Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Assessment of Changes in Water Quality of Enim River, Muara Enim, South Sumatera, Indonesia to Determine Environmental Designations Sinaga, Andi Parluhutan; Ibrahim, Eddy; Hadiah, Fitri
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 8 No. 2 (2024): June
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2024.8.2.63-70

Abstract

Enim river flows within several sub-districts in Muara Enim Regency, including Semendo Darat Laut, Semendo Darat Tengah, Semendo Darat Ulu, Tanjung Agung, Lawang Kidul, and Muara Enim. This study examines changes in the water quality of the Enim River due to domestic wastewater discharges and the presence of the coal mining industry and household industries. Water samples were taken from 4 sampling stations along the Enim River in 2018 and 2023. Data consisted of results of physical, chemical, and microbiological parameters. The status of river water quality was assessed from the pollution index. The results of Enim River surface water quality measurements showed that the parameters of total suspended solids, Dissolved Oxygen, iron (Fe), copper (Cu), oil, and grease concentrations had breached the criteria set for Class II water quality, referring to Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 82 of 2001. The results showed that there has been a change in the water quality status of Enim River from 2018 to 2023. The river water pollution index was (1.43-2.47) in 2018 and (1.49-3.85) in 2023 (lightly polluted). Comprehensive water treatment and preventive measures are necessary to manage and mitigate additional pollution in the Enim River.
A Review: Production Process Of Biodiesel Made From Wosten Oil Raw Tanjung, Anggi Anggreini; Rahman, Susila Arita; Hadiah, Fitri
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 8, No 2 (2024): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v4i3.11017

Abstract

The development of biodiesel in Indonesia is increasing judging from consumption and export data to meet energy and fuel needs. The high cost of the biodiesel production process can be overcome by using waste cooking oil as a raw material. The use of waste cooking oil as biodiesel is an environmentally friendly action because it reduces environmental pollution. The method used in writing this article is a literature study by collecting data and information from various journals with the aim of explaining the processing of waste cooking oil into biodiesel. The catalysts used are acid and base catalysts (homogeneous, heterogeneous) and enzyme catalysts. Waste cooking oil can be converted into biodiesel by going through the transesterification stage. Under optimal conditions, used cooking oil as a raw material for biodiesel produces the highest methyl ester content of 98.94% using a heterogeneous base catalyst, namely ATKKS. The final conversion of biodiesel is affected by several parameters such as reaction temperature, reaction time, molar ratio of alcohol to oil, amount of fatty acids, moisture content and catalyst used.
INTEGRASI PEMBUATAN ECO-ENZYME SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DI DESA MUARA PENIMBUNG KABUPATEN OGAN ILIR Hadiah, Fitri; Cundari, Lia; Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Fitri, Rizza Fadillah; Gayatri, Rianyza; Anggraini, Dwi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2348

Abstract

Desa Muara Penimbung terletak di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mayoritas penduduk di Desa ini merupakan petani. Masyarakat seringkali menghadapi masalah pengelolaan limbah organik dan penggunaan bahan kimia berbahaya untuk pertanian. Solusi ramah lingkungan mengatasi permasalahan ini adalah memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan yang berasal dari zat organik kompleks dari proses fermentasi campuran antara limbah organik seperti kulit buah, sayuran, gula merah, dan air. Eco-enzyme dapat dimanfaatkan menjadi pestisida dan pupuk organik. Penggunaan eco-enzyme sebagai pestisida dan pupuk organik mengurangi risiko paparan terhadap bahan kimia berbahaya bagi petani dan lingkungan. Desa Muara Penimbung memiliki potensi besar menghasilkan limbah organik dari perkebunan dan rumah tangga, tetapi kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih rendah. Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk mengintegrasi pengelolaan eco-enzyme dalam pemanfaatannya mengolah sampah sayur dan buah-buahan menjadi pestisida dan pupuk organik bagi perkebunan di Desa Muara Penimbung. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Variabel penelitian yang dilakukan adalah jumlah limbah sayuran dan kulit buah, ragi, dan larutan gula merah dan aquadest, dengan rasio limbah kulit buah dan sayur 7:3. Pengujian secara langsung menunjukkan bahwa penggunaan pupuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai hingga 7 cm pada hari ke-3. Penggunaan pestisida memerlukan evaluasi lebih lanjut karena serangga mati dalam waktu lama setelah penyemprotan. Program ini membantu mengintegrasikan permasalahan sampah perkebunan seperti sayur dan kulit buah di Desa Muara Penimbung. Respons dari masyarakat positif dan tertarik untuk melanjutkan program serupa di masa depan.
Produksi Asap Cair dari Limbah Kopi di Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Afrah, Bazlina Dawami; Riady, M Ihsan; Sari, Tuti Indah; Hadiah, Fitri; Sumardi, Novia; Pratiwi, Siti Istiani; Julianto, Ahmad; Aryansyah, Agung Dwi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9101

Abstract

Komoditas kopi merupakan salah satu komoditas andalan yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan nasional. Tanaman kopi selain menghasilkan produk utama berupa biji kopi juga menghasilkan limbah berupa batang dan kulit buah kopi yang memiliki potensi bahan untuk pembuatan asap cair untuk pengganti pestisida sintetik dan penggumpal lateks. Pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah tanaman kopi menjadi asap cair sebagai bahan pestisida sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Desa Karang Tanding menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk ekonomis yang berasal dari limbah tanaman kopi. Kegiatan ini disambut oleh 1.146 orang yang mayoritas mata pencahariannya di sektor perkebunan. Pemanfaatan limbah kopi melibatkan masyarakat dan mahasiswa termasuk penyiapan materi dan pengolahan lanjutan dengan protokol COVID-19 yang direkomendasikan. Kegiatan selanjutnya merupakan sosialisasi penggunaan alat yang diikuti ± 20 masyarakat dengan harapan masyarakat dapat mengedukasi masyarakat lain dan mengaplikasikan langsung pada perkebunan desa Karang Tanding seluas ± 400 Ha. Produk asap cair yang dihasilkan dengan pemurnian asap cair dapat menghasilkan peptisida alami yang aman bagi sektor perkebunan.
Effect of Aluminium Loading on SiO2/Al2O3-NiMo Catalysts Synthesized via KHP-template for Crude Palm Oil Hydrocracking Hasanudin, Hasanudin; Nakashima, Mhika; Asri, Wan Ryan; Novia, Novia; Hadiah, Fitri; Maryana, Roni; Al Muttaqii, Muhammad; Rinaldi, Nino
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 4 Year 2025 (December 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20483

Abstract

The present study evaluates the catalytic activity of SiO2/Al2O3‒x and SiO2/Al2O3‒x‒NiMo (where x = 5, 10, 25 g of aluminium weight) synthesized using a potassium hydrogen phthalate (KHP) template-assisted route for the hydrocracking of crude palm oil (CPO) into biofuels. Increasing Al weight modified acidity, porosity, and NiMo dispersion, leading to distinct catalytic behavior. The optimal SiO2/Al2O3‒x‒NiMo catalyst (10 g Al) achieved ~94% conversion, dominated by jet fuel-range hydrocarbons (C10-C14) through synergistic hydrodeoxygenation and acid-catalyzed cracking-isomerization pathway. The enhanced performance originates from the balance between acidity and metal dispersion, highlighting that both template selection and Al loading govern the design of efficient SiO2/Al2O3‒NiMo catalysts for biofuel production. Copyright © 2025 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
Addition of black pepper extract as an antibacterial in the manufacture of polyvinyl alcohol (PVA) and carboxymethyl cellulose (CMC) based hydrogel wound dressings Yani, Septi Nanda; Hadiah, Fitri; Sari, Tuti Indah
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2143

Abstract

This study aims to determine the effect of adding black pepper (Piper nigrum L.) extract on the characteristics of a hydrogel wound dressing made from a mixture of Polyvinyl Alcohol (PVA) and Carboxymethyl Cellulose (CMC), and citric acid as a crosslinking agent. The manufacturing process was carried out by chemical crosslinking with varying concentrations of CMC (5%, 7.5%, 10% w/v) and black pepper extract (0%, 10%, 20%, 30%, 40% v/v). The analysis included FTIR, SEM, swelling degree, water solubility, tensile strength, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The results showed that the addition of black pepper extract increased antibacterial activity and water absorption (swelling) up to 200–500%, in accordance with the standards for good wound dressings. However, increasing the concentration of black pepper extract tended to decrease water solubility due to its hydrophobic nature. Overall, the PVA/CMC hydrogel with the addition of black pepper extract showed potential as a biocompatible wound dressing with good mechanical properties and antibacterial activity. The gel released 23.12µg/cm²curcumin within 150 minutes.
Sosialisasi Sabun Dari Ampas Kopi di SMK Negeri 1 Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Hadiah, Fitri; Novia, Novia; Saputri, Jasmine Fadhilah Delli; Anugrah, Muhammad Risky; Putri, Tiara Maharani Ramona; Shean, Rizqi Akbar; Shailendra, Faris Habib; Azhari, Muhamad Thohir; Yuniarti, Hafizhah; Aryani, Mentari Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.31979

Abstract

Ampas kopi merupakan residu dari proses penyeduhan kopi yang dapat menjadi limbah padat jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Penumpukan ampas kopi dapat mencemari lingkungan, terutama di daerah yang memiliki banyak kedai kopi, seperti di Kabupaten Ogan Ilir. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mengelola limbah ini menjadi produk yang bernilai. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada siswa/i SMK Negeri 1 Tanjung Batu mengenai pemanfaatan ampas kopi menjadi sabun, guna mengurangi limbah ampas kopi di Kabupaten Ogan Ilir dan memberikan pengetahuan tentang cara membuat produk bernilai tambah dari limbah kopi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi. Proses pembuatan sabun dimulai dari preparasi bahan baku, saponifikasi, pencetakan, framing, dan pengujian. Kegiatan ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tanjung Batu dengan melibatkan siswa/i dan guru dalam proses demonstrasi.Pelaksanaan pengabdian menunjukkan respon positif dari peserta. Dari 52 peserta, 47 orang menyatakan bahwa mereka telah memahami dan mengerti setiap langkah dalam pembuatan sabun dari ampas kopi. Berdasarkan kuesioner yang diisi, 90% peserta mengerti dan memberikan respon positif terhadap materi yang disampaikan.Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa/i SMK Negeri 1 Tanjung Batu tentang cara mengolah limbah ampas kopi menjadi produk yang bermanfaat, yaitu sabun. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat memanfaatkan ampas kopi yang sebelumnya dibuang menjadi produk bernilai yang dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan limbah di lingkungan sekitar.
Inovasi Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang sebagai Pestisida Alami Cundari, Lia; Afrah, B. Dawami; Sumardi, Novia; Ilmiaty, R. Silvia; Hadiah, Fitri; Santoso, Budi; Azhari, M. Thohir; Shailendra, F. Habib; Rahmadian, M. Rafly
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi dan konsumsi bawang putih di Sumatera Selatan menghasilkan limbah kulit bawang yang signifikan, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah kulit bawang putih mengandung senyawa aktif seperti allicin, flavonoid, dan sulfur, yang memiliki potensi sebagai bahan biopestisida ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengolahan limbah kulit bawang putih melalui fermentasi dengan air leri, gula merah, dan EM4 sebagai starter. Proses pembuatan dilakukan melalui penyaringan dan fermentasi selama tiga hari sebelum diaplikasikan ke tanaman. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat di Kecamatan Talang Keramat Raya, dimana pelatihan praktik pembuatan biopestisida juga disertakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa biopestisida ini efektif membunuh hama, dengan tingkat mortalitas 100% pada jangkrik dalam waktu 13 menit. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 100% peserta memahami manfaat limbah kulit bawang dan tertarik untuk menerapkannya di rumah. Biopestisida dari limbah kulit bawang putih ini merupakan alternatif pengendalian hama yang aman dan berkelanjutan, serta mampu menggantikan pestisida kimia. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat limbah kulit bawang dan memberikan solusi praktis untuk mengurangi limbah sekaligus menjaga lingkungan.
Valorization of Palm Empty Fruit Bunch-Derived K₂CO₃ Catalyst: Structural Analysis and Application in Biodiesel Production Arita, Susila; Fitriyanti, Reno; Komariah, Leily Nurul; Hadiah, Fitri
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 2 (2026): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.2.420-435

Abstract

This study investigates the synthesis and performance of a K2CO3 catalyst derived from oil palm empty fruit bunch (EFB) ash for sustainable biodiesel production. X-ray Diffraction (XRD) revealed a dominant K2CO3 crystalline phase, while X-ray Fluorescence (XRF) confirmed a high potassium content (>40%). Despite its low surface area (0.11 m2/g), the catalyst demonstrated high transesterification activity, achieving an optimal biodiesel yield of 85.89% with 3 grams of catalyst. Its high thermal stability, strong base sites, and macroporous structure all contributed to enhanced catalytic efficiency. Sustainability and techno-economic assessments indicate the catalyst’s potential to reduce production costs, utilize biomass waste, and lower greenhouse gas emissions. Thus, the EFB ash-based K2CO3 catalyst shows significant promise for supporting environmentally friendly biodiesel production and contributing to the transition to a green economy and renewable energy.