Rully Damayanti
Architecture Department, Faculty Of Civil Engineering And Planning Petra Christian University, Surabaya

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ASPEK TERRITORIAL REINFORCEMENT DALAM CPTED PADA RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA SOMBO SURABAYA Ariel Jehu; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12937

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk pada Kota Surabaya yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia setiap tahun. Dari beberapa upaya yang telah dilakukan, upaya pendekatan Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa bagi penduduk berpenghasilan rendah merupakan salah satu solusi efektif. Namun, pada kenyataannya rusunawa yang sudah dibangun belum memberikan tempat tinggal yang nyaman dan aman. Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi tahun 2007 belum secara fokus membahas pencegahan tindak kriminal melalui perancangan bangunan. Penelitian ini disusun untuk memberikan rekomendasi desain ruang semi-publik yang berpotensi terjadi tindak kriminal karena merupakan wadah bertemunya penghuni dalam dan luar. Penelitian ini mengevaluasi ruang semi-publik Rusunawa Sombo Surabaya menggunakan prinsip Crime Prevention Through Environmental Design dengan melakukan observasi langsung untuk mendapatkan data lapangan. Hasil analisa menunjukkan bahwa selain aspek perancangan bangunan, terdapat aspek sosial dan kebudayaan yang masih diterapkan oleh penghuni rusunawa yang dapat mendukung pencegahan tindak kriminal.
STUDI POTENSI KORIDOR DI APARTEMEN CBD SURABAYA MENJADI RUANG SOSIAL ANAK Stanley Odwin; Timoticin Kwanda; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12936

Abstract

Perkembangan kognitif positif pada anak sangat penting karena dapat mengkonstruksi pola pikir dan kepribadian. Kognitif positif didukung dengan adanya sosialisasi yang terjadi dari aktivitas sosial sehingga anak mampu memahami dan mengeksplorasi ruang sekitarnya. Aktivitas sosial membutuhkan ruang yang memadai. Hal ini menjadi masalah bagi anak yang tinggal di apartemen karena keterbatasan lahan dan fasilitas yang tidak ramah anak. Koridor memiliki potensi sebagai ruang bermain anak karena jarak yang dekat dengan unit hunian. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ruang koridor di Apartemen CBD sebagai ruang sosial anak berdasarkan pemahaman kebutuhan kognitif. Melalui teknik observasi, wawancara, dan pemetaan perilaku ditemukan bahwa koridor di apartemen CBD belum memenuhi parameter ruang ramah anak; tetapi memiliki potensi di parameter pencahayaan alami, dimensi ruang, dan warna. Temuan ini bermanfaat untuk memberitahu masyarakat di Indonesia betapa pentingnya tempat bersosialisasi yang ramah anak untuk perkembangan kognitifnya.
Analysis of Contemporary Tall Building Design in Humid Tropics Using Yeang's Principles Christopher Aaron Sutantio; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 8 No. 1 (2026): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v8i1.00117

Abstract

Rapid urbanization in humid tropical climates has led to an increase in the construction of contemporary tall buildings due to population growth and land shortages, leading to an increasing number of tall building constructions in urban areas. However, these buildings face several challenges, such as climate, environmental impact, and excessive energy consumption. Integrating Yeang’s principles into tall buildings can overcome these challenges. This research explores the application of Yeang's principles to contemporary tall buildings in humid tropical climates, specifically considering sun path and wind rose projections. There are eight iconic contemporary tall buildings that were selected in humid tropical climates based on their public significance as case studies to analyze their building design and compare their implementation with Yeang's principles. Despite some buildings adhering to Yeang’s principles, there are several factors that influence the building’s design, leading to certain modifications. These adjustments impact the building’s form and structures. By looking at how design implementation compares to Yeang's principles, this study shows the challenges and opportunities of creating sustainable and adaptable tall buildings in humid tropical environments.
Persistensi Sosial-Spasial Ruang Terbuka Publik: Studi Dua Alun-Alun di Malang Anggarda Hanjaya Prabowo; Ronny Gunawan Sunaryo; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 8 No. 1 (2026): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v8i1.14661

Abstract

Abstrak   Penelitian ini menganalisis persistensi sosial dan spasial pada Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu di Kota Malang dalam konteks perubahan morfologi kota. Metode yang digunakan berupa analisis sinkronis untuk membaca kondisi eksisting, analisis diakronis untuk melihat transformasi historis. Content analysis dilakukan juga terhadap observasi lapangan, peta historis, dan literatur. Hasil menunjukkan bahwa Alun-Alun Merdeka berkembang secara adaptif mengikuti dinamika sosial-ekonomi, sedangkan Alun-Alun Tugu mempertahankan struktur fisik dan nilai simboliknya sebagai ruang representatif kota. Kedua alun-alun tetap menjadi node penting dalam jaringan kota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persistensi ruang terbentuk melalui kombinasi bentuk fisik, aktivitas sosial, dan makna simbolik. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman resiliensi ruang publik serta implikasinya bagi desain dan pengelolaan ruang terbuka kota.   Abstract This study examines the spatial and social persistence of Alun-Alun Merdeka and Alun-Alun Tugu in Malang City within the context of urban morphological change. The research employed a synchronic analysis to assess current conditions and diachronic analysis to trace historical transformations. The research applied content analysis to data obtained from field observations, historical maps, and relevant literature. The findings indicates that Alun-alun Merdeka has adapted to ongoing socio-economic dynamics, whereas Alun-alun Tugu has retained its physical structure and symbolic civic identity. Despite their differing trajectories, both Alun-alun continue to function as key nodes within the city’s spatial network. The study concludes that the persistence of public spaces arises from a combination of physical form, social activity, and symbolic meaning. These insights contribute to a deeper understanding of public space resilience and offer implications for the design and management of urban open spaces.