Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANTAPAN KELOMPOK DAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL PADA BUDIDAYA TERNAK KELINCI DALAM MENDUKUNG AGROWISATA KOTA BATU Sujono .; Imbang .; Wehandaka .; Damat .
Jurnal Dedikasi Vol. 4 (2007): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v4i0.880

Abstract

bisa dipahami sebagai sektor pinggiran yang keberadaaanya boleh diabaikan. Halini terbukti ketika ekonomi Indonesia dilanda krisis pada tahun 1998. Kelompok petenakkelinci yang tergabung dalam koperasi AKUR merupakan salah satu usaha yang sangatberkembang dalam menunjang argowisata Kota Batu. Keberadaan kelompok peternak inimampu memberikan sumbangan pendapatan keluarga bagi masyarakat. Namun mengingatcara beternaknya masih hanya mengandalkan pengalaman dan belum didukung denganipteks yang baik. Maka produktivitasnyapun rendah yaitu kematian induk dan anaklepas sapih tinggi, frekeunsi kelahiran lambat dan belum dipahaminya teknik pembuatanpakan penguat untuk kelinci..DP2M DIKTI sangat berperan dalam membantu pengembangan usaha kecil menengahdan perguruan tinggi dalam menunjang pengembangan kewirausahaan melalui salah satuprogram yaitu KKU. Program Kuliah Kerja Usaha (KKU) yang merupakan salah satubentuk pengabdian dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, sebagaisalah satu peran aktif dari perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ipteks, telahbanyak memberikan sumbangan untuk peningkatan produktivitas bagi kelompok peternakkelinci koperasi AKUR di Kota Batu. Melalui program KKU ini sangat memberikanmanfaat bagi mitra usaha, mahasiswa peserta KKU dan perguruan tinggi.Hasil dan Manfaat keberhasilan program terlihat dari (1) Mitra : kematian anak lepassapih kurang dari 50%, kematian kelinci dewasa kurang dari 5%, biaya pakan penguatkurang dari 30%, jarak beranak singkat hanya 2 bulan, penanganan pasca panwendengan membuat bakso kelinci dan pengolahan pupuk dan pendapatan peternakmeningkat 100%. (2) bagi peserta : mendapat pengalaman langsung dan mencobamenjadi wirausaha baru serta mampu membuat rencana usaha (3) perguruan tinggi/lembaga : kerjasama lebih lanjut untuk magang dan penelitian mahasiswa. Guna membantu pengembangan mitra perlu adanya bantuan kredit lunak dan pendampingan oleh melaluidinas terkait yaitu dinas koperasi dan pengembangan usaha kecil serta dinas industridan pengembangan Kata Kunci : Kelinci, Kuliah Kerja Usaha, Rencana Usaha
ETIKA BISNIS Damat .
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.885

Abstract

Kuliah kewirausahaan merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangkamenumbuhkembailgkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa. Melalui kegiatan kuliahkewirausahaan tersebut diharapkan akan dap&t memberikan informasi aktual tentangdunia bisois kepada para mahasiswa dan sekaligus dapat memberikan motivasi kepadapara mahasiswa agar tertarik untuk merinitis usaha. Dorongan dan arahan agar paramahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan semakin mendesak untuk dilakukan mengingatdari tahun-ketahun jumlah pengangguran terdidik (sarjana) semakin meningkat. Sementaraitu disisi yang lain masih terbuka cukup lebar untuk berwirausaha.Secara umum kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan mahasiswa danalumni yang mampu menjadi wirausahawan-wirausahawan baru yang handal dan mampumengembangkan rintisan usaha-rintisan usaha baru. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatankuliah kewirausahaan ini adalah sebagai benkut;1. Meningkatkan pemahaman teoritis dan empiris tentang kewirausahaandikalangan mahasiswa maupun alumni agar mampu menjadi wirausahawan yangberwawasanjauh ke depan yang berbasis pada ilmu yang diperolehnya.2. Meningkatkan pemahaman manajemen, memperkenalkan cara melakukan aksesinfonnasi, akses pasar, akses teknologi, cara peinbentukan jaringan kemitraan usahadan akses pendukung lainnya, serta etika bisnis bagi mahasiswa dan alumni agar lebihsiap dalam merintis maupun mengembangkan usahanya.3. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para maliasiswa dalam penyusunan encanabisnis (busines plan)yang realistis yang memunglanan untuk irealisasikan dalammengembangkan dan atau merintis usahanya.Luaran dan kegiatan kuliah kewi~uasahaan ini untuk memberikan engetahuan praktistentang kewirausahaan dan pengalihan pengalaman berwirausaha, sebagai bekal bagimahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan-wirausahan baru. Sedangkan indikatorpencapaian tujuan dari kuliah kewirausahaan adalah sebagai berikut;1. Revisi modul Kuliah Kewirausahaan yang dapat digunakan untuk referensi mahasiswaatau pelaku bisnis.2. Kehadiran peserta lialam mengikuti kegiatan .3. Peserta diharapkan setelah mengikiiti kegiatan ini memperoleh peningkatanwawasan pengetahuan tentang kewirausahaan4. Diharapkan minimal 50% dari peserta siap menjadi wirausaha baru yang terindikasidengan kemampuan dari peserta tersebut untuk menyusun. Tencana usaha (Business plan).5. Minimal 5 % dari total peserta. atau 3 orang peserta secaia nil akan memulai melakukanrintisan usahanya.Hasil dari kegiatan. ini adalah. telah- dilakuJkan. revisi modul kuliah sebanyak 7 buah,kehadiran peserta mencapai 80 %, 65 % dari peserta telah mampu menyusun rencaiiausaha dan. sedildtnya 7 orang telah rii.l memulai merintis usahanya.Para peserta kuliah kewirausahaan adalah mahasiswa Semester VI, dan. VII Jumlahpeserta kuliah kewirausalvaan tersebut direkrut dari sebanyak 83 calon peserta. Jadipara peserta yang terelcrut tersebut adalah. mereka yang terpilih dari proses seleksi yangdilakulsan oleh tim. Beberapa parameter yang dipergunalcan
PRODUKSI YOGHURT SINBIOTIK Ahmad Wahyudi; Damat .; Elfi Anis Saati; Nurkhozin Azis; Mochammad Wachid
Jurnal Dedikasi Vol. 10 (2013): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v10i0.1751

Abstract

Wahyudi A1, Damat2, E. A. Saati3, N. Aziz4, M. Wachid5Staf Pengajar. 1Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian – Peternakan, 2Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian – Peternakan, 3Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi.Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangEmail: wahyudi_biotek@yahoo.co.idABSTRAKProgram pengabdian ini memproduksi yoghurt sinbiotik berbahan dasar susu dan ekstrak ubijalar ( Ipomea batatas ) sebagai prebiotik dan pigmen alami. Ada tiga jenis produk yang dihasilkanyaitu ( 1 ) yoghurt Symbiotik : probiotik yang diperkaya dengan jagung manis dan pigmen ubi jalar,( 2 ) simbiotik mengandung probiotik dan prebiotik dengan berbagai ekstrak buah-buahan lokal, ( 3) simbiotik Frozen berbahan buah-buahan lokal ( es krim dan es lilin). Ketiga merek produk berlabelYOHAT, sebagai yoghurt untuk kesehatan yang dihasilkan dari difusi teknologi di LaboratoriumTeknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang yang berpotensi besar untuk dipatenkan.Tujuan dari kegiatan Ipteks bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK) ini adalah : (1) mengatasipermasalahan kelebihan produksi susu di Kabupaten Malang yang tidak terserap oleh industripengolahan susu dan menigkatkan nilai tambah produk susu, (2) menghasilkan yoghurt sinbiotikyang mengandung probiotik dan prebiotik dengan ekstrak aneka buah lokal, (3) menghasilkan frozensinbiotik aneka buah lokal (es krim dan es lilin), (4) sebagai sarana penerapan ipteks yang telahdihasilkan oleh tim peneliti pada Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang,(5) mendukung Fakultas Pertanian-Peternakan dalam menyediakan sarana pembelajaran wirausahadengan keterampilan praktis dan berorientasi bisnis, sehingga menciptakan sarjana yang kreatif danberdaya saing, dan (6) sebagai sumber pendapatan bagi unit laboratorium sehingga memberi keleluasaandalam meningkatkan pelayanan akademik.Bahan dasar dari YOHAT adalah susu segar dari KUD, ubi jalar dan beberapa buah-buahanlokal. Susu fermentasi yang diperoleh dari proses aktifitas bakteri asam laktat (LAB), ditambahdengan ekstrak ubi jalar dan berbagai buah-buahan lokal. YOHAT kemudian dijual dalam botol plastikpolyethylene volume 500 ml, 250 ml dan 330 ml dalam botol kaca sebagai bahan makanan - minumanfungsional. Kapasitas produksi pada tahun pertama adalah 280 liter/bulan, dan meningkatkan menjadi350 liter/bulan pada tahun kedua. Omset bisnis bulanan pada tahun pertama adalah Rp . 7.000.000,-dan diperkirakan akan mencapai Rp. 9.000.000 pada tahun kedua . Kegiatan tahun pertama telahmemberikan kontribusi Rp . 25.870.000 kepada institusi dari penjualan produk dan investasi peralatansebesar Rp. 50.000.000 . Pada tahun kedua, kontribusi diperkirakan meningkat menjadi Rp .50.000.000 dan pengembangan investasi Rp. 100.000.000.- Selain keuntungan dalam bentuk tunaidan peralatan produksi, kegiatan ini bisa menghasilkan rancangan produk paten, buku ilmu pengetahuan,tulisan ilmiah populer dan artikel jurnal ilmiah.Kata kunci : Produksi , Yoghurt , Sinbiotik
KARAKTERISASITEPUNG TAPIOKA LAKTAT Damat .
Jurnal Gamma Vol. 6 No. 1 (2010): September
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumption of wheat flour in our country from year to year continue to increase. Ironicallyuntil now wheat flour as raw material still completely imports. In 2007 imports of wheat has reached4.4 million tons. So for those reasons, it is necessary to substitution of wheat flour with other flourof tubers are widely planted by our society. One source of potential tubers is starch that can beprocessed into starch. The major problem of tapioca flour has no gluten so is relatively difficult toexpand. For those reasons, need modification of starch.The general objective of this research is to find a method of starch synthesis of lactate byphysical and chemical characteristics of wheat flour-like characteristics. The specific objective ofthis research is to improve the physical and chemical characteristics of starch so that it hascharacteristics that resemble the characteristics of wheat flour. The results showed that thefermentation for 12 hours to 60 hours of power a real influence on the development of the flourproduced kasava. Additionally, improvement of physical and chemical properties of flour kasavaresult of natural fermentation treatment. This allows a variety of products can be made using rawmaterials from kasava flour fermentation. While the cake flour produced from the fermentationkasava not much different from the cakes made from flour or it can be said nearly matching thequality of wheat flour.
Karakterisasi Tepung Dari Kulit, Daging Buah dan Buah Pisang Kepok (Musa Sp.) Damat .
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi Tepung Dari Kulit, Daging Buah dan Buah Pisang Kepok (Musa Sp.)Characterization of Wheat From Skin, Flesh Fruits and Kepok Fruit Banana (Musa Sp.)DamatJurusan Ilmu dan Teknologi PanganFakultas Pertanian-Peternakan, UNMUH MalangEmail: damatumm@yahoo.co.id.ABSTRACTThe prevalence of colon cancer in Indonesia tended to increase. This disease can be prevented with consume foods that contain dietary fiber. Dietary fiber can not be hydrolyzed by human digestive enzymes, so that will be up in the colon and become substrates for lactic acid bacteria and produce short chain fatty acids (SCFA), especially butyric acid which is known to be quite effective to suppress colon cancer. One source of dietary fiber is banana. The aim of this studied were to obtain the characteristics of banana flour banana. This research was conducted using factorial randomized block design with 2 factors. The first factor, type of material, and the second factor types of solutions soaking. Parameter analysis includes analysis of microscopy, the brightness and color of flour, proximate analysis, and analysis of amilografi. Results of research known that properties amilografi, microscopy, and color of a banana skin is different with flour from banana. Flour banana from the fruit by soaking in a solution of meta bisulfite have higher levels of brightness when compared to other types of flour.Keyword : banana flour, dietary fiber, amilografiABSTRACTPrevalensi kanker usus besar di Indonesia cenderung meningkat. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung serat makanan. Serat pangan tidak dapat dihidrolisis oleh enzim pencernaan manusia, sehingga akan sampai di usus besar dan menjadi substrat untuk bakteri asam laktat dan menghasilkan asam lemak rantai pendek, Short-Chain Fatty Acid (SCFA), terutama asam butirat yang dikenal cukup efektif untuk menekan kanker usus . Salah satu sumber serat makanan adalah pisang. Tujuan dari ini diteliti untuk mendapatkan karakteristik tepung pisang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama, jenis bahan, dan jenis faktor kedua solusi perendaman. Analisis Parameter meliputi analisis mikroskop, kecerahan dan warna tepung, analisis proksimat, dan analisis amilografi. Hasil penelitian diketahui bahwa sifat amilografi, mikroskop, dan warna kulit pisang berbeda dengan tepung dari pisang. Tepung pisang dari buah dengan cara merendam dalam larutan bisulfit meta memiliki tingkat kecerahan bila dibandingkan dengan jenis tepung lain.Kata kunci: tepung pisang, serat makanan, amilografi
Efek pH dan Konsentrasi Butirat Anhidrida selama Butirilisasi Pati Garut Damat Damat; Haryadi Haryadi; Y. Marsono; Muhammad Nur Cahyanto
agriTECH Vol 28, No 2 (2008)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6261.389 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9864

Abstract

Several characteristics of native starch have limited utilizations. Chemical modification improves the physical, chemi- cal, and functional properties of starch and therefore it extends the utilization. The aim of this research was to inves- tigate the effect of the dispersion of pH (8, 10 and 12) and butyrate anhydride concentration (5, 10, 15, 20 and 25 %) on the butyrilization process of arrowroot starch.  The modified (butyrated)  starch was analyzed for its butyril group, degree of substitution (DS), swelling power, solubility, amylography, and transmittance. The result indicated that the maximum butyriilation was achieved at pH 10 and addition of 20 % butyrate anhydride. The higher DS resulted in more transparent starch paste, the more stable viscosity and the higher swelling power.ABSTRAKPati garut, sebagaimana jenis pati alami lainnya diketahui memiliki kelemahan sifat fisik dan kimia yang menyebabkan penggunaan pati garut pada industri pangan relatif terbatas. Untuk itu maka perlu dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimianya dengan cara melakukan modifikasi pati garut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan pengaruh pH dispersi (8, 10 dan 12) dan konsentrasi butirat anhidrida (5, 10, 15, 20 dan 25 %) pada proses butirilisasi pati garut.   Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui karakteristik pati-garut butirat, yang meli- puti persen butiril, derajat substitusi, daya mengembang, kelarutan, sifat amilografi dan kejernihan pasta pati-garut butirat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butirilisasi maksimum dicapai pada pH 10 dengan konsentrasi butirat anhidrida 20 %. Pati butirat derajat substitusi yang tinggi memiliki kejernihan pasta, daya mengembang yang lebih tinggi dan viskositas yang lebih stabil, sedangkan kelarutan lebih rendah.
EDUKASI PEDAGANG PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KABUPATEN MALANG Damat Damat; Anas Tain; Devi Dwi Siskawardani; Sri Winarsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.426 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.2969

Abstract

Abstrak: Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 53 kejadian luar biasa keracunan pangan yang dilaporkan oleh BPOM di seluruh Indonesia. Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya yang sering digunakan yaitu penggunaan pengawet, pewarna, dan pemanis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kepada para pedagang PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) agar menjual makanan yang baik dan aman dikonsumsi. Kegiatan ini dilakukan dalam 2 tahapan. Tahap pertama pengujian sampel makanan yang dijual di 17 SD di Kabupaten Malang yang tersebar di tiga Kecamatan di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Tahap kedua melakukan edukasi kepada para pedagang PJAS. Berdasarkan hasil uji kandungan boraks, formalin dan rhodamine b terhadap 34 sampel PJAS diketahui bahwa terdapat 46,86% positif menggunakan boraks, sampel (17,7%) positif menggunakan formalin, dan 22,2% positif menggunakan rhodamin b. Hasil survei terhadap kondisi kantin diketahui bahwa 37,43% yang memenuhi standar, 46,52% yang kurang memenuhi dan 16,05% yang tidak memenuhi. Indikator yang paling banyak tidak memenuhi standar yaitu indikator bangunan dengan 7 kantin (41,18%). Berdasarkan hasil edukasi diperoleh data bahwa pada umumnya para pedagang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut dan termotivasi untuk tidak menggunakan BTP berbahaya pada  PJAS yang dijual.Abstract: In 2017, BPOM reported there were 53 cases of food poisoning throughout Indonesia. Food additives, i.e., preservatives, dyes, and sweeteners, are often utilized in Indonesia when preparing food. The purpose of public service was to educate the cross ride traders around the school about healthy food that is safe for consumption. This activity was held in 2 stages. The first stage entailed the testing of food samples in 17 elementary schools in Malang Regency, which consisted of three districts around the University of Muhammadiyah Malang. The second stage was in response to educated traders based on an analysis of the results of products made of dangerous additives. There were positive results of 34 samples for borax, formalin, and rhodamine b, which were 46.86%, 17.7%, and 22.2%, respectively. The survey of the canteen indicated that 37.43% met the standards, 46.52% did not fully meet the standards, and 16.05% did not meet the standards at all. The case that did not meet the standards was the building with seven canteens (41.18%). The education data showed that most traders were very enthusiastic about participating in these activities and motivated to avoid using dangerous additives in their food or products.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PAKAN DARI SAMPAH ORGANIK SECARA FERMENTASI KEPADA PETERNAK BEBEK DI KOTA BATU Damat Damat; Lili Zalizar; Vritta Amroini
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.359 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3008

Abstract

ABSTRAKTempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Tlekung, Kota Batu, telah memberikan manfaat bagi para peternak bebek di Desa tersebut. Masyarakat setempat dapat memanfaatkan sampah organik sebagai pakan bebek. Akan tetapi penggunaan sampah tersebut untuk pakan bebek menimbulkan masalah, yaitu timbulnya cemaran bau yang berasal dari sampah yang belum terfermentasi dengan sempurna, dan rata-rata tingkat kematian bebek cukup tinggi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan transfer teknologi fermentasi sampah organik sebagai pakan bebek. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (i) survei lapangan, (ii) penyampaian materi teori disampaikan secara klasikal , (iii) penyampaian materi keterampilan dalam bentuk praktik/ demonstrasi pembuatan pakan organik secara fermentasi dan (iv) pendampingan kepada para peternak serta (v) monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan dan memberikan kepuasan tersendiri bagi peternak. Feses bebek yang diberi pakan hasil proses fermentasi sudah tidak bebau seperti semula, bulu bebek dapat tumbuh dengan baik, dan bebek yang dihasilkan tampak lebih gemuk dan lebih sehat dan memiliki pertambahan berat badan lebih baik dibandingkan dengan yang diberi pakan yang tidak diferementasi. Disamping itu, penggunaan pakan fermentasi dari sampah organik diketahui dapat menghemat biaya pakan sampai sebesar 60%, sehingga keuntungan peternak menjadi meningkat. Kata kunci: tempat pembuangan akhir; sampah organik; pakan organik. ABSTRACTThe landfill in Tlekung Village, Batu City, has provided benefits for duck farmers in the village. Local people can use organic waste as duck feed. However, the use of organic waste as duck feed causes some problems, that is odor contaminant from unfinished fermentation, also high average rate duck mortality. This community service program is carried out to transferring organic waste fermentation technology knowledge in feed duck production. Program consist of (i) field survey, (ii) classical theory sharing, (iii) skill sharing by practice/ demonstration of organic duck fermented feed production, (iv)  assistance of duck farmers, and (v) monitoring and evaluation of program. The results obtained are very encouraging and give satisfaction to farmers. The duck feces which fed with fermentation organic production have no smell like before, duck feathers can grow well, also duck look healthier and have better weigh gain than duck which fed with unfermented fed. In addition, the use of fermented feed from organic waste is known to save feed cost up to 60%. So, it is increasing farmer’s profit. Keywords: organic waste; duck feed; fermented feed.
Mikroskopi dan Sifat Organoleptic Kue Kering Fungsional dari Pati Garut (Maranta arundinaceae L.) Termodifikasi Damat Damat; Anas Tain; Hany Handjani; Uswatun Khasanah
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.72 KB) | DOI: 10.17728/jatp.266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik secara mikroskopi dan sifat organoleptik kue kering fungsional dari pati garut secara gelatinisasi-retrogradasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Sederhana (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah proporsi pati garut termodifikasi (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, masing-masing sebagai K1, K2, K3, K4, K5). Analisis produk meliputi analisis terhadap ukuran granula, tekstur (hardness), bentuk dan sifat organoleptik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi pati garut termodifikasi berpengaruh sangat nyata terhadap sifat fisik, organoleptik kue kering yang dihasilkan. Bentuk granula pati garut adalah bulat dan permukaan yang halus, sedangkan bentuk granula pati garut termodifikasi adalah tidak beraturan dan permukaan yang kasar. Granula pati garut memiliki ukuran 9,35-35,6 μm, sedangkan granula pati garut termodifikasi memiliki ukuran 193-439 μm.  Bentuk granula kue kering juga tidak beraturan dengan ukuran sekitar 175-649 μm. Berdasarkan sifat fisik, kue kering yang sesuai adalah perlakuan K3, hardness 9,72 N (lunak), perlakuan K5. Berdasarkan uji sifat organoleptik diketahui bahwa kue kering perlakuan K3 memiliki, warna 2,65 (menarik), aroma 2,80 (gurih), dan tekstur 1,70 (lunak). Kesimpulannya, substitusi pati garut termodifikasi sangat mempengaruhi sifat fisik, organoleptik kue kering fungsional.AbstractThis research was done to analyse the microscopic characteristic and organoleptic of pastries from modified arrowroot starch. This study was conducted using a completely randomized design (RAL). The treatments were the proportion of modified arrowroot starch (0%, 25%, 50%, 75% and 100%, as K1, K2, K3, K4, K5). Product analysis included an analysis of granule size, texture, shape and organoleptic properties. The results of this study showed that the substitution of modified arrowroot starch very significant effect on the physical properties, organoleptic pastries produced. Arrowroot starch granule shape is round and smooth surface, while the shape of modified arrowroot starch granules are irregular and rough surfaces. Arrowroot starch granules have a size of 9.35 to 35.6 μm, whereas the modified arrowroot starch granules have a size of 193-439 lm. Granulated pastries are also irregular with a size of about 175-649 lm. Based on physical properties, pastries suite is K3 treatment, 9.72 N hardness (soft), treatment K5. Based on the test known that the organoleptic properties of pastries treatment K3 has a color of 2.65 (draw), aroma 2.80 (savory), and 1.70 texture (soft). As conclusion, substitution of modified arrowroot starch might highly affected to physical characteristic pastries and its organoleptic quality.
Kajian Konsentrasi Pati Singkong Karet (Manihot glaziovii) dan Penambahan Fraksi Oleat dan Asam Oleat pada Karakteristik Fisik dan Barrier Edible Film Anik Wahyuningsih; Damat Damat; Warkoyo Warkoyo
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.006 KB) | DOI: 10.22219/fths.v2i1.12965

Abstract

The edible film can be an alternative packing of safe and biodegradable products. The utilization of Ceara rubber starch (Manihot glaviovii) as an edible film making material with the addition of oleic fraction and oleic acid is expected to improve the characteristic of starch-based edible film. The purpose of this study are: (i) to know the existence of interaction between the treatment of Ceara starch concentration and addition of oleic fraction and oleic acid on physical characteristics and barrier of edible film, (ii) to know the effect of treatment of Ceara starch concentration on physical characteristics and barrier of edible film, and (iii) to know the effect of oleic fraction and oleic acid addition on physical characteristics and barrier of edible film. This research uses Randomized Completely Block Design (RCBD) factorial composed of two factors. The first factor was the difference in the concentration of the ceara rubber starch consisting of 3 levels (3%, 4%, and 5%) and the second factor was the addition of lipids (0% lipid, 15% RBDPO, and 15% oleic acid (w/w polymer)) with 3 repetitions. Parameters measured were thickness, transparency, water vapor transmission rate (WVTR), elasticity, tensile strength, solubility, and microstructure of the edible film. The results showed that there was an interaction between the concentration of ceara rubber starch with the lipid addition of in WVTR, elasticity, and tensile strength parameter of edible film. The concentration of ceara rubber starch has a significant effect on the parameters of thickness, transparency, and solubility. The addition of lipids significantly affected the parameters of thickness, transparency, and WVTR. The best treatment was obtained P2A3 (4% ceara rubber starch + 15% oleic acid) with an average thickness of 0,133 mm, transparency 0,818 a/mm, 17,246 g/m2.day water vapor transmission rate, 48,781% elasticity, tensile strength 1,458 MPa, and 44.035% solubility.
Co-Authors ., Haryadi Ahmad Wahyudi Aisah Aisah Aldi Riyansah Alifianti Nur Waqiah Anas Tain Anggraini, Arisca Putri Anik Wahyuningsih Ari Rizki Yuspita Ningrum Arifanti, Ananta Pitaloka Ayu Andini Cahyanto, M. N. Chodijayanti, Ary Desiana Nuriza Putri Devi Dwi Siskawardani Dyan Ningtyastuti Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Erika Novena Santoso Erika Novena Santoso Fahmi, Ilmam Zul Fatikhin, Muhammad Khoirul Hadad Alwi Alwi Handjani, Hany Handrias, Bella Putri Khais Hanif Alamudin Manshur Hany Handjani Harahap, Burhanuddin Hartatik, Tias Dwi Haryadi Haryadi Husna, Afifa Imbang . Imbang ., Imbang ISWAHYUDI ISWAHYUDI Joko Susilo Utomo Khairani Permatasari Lili Zalizar Maghfiro, Yusrina Marsono, Y. Mochammad Wachid Muhaimin, Rizki Tri Muhammad Alif Rian Muhammad Nur Cahyanto Mujahid, Abdullah Mujianto Mujianto Mustikasari, Indri Nadiyah, Nabilatun Nimas Aura Sukma Noor Harini Novembrianti, Agnes Vivi Nurkhozin Azis Nurkhozin Azis, Nurkhozin Okta Pringga Pakpahan Okta Pringga Pakpahan Olivia, Dita Rizma Puryani . Putri Khairi Haditama Qonnitasya, Athira Racita Sekar Mauliddyah Rahayu Relawati Rista Anggriani Rizma Amalia Natazza Rosalia Rachma Oktavianasari Rosita, Herlina Diah Ayu Salsabila, Andalusia Trisna Sari, Salsabila Permata Silfi Ernayanti Silvia Khilmi Siti Rima Pratiwi Putri Sri Winarsih Sri Winarsih Sujono Sujono Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sumiati, Niken Sustiyana Syihab, Bahtyar Hardyansyah Ta’in, Anas Tiara Ayu Paramita Uswatun Chasanah Uswatun Khasanah Vritta Amroini Vritta Amroini Wahyudi Wardhani, Rike Maya Warkoyo . Wehandaka . Wehandaka ., Wehandaka Wilasari, Rina Ayu Wulandari, Tanasya Mey Y. Marsono Yusrina Maghfiro