Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Effect Analysis of Boiler Feed Water and Exhaust Gas Turbine Generator against Steam Products M Ihsan Riady; Bazlina Dawami Afrah; Nabilla Tania Rahma; Edda Anastasia Oktawina
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024 Edition
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v8i1.9766

Abstract

The boiler is a tool that functions to produce steam, consisting of two important parts, namely the heating kitchen to produce heat obtained from burning fuel and the proper boiler to convert water into steam. The petrochemical industry, in terms of meeting steam needs, uses supply from the 4003-U waste heat boiler (WHB), namely a boiler that utilizes exhaust gas from a gas turbine generator (GTG). WHB operation uses two sources of heat and fuel, namely exhaust gas from GTG and natural gas. The calculation method used to determine the results of steam products from WHB is the calculation of heat value and efficiency. Based on calculation data for the period 03 October-09 October 2022, efficiency values range from 67-74%. The size of the WHB efficiency is greatly influenced by several factors, namely the quality of the boiler feed water (BFW), the quality of the fuel and heat source, the quality and amount of combustion air and how much heat is lost through the boiler tubes.
PEMANFAATAN BIOCHAR LIMBAH KAYU KARET DAN BROWN COAL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Afrah, B. D.; Oktarinasari, E.; Putri, R. W.; Riady, M. I.; Saputri, J. F. D.; Putri, T. M. R.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.2288

Abstract

Lebih dari 41% rumah tangga dan 2,8 miliar orang di seluruh dunia bergantung pada bahan bakar padat termasuk batubara. Cadangan batubara yang tersedia di Indonesia sebesar 31,7 miliar ton dan hanya cukup untuk 65 tahun ke depan. Hal ini membuat pemerintah mendorong pengembangan penelitian pemanfaatan limbah biomassa sebagai energi alternatif. Upaya yang dilakukan ialah mengkonversi limbah biomassa berupa kayu karet menjadi bahan bakar padat alternatif melalui proses pirolisis. Biochar dihasilkan dari biomassa melalui pirolisis sehingga menghasilkan kualitas pembakaran yang sangat baik. Biochar hasil pirolisis dikombinasikan dengan brown coal dan perekat molase untuk menciptakan biobriket batubara sebagai bahan bakar padat alternatif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi komposisi brown coal dan biochar yang optimal dalam menghasilkan biobriket batubara dengan kualitas terbaik. Proses pirolisis limbah kayu karet dilakukan pada temperatur 350-400°C selama 2 jam. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi biochar (75%, 80%, 85%, 90%, dan 95%) dan brown coal (5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) serta perekat molase 15 mL. Pengujian kualitas pembakaran biobriket batubara melalui analisis proksimat dan nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biobriket batubara yang paling optimal adalah sampel dengan komposisi 85% biochar dan 15% brown coal.
EVALUASI KINERJA CYCLONE SEPARATOR DENGAN SIMULASI KOMPUTASI DINAMIKA FLUIDA Afrah, Bazlina Dawami; Riadz, Tubagus; Novia, Novia; Ilmi, Nurul; Pranajaya, Violanda Dwi Wulandari
Instrumentasi Vol 47, No 1 (2023)
Publisher : National Standardization Agency of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v47i1.300

Abstract

Perusahaan penghasil polietilena jenis High Density Polyethylene (HDPE) dan Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) terdiri dari beberapa unit, yaitu unit pra-polimerisasi, unit polimerisasi, unit pemberian additive dan pelletizing, dan unit pengepakan. Pada unit polimerisasi terjadi reaksi polimerisasi polietilene berlangsung selama ± 4–5 jam. Gas hidrokarbon yang meninggalkan reaktor dipisahkan dalam cylone. Oleh karena itu performa dari cyclone perlu diperhatikan. Cyclone merupakan alat kontrol partikulat yang sangat umum digunakan pada banyak aplikasi, salah satunya untuk pemisahan powder dari gas hidrokarbon. Performa cyclone pemisah dapat ditinjau dari kemampuan pengumpulan powder yang dapat dicapai oleh cyclone tersebut. Pada studi kali ini, perhitungan efisiensi cyclone menggunakan metode Lapple dan simulasi dengan Computational Fluid Dynamic (CFD) Ansys Fluent 2022. Metode Lapple dilakukan dengan mengasumsikan partikel yang masuk didistribusikan pada permukaan inlet. Sementara CFD membantu dalam memprediksi efisiensi dan meninjau kontur tekanan, kecepatan, dan turbulen pada cyclone selama proses pemisahan. Berdasarkan metode Lapple perhitungan efiensi dari cyclone didapatkan sebesar 83,51% dan perhitungan efisiensi hasil simulasi CFD menggunakan Ansys Fluent 2022 didapatkan sebesar 82%.Kata Kunci: Efisiensi cyclone, Metode Lapple, CFD.
Pemberdayaan Masyarakat Tanjung Seteko Mengelola Sampah Sebagai Eco-Enzyme Mewujudkan Zero Waste Berkelanjutan Komariah, Leily Nurul; Cundari, Lia; Riady, M. Ihsan; Afrah, Bazlina Dawami; Gayatri, Rianyza; Anggraini, Dwi; Fitri, Rizza Fadillah; Al-Faiz, Ahmad Haris; Zalman, Arjun; Ariva, Helmi
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tanjung Seteko di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki penduduk yang terdiri dari keluarga dengan ibu rumah tangga sebagai anggota keluarga utama. Penggunaan detergen kimia sebagai pembersih lantai di desa ini seringkali mengakibatkan dampak lingkungan negatif akibat zat kimia. Untuk mengatasi masalah ini, solusi ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku eco-enzyme, cairan serbaguna yang mengandung alkohol, enzim, dan unsur hara, yang dapat digunakan sebagai pembersih lantai alternatif. Desa Tanjung Seteko memiliki potensi besar dalam menghasilkan limbah organik dari perkebunan dan rumah tangga, tetapi pengetahuan masyarakat dalam mengubahnya menjadi produk bernilai masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi pembersih lantai ramah lingkungan. Metodenya mencakup tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil uji menunjukkan efektivitas eco-enzyme dalam membunuh kuman mencapai 50%. Program ini menciptakan nilai tambah dari sampah organik dan mendapat respons positif dari masyarakat untuk mewujudkan zero waste berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Pulau Semambu dalam Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok dan Daun Kelor sebagai Biopestisida Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Sari, Fitri Hadiah; Oktaviani, Oktaviani; Winda, Hanifa Permata; Saskia, Harifa Hadi; Shean, Rizqi Akbar; Anugrah, Muhammad Risky; Nabilla, Dinda Gusti Cahya; Farand, Muhammad Geo; Fadilah, Ibnu; Syabil, M. Ibnus
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1226

Abstract

Pemanfaatan limbah puntung rokok dan daun kelor sebagai biopestisida merupakan inovasi ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif pestisida kimia. Limbah puntung rokok yang mengandung senyawa seperti nikotin dan alkaloid potensial sebagai pengendali hama alami. Daun kelor yang kaya alkaloid dan polifenol juga meningkatkan efektivitas biopestisida dalam menghambat hama dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dengan metode studi lapangan, pelatihan masyarakat, pembuatan, serta aplikasi langsung biopestisida pada tanaman yang terdampak hama. Pengujian menunjukkan bahwa biopestisida dari limbah puntung rokok dan daun kelor mampu membasmi hingga 100% populasi hama jangkrik dalam waktu 10 menit, tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman hias. Sosialisasi dan pelatihan melibatkan ± 30 warga, dimana 100% responden menyatakan tertarik mencoba membuat biopestisida sendiri di rumah. Oleh karena itu, program ini direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan berkala dan penyediaan panduan praktis bekerjasama dengan Karang Taruna Desa Pulau Semambu agar masyarakat dapat melakukan pembuatan biopestisida secara mandiri. Hal ini sesuai dengan 97% masyarakat menyatakan terbuka terhadap kegiatan pengabdian sejenis selanjutnya. The utilization of cigarette butts and Moringa leaves as biopesticides is an environmentally friendly innovation to reduce the negative impact of chemical pesticides. Cigarette butts containing compounds such as nicotine and alkaloids have potential as natural pest control. Moringa leaves, which are rich in alkaloids and polyphenols, also increase the effectiveness of biopesticides in inhibiting pests and increasing plant growth. This community service activity was carried out in Desa Pulau Semambu, Ogan Ilir Regency, South Sumatra with field study methods, community training, making, and direct application of biopesticides on plants affected by pests. Tests showed that biopesticides from cigarette butt waste and moringa leaves were able to eradicate up to 100% of the cricket’s pest population within 10 minutes, without causing damage to ornamental plants. The socialization and training involved ± 30 residents, where 100% of respondents expressed interest in trying to make their own biopesticides at home. Therefore, this program is planned to be further developed through regular mentoring and provision of practical guidelines in collaboration with the Karang Taruna of Desa Pulau Semambu so that the community can make biopesticides independently. This is in accordance with 97% of the community expressing openness to further similar community service activities.
INTEGRASI PEMBUATAN ECO-ENZYME SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DI DESA MUARA PENIMBUNG KABUPATEN OGAN ILIR Hadiah, Fitri; Cundari, Lia; Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Fitri, Rizza Fadillah; Gayatri, Rianyza; Anggraini, Dwi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2348

Abstract

Desa Muara Penimbung terletak di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mayoritas penduduk di Desa ini merupakan petani. Masyarakat seringkali menghadapi masalah pengelolaan limbah organik dan penggunaan bahan kimia berbahaya untuk pertanian. Solusi ramah lingkungan mengatasi permasalahan ini adalah memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan yang berasal dari zat organik kompleks dari proses fermentasi campuran antara limbah organik seperti kulit buah, sayuran, gula merah, dan air. Eco-enzyme dapat dimanfaatkan menjadi pestisida dan pupuk organik. Penggunaan eco-enzyme sebagai pestisida dan pupuk organik mengurangi risiko paparan terhadap bahan kimia berbahaya bagi petani dan lingkungan. Desa Muara Penimbung memiliki potensi besar menghasilkan limbah organik dari perkebunan dan rumah tangga, tetapi kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih rendah. Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk mengintegrasi pengelolaan eco-enzyme dalam pemanfaatannya mengolah sampah sayur dan buah-buahan menjadi pestisida dan pupuk organik bagi perkebunan di Desa Muara Penimbung. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Variabel penelitian yang dilakukan adalah jumlah limbah sayuran dan kulit buah, ragi, dan larutan gula merah dan aquadest, dengan rasio limbah kulit buah dan sayur 7:3. Pengujian secara langsung menunjukkan bahwa penggunaan pupuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai hingga 7 cm pada hari ke-3. Penggunaan pestisida memerlukan evaluasi lebih lanjut karena serangga mati dalam waktu lama setelah penyemprotan. Program ini membantu mengintegrasikan permasalahan sampah perkebunan seperti sayur dan kulit buah di Desa Muara Penimbung. Respons dari masyarakat positif dan tertarik untuk melanjutkan program serupa di masa depan.
Produksi Asap Cair dari Limbah Kopi di Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Afrah, Bazlina Dawami; Riady, M Ihsan; Sari, Tuti Indah; Hadiah, Fitri; Sumardi, Novia; Pratiwi, Siti Istiani; Julianto, Ahmad; Aryansyah, Agung Dwi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9101

Abstract

Komoditas kopi merupakan salah satu komoditas andalan yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan nasional. Tanaman kopi selain menghasilkan produk utama berupa biji kopi juga menghasilkan limbah berupa batang dan kulit buah kopi yang memiliki potensi bahan untuk pembuatan asap cair untuk pengganti pestisida sintetik dan penggumpal lateks. Pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah tanaman kopi menjadi asap cair sebagai bahan pestisida sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Desa Karang Tanding menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk ekonomis yang berasal dari limbah tanaman kopi. Kegiatan ini disambut oleh 1.146 orang yang mayoritas mata pencahariannya di sektor perkebunan. Pemanfaatan limbah kopi melibatkan masyarakat dan mahasiswa termasuk penyiapan materi dan pengolahan lanjutan dengan protokol COVID-19 yang direkomendasikan. Kegiatan selanjutnya merupakan sosialisasi penggunaan alat yang diikuti ± 20 masyarakat dengan harapan masyarakat dapat mengedukasi masyarakat lain dan mengaplikasikan langsung pada perkebunan desa Karang Tanding seluas ± 400 Ha. Produk asap cair yang dihasilkan dengan pemurnian asap cair dapat menghasilkan peptisida alami yang aman bagi sektor perkebunan.
Pemanfaatan Tar Residu Bio-Oil Limbah Tempurung Kelapa dengan Aditif Biochar dan Gondorukem Menjadi Bio-Aspal Afrah, Bazlina Dawami; Delli Saputri, Jasmine Fadhilah; Ramona Putri, Tiara Maharani; Ihsan Riady, Muhammad; Muzzaki, Ahmad Nabil
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2025): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35139/cantilever.v14i1.378

Abstract

Indonesia still faces critical infrastructure issues, especially in road maintenance, with 31.9% of roads damaged and 15.9% severely damaged in 2021. It caused by the high production costs to achieve the best asphalt quality and the dwindling availability of petroleum raw materials. Without action, this could worsen infrastructure and disrupt connectivity, requiring a timely and effective solution. Therefore, there is a need for alternative renewable materials and simple methods of production. This research aims to obtain a bio-asphalt product that can compete with oil asphalt, using the main ingredient of tar (bio-oil) from coconut shell pyrolysis as well as additives in the form of biochar and gondorukem. This research was conducted through three stages: pyrolysis, distillation, and mixing. The pyrolysis stage was carried out at a temperature range of 300-400oC to obtain bio-oil. The distillation stage is carried out at 250oC to obtain tar. The mixture consists of 30% tar and 70% petroleum asphalt. The variations used are the type of additive and the percentage composition of the additive so that the most optimal bio-asphalt formulation is obtained. The Bio-asphalt superior product almost meets the five existing parameters, with a penetration value of 60/70, ductility of 132.33 mm, soft point of 52.8oC and flash point of 254oC, the specific gravity that does not meet is 0.965 gr/cc. Therefore, this research is a solution in the production of economical asphalt so that the welfare of an evenly distributed society in the field of infrastructure can be achieved.
Efektivitas Karbon Aktif Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Pada Pengolahan Limbah Cair Tempe Cundari, Lia; Suhendra, Ahmad Adi; Indahsari, Siti Rachmi; Asnari, Muhammad; Afrah, Bazlina Dawami; Gunawan, Agung; Alfatih, Muhammad Ma'ruf
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.774 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i2.49422

Abstract

Limbah cair tempe berwarna kecokelatan yang berarti memiliki kekeruhan tinggi sehingga apabila langsung dibuang ke badan air akan merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas karbon aktif eceng gondok (Eichornia crassipes) pada pengolahan limbah cair tempe: penyisihan COD, TSS, kekeruhan dan isotherm adsorpsi. Limbah cair dari industri tempe dan pertumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) yang sangat cepat. Limbah cair tempe yang dihasilkan oleh pengrajin memiliki kepekatan yang tinggi, bersifat asam, dan bau khas yang menyengat. Penelitian dilakukan secara batch dalam skala laboratorium dengan memvariasikan dosis adsorben (1, 3, 5 gr). Analisis terhadap nilai COD, TSS, kekeruhan dan pH dilakukan terhadap sampel awal dan setelah proses adsorpsi. Data penelitian digunakan untuk menghitung persentase penyerapan dari adsorben dan isotherm adsorpsi yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif eceng gondok mampu menurunkan 26% COD, 73% TSS, dan 81% kekeruhan. Kondisi limbah tempe masih berada pada rentang pH asam yaitu berkisar antara 4,21-4,59 di semua variasi dosis dan waktu. Proses adsorpsi pada pengolahan limbah cair tempe ini mengikuti model isotherm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 1,98-12,3 mg/g. Hal ini membuktikan bahwa karbon aktif eceng gondok dapat menjadi alternatif adsorben dalam pengolahan limbah cair tempe.
Potensi Pemanfaatan Asap Cair (Liquid Smoke) Menjadi Bio-Disinfectant dari Limbah Kayu Karet dan Kayu Akasia Afrah, Bazlina; Ihsan Riyadi, Muhammad; Cundari, Lia; Rizki, Fadhilah; Ramadhanty, Rizky Vasya; Oktarinasari, Eva
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i1.66832

Abstract

Bio-disinfectant dari asap cair adalah alternatif untuk menggantikan maraknya penggunaan disinfektan kimia yang menyebabkan efek terhadap kesehatan karena meninggalkan residu berbahaya. Asap cair dengan dua variasi bahan baku biomassa, yaitu limbah kayu karet dan kayu akasia merupakan subjek penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi asap cair dari variasi jenis biomassa sebagai bio-disinfectant secara eksperimental melalui pendekatan analisis karakteristik serta komposisi dari bio-disinfectant yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengumpulan data dilakukan pada setiap alur tahapan penelitian, meliputi proses pirolisis, distilasi, dan adsorpsi dengan variasi bahan baku dan grade asap cair sebagai variabel penelitian. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi pH, viskositas, densitas, kadar asam, dan fenol. Hasil analisis karakteristik menunjukkan asap cair kayu karet grade 1 memenuhi standar asap cair Jepang dengan pH terendah 2,41 dan nilai asam tertinggi 0,19. Berdasarkan hasil uji karakteristik dan komposisi secara keseluruhan diketahui bahwa sampel asap cair berbahan baku kayu akasia grade 1 merupakan asap cair dengan kualitas terbaik yang berpotensi menjadi bio-disinfectant. Kayu akasia grade 1 memiliki pH 3,26, nilai asam 0,11, serta nilai viskositas kinematik sebesar 4,3248 cSt. Uji fenol dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa asap cair kayu akasia merupakan sampel dengan nilai fenol tertinggi yaitu 2527,6 ppm. Komposisi komponen kimia pada asap cair kayu akasia grade 1 berdasarkan hasil uji GC-MS meliputi senyawa fenol, phosponic acid, dan carbamic acid yang berguna dalam proses disinfeksi mikroorganisme patogen.
Co-Authors A. A. A. Utami Agung D. Aryansyah Agung Dwi Aryansyah Agung Gunawan Ahmad Julianto Al-Faiz, Ahmad Haris Aldi Ramadhani Aldi Ramadhani Alfatih, Muhammad Ma'ruf Alfayyadh, Muhammad Luthfi Althaf Taufiqurrahman Alvina Suryadinata Alvina Suryadinata Anugrah, Muhammad Risky Ariva, Helmi Aryani, Mentari Dian Aryansyah, Agung Dwi Asnari, Muhammad Asyeni Miftahul Jannah Azhari, Muhamad Thohir Cundari, Lia Delli Saputri, Jasmine Fadhilah Dwi Anggraini Dyos Santoso E. Oktarinasari E. R. D. Imanda Edda Anastasia Oktawina Eva Oktarinasari Fadilah, Ibnu Farand, Muhammad Geo Fitri Hadiah Fitri, Rizza Fadillah Gayatri, Rianyza Ihsan Riady, Muhammad Ihsan Riyadi, Muhammad Illovine Hadassa Ilmi, Nurul Indahsari, Siti Rachmi Jihan Utami Julianto, Ahmad Juliet P. Arsadha Juliet Patricia Arsadha Leily Nurul Komariah Lia Cundari Lia Cundari Lia Cundari Luthfiyah A. Sayyidah M Ihsan Riady M. Afrah Miftahurrizka Afrah Miftahurrizka Afrah Muhammad A. Rizan Muhammad Alik Aziz Muhammad Andzar Rizan Muhammad Yori Pratama Muzzaki, Ahmad Nabil Nabilla Tania Rahma Nabilla, Dinda Gusti Cahya Ni'matul Hakiki Vebri Awan Novia Novia Novia Sumardi Novia Sumardi Novia, Novia Oktarinasari, E. Oktarinasari, Eva Oktaviani Oktaviani Patrick Rudy Meizakh Payomthip, Panida Pranajaya, Violanda Dwi Wulandari Pratama, Muhammad Yori Pratiwi, Siti Istiani Putri, R. W. Putri, T. M. R. Putri, Tiara Maharani Ramona R. Rimadhina Rahmadianti, Nurulia Ramadhanty, Rizky Vasya Ramona Putri, Tiara Maharani rendana, muhammad Riady, M Ihsan Riady, M. I. Riady, M.I. Riadz, Tubagus Rizki, Fadhilah Rupinder Rupinder Sabrina, Dina Saputri, J. F. D. Saputri, Jasmine Fadhilah Delli Sari, Fitri Hadiah Saskia, Harifa Hadi Shailendra, Faris Habib Shean, Rizqi Akbar Siti Istiani Pratiwi Siti Istiani Pratiwi Suci Dwijayanti Suhendra, Ahmad Adi Syabil, M. Ibnus Tuti Indah Sari Tuti Indah Sari, Tuti Indah Winda, Hanifa Permata Wulan Ayum Larasati Yuniarti, Hafizhah Zalman, Arjun