dalam makalah ini dideskripsikan mengenai kebijakan pemerintah bidang pariwisata, yaitu: program mitigasi dan pemulihan sektor pariwisata pada masa transisi kenormalan baru dalam rangka percepatan penanganan dampak COVID-19. Kebijakan pemerintah tersebut disampaikan kepada masyarakat melalui akun media sosial official Kemenparekraf, salah satunya adalah akun twitter official @Kemenparekraf. Untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian kebijakan yang disusun dan yang disampaikan kepada masyarakat, dilakukan qualitative content analysis (QCA) terhadap akun @Kemenparekraf, menggunakan NVivo12 dengan fitur antara lain the management, word frequency analysis, dan visualisasi data informal. Dari 807 (delapan ratus tujuh) tweet akun @Kemenparekraf yang diposting sejak Juni - Desember 2020, hanya terdapat 3 (tiga) hashtag/kata yang dapat langsung menjelaskan kebijakan yaitu: #banggabuatanindonesia untuk kegiatan Anugerah Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2020,#indonesiacare untuk Sertifikasi InDOnesia CARE (I Do Care), dan chse untuk Dukungan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment). Penggunaan hashtag/kata dalam tweet masih belum dapat menjelaskan kebijakan secara keseluruhan. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan membandingkan target, output program dan dampaknya kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
Virtual Tourism Sebagai Alternatif Wisata Saat Pandemi Muhammad, Rivandy; Mutiarin, Dyah; Damanik, Janianton
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 4, No 1 (2021): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April Edition)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v4i1.31250

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan penelitian mengenai virtual tourism serta bagaimana virtual tourism diteliti selama 10 tahun terakhir yang dipublikasi oleh scopus. Penelitian ini membahas bagaimana bentuk pelaksanaan virtual tourism yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha pariwisata di masa pandemi covid-19. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak virus covid-19 melaksanakan pembatasan sosial berskala besar untuk mencegah semakin bertambahnya kasus positif di Indonesia, akibatnya berbagai sektor industri terkena dampaknya salah satunya pariwisata. Menurunnya kunjungan wisatawan, pemutusan hubungan kerja, hingga pelaku usaha pariwisata yang gulung tikar terjadi akibat meluasnya virus covid-19 serta menurunnya kunjungan wisatawan ke objek dan daya tarik wisata. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometric dengan alat analisis menggunakan aplikasi vosviewer 1.6.16.Kata Kunci : virtual tourism, destinasi, Covid-19VIRTUAL TOURISM AS AN ALTERNATIVE IN PANDEMIC COVID-19                                                                     ABSTRACTThe Covid-19 pandemic that occurred in almost all countries led to changes in people's behavior which required them to stay at home because there was an increase in confirmed positive cases so that some countries implemented lockdown policies. Indonesia is one of the countries affected by the Covid-19 virus implementing large-scale social restrictions to prevent the increasing number of positive cases in Indonesia, as a result of which various industrial sectors are affected, one of which is tourism. The decline in tourist visits, layoffs of employment, business actors who went bankrupt occurred due to the spread of the Covid-19 virus, and the decline in tourist visits to tourist objects and attractions. This study uses bibliometric analysis with analysis tools using the Vosviewer 1.6 application. This research discusses how the form of virtual tourism implementation that can be carried out by tourism businesses during the Covid-19 pandemic, as well as how virtual tourism has been researched over the last 10 years published by Scopus. Keywords: Virtual tourism, Destination, Covid-19