Rully Damayanti
Architecture Department, Faculty Of Civil Engineering And Planning Petra Christian University, Surabaya

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Alternatif Desain Tatanan Koridor Apartemen Melalui Aspek Environment Pada Konsep Human Well-Being Rudy Putra Setyantara; Maria Imaculata Hidayatun; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 3 No. 1 (2021): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v3i1.11125

Abstract

Isu pertumbuhan penduduk yang pesat, menjadikan perubahan sistem hunian horizontal menjadi vertikal. Namun dengan perubahan tersebut apakah dapat sesuai dan menunjang kualitas hidup penghuninya, sama dengan hunian horizontal. Perubahan hunian menyebabkan mengakibatkan perbedaan kebiasaan pada hunian horizontal yang belum dapat ditinggalkan. Hal tersebut terlihat dalam sebuah apartemen utamanya pada bagian koridor, yang sering digunakan untuk berkegiatan sepertitempat bermain anak-anak karena ruang unit tidak cukup ruang bermain, ataupun menjadi ruang berbincang dengan sesama pengguna unit. Hal tersebut tidak sesuai dengan fungsi koridor yang diperuntukkan hanya untuk ruang sirkulasi. Adanya hal tersebut ruang koridor harus di perbaiki dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna, sehingga dapat mendukung aktivitas yang tinggal di dalamnya. Oleh karena itu melalui dimensi environment pada konsep human well-being menjadikan koridor mampu untuk mendukung aktivitas pengguna yang masih dalam tahap transisi dari hunian horizontal ke hunian vertikal.
STUDI METAFORA MAKNA DAN EKSPRESI PADA MEDIA SOSIAL GENERASI Z KE DALAM RUANG ARSITEKTUR Cindy Fiolita Graciela; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 1 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i1.11959

Abstract

Generasi Z hidup dikelilingi teknologi termasuk internet. Kehidupan mereka tidak pernah lepas dari media sosial utamanya dalam bersosialisasi, bekerja, belajar dan mencari hiburan. Desainer dalam mendesain ruang untuk generasi Z, perlu mempelajari media sosial sebagai media utama kehidupan sosial mereka. Artikel ini berdasarkan penelitian studi metafora dari Broadbent untuk mentransformasikan makna dan ekspresi yang ada di media sosial menjadi ruang arsitektur. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif melalui studi literatur dan kuesioner untuk memahami makna ruang. Hasil dari penelitian ini menghasilkan ruang arsitektur media sosial yang dibagi menjadi 3 yaitu ruang arsitektur keceriaan, ruang arsitektur publik, dan ruang arsitektur interaksi, yang kesemuanya terkait dengan makna dari media sosial yang dipakai oleh generasi Z.
MICROALGAE AS A SUSTAINABLE FACADE FOR OCCUPANTS’ HEALTH: A REVIEW Livia Hariyanto; Lilianny Sigit Arifin; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 1 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i1.11901

Abstract

Facade as a sustainable strategy can provide energy-efficient solutions. Some designers' knowledge of the sustainable paradigm is incomplete, resulting in façade components that are harmful to occupants' health. The development of facade microalgae can be a sustainable facade solution. The purpose of this study is to examine the microalgae façade with the parameters of Strategies for Sustainable Architecture: Health by Paola Sassi through an analysis of the space comfort and the materials used. The research method is qualitative with a descriptive type of research from previous research articles and journals that discuss the microalgae facade. The results showed that the microalgae facade provides optimal quality of space comfort with materials that decrease pollution. According to the findings, microalgae facades as a sustainable strategy for occupant health and the environment. The microalgae facade as green technology is not only for building performance but also for the health of building occupants.
CORRIDOR AS A SUSTAINABLE SOCIAL SPACE IN HIGH-RISE RESIDENTIAL BUILDING Yuli Kalson Sagala; Rully Damayanti; Rony Gunawan Sunaryo
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 1 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i1.11273

Abstract

The rapid population growth and limited land on earth make high-rise residential buildings, especially in urban areas, inevitable. However, from several studies and analyses, many of these vertical living did not / have not fulfilled social sustainability aspects, which are essential aspects of the three spheres of sustainability concepts, namely social sustainability, economic sustainability, and environmental sustainability. Therefore this study will emphasize creating sustainable social space in high-rise residential buildings but will focus more on Corridor.Corridor as a definite area and always exist in high-rise residential building, have a high frequency always to be used and passed by residents as the main circulation path from and to the unit of residence. Therefore Corridor has great potential to influence the lives and way of life of the residents. Therefore, if we as architects can propose a design intervention by including consideration of the rules of the social space parameters, the Corridor can be an ideal sustainable social space that is needed and can be positively beneficial for residents, so that in the long run, it can help achieve Sustainable Architecture.
PERCEPTUAL STUDY OF PLASTIC WASTE BRICKS FOR SHARIA APARTMENT IN INDONESIA Muhammad Mutammam Musthofa; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 1 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i1.11187

Abstract

Bricks from plastic waste have the potential to become the wall material for apartment units because they are lightweight and have an interlock system that makes it easy to dismantle and reuse. Sharia Apartments in Indonesia exist because of the market potential for the majority of Muslims who are interested in a halal lifestyle. This article identifies Muslim perceptions of the application of bricks from plastic waste to sharia apartment residential units. The perception is carried out by comparing three plastic waste brick product companies. The method used is through questionnaires and interviews based on regional demographics. It was found that brick of plastic waste can be received positively by Muslim respondents, but its use is limited to particular spaces to avoid negative perceptions.
STUDI KARAKTERISTIK FISIK LOBBY LIFT SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL DI APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA Celicia Aurielle Angdjaja; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12947

Abstract

Berkurangnya interaksi sosial pengguna apartemen diakibatkan oleh perancangan apartemen yang kurang mengedepankan aspek kebutuhan sosial penghuni. Beberapa perancangan telah merancang ruang interaksi sosial, namun jarang digunakan karena peletakannya yang jauh dari unit kamar. Ruang interaksi sosial akan berpotensi digunakan jika menjadi bagian dari ruangan sehari-hari. Salah satu ruang sehari-hari yang selalu digunakan penghuni adalah lobby lift. Potensi ini didukung dengan adanya perjumpaan pasif penghuni serta aktivitas sederhana yang dilakukan seperti menunggu. Untuk itu penelitian ini mengevaluasi karakteristik fisik lobby lift melalui parameter ruang interaksi sosial yaitu pencapaian, perletakan, pengalaman spasial dan batasan dengan metode pengambilan data melalui observasi dan dianalisis menggunakan pemetaan zonasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat karakteristik memiliki keterkaitan yang kuat satu sama lain dalam membentuk ruang lobby lift sebagai ruang interaksi sosial.
PARAMETER DESAIN UNIT HUNIAN RAMAH ANAK PADA APARTEMEN MENENGAH KEBAWAH (STUDI KASUS APARTEMEN CBD DI SURABAYA) Kevin Eduard Wuwung; Rully Damayanti; Timoticin Kwanda
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12946

Abstract

Perkembangan penduduk yang cukup pesat di kota Surabaya menyebabkan adanya tren perpindahan dari landed house ke vertical housing. Tapi sayangnya sering kali apartemen menengah kebawah tidak mempertimbangkan anak – anak dan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar padahal anak – anak memiliki pemahaman ruang dan kebutuhan ruang yang berbeda denga orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Setelah memperoleh data yang dibutuhkan dilakukan proses pengecheckan dengan variabel dan indikator ramah anak. Dari hasil data tersebut diperoleh parameter desain unit hunian ramah anak pada apartemen kelas menengah kebawah.
ALTERNATIF MATERIAL ABSORPSI AKUSTIK DARI MODUL LIMBAH KARTON Jocelyn Emilia Ukalvin; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12945

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya pemanfaatan limbah karton untuk mengurangi banyaknya sampah karton yang dihasilkan akibat banyaknya konsumsi packing dari karton. Daur ulang karton yang dilakukan yaitu dengan memodifikasi material karton menjadi sebuah partisi akustik. Hal ini didasari dari kesadaran para peneliti sebelumnya bahwa karton merupakan material yang berpotensi dikembangkan menjadi material bangunan dan digunakan untukkebutuhan akustik interior. Pengolahan limbah karton menjadi alternatif material akustik murah sangat dibutuhkan terutama bagi berbagai bangunan yang mencakup berbagai kegiatan dan memerlukan bahan penyerap. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Untuk tahap pertama yaitu studi literatur, observasi awal, dan pengumpulan data. Tahap selanjutnya adalah melakukan pengetesan berbagai modul karton menggunakan tabung impedansi untuk menemukan koefisien absorpsi dari berbagai modul karton. Hasil penelitian ini berupa data-data koefisien absorpsi dari modul karton sebagai acuan untuk penggunaan dalam ruang.
STUDI EVALUASI DAN POTENSI SENSE OF PLACE PADA BALKON APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA Cynthia Christianty Carolina Eka Yudo; Rully Damayanti; Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12943

Abstract

Apartemen merupakan bangunan bertingkat yang terdiri dari beberapa unit hunian yang dilengkapi dengan fasilitas umum bersama, juga balkon pada tiap unitnya. Balkon termasuk ruang luar tambahan yang berfungsi untuk mengakomodasi aktivitas penghuninya. Namun sekarang balkon berubah fungsi menjadi ruang penyimpanan dan ruang peletakan outdoor AC. Hal ini tentunya mempengaruhi persepsi dan interaksi pengguna terhadap balkon. Penelitian ini mengidentifikasi masalah dan potensi sense of place khususnya pada balkon Apartemen Metropolis Surabaya. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan mengevaluasi faktor sense of place yaitu physical feature, activities, meanings dan individual features melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting balkon berpotensi terhadap hadirnya sense of place khususnya melalui tiga kondisi pada balkon, yaitu penambahan dan penggunaan properti untuk kebutuhan servis, kebutuhan servis, dan penambahan properti untuk fasilitas. Kondisi yang berpotensi paling tinggi adalah bentuk balkon; pada bentuk balkon L dapat menampung aktivitas pengguna beserta propertinya dengan lebih berkualitas. Selain itu, balkon berbentuk huruf L juga memberikan kenyamanan bagi penghuni untuk tetap berada disana dikarenakan lebih private dan didukung oleh view yang optimal dari dua arah. Sedangkan pada balkon berbentuk persegi sense of place kurang terjadi karena peletakan property yang kurang memadai dan kurang nyaman dalam mengakomodasi aktivitas pengguna.
APLIKASI TEORITIS KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA LINGKUNGAN PERKANTORAN Gelbriel Michelle Gracella Nartha Sambira; Rully Damayanti; Laksmi Kusuma Wardani
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12939

Abstract

Usia dewasa merupakan usia yang rentan terkena stres karena besarnya kewajiban dan peran yang harus dipenuhi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat stres kaum dewasa muda adalah lingkungan kerja karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Menurut Okezone.com, 64% pekerja di Indonesia mengalami peningkatan stres kerja dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan stres tersebut adalah perusahaan yang lebih mementingkan faktor ekonomi dibandingkan kenyamanan karyawannya. Ketika karyawan kurang merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya maka tingkat stres mereka akan bertambah dan dapat mengakibatkan dampak negatif pada kinerja karyawan dan pada perusahaan. Oleh karena itu diperlukan parameter desain lingkungan kerja perkantoran yang dapat menurunkan stres dan meningkatkan produktivitas karyawan. Konsep Healing Environment merupakan sebuah teori perancangan yang menghubungkan antara ruang dengan kesehatan dan well-being manusia agar menciptakan ruang yang membuat pengguna merasa lebih baik dan lebih bahagia. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada gedung perkantoran dengan menggunakan metode studi literatur yaitu metode yang dilakukan hanya dengan berdasarkan karya tertulis yang relevan dengan teori Healing Environment, data yang didapatkan dari hasil analisis kemudian saling dikaitkan dan dirangkum untuk menghasilkan parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada perkantoran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada perkantoran yaitu heirarki, daylight & lighting, natural air & penghawaan, view & nature, material & colors, dan can rest.