Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi dan Senam Ergonomik sebagai Upaya Mengontrol Kadar Asam Urat pada Lansia Septi Viantri Kurdaningsih; Rahayu Tri Nuritasari; Elsa Sylvia; Amrina Rasyada; Muhlisin Muhlisin; Meri Rosita; Aditya Purbayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9490

Abstract

ABSTRAK Asam urat adalah salah satu penyakit yang sering terjadi pada lansia. Penanganan asam urat yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan sendi yang progresif, deformitas, disabilitas, dan kematian. Adapun upaya untuk mengurangi nyeri sendi adalah dengan terapi non farmakologi dengan menggunakan berbagai macam metode seperti senam, stretching, dan pemberian latihan rentang gerak aktif. Senam ergonomik merupakan salah satu senam yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri sendi pada lansia yang menderita asam urat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan senam ergonomik bagi penderita asam urat agar untuk meningkatkan pengetahuan dan dapat melakukan senam ergonomik secara mandiri di rumah agar terhindar dari kekakuan sendi yang mengakibatkan nyeri sendi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini memberikan edukasi tentang asam urat dan senam ergonomik. Adapun penyampaian materi pengetahuan menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab sedangkan senam ergonomik menggunakan metode demonstrasi dan simulasi. Sasaran kegiatan adalah penderita asam urat yang berusia > 40 Tahun yang terdata di Puskesmas Talang Betutu dan masuk wilayah kelurahan Talang Betutu Kota Palembang berjumlah 20 orang. Kuesioner pre-test dan post-test diberikan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan pengetahuan disertai keterampilan tentang senam egonomik bagi responden khususnya serta bagi seluruh masyarakat Kecamatan Talang Betutu Kota Palembang secara umum. Diharapkan kegiatan pengabdian dapat dikembangkan di beberapa kelurahan lainnya di wilayah kerja Puskesmas Talang Betutu dan masyarakat mampu melakukan senam ergonomik secara mandiri di rumah. Kata Kunci: Senam Ergonomik, Asam Urat, Lansia  ABSTRACT Gout is a disease that often occurs in the elderly. Improper handling of uric acid can cause progressive joint damage, deformity, disability, and death. The effort to reduce joint pain is non-pharmacological therapy using various methods such as gymnastics, stretching, and active range of motion exercises. Ergonomic gymnastics is one exercise that can be done to reduce joint pain in the elderly who suffer from gout. The purpose of this community service is to introduce ergonomic exercises for gout sufferers in order to increase knowledge and be able to do ergonomic exercises independently at home to avoid joint stiffness, which causes joint pain. The method used in this activity provides education about gout and ergonomic exercises. The delivery of knowledge material uses the lecture and question and answer methods, while ergonomic exercises use demonstration and simulation methods. The target of the activity was gout sufferers aged > 40 years who were recorded at the Talang Betutu Health Center and entered the Talang Betutu sub-district area of Palembang City, totaling 20 people. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in participants' knowledge. The results obtained showed an increase in knowledge accompanied by skills about egonomic gymnastics for the respondents in particular and for the whole community of Talang Betutu District, Palembang City, in general. It is hoped that service activities can be developed in several other sub-districts in the working area of the Talang Betutu Health Center and that the community will be able to do ergonomic exercises independently at home. Keywords: Gout, Elderly, Ergonomic Exercise 
PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENURUNKAN HIPERTEMIA PADA ANAK YANG MENGALAMI KEJANG DEMAM Nopianti, Nopianti; Kurdaningsih, Septi Viantri; Arisandy, Widya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i2.1142

Abstract

Latar Belakang : Kejang demam adalah salah satu penyakit yang terjadi pada anak, kejang terjadi karena peningkatan suhu tubuh, suhu rektal diatas 38°C yang disebabkan oleh proses ekstra kranial. Penanganan demam agar tidak kejang dapat dilakukan dengan kompres hangat. Tujuan: Diketahuinya penerapan kompres hangat untuk menurunkan hipertermia pada anak yang mengalami kejang demam. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi penerapan kompres hangat. Proses pengambilan penelitian pada tanggal 25-27 Mei 2022 Tempat penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Hasil: Implementasi pada pasien An. A yang mengalami Hipertermia dilakukan dengan penerapan kompres hangat selama 3 hari, pada hari 1 dari 39,3°C menjadi 39,3°C pada hari ke 2 38,5°C menjadi 37,6°C dan hari ke 3 37°C menjadi 36,9°C evaluasi sebelum dilakukan kompres hangat 39,3°C setelah dilakukan kompres hangat menurun menjadi 36,9°C kejang menurun. Saran: Diharapkan agar keluarga pasien dapat mengaplikasikan kompres hangat secara benar sebagai penolongan pertama apabila anak mengalami demam tinggi.Kata Kunci : Kompres Hangat, Hipertermia, Kejang Demam
PENERAPAN RELAKSASI NAPAS DALAM DENGAN NYERI AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI Sunarmi, Sunarmi; Fathia, Neng Annis; Kurdaningsih, Septi Viantri; Nuritasari, Rahayu Tri
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 1 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i1.1211

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit pada sistem kardiovaskuler yang memiliki angka mortalitas yang tinggi. Saat ini hipertensi merupakan salah satu faktor terbesar ketiga penyebab angka kematian dini. Penyakit ini termasuk penyakit yang mematikan dikarenakan tanpa adanya gejala- gejala terlebih dahulu bagi penderitanya atau disebut sebagai pembunuh diam-diam (silent killer), Salah satu bentuk untuk mengatasi hipertensi dengan penerapan relaksasi nafas dalam. Tujuan : Diketahuinya penerapan relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri akut pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan untuk mengeksplorasi penerapan relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi dengan nyeri akut, subjek penelitian pasien hipertensi yang berjumlah 2 orang, penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Analisa data dengan membandingkan teori dan data yang ditemukan. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan skala nyeri pada pasien I yaitu sebelum dilakukan penerapan relaksasi napas dalam dengan skala nyeri 9 (nyeri berat), setelah dilakukan penerapan skala nyeri 2 (nyeri ringan). Pasien II sebelum dilakukan penerapan skala nyeri 8 (nyeri berat), setelah dilakukan penerapan relaksasi nafas dalam skala nyeri 3 (nyeri ringan). Saran: Diharapkan kepada semua tenaga kesehatan dapat menerapkan terapi relaksasi nafas dalam sebagai implementasi keperawatan dengan masalah nyeri akut. Kata Kunci: Relaksasi nafas dalam, Nyeri akut, Hipertensi
EDUKASI PERAWATAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sylvia, Elsa; Kurdaningsih, Septi Viantri; Nuritasari, Rahayu Tri; Rasyada, Amrina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 1: Februari 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i1.1172

Abstract

Latar Belakang: Kejadian ulkus diabetikum di Indonesia sebesar 12% dan risiko ulkus sebesar 55,4%. Diperkirakan 15 – 25% orang dewasa dengan diabetes tipe 2 mengalami ulkus pada kaki, dan sebanyak 70% mengalami amputasi non-traumatik yang disebabkan oleh komplikasi Diabetes melitus. Foot self-management adalah edukasi tentang pengetahuan dan keterampilan perawatan kaki diabetes. Fenomena yang ditemukan, penderita diabetes belum mendapatkan edukasi tentang foot self-management. Tujuan penelitian : diketahuinya pengaruh edukasi perawatan kaki pada pasien DM tipe 2 untuk mencegah ulkus diabetikum. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah pasien diabetes yang melakukan rawat jalan sebanyak 104, sampel yang diambil berjumlah 43 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive sampling. Kriteria inklusi responden, yaitu menderita diabetes melitus ≥  6 bulan, Usia tidak lebih dari 55 tahun, gula darah sewaktu  ≤ 250 mg/dl. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi terhadap keterampilan perawatan kaki (p = 0.00). terutama pada senam kaki. Selain itu, program edukasi mampu meningkatkan kemampuan pasien diabetes dalam melakukan foot self-care dengan tepat dan benar. Saran : Ini menunjukkan bahwa program edukasi menggunakan media video sangat direkomendasikan dalam promosi kesehatan. Kata kunci : Edukasi, Keterampilan, DM tipe 2, Ulkus diabetikum
PENERAPAN POSISI QUARTER PRONE TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA BAYI PREMATUR DENGAN GANGGUAN PERNAFASAN Kurdaningsih, Septi Viantri; Nurita, Rahayu Tri; Zahirah, Esa; Sylvia, Elsa; Rasyada, Amrina Wulan
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 2: Agustus 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i2.1263

Abstract

Latar Belakang: Bayi prematur mengalami imaturitas organ pada paru-paru yang ditandai dengan sesak nafas. Salah satu bentuk untuk mengatasi hal tersebut dengan penerapan posisi quarter prone merupakan salah satu tindakan noninvasif yang dapat meningkatkan fungsi paru-paru secara optimal, serta berpengaruh terhadap status oksigenasi. Tujuan: untuk mengetahui penerapan posisi quarter prone terhadap peningkatan saturasi oksigen pada bayi prematur dengan gangguan pernafasan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen menggunakan one gruop pre and post test, sampel penelitian adalah bayi prematur di RS PUSRI sebanyak 16 responden. Analisa data dilakukan dengan menggunakan paired sampel t-test . Hasil: uji hipotesis diperoleh rata-rata saturasi oksigen sebelum diberikan posisi quarter prone sebesar 92% setelah 60 menit pemberian posisi quater prone terjadi peningkatan saturasi oksigen sebesar 98% dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 < 0, 05 yang berati ada pengaruh penerapan posisi quater prone terhadap peningkatan saturasi oksigen pada bayi prematur dengan gangguan pernapasan.Saran: diharapkan penelitian ini dapat diaplikasikan untuk merawat bayi dengan resiko tinggi terutama bayi prematur dengan gangguan pernafasan dengan menggunakan posisi quarter prone untuk meningkatan saturasi oksigen.Kata Kunci   : Posisi Quarter Prone, Bayi Prematur, Gangguan pernafasan
Pengembangan Instumen Discharge Planning dengan Metode Experiental Learning pada Pasien Diabetes Melitus Nuritasari, Rahayu Tri; Kurdaningsih, Septi Viantri; Tarisa, Tarisa; Riyadi, Muhammad Ilham Rasyid
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.12892

Abstract

This study aimed to develop a discharge planning instrument based on experiental learning theory. The Research method uses a Research and Development with interview, document reciew and observation. The results showed that the content standards were following SNARS but needed adjustments so that they were easily understood by healthworkers in implementation. The incomplete discharge planning documentation was because healthworkers lacks an understanding of the material that must be delivered. Interviews with health professionals (76%) nurses suggested guideline discharge planning, (65%) nurses recommended revision of instruments. Health education has been done by applying the experiental learning theory that involves the client and family, giving clients and families real experience and can apply it. Conclusion the instrument develope the adjustment of the items on the instrument at the beginning of the admission and when being treat as well as the addition of items when going to the discharge and the guideline in the form of application of educational material at each stage that can be use by healthworker so that discharge planning can be optimize. Keywords: Diabetes Melitus, Discharge Planning, Education, Experiental Learning, Instrument
PENERAPAN STIMULASI OROMOTORIK DAN DEVELOPMENTAL CARE TERHADAP PENINGKATAN PERKEMBANGAN BAYI PREMATUR Kurdaningsih, Septi Viantri; Nurita, Rahayu Tri; Rasyada, Amrina Wulan; Sylvia, Elsa
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1364

Abstract

Latar Belakang: Bayi prematur mengalami ketidakadekuatan dalam reflek menghisap sehingga kebutuhan nutrisi menjadi tidak terpenuhi. Salah satu cara untuk meningkatkan reflek menghisap ASI pada bayi prematur dengan melakukan stimulasi oromotorik. Bayi prematur juga membutuhkan developmental care untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi prematur. Tujuan: pengaruh penerapan stimulasi oromotorik dan developmental care terhadap peningkatan tumbuh kembang. dan pemberian asi pada bayi prematur dengan resiko gangguan perkembangan dan defisit nutrisi Metode: Desain studi kasus ini adalah desain deskriptif pemaparan studi kasus pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus 2 orang pasien kriteria bayi prematur dengan masalah resiko gangguan perkembangan dan defisit nutrisi. Studi kasus ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang bulan April-Mei 2024. Analisa data dengan membandingkan antara teori dan data yang ditemukan pada pasien Hasil: Implementasi keperawatan menunjukkan bahwa penerapan stimulasi oromotorik dan developmental care pada bayi prematur dengan masalah resiko gangguan perkembangan dan defisit nutrisi kepada pasien mampu meningkatkan reflek hisap dan perkembangan bayi. Saran:  pemberian stimulasi oromotorik dan developmental care dapat dilakukan oleh perawat untuk menstimulasi oral terhadap reflek  hisap bayi dalam meningkatkan kemampuan minum dan perkembangan bayi  prematur. Kata Kunci:  Stimulasi Oromotorik, Developmental Care, Prematur, Tumbuh Kembang
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA DIBAWAH 5 TAHUN Kurdaningsih, Septi Viantri; Lestari, Diah Ayu
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.398

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi anak dimana terdapat gangguan pertumbuhan linear akibat kekurangan asupan yang bersifat kronik. Stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu berupa panjang dan berat badan bayi baru lahir, riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Tujuan: Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia di bawah 5 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 2 sampai 5 tahun yang berjumlah 63 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian dilakukan pada Januari 2020 di Puskesmas OPI Palembang. Analisa data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan  hubungan yang signifikan antara  variabel panjang badan  lahir (p=0,000), berat badan lahir (p=0,05), pemberian ASI (p=0,005) dan penyakit infeksi (p=0,001) dengan kejadian stunting pada anak usia di bawah 5 tahun. Saran: Pada petugas kesehatan di puskesmas agar dapat memberikan penyuluhan di berikan  secara terjadwal dan dalam  kelompok tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini, dan  dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal pada bayi yang berisiko terjadinya stunting. Kata Kunci: Stunting, Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir, Pemberian Asi, Penyakit Infeksi
EFEKTIFITAS SENAM KAKI DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Nurita, Rahayu Tri; Kurdaningsih, Septi Viantri; Sunarmi, Sunarmi; Ramadhani, M
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1411

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah besar bagi kesehatan seperti penyakit jantung karena diabetes sering disebut sebagai silent killer. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan adalah senam  kaki  diabetik   yang  dapat   menurunkan   kadar  glukosa   darah.Tujuan: Penerapan senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes   Melitus   di  Rumah   Sakit  Muhammdiyah   Palembang. Metode:Desain penelitian adalah Quasy experimental dengan rancangan one group pre- post test design. Penelitian ini dilakukan di RS. Muhammadiyah Palembang dari bulan Januari-Maret 2024. Populasi dalam dalam penelitian berjumlah 37 orang. Teknik pengambilan sample mengguankan purposive sampling.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang yang ditentukan berdasarkan pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian. Data kadar glukosa darah sebelum (pre test) dan setelah senam kaki (post test) diukur oleh peneliti. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan paired-sample t test.  Hasil: Setelah dilakukan latihan senam kaki diperoleh nilai ρ value = 0.000 <α = 0,05 yang berarti Ada pengaruh pemberian senam kaki terhadap peningkatan sensitifitas kaki pada pasien diabetes mellitusAda pengaruh pemberian senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus. Saran: Senam kaki diabetik ini dapat di berikan pelatihan  dan edukasi untuk para tenaga kesehatan tentang tentang senam kaki diabetik agar mampu menerapkan ke pasien sehingga  membuat  pasien  koperatif dan  dapat  mandiri  melakukan  senam  kaki diabetik ini. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Glukosa Darah, Senam Kaki Diabetes
Penerapan Relaksasi Napas Dalam dan Berdzikir dalam Menurunkan Ansietas pada Pasien Diabetes Melitus Nuritasari, Rahayu Tri; Fathia, Neng Annis; Kurdaningsih, Septi Viantri; Sunarmi, Sunarmi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.898 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10659

Abstract

ABSTRACK Diabetes mellitus patients often experience anxiety disorders so that it can worsen the quality of life of Diabetes Mellitus patients. One of the non-pharmacological actions to reduce anxiety is deep breathing relaxation techniques and dhikr. Knowing the application of deep breathing relaxation and dhikr to reduce anxiety in patients with diabetes mellitus. The design used is descriptive analytic with a case study approach. The sample used in this study amounted to 2 people. The study was conducted in the Ahmad Dahlan room at Muhammadiyah Hospital Palembang on April 18-21, 2022, the instrument used in anxiety was the HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Data were collected by means of observation, interviews, examination and study of documentation. Data analysis by comparing theory with data found in patients. The results of the study were obtained before the application of deep breathing relaxation and dhikr in patient I had an anxiety scale of 15 (moderate) and in patient II had an anxiety scale of 13 (mild), and after the application it decreased in patient I with an anxiety scale of 5 (mild) and in patient II with an anxiety scale of 7 (mild). There is an effect of implementing deep breathing relaxation and dhikr on reducing anxiety in diabetes mellitus patients. The application of deep breathing relaxation and dhikr can be used an implementation of nursing with anxiety problems. Keywords: Deep Breathing Relaxation, Dhikr, Anxiety, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Pasien diabetes melitus sering mengalami gangguan kecemasan sehingga dapat memperburuk kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Salah satu tindakan non farmakologi untuk mengurangi kecemasan adalah tehnik relaksasi napas dalam dan berdzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir untuk menurunkan ansietas pada pasien diabetes melitus. Desain yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang. Penelitian dilakukan diruang Ahmad Dahlan RS Muhammadiyah Palembang pada tanggal 18- 21 April 2022, Instrumen yang digunakan dalam kecemasan adalah HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, pemeriksaan dan studi dokumentasi. Analisa data dengan membandingkan antara teori dengan data yang ditemukan pada pasien. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir pada pasien I memiliki skala kecemasan 15 (sedang) dan pada pasien II memiliki skala kecemasan 13 (ringan), dan setelah dilakukan penerapan mengalami penurunan pada pasien I dengan skala kecemasan 5 (ringan) dan pada pasien II dengan skala kecemasan 7 (ringan). Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir terhadap penurunan ansietas pada pasien diabetes melitus. Penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir dapat digunakan sebagai implementasi keperawatan dengan masalah ansietas. Kata Kunci: Relaksasi Napas dalam, Dzikir, Ansietas, Diabetes Melitus