Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Subtitusi Tepung Porang (Amorphophallus Muelleri) Pada Tepung Terigu Terhadap Karakteristik Fisikokimia Dan Organoleptik Soft Cookies Wulandari, Tanasya Mey; Damat, Damat; Wahyudi, Vritta Amroini
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i1.28368

Abstract

This research examines the "Study of Porang (Amorphophallus Muelleri) Flour Substitution in Wheat Flour on the Physicochemical and Organoleptic Characteristics of Soft Cookies". The first step in this research is the process of making soft cookies from the substitution of porang flour with wheat flour. Second, physicochemical and organoleptic analysis of soft cookies was conducted. This research was conducted using a simple Randomized Group Design (RAK) method. There were 6 treatments, namely P0 = 100% wheat flour: 0% porang flour, P2 = 90% wheat flour: 10% porang flour, P3 = 80% wheat flour: 20% porang flour, P4 = 70% wheat flour: 30% porang flour, P5 = 60% wheat flour: 40% porang flour, P6 = 50% wheat flour: 50% porang flour. There are 2 parameters tested, namely, porang flour and soft cookie products. The results showed that the ratio of porang flour addition significantly affected the physicochemical and organoleptic characteristics of soft cookies. The best soft cookies were obtained from treatment P2 (80% wheat flour: 20% porang flour). The test parameter values of P2 treatment are as follows: moisture content of 9.64%, fat content of 22.18%, fiber content of 1.09%, calcium oxalate content of 2.27%, texture of 44.14 N, brightness (L) of 44.32 and organoleptic scores on color parameters obtained value 4 (quite dark), aroma obtained value 3 (quite fragrant), taste obtained value 3 (good), texture obtained value 3 (soft), and liking obtained value 3 (like).
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG KUNING (Zea mays L.) DAN PUREE WORTEL (Daucus carota L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MIE BASAH Olivia, Dita Rizma; Damat, Damat; Manshur, Hanif Alamudin
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i1.28374

Abstract

Wet noodles are food products made from wheat flour that are not dried. Every year, the production and consumption of noodles in Indonesia is increasing. So, there is a need for food diversification in the raw material by utilizing local food ingredients such as corn flour. The use of carrot puree aims to increase the carotenoid content which acts as a good antioxidant for the body. This research was conducted using a simple Randomized Block Design (RBD) method. There were 6 treatments and 4 replication, P0 (100% wheat flour), P1 (50% wheat flour: 50% corn flour), P2 (50% wheat flour : 45% corn flour: 5% carrot puree), P3 (50% wheat flour: 40% corn flour: 10% carrot puree), P4 (50% wheat flour: 35% corn flour: 15% carrot puree), P5 (50% wheat flour: 30% corn flour: 20% carrot puree). The best wet noodles were obtained from treatment P5 (50% wheat flour: 30% corn flour: 20% carrot puree) with moisture content of 70.05%, ash content of 0.26%, fat content of 6.94%, protein content of 4.65%, carbohydrates content of 18.08% and carotenoids content of 3.02 mg/100g, brightness 63.5, yield 172.44%, organoleptic color 4.13 (attractive), aroma 3.63 (quite like), taste 3.80 (good), and texture 2.65 (not chewy).
PROFILING SENSORY PADA PRODUK COKELAT PT. KAKAO BHINNEKA SEJAHTERA (MOODCO FINE CHOCOLATE) DENGAN METODE RATE-ALL-THAT-APPLY (RATA) Qonnitasya, Athira; Damat, Damat; Wahyudi, Vritta Amroini
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i2.28400

Abstract

Chocolate is a processed food product based on cocoa beans which is processed using a machine. Differences in processing raw materials can produce different sensory characteristics that can affect consumer preferences. In this study, sensory descriptive analysis was carried out using the Rate-All-That-Apply (RATA) method to determine sensory profiles and to determine differences in sensory attributes of white chocolate (Kokoken Gulo Kaluku), milk chocolate (Arai), and dark chocolate (Idi' Cara'de). Based on the results, there are 4 attributes that are the same in each chocolate variant, namely glossy, snap, hardness, and mouthfeel melting. Kokoken Gulo Kaluku and Arai have the highest intensity on the mouthfeel melting attribute, while Idi' Cara'de has the highest intensity on the glossy attribute.
Efektivitas Zerumbone Lempuyang Wangi (Zingiber Aromaticum Val.) Dengan Xylitol Ampas Tebu Dalam Pembuatan Permen Antihiperglikemik Rosita, Herlina Diah Ayu; Wilasari, Rina Ayu; Novembrianti, Agnes Vivi; Muhaimin, Rizki Tri; Fatikhin, Muhammad Khoirul; Anggriani, Rista; Damat, Damat
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.8836

Abstract

Menurut pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Januari 2023, kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat dibandingkan dengan Tahun 2010. Salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi permen. Senyawa zerumbon yang ada pada lempuyang wangi (Zingiber aromaticum) diketahui dapat menurunkan gula darah yang akan dipadukan dengan xylitol dari ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lempuyang wangi untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Proses pembuatan ekstrak zerumbon menggunakan metode destilasi pada suhu 90°C dengan pelarut aquades. Pembuatan xylitol diawali dengan pengeringan dan penghalusan ampas tebu selanjutnya dihidrolisi dengan larutan buffer phosphate pH 6,00 dan buffer asetat pH 3 dan ditambahakan enzim xylanase Hidrolisat dari fermentasi enzim di sentrifugasi Pembuatan permen dengan perbandingan F1= 14%:21%, F2= 21%;20%, F3=28%;18% dan F4=35%:17% dan mencampur semua bahan yaitu corn syrup, gelatin, dan sedikit perasan lemon. Hasil permen dilanjutkan dengan uji karakteristik fisik seperti intenitas warna, teksture dilanjutkan uji organoleptic dengan metode hedonic dan dilanjutkan uji keefektivan dalam penurunan gula darah pada mencit Hasil pengujian KLT mendapatkan nilai Rf 0,57. pada hasil tekstur hardness dan gummines menghasilkan nilai tertinggi ada pada f1 dengan hardness dengan angka 3,23 dan gummines 1,11. Pada hasil intensitas warna tidak memberikan pengaruh yang nyata namun f1 memberikan hasil warna yang diinginkan L* 42, a*2 dan b*17. Dari hail uji gula darah pada mencit yang telah di beri perlakuan selama 7 hari hasil penurunan terbaik ada pada F3 sebear 128mg/dl. Untuk hasil uji organoleptic dilakukan pada 60 anak berusia 8-12 thn permen dengan perlakuan F1 paling banyak digemari oleh anak-anak.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY DARI SARI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora P.) BIJI KOPI DEFECT Sumiati, Niken; Damat, Damat; Manshur, Hanif Alamudin
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.28395

Abstract

Biji kopi cacat ketika diseduh akan mengalami penurunan citarasa dibandingkan biji kopi normal, sehingga perlu usaha untuk memperbaiki citarasa dari biji kopi cacat. Biji kopi cacat bisa diolah menjadi produk permen jelly dengan menambahkan beberapa bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sari kopi robusta biji kopi defect terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik permen jelly serta menentukan konsentrasi sari kopi robusta defect yang menghasilkan permen jelly dengan mutu terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan faktor yaitu konsentrasi sari kopi robusta biji kopi defect (6%, 10%, 19%, 23%, 33%). Parameter yang diuji adalah kadar air, kadar abu, gula reduksi, tekstur kekenyalan, intensitas warna, dan uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sari kopi robusta biji kopi defect memiliki pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar gula reduksi dan tekstur kekenyalan permen jelly kopi. Penambahan sari kopi robusta tidak berpengaruh nyata terhadap nilai L (kecerahan), tetapi memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat kemerahan (a) dan tingkat kekuningan (b). Hasil uji organoleptik didapatkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata ke warna dan tekstur, tetapi memiliki pengaruh nyata ke rasa dan aroma permen jelly kopi. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah permen jelly kopi yang diberi perlakuan K4 (Sari kopi robusta 23%).
KARAKTERISTIK MARMALADE KOMBINASI JERUK NIPIS DAN BUNGA ROSELLA DENGAN PENGGUNAAN JENIS PEMANIS YANG BERBEDA Handrias, Bella Putri Khais; Damat, Damat; Sukardi, Sukardi
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35919

Abstract

Abstrak. Marmalade termasuk makanan semi-padat yang utamanya dibuat dari sari buah-buahan, dengan tambahan sukrosa, asam sitrat, pektin, dan pengikutsertaan kulit jeruk untuk membentuk gel. Rosella mengandung pektin, vitamin C, serta antosianin yang dapat meningkatkan kualitas marmalade. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio jeruk nipis-rosella dan jenis pemanis terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik serta menentukan kombinasi paling optimal untuk menghasilkan marmalade terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor, faktor pertama yaitu perbedaan proporsi antara jeruk nipis dan bunga rosella (30%:70% ; 50%:50% ; dan 70%:30%), sedangkan faktor kedua yaitu penggunaan jenis pemanis yang berbeda (sukrosa, gula merah, dan High Fructose Syrup (HFS)). Hasil penelitian menunjukkan rasio jeruk nipis-rosella mempengaruhi kadar air serta sifat organoleptik marmalade. Selain itu, jenis pemanis juga mempengaruhi kadar air, kadar vitamin C, pH dan sifat organoleptik marmalade jeruk nipis-rosella. Penggunaan pemanis sukrosa dengan rasio jeruk nipis 50%, rosella 50% menghasilkan marmalade dengan kualitas terbaik, dengan karakteristik kadar air 17%, kadar vitamin C 0,07 %, viskositas 4908,3 cP, total padatan terlarut 7 oBrix, pH 1,8, menghasilkan rasa cenderung agak enak, beraroma cenderung tidak tajam, dan berwarna menarik.
Karakteristik Mi Kering Bebas Gluten Berbahan Tepung Gembili (Dioscorea esculenta L.) dan Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Nadiyah, Nabilatun; Damat, Damat; Manshur, Hanif Alamudin
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35953

Abstract

Abstrak. Mi bebas gluten merupakan produk mi yang tidak mengandung gluten yang dapat diinovasikan menjadi mi bebas gluten untuk memenuhi permintaan pasar mengenai produk-produk makanan berlabel bebas gluten. Tepung gembili dan tepung sorgum dapat menggantikan peran tepung terigu yang akan menghasilkan mi bebas gluten sebagai sumber serat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat fisik dan kimia mi kering bebas gluten dari campuran tepung gembili dan tepung sorgum. Penelitian dilakukan dengan perancangan acak lengkap (RAL) sederhana satu faktor dengan formulasi rasio antara penggunaan tepung gembili dan tepung sorgum terdiri dari 6 taraf, yaitu P1 (Tepung Terigu); P2 (20 Tepung Gembili : 80 Tepung Sorgum); P3 (30 Tepung Gembili : 70 Tepung Sorgum); P4 (40 Tepung Gembili : 60 Tepung Sorgum); P5 (50 Tepung Gembili : 50 Tepung Sorgum); P6 (60 Tepung Gembili : 40 Tepung Sorgum). Pada penelitian ini setiap perlakuannya dilakukan penggulangan sebanyak 3 kali. Data analisis dengan ANOVA, uji lanjut menggunakan Tukey (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase penggunaan tepung gembili dan tepung sorgum memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar protein, dan kadar serat kasar tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kadar air, daya rehidrasi dan cooking loss. Formulasi P6 (60 g tepung gembili dan 40 g tepung sorgum) yang memiliki kadar air 7,09%, kadar abu 3,72%, kadar protein 4,98%, kadar serat 23,53%, daya rehidrasi 75,33% dan cooking loss 11,48%%.
Karakteristik Fisikokimia Snack Bar Berbasis Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Kacang Merah Arifanti, Ananta Pitaloka; Damat, Damat; Siskawardani, Devi Dwi
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35955

Abstract

Snack bar merupakan makanan berbentuk batangan yang terbuat dari gabungan berbagai bahan makanan, seperti buah-buahan, serealia, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Snack bar merupakan produk sehat mengandung gizi seimbang yang didesain sebagai camilan yang dapat dikonsumsi setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisikokimia snack bar dengan perbandingan tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang merah. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Formulasi tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang merah meliputi P1(90:10), P2(80:20), P3(70:30), P4(60:40), P5(50:50). Analisis fisikokimia yang dihasilkan dari snack bar tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang merah pada analisis fisik snack bar yaitu intensitas warna dengan nilai L sebesar 43,20 – 49,16, nilai a sebesar 8,46 – 10,26, nilai b sebesar 5,16 – 9,83 dan tekstur sebesar 14,69 N – 25,66 N. Analisis kimia pada Snack bar yaitu, kadar air sebesar 3,99% – 4,28%, kadar lemak sebesar 12,9%– 13,52%, kadar protein sebesar 4,59% – 7,52%, kadar serat sebesar 15,34% – 17,1%, dan aktivitas antioksidan sebesar 86,67% – 88,67%. Formulasi terbaik yang didapatkan dari penelitian ini adalah perlakuan tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang merah P1 (90:10) dengan kadar air sebesar 4,28% kadar lemak sebesar 12.93%, kadar protein sebesar 4,59%, kadar serat pangan sebesar 17,1%, aktivitas antioksidan sebesar 88,67%, intensitas warna nilai L sebesar 43,20, nilai a sebesar 8,46, nilai b sebesar 5,16, dan tekstur sebesar 14,69 N.
Daya Simpan Daging Ayam Broiler Pada Berbagai Volume Perendaman Ekstrak Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava) Selama Penyimpanan Suhu Dingin Sari, Salsabila Permata; Damat, Damat; Husna, Afifa
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v8i1.35962

Abstract

Food preservation, especially meat, is one of the studies in food technology that continues to grow. Meat spoilage is usually caused by Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. Red guava leaves are one of the food ingredients that have antimicrobial activity including tannin and flavonoid antibacterial compounds, so they have potential as natural ingredients for food preservation. This study aims to determine the effect of soaking red guava leaf extract (Psidium guajava) on the physicochemical properties of broiler chicken meat in cold storage. The method used was an experimental method with 6 treatments, namely soaking broiler chicken meat in 0 ml extract volume (P0) without soaking, 4 ml volume (P1), 6 ml volume (P2), 8 ml volume (P3), 10 ml volume (P4) and 12 ml volume (P5) for 30 minutes and storage duration of 0 days, 4 days and 8 days which were then stored at cold temperature 0-5 ℃. The analysis parameters included pH, moisture content, weight loss, texture, total bacteria value, and appearance. The results showed that the best soaking of red guava leaves in the P2 treatment was 6 ml extract soaking with a pH value of 5.78%-5.86%, moisture content 73.57%-66.37%, weight loss 0%-32.61%, texture 40.78-55.60, total microbial count 0.8 x104-0.5 x104 and appearance that can maintain quality.
Pelatihan pembuatan dan uji preferensi roti manis berbahan dasar mocaf pada siswa SMA Muhammadiyah 3 Kota Batu Husna, Afifa; Fahmi, Ilmam Zul; Damat, Damat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26908

Abstract

Abstrak Roti manis merupakan makanan yang sering dikonsumsi dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Pada umumnya bahan dasar pembuatan roti yaitu menggunakan tepung terigu, akan tetapi penggunaan tepung terigu menyebabkan beberapa permasalahan pada pencernaan maupun dari segi ekonomi. Salah satu bahan substitusi yang dapat digunakan yaitu tepung singkong termodifikasi (modified cassava flour/Mocaf). Namun, cara pembuatan roti dari Mocaf belum banyak diketahui masyarakat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan mocaf sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan roti manis, khususnya siswa SMA. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan hardskill siswa untuk memproduksi roti. Pelatihan ini dilakukan kepada siswa SMA Muhammadiyah 3 kota Batu dengan peserta sebanyak 24 siswa dan 4 orang guru. Tahapan pelatihan pembuatan roti antara lain (1) Pemberian materi di sekolah, (2) tanya jawab serta diskusi, dan (3) praktik membuat roti di UMM Bakery. Praktik pembuatan roti manis dimulai dari penyiapan bahan, mixing, fermentasi awal, pembagian adonan, penimbangan, fermentasi kedua, rounding, degassing, penopingan, final proofing, pemanggangan, dan pengemasan. Uji preferensi dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap roti berbahan mocaf dengan parameter kenampakan, warna, aroma, tekstur dan rasa. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan Uji T pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil pengabdian pembuatan roti dari mocaf dapat meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan tepung mocaf dan proses pembuatan roti manis. Hasil uji preferensi menunjukkan bahwa responden cenderung memiliki kesukaan pada roti yang berbahan terigu 100% dibandingkan dengan roti dari terigu : mocaf (85:15%) pada tekstur dan rasa (p-value <0.05), sedangkan kenampakan, warna, dan aroma tidak berbeda berdasarkan uji T.  Kata kunci: pengabdian; pelatihan; pembuatan roti; mocaf; uji preferensi. AbstractBread is often consumed by Indonesians. The ingredients for bread is flour, but its use causes several problems in the digestive system and economy. Flour in bread making can be substituted by modified cassava flour (Mocaf). However, the bread-making procedure from Mocaf is not widely known. The aim is to increase knowledge about mocaf as a substitute in bread-making to improve students' hard skills producing bread. This training was conducted for SMA Muhammadiyah 3 Batu students. The training was carried out by (1) lectures at school, (2) discussions, and (3) practice at UMM Bakery. The practice of making sweet bread starts from preparing ingredients, mixing, initial fermentation, dividing dough, weighing, second fermentation, rounding, degassing, topping, final proofing, baking, and packaging. The data were analyzed using the T-Test at a confidence level of 95%. The result of this program was the students’ knowledge about the use of mocaf and the process of making bread is increased. The results of the preference test showed that respondents tended to prefer bread made from 100% wheat flour compared to bread made from wheat: mocaf (85:15%) in texture and taste (p-value <0.05), while appearance, color, and aroma did not differ based on the T test.Keywords: devotion; training; bread making; mocaf; preference test.
Co-Authors ., Haryadi Afifa Husna Ahmad Wahyudi Aisah Aisah Aldi Riyansah Alifianti Nur Waqiah Anas Tain Anggraini, Arisca Putri Anik Wahyuningsih Ari Rizki Yuspita Ningrum Arifanti, Ananta Pitaloka Ayu Andini Ayu Lestari Cahyanto, M. N. Chodijayanti, Ary Desiana Nuriza Putri Devi Dwi Siskawardani Dyan Ningtyastuti Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Erika Novena Santoso Erika Novena Santoso Fahmi, Ilmam Zul Fatikhin, Muhammad Khoirul Hadad Alwi Alwi Handjani, Hany Handrias, Bella Putri Khais Hanif Alamudin Manshur Hanif Alamudin Mansur Hany Handjani Harahap, Burhanuddin Hartatik, Tias Dwi Haryadi Haryadi Husna, Afifa Imbang . Imbang ., Imbang ISWAHYUDI ISWAHYUDI Joko Susilo Utomo Khairani Permatasari Lili Zalizar Maghfiro, Yusrina Marsono, Y. Mochammad Wachid Muhaimin, Rizki Tri Muhammad Alif Rian Muhammad Nur Cahyanto Mujahid, Abdullah Mujianto Mujianto Mustikasari, Indri Nadiyah, Nabilatun Nafidzah Nur Nimas Aura Sukma Noor Harini Novembrianti, Agnes Vivi Nurkhozin Azis Nurkhozin Azis, Nurkhozin Okta Pringga Pakpahan Okta Pringga Pakpahan Olivia, Dita Rizma Puryani . Putri Khairi Haditama Qonnitasya, Athira Racita Sekar Mauliddyah Rahayu Relawati Rista Anggriani Rista Anggriani Rizma Amalia Natazza Rosalia Rachma Oktavianasari Rosita, Herlina Diah Ayu S. Sukardi Salsabila, Andalusia Trisna Sari, Salsabila Permata Silfi Ernayanti Silvia Khilmi Siti Rima Pratiwi Putri Sri Winarsih Sri Winarsih Sujono Sujono Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sumiati, Niken Sustiyana Syihab, Bahtyar Hardyansyah Ta’in, Anas Tiara Ayu Paramita Uswatun Chasanah Uswatun Khasanah Vritta Amroini Vritta Amroini Wahyudi Vritta Amroini Wahyudi W. Warkoyo Wardhani, Rike Maya Warkoyo . Wehandaka . Wehandaka ., Wehandaka Wilasari, Rina Ayu Wulandari, Tanasya Mey Y. Marsono Yusrina Maghfiro